
Tatsuhaka dan Daisuke mereka berdua sekarang sedang berada di kantin, mereka berdua dan para bawahan nya tengah bersantai dan mengobrol.
"Daisuke apa kau sudah mendengar kabarnya?" Tanya Tatsuhaka.
"Kabar apa?"
"Kekasih tuan Kefa, Tsukia telah kembali ke sekolah ini."
"A-apa uhuk uhuk........." Daisuke yang tersedak, dia sangat terkejut, karena Tsukia kembali ke sekolah, masalahnya Daisuke pernah sekali berurusan dengan Tsukia.
Daisuke tiba-tiba saja merinding ketakutan, dia mengeluarkan keringat dingin yang banyak, ia takut jika Tsukia sampai berbicara masalah itu pada Kefa.
Karena jika Tsukia melakukan nya maka habislah sudah dia.
"Kau tampak ketakutan yah."
"Mau bagaimana lagi, itu semua bukan salahku, tapi si ****** yang ada di penjara sekarang."
"Kau coba katakan itu nanti pada tuan Kefa."
"Apa kau gila? Tatsuhaka."
"Ya habis mau gimana lagi, itu satu-satunya cara agar kau tidak terkena hukuman dari tuan Kefa." Tatsuhaka yang tersenyum menggoda Daisuke, ini adalah kali pertamanya dia melihat Daisuke yang sangat kepanikan.
"Tatsuhaka kali ini saja aku mohon padamu selamatkan aku."
"Santai saja, Tsukia bukan orang yang seperti itu, lagi pula kesalahan mu tidak besar, kau hanya terpengaruh oleh si ****** itu." Ucap Tatsuhaka dengan santai.
"Tapi tetap saja-"
"Santai."
Ketika mereka mengobrol, kantin tiba-tiba saja ribut dan berisiki, itu semua karena kedatangan Kefa dan yang lainnya.
Tatsuhaka dan Daisuke mereka tertegun, karena melihat Tsukia yang sangat cantik berbeda dari yang dulu.
Mereka sudah mendengar rumornya tapi tetap saja mereka sangat terkejut.
"Tatsuhaka apa kau yakin dia Tsukia?"
"Entahlah aku rasa memang benar, lihat saja tangan nya, sekarang sedang memegang tangan tuan Kefa." Ucap Tatsuhaka.
"Kau benar, tuan kita ternyata playboy juga." Sahut Daisuke.
"Jaga bicaramu, jika kau ketahuan berbicara seperti itu, kau bisa mati Daisuke."
Daisuke pun langsung menutup mulutnya.
Kefa dan yang lainnya menyapa dan menghampiri Daisuke dan juga Tatsuhaka.
Di sini terlihat Daisuke yang ketakutan.
Tsukia hanya bisa tersenyum, ia mengerti kenapa Daisuke bisa ketakutan seperti itu, itu semua karena Daisuke mempunyai salah terhadap Tsukia.
Tsukia pun menjabat tangan Tatsuhaka.
"Perkenalkan aku adalah Tsukia kekasihnya Kefa, aku baru saja kembali dari Cina."
"Selamat datang kembali nona Tsukia, maaf jika dulu aku tidak sopan padamu."
"Santai saja itu masa lalu, sekarang aku sudah berbeda kok." Tsukia yang tersenyum.
Yang membuat Tatsuhaka sedikit merinding.
Hanya dengan salaman saja Tatsuhaka bisa mengetahui jika Tsukia yang sekarang selain cantik, ia juga memiliki kekuatan yang tidak normal, sama seperti Laura.
Keduanya sama-sama kuat dan mengerikan.
Tsukia kemudian mendekat kearah Daisuke.
"Daisuke apa kau tidak ingin mengucapkan satu katapun, oh yah santai saja aku sudah melupakan masa lalu, anggap saja kejadian waktu itu tidak pernah ada, kau melakukan nya karena di suruh bukan."
"Te-terima kasih nona Tsukia, dan maafkan aku nona Tsukia tuan Kefa, waktu itu aku melakukan nya karena di suruh oleh si ****** itu, aku menyesalinya."
"Aku bersumpah demi apapun waktu itu, aku seperti terhipnotis olehnya, karena aku menyukainya, tapi sekarang aku menyesal, maafkan saya." Daisuke sambil sujud.
__ADS_1
"Tenang saja aku sudah memaafkan mu, lagi pula salah mu tidak terlalu besar." Ucap Tsukia.
"Ya Daisuke, berdirilah, aku sudah mengetahui semuanya, santai saja kau tidak bersalah" Ucap Kefa dengan bijak, namun membuat Daisuke menelan ludahnya sendiri.
"TE-TERIMA KASIH" Daisuke yang bernafas lega.
Mereka semua pun kemudian mengobrol hal lainnya dan makan disana.
Hanya dalam waktu singkat saja, sekarang kehidupan Tsukia berubah secara drastis.
Dan Tsukia sangat bangga dan juga senang akan hal itu, ia berharap hari-hari seperti ini bertahan lama.
Wanita yang dulu di buli, tidak di berikan tempat dimana pun, sekarang telah berubah menjadi wanita idaman semua pria, bahkan sampai membuat wanita iri.
Dan sekarang Tsukia diterima dimana pun, dia bebas melakukan apapun.
Tapi Tsukia dia tidak ingin melakukan seperti orang lain yang lakukan, karena hal itu sangat menyakitkan, jadi dia tidak ingin sampai orang lain bernasib sama sepertinya.
Singkatnya sekolah pun bubaran, dan sekarang Kefa dan Tsukia tengah berjalan bersama.
Mereka sekarang tengah berdua dan jajan di pinggir jalan.
Sekarang tidak ada orang yang berani menganggu Tsukia lagi, karena semua orang sudah tau bahwa Tsukia adalah kekasih Kefa.
Bahkan para pria yang menganggu Tsukia tadi, telah meminta maaf sujud setelah mengetahui fakta tersebut.
Mereka sangat ketakutan, tapi untungnya masalahnya sekarang sudah selesai tidak ada keributan sama sekali.
"Terima kasih karena sudah mentraktir ku, rasa makanan ini sangat enak." Ucap Kefa.
"Benarkan apa yang ku katakan heheeh ini adalah makanan terbaik di daerah sini, aku bisa jamin hal itu."
"Ya kamu benar aku juga merasa begitu." Kefa yang tersenyum.
"Oh yah Kefa, aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Tsukia yang tiba-tiba merubah suasana nya jadi menegangkan.
Kefa pun berkeringat dingin.
"Mengetahui apa?"
Kefa pun semakin ketakutan.
"Ya itu uhm bagaimana yah aku bingung menjelaskan nya yang pasti Laura bukan istriku, aku masih muda belum mau menikah."
"Hmmm begitu yah, baiklah aku percaya."
Kefa pun menelan ludahnya.
"Iye heheeh"
"Selama di Jepang, Laura tinggal dimana, apa dia pernah pergi ke apartemen mu?"
Kefa pun terdiam seribu bahasa tidak bisa menjawab hal itu. Kefa terlihat sedikit ketakutan.
"Kefa?" Tsukia yang menatap tajam.
"Itu uhm bagaimana yah, jadi gini ehem ehem, berhubungan dia ke Jepang modal nekat, tidak punya uang tidak punya keluarga kerabat atau apapun di sini, dan aku merasa kasihan padanya, jadi selama di Jepang dia tinggal bersamaku di apartemen."
"APA TUAN KEFA!!!!!!!!!!!!!!!!! JADI SELAMA INI KAU TUAN KEFA SATU APARTEMEN TIDUR BERSAMA DENGAN LAURA HAH!!"
"Tidak tidak bukan begitu, aku tidak tidur bersama, kami 1 apartemen tapi tidur kami terpisah gitu, dia di ruangan sana aku di ruangan sini, kamu paham kan."
"Ohh paham tapi tetap saja kalian tinggal 1 apartemen, itu tidak merubah apapun." Tsukia yang sangat cemberut cemburu dan sangat kesal.
"Wanita berengsek itu sialaan dia selangkah lebih maju dariku, berengsekkkk, wanita itu memang ahli menggoda orang sialaan!!!!" Batin Tsukia.
***
Di sisi lain Sekarang tampak Laura yang sedang tersenyum sendiri.
"Nona ada apa, kenapa nona dari tadi tersenyum sendiri seperti orang gila saja."
"Tidak tidak aku hanya membayangkan saja wajah Tsukia yang setelah mengetahui jika aku tinggal 1 apartemen dengan Kefa, aku yakin wajahnya sekarang sangat lucu hahaha."
"Nona memang kejam."
__ADS_1
"Hhaha aku tidak peduli hahaah."
"Tapi nona coba nona bayangkan bagaimana jika Tsukia juga seberani nona, apa nona tidak pernah membayangkan jika Tsukia juga bisa tinggal bersama dengan Kefa dan melakukan mesra-mesraan." Pengawal Laura yang menggoda Laura.
Laura pun membayangkannya.
Ia yang sedang senang itu merubah raut wajahnya jadi kesal, dan menggigit kukunya.
"SIALAAN AKU TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN HAL ITU, KAU BENAR JUGA, INI SANGAT BERBAHAYA."
"Apalagi Kefa mudah tergoda, aku telah lengah ini sangat berbahaya, kita harus cepat-cepat menyelesaikan misi yang di minta, setelah itu aku akan kembali ke Jepang, pokoknya kita harus menyelesaikan dengan cepat, aku tidak mau tau." Laura yang tiba-tiba saja kepanikan.
"Tadi tertawa dengan kencang sekarang kepanikan, wanita memang aneh" Batin pengawal Laura.
"KAU BODOH SEHARUSNYA KAU DIAM SAJA, KENAPA KAU MEMBUATKU JADI OVERTHINGKING SEPERTI INI."
"Ya mana saya tau nona, saya hanya memberitahu saja."
"Kau salah bodoh."
"Kenapa jadi salah saya nona."
"Tau ah pusing!"
***
"Iya aku tau maaf."
"Tidak perlu meminta maaf itu sudah terjadi! Kenapa kau bisa percaya pada perkataan nya itu, seharusnya kau kan sudah tau tuan Kefa, bahwa Laura itu anak orang kaya."
"Dia bisa menyewa apartemen membeli atau apalah."
"Kau pikir aku bodoh, aku sudah bilang dari awal aku mengetahui semuanya."
"Ya mau bagaimana dia memaksa, aku tidak bisa membiarkan nya."
"Alasan terus bilang saja kau juga mau."
"Ya gimana." Kefa yang sedikit tersenyum.
"TUHKAN BENER!!!!!!!! AAAAAAAAA!!!! AKU TIDAK MAU TAU POKOKNYA AKU JUGA INGIN TINGGAL BERSAMA DENGAN MU 1 APARTEMEN PLUS TI-TI-TIDUR BERSAMA, Maksudku bukan tidur itu yah, pikiran mu jangan macam-macam." Ucap Tsukia.
"Tap-"
"TIDAK MENERIMA ALASAN SEDIKIT PUN, AKU TIDAK DENGAR AKU TIDAK DENGAR, POKOKNYA AKU INGIN TINGGAL BERSAMA DENGAN MU."
"Tsukia cantik dengarkan aku masalahnya adalah keluargamu setuju atau tidak."
"TENTU SAJA SETUJU, SUDAH MASALAH ITU BIAR AKU YANG PIKIRKAN."
"Iya iya baiklah."
"Nah gitu dong, pokoknya aku tidak mau kalah dengan Laura."
"Tapi Tsukia masalah tidur bersama, aku pikir kau harus memikirkan nya lagi."
"Tidak perlu itu sudah keputusan bulat."
"Ya baiklah kalau itu memang mau mu."
"Selama Laura di apartemen mu, kalian berdua telah melakukan apa?"
"SUMPAH AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN."
"Hmm sayangnya aku tidak percaya tuan Kefa."
"Yasudah."
"KAU MEMANG SANGAT MENYEBALKAN."
"Apa salahku lagi, kenapa aku salah terus."
"Lah emang salah."
"Iya dah aku salah ya maaf, dah jangan ribut di sini, di liat orang tidak enak, lebih baik aku jelaskan semuanya di apartemen ku."
__ADS_1
"Iya kalau begitu ayo." Tsukia yang sangat bersemangat karena bisa tinggal bersama dengan Kefa.