
Kefa sekarang sedang bersantai bersama dengan Laura, mereka berdua sedang menghabiskan waktu bersama di ruang tengah.
Laura sedang tidur-tiduran di pangkuan Kefa, mereka berdua sedang menonton film kartun.
Ketika mereka menghabiskan waktu bersama tiba-tiba saja telpon milik Kefa berdering.
Kefa pun mengangkat telpon itu, karena telpon itu berasal dari Oyama, dan sepertinya Oyama dia memiliki informasi yang sangat penting yang harus di sampaikan pada Kefa.
"Halo...."
"Tuan Kefa, pemimpin dari generasi ketiga keluarga Kobayasi Hotaka, dia mengundang kita ke jamuan malam."
"Hmmm aneh, apa kau mengetahui alasan nya?"
"Tidak tuan, mereka hanya ingin mengundang tuan."
"Tempat jamuan nya dimana?"
"Masih di daerah Prefektur Nagano."
"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Kefa yang terkejut, membuat Laura juga ikut terkejut, Laura langsung duduk dan memberi ekspresi bertanya-tanya pada Kefa ada apa.
"Tidak tuan."
"Hmm aku tidak mengerti sama sekali, apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan."
"Saya dan yang lainnya juga jujur tidak mengerti sama sekali, tapi saya rasa mereka ingin menjebak kita mungkin, tapi hal itu tidak mungkin juga karena jamuan itu berada di daerah kita."
"Jika memang benar mereka ingin menjebak kita, seharusnya mereka mengadakan jamuan itu di daerah kekuasaan mereka, jujur saja tuan ini sangat membingungkan."
"Aku mengerti, jika kita menolaknya ada kemungkinan perang besar akan terjadi yah."
"Itu sudah bisa di pastikan tuan."
"Baiklah aku mengerti, terima kasih atas informasinya, biarkan aku berpikir sejenak terlebih dahulu, aku akan menghubungi mu lagi, jika aku sudah memutuskan apa yang harus kita lakukan."
"Baik tuan."
"Ada apa sayang?" Tanya Laura.
Kefa pun kemudian di sini menjelaskan kepada Luara tentang obrolan dia dengan Oyama, Laura pun menganggukan kepala nya dan kurang lebih dia mengerti.
"Apapun yang kita pilih pada akhirnya tetap saja akan terjadi perang besar, perang ini sudah tidak bisa di hindari lagi Kefa."
"Iya aku paham akan hal itu sayang, tapi masalahnya sekarang aku diberikan dua pilihan."
"Keduanya pilihan yang sangat sulit, pilihan pertama sangat beresiko pilihan kedua akan banyak korban yang berjatuhan di tambah belum lagi orang yang tidak bersalah, kemungkinan juga akan menjadi korban juga." Ucap Laura.
"Tapi sayang aku rasa lebih baik kita memilih yang pertama saja, resiko sangat tinggi pun tidak masalah, karena kita semua sangat yakin dengan kemampuan yang kita miliki."
"Kamu sangat percaya diri yah."
"Iya tentu saja selagi bersama mu apapun masalahnya, pasti ada jalan keluar hehe."
"Begitu yah saranmu aku terima, tapi tetap saja aku harus bertanya terlebih dahulu pada yang lainnya."
"Iya sayang itu tidak masalah."
"Tapi sepertinya satu-satunya pilihan hanyalah pilihan pertama, jika pilihan kedua aku rasa itu terlalu mengerikan." Ujar Kefa.
"Iya aku sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jadinya."
"Jika pilihan pertama kita bisa langsung bertemu dengan para generasi ketiga keluarga Kobayasi, jika mereka macam-macam kita hanya perlu membunuh mereka saja."
"Aku setuju dengan mu Laura, aku rasa pilihan pertama adalah yang terbaik."
Tak lama Kefa pun menghubungi Oyama.
__ADS_1
"Oyama terima undangan Jamuan dari Hotaka." Ujar Kefa sambil tersenyum.
Oyama tidak bertanya tidak terkejut dia terlihat seperti biasa saja, dan justru dia tersenyum seperti Kefa.
"Kami semua sudah menduganya, tuan adalah pemimpin yang sangat hebat."
"Kami semua mengerti kenapa tuan memilih menerima undangan jamuan dari Hotaka."
"Kalau begitu baguslah, oh yah yang akan datang ke jamuan itu hanya 6 orang saja, Aku, Laura, Kenta, Arata, Jessi, Kazuki."
"Oyama tolong sampaikan pada mereka untuk bersiap pada hal yang terburuk yang akan terjadi nanti di jamuan malam."
"Baik saya akan melaksanakan perintah dari tuan Kefa dengan baik, saya tidak akan bertanya apapun lagi, saya sangat percaya dengan keputusan yang di buat oleh tuan Kefa, saya sangat yakin tuan pasti sudah memikirkan kedepan nya."
"Terima kasih Oyama."
"Sama-sama tuan."
"Kalau begitu saya akan menghubungi mereka terlebih dahulu tuan."
Oyama pun langsung bergegas pergi menuju ruangan dimana Kenta, Kazuki, Arata, Jessi berada.
"Jadi bagaimana keputusan nya Oyama?" Tanya mereka semua para pemilik sepuluh kursi penguasa.
"Tuan kita menerima undangan jamuan dari musuh."
Mendengar itu mereka semua pun tersenyum, mereka semua sudah menduga kalau Kefa pasti akan memilih menerima Jamuan itu, Kefa seperti orang gila.
Dia adalah orang yang selalu menantang maut, tapi walaupun seperti itu, Kefa selalu saja selamat, dan justru dia membuat sesuatu yang dapat membuat semua orang tercengang.
"Kenta, Kazuki, Arata, Jessi kalian berempat yang akan menemani tuan Kefa berserta dengan Nona Laura ke jamuan itu."
"Ini adalah perintah langsung dari tuan Kefa."
Mereka berempat pun terlihat sangat senang, karena mereka bisa terpilih untuk menjadi pengawal Kefa dan juga Laura.
***
Kyuzuro datang ke tempat dimana Hotaka berada, ia berjalan dengan santai sambil mengisap rokoknya.
Kyuzuro datang ke ruangan Hotaka, dia langsung duduk dan berhadapan dengan Hotaka.
"Kefa menerima undangan jamuan kita."
"Kau sedang tidak bercanda bukan?" Hotaka yang terlihat senang.
"Tidak kali ini aku serius."
"Gila, dia benar-benar orang gila." Hotaka yang sangat terkejut karena menerima berita itu.
"Jangan kesenangan dulu Hotaka, bisa jadi ini bumerang bagi kita."
"Iya aku santai saja, apa kau sudah menyiapkan semua yang aku minta?"
"Semuanya sudah selesai rencana A, B akan di jalankan."
"Baguslah, aku sangat yakin jika rencana ini akan berhasil."
"Ya semoga saja seperti itu, karena jika gagal maka habislah kita semua, kita semua akan terbunuh, resiko nya sangat tinggi Hotaka ingatlah itu."
"Iya aku mengerti, mau bagaimana lagi ini adalah satu-satunya cara, kita tidak memiliki cara lain."
"Mau tidak mau aku harus mengakuinya bahwa kau benar, kita maju mundur pun akan terkena, mundur akan mati tapi maju belum tentu, aku paham maksud mu."
"Kau tumben sekali?"
"Hotaka kali ini aku sedang serius, nama baik keluarga kita, dan nama baik generasi kita sekarang sedang di pertaruhkan."
__ADS_1
"Ku rasa kau benar." Hotaka yang terlihat sangat santai.
Kyuzuro sangat kesal dengan sikap Hotaka itu, tapi dia harus tetap bersabar.
"Hotaka aku ingin kali ini kau tidak bermain-main lagi."
"Kyuzuro, apa eskpresiku ini terlihat seperti orang yang sedang bermain-main?" Tanya Hotaka sambil menatap tajam Kyuzuro.
"Tidak baguslah kalau begitu, ingat jamuan kali ini adalah jamuan kematian."
"Kita yang akan mati atau mereka yang akan mati."
"Kami semua percaya padamu, dan menyerahkan semuanya padamu, jangan sampai kau membuat kami semua kecewa."
Kyuzuro pun pergi sambil mematikan rokoknya.
Hotaka pun dia terlihat sangat santai, karena dia sangat yakin dan percaya diri dengan rencana yang ia buat.
Ia yakin keberhasilan dari rencana yang dia buat sekitar 99 persen.
1 persen nya tergantung takdir siapa yang memihak.
***
Kazuki, Laura, Kefa mereka bertiga sedang berada di ruang tengah apartemen Kefa, Kazuki tiba-tiba saja datang ke apartemen Kefa.
"Langsung saja pada intinya, tuan Kefa keluarga Kobayasi bukanlah keluarga yang baik, mereka adalah keluarga yang sangat licik di antara keluarga yang lainnya, mereka adalah keluarga yang menjunjung tinggi kepentingan keluarga dari pada apapun."
"Jadi tuan Kefa pastinya jamuan malam nanti pasti akan terjadi sebuah masalah, aku hanya ingin kita semua berhati-hati tuan Kefa."
"Mereka pastinya sudah memikirkan rencana tercurang untuk dapat membunuh kita."
"Kazuki tenanglah terlebih dahulu." Laura sambil menyediakan minuman dan makanan.
Kefa pun disini meminum, minuman yang di buat oleh Laura.
Kazuki pun di sini menarik nafasnya dan mencoba untuk tenang, Kefa, Laura di sini mengerti kenapa Kazuki seperti itu.
Kurang lebih itu semua karena Kazuki khawatir berlebihan, bukannya ia tidak percaya dengan keputusan Kefa, tapi Kazuki masih memiliki trauma di masa lalunya, yaitu tuan nya di racuni dan di bunuh.
"Kazuki kau percaya padaku bukan?"
"Tentu saja tuan Kefa."
"Kalau begitu dengarkan aku baik-baik, aku tidak akan mati sampai aku menjadi penguasa dunia ini." Kefa yang terlihat sangat serius.
Kazuki dan Laura, mereka berdua yang melihat ekspresi dan mendengar perkataan Kefa, mereka sempat terdiam seribu bahasa.
Mereka sangat terkejut dengan ucapan Kefa itu.
Mereka mau tidak percaya, tapi masalahnya orang yang mengatakan nya adalah Kefa.
"Dan Kazuki, kejadian yang sama tidak akan terulang lagi, aku berjanji padamu."
"Aku juga berjanji padamu aku akan menghancurkan keluarga Kobayasi sepenuhnya, aku akan membunuh mereka semua, siapapun yang menghalangi, aku akan membunuhnya juga, entah mereka dari keluarga besar manapun, jika mereka menghalangi jalanku, maka aku akan membunuh mereka."
"Jadi sekarang kau tenanglah tidak perlu khawatir."
"Ba-baik tuan Kefa, maaf atas kelancangan saya tuan Kefa, dan maaf atas ketidaksopanan saya, datang tiba-tiba dan berkata hal yang aneh."
"Sudah tidak masalah aku mengerti kenapa kau seperti itu." Ucap Kefa.
Pada intinya di sini Kazuki ingin membalas dendam terhadap keluarga Kobayasi, dan di sisi lain juga ia takut dengan yang namanya kegagalan.
Tapi Kefa di sini mencoba untuk menghilangkan ketakutan kegagalan yang di miliki oleh Kazuki, dan akhirnya hal itu berhasil.
Mereka pun mengobrolkan hal lain.
__ADS_1
Pa