
Mereka bertiga pun terus melihat pertarungan antara Kefa dan juga Akasura, mereka bertiga tercengang karena pertarungan itu, ini adalah pertama kalinya mereka melihat pertarungan semengerikan itu.
Pandangan mereka sama sekali tidak teralihkan bahkan mereka sampai lupa untuk bernafas karena terlalu tegang melihat pertarungan mereka.
Dan secara mengejutkan Kefa, dan Akasura mereka saling menodongkan senjata mereka. Mereka bertiga yang melihat itu mereka sangat terlihat terkejut.
Sekaligus mereka juga di sini kebingungan karena kenapa kedua nya tidak saling membunuh.
Padahal seharusnya jika di lihat secara mata kepala mereka, Kefa dan Akasura bisa saja saling membunuh satu sama lain, tapi mereka berdua tidak melakukan hal itu.
Di sinilah Tatsuo mengetahui dan mengerti arti kata dari Akasura.
Ia hanya membantu sedikit tidak sepenuhnya, yang itu artinya Akasura tidak ada niatan untuk membantu mereka sepenuhnya.
Yang itu artinya maksud dari Akasura dari tadi ialah ia memberikan kesempatan pada Tatsuo dan mereka berdua untuk kabur dari sana.
Akasura tidak mengatakan ingin membunuh Kefa, ia hanya ingin bertemu Kefa, Akasura juga tidak mengatakan ia akan membantu sepenuhnya, Tatsuo pun akhirnya mengerti.
Tatsuo di sini melakukan sebuah kesalahan lagi, seharusnya ia pergi kabur dari tadi.
"Kita pergi dari sini." Ucap Tatsuo.
"Tapi bukannya pertarungan mereka berdua belum berakhir?"
"Pertarungan mereka sudah berakhir saatnya kita pergi, Akasura kalah oleh Kefa, apa kau tidak melihatnya dengan jelas, seharusnya Kefa sudah membunuh Akasura saat dia sedang di atas sambil memegang pistol."
Mereka berdua pun terdiam dan baru menyadari apa perkataan Tatsuo.
"Itu artinya sejak awal mereka berdua memang tidak berniat saling membunuh."
"Ya kau benar." Ucap Tatsuo sambil memakai topi dan jasnya.
Tiba-tiba datang satu bawahan Tatsuo yang ingin melapor padanya.
"Tuan lapor para musuh hampir mendekati tempat ini, tuan harus segera pergi dari sini."
"Iya aku mengetahuinya, siapkan helikopter aku akan pergi sekarang."
"Baik tuan."
Mereka bertiga pun langsung keluar dari ruangan itu menuju lantai paling atas dari markas mereka.
***
Tatsuhaka, Isamu, Daisuke, Daichi, Arata, Hitomi, Hachiro, Oyama dan yang lainnya mereka telah selesai membantai para atasan dari keluarga Hamada.
Tentunya mereka membunuh dengan cara berbagai macam, ada yang menggunakan ilmu bela diri dan ada yang menggunakan pistol.
Mereka semua terus berjalan dan menyusuri markas besar milik keluarga Hamada.
__ADS_1
Sedangkan di luar tepatnya di pintu masuk menuju markas keluarga Hamada.
Pasukan Kefa telah menguasai sepenuhnya tempat tersebut, dan bahkan mereka sekarang sedang berjaga di masing-masing pos, karena takutnya para bantuan akan datang, jadi mereka harus siap bertahan untuk menahan gempuran musuh gelombang ke dua.
Isamu, Oyama dan yang lainnya mereka melaporkan pada Kefa bahwa mereka telah membereskan semua yang ada di sana.
Tapi mereka sama sekali belum menemukan pemimpin dari keluarga Hamada yaitu Tatsuo.
Kefa pun tiba-tiba terdiam dan berpikir dengan keras.
Kefa di sini mengetahui bahwa orang yang bernama Tatsuo ini sangat pintar dari strategi bertahan dan yang lainnya.
Orang ini terlihat menakjubkan namun sayangnya dia selalu salah langkah dan selalu meremehkan lawan nya, hal itulah yang membuat rencana dia hancur berantakan.
Karena orang ini cukup cerdas Kefa pun yakin bahwa orang ini sekarang sedang ingin kabur, tapi pertanyaan nya ia kabur lewat mana, sedangkan lewat darat semuanya sekarang sudah di kepung.
Kemudian tak lama Kefa pun tau kemana Tatsuo akan kabur.
Dia akan kabur lewat udara, pastinya di gedung markas besar seperti ini, memiliki helikopter atau semacamnya.
"Semuanya kita akan pergi ke lantai paling atas, dan kalau bisa salah satu dari kalian bawa sniper atau kalau bisa juga kalian bawa beberapa." Ucap Kefa.
"SIAP TUAN!!" Jawab mereka semua dengan suara yang lantang.
Mereka semua tidak bertanya kenapa mereka harus membawa Bazooka ataupun sniper, mereka sebenarnya kebingungan, namun mereka tidak ingin bertanya, karena mereka percaya, jika Kefa sudah menyuruh mereka seperti itu, maka Kefa pastinya sudah memiliki rencana tersendiri.
Dan nantinya pasti mereka akan mengerti kenapa Kefa menyuruh mereka untuk membawa sniper ke lantai paling atas gedung markas keluarga Hamada.
"Kazuki, Tatsuo dia adalah orang yang cukup cerdik, apa kau tidak menyadari di setiap ruangan yang kita lewati terdapat sebuah cctv."
"Yang itu artinya Tatsuo pasti sudah tau bahwa Akasura harapan mereka terakhir telah di kalahkan oleh Kefa, dan pastinya Tatsuo karena dia orang cerdik dan licik, dia kabur dari markas ini, tapi masalahnya jika dia kabur lewat darat dia akan tertangkap, dan satu-satunya jalan yang belum di kuasai adalah lantai paling atas gedung ini."
"Dan aku sangat yakin Tatsuo dia akan kabur lewat helikopter."
Kefa pun terkejut dengan pemikiran Laura.
"Aku tidak menyangka kamu pintar juga yah."
"Jadi selama ini kamu menganggap ku bodoh?"
"Tidak hehehe mana mungkin aku menganggap mu seperti itu."
"Hmm begitukah baguslah kalau begitu." Ucap Laura.
"Iya sayang."
Mereka berempat pun dengan cepat naik lift menuju lantai paling atas.
Mereka pun kemudian menaiki tangga dan akhirnya mereka sampai ke lantai paling atas, namun sayangnya mereka terlambat
__ADS_1
***
Tatsuo sambil merokok sambil berjalan santai melalui tangga, ia sangat yakin bahwa masih ada kesempatan untuk kabur walaupun kecil dan itu benar saja terjadi, ia bisa selamat sampai sini.
Mesin helikopter pun di nyalakan saat melihat Tatsuo dan dua bawahannya terlihat.
Tatsuo pun menjatuhkan rokoknya dan menginjaknya.
"Selamat tinggal tempat berhargaku, aku tidak akan pernah melupakan hari ini, kejadian ini dan semuanya, suatu saat aku akan kembali dan membalaskan dendam apa yang telah di lakukan oleh para bajingan itu, lihat saja nanti."
Tatsuo pun menaiki helikopter itu.
Di saat helikopter itu lepas landas dan sudah hampir jauh dari sana barulah Kefa, Laura, Kenta, Kazuki terlihat.
Tatsuo dengan kebencian nya, ia kepinggir pintu helikopter itu dan menunjukkan jari tengahnya pada Kefa dan yang lainnya.
Kefa, Laura, Kazuki dan Kenta yang merasa terhina mereka sangat kesal.
Tatsuo pun tertawa dengan keras.
Tak lama Tatsuhaka, Oyama, Isamu, Hachiro, Hitomi dan beberapa orang lagi datang.
"Apa kalian membawa apa yang telah aku minta?" Tanya Kefa.
"Tentu saja tuan Kefa, tapi kami hanya bisa membawa dua saja, kami hanya bisa menemukan dua saja tuan, kami sudah mencari ke sana kemari tapi tidak menemukan nya lagi."
"Itu tidak masalah, dua pun sudah bagus, kerja bagus untuk kalian semua."
"Dasar bedebah apa kau pikir kau bisa kabur dari sini hidup-hidup." Ucap Kefa yang tersenyum mengerikan.
Kefa sangat kesal karena Tatsuo sangat sombong padanya.
"Izinkan aku membantumu Kefa." Ucap Laura.
"Ya tentu saja." Ucap Kefa.
Kefa pun di sini mengambil sniper itu, begitu pula dengan Laura yang ikut mengambil sniper satunya.
Mereka semua pun sekarang baru paham, alasan kenapa Kefa meminta mereka untuk membawa sniper, ternyata untuk menembak helikopter yang sedang terbang.
Yang kemungkinan di dalam helikopter itu ada pemimpin dari keluarga Hamada.
Seperti biasa mereka selalu dikejutkan dengan pemikiran yang dimiliki oleh Kefa.
Dalam keadaan genting pun Kefa masih bisa berpikir dengan jernih dan membaca masa depan, sungguh orang yang sangat mengerikan, hanya itu saja yang mereka bisa katakan.
"Sayang apa kau yakin bisa mengenai tangki helikopter itu?" Tanya Kefa pada Laura.
"Tentu saja apa kamu meragukan ku, apa kamu ingin bertaruh dengan ku? Baiklah kita bertaruh sayang, kalau aku mengenai tangki helikopter itu dan meledakkan nya, maka kamu harus menuruti apa kemauan ku selama 1 minggu." Ucap Laura sambil tersenyum.
__ADS_1
Kefa pun di sini ingin mengatakan sesuatu namun tiba-tiba saja Laura menembak dan berhasil mengenai tangki helikopter yang sedang terbang di jarak yang cukup jauh dari sana.
Semua orang pun terdiam dan terkejut termasuk Kefa sendiri, mereka semua mematung dan tidak mengatakan apapun.