
Saya kembali setelah libur beberapa hari cukup lama, tapi saya libur juga karena banyak masalah, namanya juga idup kalian yang sudah dewasa pasti ngerti, kecuali kalian keluarga banyak duit kek rafatar contohnya woakwaak, dan intinya tenang aja novel ini bakal saya tamatin kaya novel sebelum-sebelumnya, doakan saja agar semuanya bisa lancar, saya juga mendoakan kalian semua kok, kita saling berdoa aja ges.
Kefa melakukan perombakan besar-besaran terhadap organisasi nya itu, Kefa ingin organisasi Eight Of Glory di gabung dengan The King.
Kefa dan yang lainnya sekarang sedang melakukan pertemuan besar-besaran.
Kefa ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka semua, bahwa organisasi mereka akan di gabung dan akan mengganti lagi nama organisasi.
Sekarang mereka akan menggunakan nama organisasi The King Of Glory.
Yang di pimpin oleh 14 orang saja. Dan pemimpin utamanya tetap Kefa.
14 orang memiliki julukan nya tersendiri, mereka memiliki julukan sebagai para penguasa.
Para penguasa di tunjuk langsung oleh Kefa, dan 14 orang itu adalah Defa, Robert, Bima, Egi, Paskal, Kenta, Kazuki, Isamu, Oyama, Iso, Revan, Oktav, Jessi, Hitomi.
Menurut Kefa mereka adalah orang yang sangat berpengaruh dan berprestasi di organisasi.
Semua orang setuju akan hal itu, dan mereka semua mengakui jika mereka yang Kefa tunjuk menjadi para penguasa, adalah orang-orang yang terbaik yang ada di organisasi saat ini.
Tidak ada yang berani menentang keputusan dari Kefa.
Dan Kefa juga di sini mebebaskan perebutan title para penguasa. Mereka dapat mengambil alih title itu jika mereka memunuhi beberapa persyaratan yang ada.
Persyaratan nya masih sama harus berprestasi dan menunjukkan keahlian nya, dan kemudian menantang bertarung salah saru dari para pemilik title para penguasa.
Perkumpulan itu berlangsung sebentar, karena Kefa hanya mengungumkan itu saja, dan di sana pun tidak terjadi perdebatan.
Di tambah mereka masih memiliki banyak pekerjaan, jadi mereka tidak bisa berkumpul lama, setelah berkumpul mereka melakukan tugas masing-masing yang sudah diberikan kepada mereka.
Akhir-akhir ini mereka sangat sibuk, karena mereka harus bergerak cepat, takutnya bisa saja kapan saja mereka di serang oleh orang luar, contohnya seperti para keluarga besar di Jepang.
Kefa seperti biasa bersama dengan Laura di kantor kerjanya mereka sedang membereskan beberapa dokumen penting.
Mereka harus menandatangani beberapa dokumen.
"Permisi tuan dan nona, maaf atas kelancangan saya......" Bawahan Kefa yang terlihat grogi.
"Ada apa? Langsung saja pada intinya santai saja." Ucap Kefa.
"Itu tuan nona......Ada tamu yang mencari tuan dan nona"
"Siapa?" Tanya Laura.
"Orang ini terlihat sangat penting nona, dia berkata bahwa dia pembawa pesan yang berasal dari organisasi Yakuza."
Mendengar itu Kefa dan Laura pun terkejut. Mereka lansung keheranan.
"Sekarang dia berada di mana?" Tanya Laura.
"Itu nona sedang berada di ruang tunggu."
"Hmmm kalau begitu bawa mereka ke ruang tamu, aku dan Laura akan menemui mereka di sana."
"Ba-baik tuan." Orang tersebut pun pergi dari ruang kantor.
"Sayang kenapa organisasi sebesar mereka datang kemari?" Laura yang kebingungan.
"Tampaknya mereka sudah mendengar berita kehancuran keluarga Kobayasi."
"Lalu apa hubungan nya?"
"Entahlah aku juga sedikit bingung, itulah kenapa aku ingin mengobrol dengan mereka."
__ADS_1
"Iya benar juga tapi sayang entah kenapa firasat ku mengatakan kalau mereka datang dengan kabar yang baik."
"Semoga saja begitu."
***
Kefa dan Laura pun masuk ke ruang tamu, dan mereka melihat lima orang berpakaian dengan rapih.
"Tuan Kefa, Nona Laura." Mereka berlima yang langsung menundukkan kepalanya setelah melihat Kefa dan Laura, mereka melakukan itu karena mereka sangat menghormati Kefa dan Laura.
Karena pemimpin mereka yaitu Akazaya juga sangat menghormati Kefa, bahkan mereka berlima sebelum datang ke sini, mereka di beritahu oleh Akazaya agar mereka berperilaku sangat baik.
Mereka berlima sendiri sudah mengetahui siapa itu Kefa dan Laura, mereka berlima merupakan orang penting yang ada di organisasi Yakuza.
Mereka sendiri sudah mengetahui seberapa penting Kefa dan Laura.
Jika Kefa dan Laura hanya orang biasa, mereka berlima tidak mungkin akan di kerahkan, hanya untuk memberikan pesan undangan jamuan makan bersama dengan tuan mereka yaitu Akazaya di kediaman nya.
Karena Kefa dan Laura sangat penting, maka dari itu mereka berlima yang merupakan bawahan langsung dari Akazaya di suruh untuk menemui Kefa.
Mereka berlima juga di beritahu oleh Akazaya jika Kefa adalah orang yang sangat penting bahkan bisa di bilang mereka berdua merupakan saudara.
Melihat mereka berlima yang terlihat sangat sopan, Kefa dan Laura pun bisa menarik kesimpulan, kalau kedatangan mereka memang membawa pesan yang baik.
Mereka berlima pun kemudian menjelaskan kepada Kefa dan Laura, bahwa mereka terutama Kefa di undang ke jamuan makan yang akan berlangsung di kediaman Akazaya.
Kefa dan Laura mereka berdua sudah mengetahui siapa itu Akazaya dan apa itu organisasi Yakuza.
Akazaya adalah orang terkuat di Jepang kedua setelah Minoru, kekuatan dia benar-benar di atas orang normal, dia merupakan pemimpin dari organisasi Yakuza.
Organisasi Yakuza juga berperang penting di Jepang, mereka sama seperti keluarga Tanaka.
Walaupun keluarga Tanaka lebih penting di bandingkan dengan organisasi Yakuza.
Kefa dan Laura bertanya pada mereka berlima, namun mereka berlima juga tidak tau alasan mengapa pemimpin mereka itu mengundang Kefa dan yang lainnya.
Mereka berlima hanya menjalankan tugas saja.
Kefa dan Laura pun berpikir terlebih dahulu sebelum menerima undangan itu.
Mereka berlima di sini mendesak Kefa dan Laura agar setuju, karena jika sampai Kefa dan Laura menolak, maka habislah sudah mereka, mereka pasti akan di hukum berat oleh Akazaya.
Kefa dan Laura pun setuju akan hal itu, dan di sini terlihat mereka berlima yang bernafas dengan lega, seperti beban pikiran mereka langsung sirnah.
Mereka berlima pun langsung menunduk hormat dan berterima kasih banyak pada Kefa dan juga Laura.
Kefa dan Laura kebingungan karena mereka berlima terlalu menghormati mereka berdua, padahal kekuatan mereka berlima sama sekali tidak bisa di anggap remeh.
***
Kefa dan Laura sekarang mereka sedang berada di apartemen.
Laura sekarang sedang di telfon oleh seseorang dari keluarganya.
"Ada apa?" Tanya Kefa.
"Kenapa wajahmu buruk sekali, kenapa kamu cemberut seperti itu."
Laura pun duduk di sofa dia benar-benar terlihat sangat cemberut.
Kefa kemudian duduk dekat Laura.
"Ada apa sayang?" Tanya Kefa dengan nada yang lembut.
__ADS_1
Laura tiba-tiba memeluk Kefa.
"Kamu kenapa?" Kefa yang kebingungan.
"Aku harus kembali ke Inggris."
"Kenapa tiba-tiba." Kefa yang terkejut.
"Aku juga tidak tau, tapi begitulah keluargaku, aku juga tidak bisa menentang mereka."
"Hmmm begitu yah, yasudah tidak apa." Kefa sambil mengelus kepala Laura dengan pelan.
Laura pun terlihat sangat nyaman.
"YASUDAH APA, Kau tau aku tidak ingin kembali ke sana, aku ingin bersama dengan mu."
"Iya, iya sayang." Kefa yang bingung karena dia serba salah.
"Aku ingin bersama dengan mu!"
"Iya Laura aku tau tapi bagaimana dengan keluargamu."
"Apa kamu ingin aku pergi?"
"Bukan begitu sayang."
"Mahluk 1 ini memang merepotkan." Batin Kefa.
"Aku ingin kamu tetap di sini, tapi perintah keluargamu bagaimana?"
"Ya itu..." Laura yang langsung terdiam dan tiba-tiba memeluk Kefa lebih erat lagi.
Kefa hanya mengelus kepala Laura.
Kefa juga sebenarnya tidak ingin Laura pergi, tapi perintah keluarga merupakan mutlak tidak bisa di lawan.
Keluarga Laura juga merupakan keluarga internasional, tapi keluarga Laura tidak sekuat keluarga Kefa.
Tapi tetap saja keluarganya masuk ke dalam jajaran keluarga internasional.
"Kefa.."
"Iya kenapa?"
"Maaf dan terimakasih, maaf karena aku tidak bisa menemani mu lagi, aku harus pergi dan sepertinya aku akan pergi lama."
"Dan terima kasih, karena dirimu hidupku jadi lebih berwarna, aku sangat bahagia bisa mengenal mu, aku sangat bahagia menghabiskan waktu bersama mu sepanjang tahun di sini, terima kasih aku mecintaimu."
"Iya aku juga ingin meminta maaf dan terimakasih juga, maaf karena aku belum bisa melakukan apapun, dan terima kasih karena berkatmu hidupku jadi lebih berwarna juga, berkatmu aku bisa tersenyum, dan berkatmu juga aku bisa bahagia, terima kasih."
"Aku tidak akan pernah melupakan kenangan bersama mu."
Laura pun di sini terlihat sangat sedih, dia mengingat kebersamaan nya dengan Kefa.
Bagi Laura hal ini sangat berat dia sangat sangat tidak ingin berpisah dengan Kefa, dia sangat bahagia bersama dengan Kefa.
Tinggal bersama dan melakukan semuanya bersama bisa di bilang hampir selama 2 tahun mereka berdua kemana-mana selalu berdua.
Mereka seperti pasangan suami istri.
Dan sekarang takdir mengatakan mereka harus berpisah kembali, bagi mereka berdua ini adalah masalah yang sangat berat yang pernah mereka alami.
Mereka berdua tidak ingin melepaskan pelukannya satu sama lain.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat sangat sedih.