Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 98 Chiya


__ADS_3

"Aku yakin anaknya Kazuki tidak baik-baik saja, dia telah mengalami hal yang sangat buruk, aku yakin mental anak Kazuki sekarang sangat buruk, tapi aku salut pada anaknya Kazuki, dia lebih mementingkan orang tuanya ketimbang dirinya, dia lebih mengkhawatirkan orang yang di sayangnya ketimbang dirinya."


"Aku yakin anak Kazuki orang yang cerdas, semoga anaknya Kazuki baik-baik saja dan bisa melupakan trauma yang di alaminya." Batin Kefa.


"Ayah aku mohon kepada ayah, jangan tinggalkan Chiya lagi sendirian."


"Iya ayah tidak akan meninggalkan mu lagi Chiya, ayah berjanji, ayah akan selalu ada di samping Chiya."


"Iya ayah terima kasih janji yah."


"Iya ayah berjanji Chiya."


"Iya ayah, Chiya percaya pada ayah, ayah aku ketakutan jika di tinggal sendirian lagi, aku takut mengalami hal itu lagi ayah."


Kazuki pun memeluk Chiya dengan erat.


"Tenang Chiya mulai dari sekarang ayah selalu ada di samping Chiya, Chiya tidak akan mengalami hal itu lagi, ayah berjanji."


"Iya ayah aku tidak ingin masuk ke dalam ruangan gelap itu dan mengalami hal itu lagi, aku tidak ingin ayah, Chiya sangat ketakutan jika tidak ada ayah di samping Chiya."


"Iya sayang maafkan ayah, ayah benar-benar merasa bersalah, maafkan ayah yah putri ayah yang cantik, ayah tidak akan pernah meninggalkan mu lagi sendirian."


"Heem iya ayah."


"Kamu pasti sekarang sedang trauma berat, ayah tau itu maafkan ayah Chiya, dan ayah akan berusaha agar Chiya dapat melupakan kenangan buruk itu."


"Iya ayah terima kasih, dan maafkan Chiya juga ayah."


"Chiya tidak perlu meminta maaf pada ayah, Chiya tidak melakukan kesalahan kok."


"Iya ayah." Chiya sambil menatap orang yang berada di samping ayahnya tersebut.


Chiya baru menyadari ada orang lain selain ayahnya di sana, awalnya Chiya sangat ketakutan, namun ketika ia melihat wajah Kefa yang sangat tampan, Chiya jadi tidak takut sama sekali.


Kefa pun tersenyum pada Chiya dan Kefa pun paham arti dari kata the power of good looking.


"Ayah kakak tampan ini siapa?" Tanya Chiya.


"Dia adalah tuan Kefa Chiya, dia adalah orang yang telah menyelamatkan kita, berterima kasihlah pada tuan Kefa Chiya, jika tidak ada tuan Kefa, ayah tidak tau apa yang akan terjadi." Ucap Kazuki.


"Jadi begitu yah jadi tuan Kefa orang yang sangat tampan ini penyelamat Chiya dan ayah yah."


"Iya Chiya."

__ADS_1


"Dek Chiya kamu tidak perlu menyebut tuan, panggil saja aku kakak Kefa." Ucap Kefa sambil tersenyum.


Chiya pun menganggukan kepalanya senang.


"Iya kak Kefa. Kak Kefa terima kasih karena sudah menyelamatkan ku dan ayahku, terima kasih banyak kak Kefa." Chiya yang tersenyum pada Kefa, membuat Kefa senang dan membalas senyuman nya


"Sama-sama Chiya, Chiya anak yang cantik dan sangat hebat yah." Kefa sambil mengelus kepala Chiya.


"Hhehehe."


Kefa sangat salut dan menganggap mereka berdua adalah sosok anak dan orang tua yang hebat, ayahnya dia sangat baik dan sangat bertanggung jawab.


Kefa sama sekali tidak bisa membayangkan betapa sulitnya mengurus anak tanpa seorang istri, Kazuki dia bisa mengatur semuanya dengan baik dan dia bisa mengajari anak nya tersebut dengan baik.


Bagi Kefa Kazuki pria yang hebat dia bisa bertahan sampai sekarang.


Dan anaknya dia sangat baik dan pengertian, Chiya terlihat seperti anak yang dewasa.


Chiya dan Kazuki sekarang sedang mengobrol dan bercanda banyak hal, ayahnya sekarang sedang menghibur anaknya.


Melihat itu Kefa mengingat masa lalunya ketika dia kecil, ayahnya pernah melakukan hal yang sama untuk membuat dirinya tersenyum bahagia seperti Chiya sekarang.


Namun karena Kefa adalah seorang reinkarnasi dia justru merasa aneh bukannya senang, tapi entah kenapa sekarang Kefa merasa senang dan tersenyum.


"Aku akan pergi membeli beberapa makanan terlebih dahulu untuk kita bertiga."


"Itu tidak perlu kau temani saja anakmu, anakmu sedang membutuhkan mu Kazuki."


"Iya baiklah tuan terima kasih sebelumnya."


"Sama-sama."


Kefa pun pergi dari sana dan membeli beberapa makanan, Kefa sudah pergi cukup lama namun belum kembali.


"Ayah, ayah mengenal kak Kefa dari mana?" Tanya Chiya.


"Dari jalan hehehe, ayah tidak sengaja bertemu dengan dia Chiya, dia adalah orang yang sangat hebat, dia lebih kuat dari ayah walaupun umur dia masihlah sangat muda."


"Ohhh begitu yah dia lebih kuat dari ayah yah, pantas saja dia bisa menyelamatkan kita berdua kan."


"Iya."


"Ayah tau umur kak Kefa masih muda dari mana?"

__ADS_1


"Hmm dari wajah dan postur tubuhnya, yang paling utama wajah."


"Begitu yah jadi ayah sama sekali tidak mengetahui kak Kefa."


"Iya kak Kefa datang begitu saja tiba-tiba dan ingin menolong ayah."


"Kak Kefa sangat hebat yah ayah."


"Iya nak berkat dia kita bisa bertemu lagi, ayah tidak tau harus apa lagi jika tidak ada tuan Kefa."


"Iya ayah kita berdua sangat beruntung karena di tolong oleh malaikat."


"Iya nak." Kazuki sambil tersenyum dan mengelus kepala anaknya tersebut.


"Oh iya ayah aku ingin bertanya sesuatu ayah."


"Apa itu Chiya?"


"Ayah....ibu.....Kapan kita akan bertemu dengan ibu lagi ayah." Ucap Chiya.


Mendengar itu Kazuki hanya bisa terdiam, merubah raut wajahnya menjadi sedih, dan seperti tidak bisa berkata-kata lagi.


"Ayah?" Chiya yang terlihat khawatir karena ayahnya itu terdiam tidak berkata-kata dan merubah raut wajahnya jadi sedih.


"Ayah baik-baik saja?"


"Iya nak ayah baik-baik saja hehehe, ayah tau Chiya pasti sekarang sedang merindukan sekali ibu iyakan."


"Iya ayah."


"Tapi Chiya anakku, apa kamu bisa menahan sedikit lagi, ayah masih belum bisa mempertemukan dirimu dengan ibu, ayah juga sangat merindukan ibu Chiya, tapi keadaan yang memaksa kita tidak dapat bertemu dengan nya, bukan ayah yang tidak ingin, Chiya pasti mengerti apa yang ayah maksud karena Chiya adalah anak ayah yang cerdas." Ucap Kazuki yang tersenyum namun dalam hatinya ia merasa sangat sakit.


"Iya ayah Chiya mengerti, Chiya akan berusaha ayah."


"Iya terima kasih sayang, ayah berjanji pada Chiya suatu saat Chiya pasti akan bertemu lagi dengan ibu."


"Iya ayah terima kasih."


Mereka berdua yang terlihat sangat sedih. Chiya dan ayahnya tersebut mereka berpelukan.


Kefa secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua. Dan Kefa juga merasakan betapa sedihnya mereka, Kefa memang tidak mengalami apa yang mereka alami sekarang, tapi entah kenapa rasanya Kefa juga merasakan sakit.


Memang benar seseorang tidak akan pernah mengerti jika orang tersebut tidak mengalaminya, tapi seseorang juga mempunyai perasaan.

__ADS_1


Kefa sekarang benar-benar sangat kesal dan sangat marah, ia bersumpah pada dirinya sendiri, ia akan membawa ibunya Chiya tidak peduli apapun yang akan terjadi nantinya.


Kefa pasti akan menghancurkan keluarga Kobayasi.


__ADS_2