
1 Tahun lebih telah berlalu, Kefa sekarang sedang berlatih menggunakan senjata modern seperti pistol, sniper, rifle, shotgun dan lain-lainnya. Kefa di latih oleh Hyuro dan yang lainnya.
Sebelum Kefa latihan menggunakan senjata Modern, Kefa telah meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tuanya, dan secara mengejutkan orangtuanya, yaitu Rina dan Edwart mengizinkan Kefa untuk belajar menggunakan senjata modern.
Alasannya tidak tau, tapi Edwart dan Rina hanya bilang itu untuk berjaga-jaga saja jika suatu saat Kefa akan di hadapi oleh sesuatu yang sangat mengerikan, seperti perang senjata tajam, atau senjata modern, dan ketika saat itu tiba Kefa sudah siap dengan segalanya, dari ilmu bela diri, sampai ke ilmu bela diri senjata.
Selama 1 tahun Kefa belajar menggunakan senjata modern dan alhasil, Kefa hampi menguasai seluruh senjata, Kefa adalah orang yang sangat cerdas, selain cerdas dia juga adalah orang yang sangat tekun.
Kefa setiap pulang sekolah, sampai malam terus berlatih menggunakan senjata modern dengan serius, Kefa sangat menyukai senjata modern.
Bagi dia senjata modern adalah senjata yang menakjubkan dan sangat berbahaya.
Selain praktek Kefa juga sebelumnya sudah membaca banyak teori mengenai senjata modern, oleh karena itulah Kefa sangat handal dan sangat mudah untuk menguasai senjata modern.
Karena Kefa telah belajar basicnya dari pengetahuan dia.
Hanya dalam waktu 1 tahun saja Kefa sekarang sudah sangat mengerikan dari segi apapun, dan bahkan Hyuro sendiri yang merupakan guru utama Kefa, ia mengakui bahwa ia kalah dengan Kefa yang sekarang sudah berumur 14 tahun.
Hyuro tidak ingin mengakui hal itu, namun kenyataan nya seperti itu, Kefa bisa di bilang kekuatan nya sekarang bisa menjadi nomor 3 atau pun nomor 1.
Tapi Hyuro menganggap Kefa sebagai orang nomor 3 karena yang pertamanya adalah Edwart dan Rina.
Semua orang yang berada di Mansion milik Edwart dan Rina, atau bisa di bilang rumah Edwart dan Rina.
Mereka semua mengetahui seberapa mengerikan Kefa, kecuali orang tua nya Kefa, mereka masih menganggap Kefa anak biasa yang cerdas.
Padahal yang sebenarnya adalah Kefa melebihi dari kata Cerdas itu sendiri, kekuatan, kecerdasan, kehebatan, dan bakat Kefa, benar-benar sangat menakjubkan.
Mungkin Kefa adalah anak yang lahir seribu tahun sekali, atau bahkan lebih karena pasalnya Kefa adalah anak yang sangat mengerikan.
Bahkan Hyuro saja sampai tidak ingin mencari masalah dengan Kefa. Begitu pula dengan Kemal dan yang lainnya.
Mereka juga mengakui kehebatan Kefa.
Seperti biasa setiap perkembangan yang di alami Kefa. Kemal, Wira, Tiara, Hyuro dan yang lainnya yang merupakan guru-guru utamanya Kefa, mereka selalu terkejut dengan perkembangan Kefa.
Mereka bahkan menganggap Kefa sebagai monster bukan lagi anak kecil, karena anak kecil tidak ada yang semengerikan Kefa.
Mereka semua guru-gurunya Kefa kecuali Hyuro, mereka selalu menantang Kefa untuk bertanding, entah itu bertanding fisik, ataupun bertanding simulasi senjata modern.
Simulasi yang di maksud di sini menggunakan senjata yang berisikan peluru bola air berwarna saja, jadi sama sekali tidak membahayakan jika terkena tembakan.
Dan yah Kefa dalam hal apapun dia selalu memenangkan pertarungan nya, Kefa benar-benar sangat mengerikan, dia lebih mengerikan dari pada saudar dia yang lainnya.
__ADS_1
Di mansionya Edwart, Rina semuanya sudah tersedia, Mansion yang di miliki oleh Edwart dan Rina sangatlah besar.
Bahkan bisa di anggap seperti perumahan, karena di sana terdapat banyak hal, dari mulai tempat latihan, tempat gym, tempat olahraga, taman, tempat latihan simulasi senjata modern yang sangat luas, kolam renang dan masih banyak lagi hal yang menakjubkan.
Kefa sekarang sedang latihan menembak, target manusia yang bergerak, menggunakan pistol. Dan latihan Kefa sekarang sedang di lihat oleh orang tuanya sendiri.
Kefa dengan mudah, menembak 4 target yang bergerak cukup cepat, Kefa kemudian mengisi pelurunya dengan sangat cepat kemudian menembak lagi 4 target yang tersisa dengan cepat.
Kehebatan Kefa di lihat oleh Edwart dan Rina, Edwart dan Rina terlihat sangat senang ketika anaknya tersebut sangat berbakat dalam hal apapun, di sisi lain juga mereka khawatir.
"Wahhh anakkku sayang sangat hebat." Rina yang memeluk Kefa.
"Ibu aku sudah besar, bisakah ibu melepaskan pelukan ibu."
"Tidak mau, ibu tidak akan melakukan nya, itu semua karena ibu ingin memeluk mu, hehehe anakku memang hebat dalam segala hal, ibu sangat bangga padamu." Rina yang memeluk erat Kefa.
"Hahahhaa anak kita memang menakjubkan seperti biasanya."
"Terima kasih ayah atas pujiannya, ibu sampai kapan ibu akan memelukku."
"Sampai sore."
"Hah? Apa? Ibu bukan nya itu terlalu lama."
Kefa pun mengehela nafasnya karena kelelahan dengan sifat ibunya itu "Iya baik ibu ku sayang."
"Nah begitu sesekali jangan komplain terus."
"Iya ibu."
"Ayah apa ayah tidak bisa menolong ku."
"Tidak kau tau sendiri bukan sifat ibumu, jika ayah ikut campur, bisa-bisa ayah tidur di teras rumah."
"Ah iya benar juga, ibu adalah penguasa rumah."
"Ya kau benar." Kefa dan Edwart pun menghela nafas.
Sedangkan Rina terlihat senang dan masih memeluk Kefa.
Mereka bertiga sekarang sedang duduk di taman yang sangat indah sambil meminum teh hangat.
"Bagaimana dengan sekolah mu Kefa?" Tanya Edwart.
__ADS_1
"Semuanya baik ayah."
"Yap aku tau anakku yang hebat pasti bisa mengatasi segalanya." Sahut Rina.
"Ngomong-ngomong Kefa ibu ingin bertanya satu hal, dan ibu sangat penasaran mengenai hal ini." Ujar Rina.
"Hmm apa itu bu?"
"Kan sekarang kamu sudah memiliki banyak teman, nah anak ibukan sangat tampan hebat dan sangat cerdas, ibu hanya ingin tau apa kamu sudah mempunyai pacar atau belum?" Tanya Rina.
Yang membuat Kefa yang sedang meminum tehnya itu terkejut dan hampir memuntahkan teh yang ada di mulutnya.
"Kenapa ibu tiba-tiba bertanya seperti itu?" Kefa dengan wajah yang terkejut.
Rina pun tersenyum curiga kepada Kefa, senyuman tersebut seperti penuh maksud.
Kefa pun di buat merinding oleh senyuman Rina, "Hmmmm kenapa apa kamu terkejut jika ibu bertanya tentang hal itu." Rina yang menggoda Kefa.
"Ya tentu saja ibuku sayang."
"Hmm...........Jadi kau punya kekasih di sekolah hmm........"
Kefa pun menunjukan wajah datarnya "Ibu aku belum menjawab pertanyaan ibu, kenapa ibu sudah memfitnah aku seperti itu, ibu mana mungkin aku mendapatkan pacar sedangkan aku sendiri berpenampilan seperti orang biasa."
"Ah iya benar juga yah." Ujar Rina.
"Kefa sebenarnya sejujurnya ayah hanya ingin bilang, tapi ayah bukan menyinggung mu, mmmm menurut ayah penampilan mu bukan seperti orang biasa, tapi seperti orang yang culun."
"Yah ayah sebenarnya terserah mu, tapi yang pasti kamu harus berpenampilan seperti orang biasa, ayah hanya ingin kau menikmati menjadi orang biasa." Ujar Edwart.
"Humu ayah mu benar, nanti coba kau ubah cara style mu itu Kefa, ibu juga tidak ingin kamu di ejek sebagai anak culun."
"Iya baik ibu ayah aku akan merubah sedikit penampilan ku."
"Nah nanti dengan begitu pasti wanita akan tergila-gila pada kamu Kefa hahahah." Rina yang terlihat bangga.
"Kefa dulu ayah jug-" Rina yang tiba-tiba melotot kearah Edwart.
"Ehem ehem dulu ayah juga sering......Keluar bermain bersama teman ayah begitu sayang maksud ku hahahah kamu ini selalu berpikiran negatif hahaha." Edwart yang tidak jadi menceritakan sesuatu yang dapat membuat Rina murka.
"Ohh jadi begitu, ayahmu memang nakal Kefa, kamu jangan seperti ayahmu."
"Iya ibu ku sayang."
__ADS_1
"Bagus."