Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 152 Peperangan kedua


__ADS_3

Di sebuah tempat yang sangat mewah, beberapa orang dari keluarga Kobayasi dari generasi ketiga mereka semua tengah berkumpul.


Termasuk orang yang pernah kalah melawan Kefa yaitu Hotaka Kobayasi juga ikut berkumpul.


"Hotaka kenapa kau tidak yakin jika Hashiro dan Denjiro bisa menang melawan Kefa."


"Kau tau bukan situasi yang kita miliki sekarang, sangatlah bagus kita hanya perlu membersihkan sisa-sisa orang yang selamat dari perang yang terjadi sekarang, entah itu dari keluarga Hamada ataupun kubu dari Kefa, dan dengan mudahnya kita bisa mengambil alih kembali prefektur Nagano."


"Cihh....Pikiran kalian terlalu naif........"


"HOTAKA!!!! JAGA SIKAP MU!!!!!"


"KALIAN BERTANYA PADAKU AKU HANYA MENJAWAB APA YANG KALIAN TANYAKAN PADAKU APA ITU SALAH?"


"Hotaka apa kau membela Kefa ketimbang keluarga?"


"Aku tentu saja membela keluarga, aku sudah bilang, aku hanya menjawab pertanyaan kalian, kalian terlalu naif."


"Terserah kalian semua, aku pergi dari sini, setelah perang ini selesai kalian akan mengerti apa yang aku katakan tadi." Hotaka yang langsung pergi dari sana.


Hotaka pergi dengan rasa kekesalan nya terhadap sudara-saudaranya yang lain, karena mereka tidak ingin percaya pada Hotaka.


Hotaka sudah memberikan informasi tentang Kefa, namun tidak ada salah satu orang pun dari saudaranya yang percaya bahwa Kefa merupakan seorang monster yang tak terkalahkan.


Hotaka mengajak mereka semua untuk bekerja sama turun tangan langsung dalam menghadapi Kefa, namun sayang nya mereka meremehkan Kefa, mereka merasa bahwa Hotaka hanya melebih-lebihkan saja.


Oleh karena itulah mereka hanya mengirim beberapa pasukan mereka yang di pimpin langsung oleh Hashiro dan Denjiro.


Dan bodohnya lagi mereka berdua juga sangat yakin bisa mengalahkan Kefa.


Ke naifan dari para saudaranya itulah yang membuat Hotaka sangat kesal.


"Hotaka dia terlalu berlebihan, aku masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan pada kita semua, bagaimana mungkin bisa orang yang seumuran dengan kita bisa sekuat itu."


"Entahlah aku juga merasa tidak percaya dengan apa yang dia katakan, bahkan generasi ketiga dari keluarga lain juga, tidak sekuat itu."


"Itulah yang membuatku ragu pada Hotaka, aku takut dia hanya menakut-nakuti kita, dia ingin menguasai seluruh prefektur Nagano sendirian."


"Itulah yang aku pikirkan."


Mereka pun terus mengobrol dan mereka sangat yakin dan sangat percaya diri jika Hashiro dan Denjiro dengan pasukan yang mereka miliki juga bisa mengambil alih Prefektur Nagano.

__ADS_1


***


"Hashiro apa kau yakin dengan keputusan kita kali ini."


"Tentu saja memangnya apa yang membuat mu ragu?"


"Kekuatan pasukan, Kefa dan termasuk Kefa itu sendiri, kau tau bukan terakhir kali mereka berhasil menghancurkan keluarga kita dalam satu malam."


"Apa hanya gara-gara itu nyali mu jadi hilang?"


"Tidak bukan seperti itu."


"Haah (Menghela nafas) Denjiro dengarkan aku pertama yang harus kau pahami, Kefa dan pasukan nya waktu itu mereka hanya beruntung saja bisa menembus pertahanan dari rumah keluarga kita, waktu itu pasukan kita saja yang bodoh karena lalai."


"Yang kedua kita tidak memiliki kesempatan lagi, satu-satunya kesempatan untuk membalaskan dendam kita semua hanyalah ini, tidak ada cara lain lagi, dan yang ketiga kita di berikan pasukan yang jumlahnya sangat banyak, sekarang pertanyaanku, apa dengan itu semua kau masih ragu Denjiro?"


Denjiro pun terdiam dan tidak membalas perkataan Hashiro.


"Baguslah sepertinya sekarang kau sudah mengerti, kita harus membunuh Kefa, kita harus membalaskan dendam kita, kita tidak boleh melepaskan bajingan itu, dialah yang telah membuat keluarga kita menjadi seperti ini." Hashiro yang di penuhi dengan kebencian begitu pula dengan Denjiro.


Singkatnya mereka pun sampai ke halaman depan markas keluarga Hamada.


Pemandangan itu sangat mengerikan.


Hashiro dan Denjiro sangat keanehan karena dari depan sampai ke halaman depan markas keluarga Hamada, mereka sama sekali tidak menemukan orang.


"Apa di sini terjadi peperangan penghabisan sampai-sampai tidak ada satu orang pun yang hidup di sini." Ucap Denjiro.


"Sepertinya seperti itu, kalau begini jadinya kita akan semakin mudah untuk menguasai prefektur Nagano lagi hahahaha, Denjiro apa kubilang hahaha ini adalah kesempatan emas kita." Ucap Hashiro yang terlihat sangat senang.


"Sepertinya kau benar, hahahhaha kalau begini kita hanya perlu membunuh sisanya saja dan kemudian kita akan menjadi penguasa lagi di prefektur Nagano."


Ketika mereka sedang terlihat senang.


Tiba-tiba saja di bagian belakang pasukan mereka terdapat sebuah ledakan yang menewaskan banyak orang.


Ledakan itu sangat besar dan terdengar nyaring.


Setelah meledak bom asap pun di lemparkan kearah para pasukan yang di bawa oleh Hashiro dan Denjiro.


Orang yang terkena bom asap itu, mereka merasakan perih pada mata mereka sehingga mereka semua menjadi buta.

__ADS_1


Para pasukan Hashiro dan Denjiro pun mereka semua berteriak serangan, serangan, serangan.


Mereka semua panik dan kebingungan, karena mereka tidak tau musuh menyerang dari mana.


Pasukan Kefa pun kemudian muncul dan melakukan tembakan kearah para musuh yang sudah tidak berdaya lagi.


Hanya dalam waktu singkat saja mereka dapat membunuh banyak orang.


Hashiro dan Denjiro mereka berteriak dan menyuruh para pasukan nya untuk tenang, dan bersiap untuk melakukan serangan pembalasan.


Namun sayang nya pasukan yang mereka miliki hanya tinggal sedikit lagi.


Hashiro dan Denjiro pun tiba-tiba menjadi ikut panik karena serangan musuh yang mengerikan.


Mereka berdua sekarang sedang bersembunyi di balik mobil yang berada tak jauh dari sana.


Mereka telah melakukan kesalahan kecil namun berdampak besar, mereka terlalu terburu-buru dalam menyerang, mereka tidak mempersiapkan strategi apapun.


Mereka hanya menyerang dengan polos, mereka tidak pernah menyangka dan tidak pernah menduga jika peperangan antara keluarga Hamada dan Kefa sudah berakhir.


Dan mereka juga tidak menyangka kalau musuh mereka sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan mereka.


Hashiro dan Denjiro terlihat sangat kesal.


***


"Sayang kenapa kau tersenyum?" Tanya Laura.


"Apa kau melihat pasukan musuh yang dengan polosnya menyerang tanpa menggunakan strategi apapun."


"Ohhhh begitu yah aku mengerti sekarang." Laura yang ikut tersenyum juga.


"Dengan begini kita akan memenangkan dua peperangan dalam sehari, ini prestasi yang sangat menakjubkan untuk kita semua." Laura yang mengerti apa maksud dari Kefa.


Maksud dari Kefa ialah mereka akan memenangkan peperangan lagi dengan mudah, karena kebodohan dari musuh.


"Ya kamu benar aku setuju dengan mu Laura, tampaknya kita tidak perlu turun tangan, aku yakin mereka semua bisa menghadapi para musuh yang ada."


"Iya aku rasa begitu." Ucap Laura.


Peperangan ini lama karena ngaruh sampe kedepan nya.

__ADS_1


__ADS_2