
Kefa pun membuka pintunya, dan firasat buruk dia benar terjadi, tiba-tiba saja di atas Kefa sebuah ember yang terbuat dari besi dan berisi air terjatuh, namun sayangnya jebakan itu tidak berhasil pada Kefa.
Kefa berhasil menghindarinya dan menendang ember itu kearah dua wanita yang telah menghina Tsukia secara kebetulan mereka berdua sedang berada di bangku depan.
"AAAAAAA!!....." Teriak mereka berdua.
Dua wanita itu pun sekarang bajunya basah dan mereka sangat syok mereka tidak menyangka jebakan mereka bisa gagal seperti itu, mereka berdua pun kedinginan.
"2 lacur seperti kalian rasanya bagus untuk di permalukan." Ujar Kefa yang membuat 2 perempuan itu sangat marah dan kesal.
"Kalian semua hajar si culun itu!!! Beraninya dia menghina ku."
"Tanpa kalian berdua memerintahkan kami, kami pasti akan menghajar si culun, jika dia di biarkan terus dia akan menjadi sombong nantinya." Ujar mereka.
"Dia harus tau Jepang berbeda dengan Indonesia, si culun harus di beri pelajaran dan harus tau dimana tempat dia."
"Jangan banyak bicara maju saja, aku rasa jumlah kalian masih kurang untuk menumbangkan ku." Kefa sambil tersenyum mengerikan.
"Cihhh!!! Jangan sombong dulu kau culun!!!!!"
13 Pria pun maju kearah Kefa.
Kefa menghindari serangan seseorang, Kefa kemudian memukul, orang yang ada di belakang sampai dia terhempas dan menabrak temannya sendiri.
"Sudah aku bilang jumlah kalian tidak akan cukup untuk menumbangkan ku."
"SIALAN!!!!!" Seseorang yang melompat dari belakang dan melakukan tendangan, namun Kefa berhasil menghindarinya.
Kefa pun menendang punggung orang tersebut sampai dia terhempas kearah papan belajar di sana.
Kemudian yang lainnya juga menyerang Kefa, namun Kefa dengan lincahnya menghindari serangan mereka semua, tanpa terkena satu serangan pun.
Mereka semua keheranan bagaimana pergerakan Kefa bisa sangat lincah dan dia seperti memiliki mata di belakang di samping dimana-mana.
Dia benar-benar sangat mengerikan, hanya dalam waktu sekejap saja 10 orang sudah tidak sadarkan diri dan hanya menyisakan 3 orang saja sekarang.
"Aku sudah bilang jumlah kalian tidak akan cukup untuk menumbangkan ku, sekarang kalian mengerti bukan dimana posisi kalian yap tepat berada di bawah kaki ku." Kefa dengan senyuman sombongnya.
"Rasanya tidak adil jika yang lain tumbang sedangkan kalian bertiga hanya punya sedikit luka." Ujar Kefa yang menatap mereka bertiga dengan tatapan yang mengerikan.
"Cih!!!!!! Apa kau pikir kami takut padamu, kami bertiga sudah cukup untuk mengalahkan mu."
"Aku yakin bajingan culun ini sudah kelelahan tapi dia berpura-pura untuk tetap tenang." Batin mereka bertiga.
"Majulah kalau begitu, kenapa diam saja apa kalian bertiga takut, jika kalian tidak maju aku lah yang akan maju."
__ADS_1
Dan secara mengejutkan tiba-tiba saja Kefa berada di depan mata mereka bertiga, mereka bertiga sama sekali tidak menyadari pergerakan Kefa.
Kefa pun di sini menggunakan sedikit ilmu bela diri Wing chun, dan berhasil menumbangkan mereka bertiga dengan cepat.
Kefa berhasil mendaratkan serangan nya tepat ke ulu hati dan ke dagu mereka bertiga, yang membuat mereka bertiga sekarang pingsan dan terluka.
13 Orang pun Kefa tumbangkan dengan mudah tanpa terekena 1 pukulan pun, Kefa pun membersihkan bajunya dari debu menggunakan lengan nya.
"Tangan para bajingan ini benar-benar sangat kotor."
Pertarungan Kefa itu di lihat oleh siswa lainnya. Mereka semua tidak dapat berbicara, mereka sama sekali tidak percaya bahwa ada orang yang bisa melawan 13 orang sekaligus dan menang.
Ini adalah pertama kalinya mereka melihat seseorang yang sangat kuat. Mereka semua tercengang dengan kekuatan Kefa.
Mereka tak habis pikir ada seorang monster baru yang baru muncul di sekolah Sma Tatsuno, dan orang itu sangatlah mengerikan.
Kefa pun melewati dua wanita yang telah menghina Tsukia, Kefa tidak menganggap keberadaan mereka berdua, Kefa hanya membawa tongkat besi yang ada impusan milik Tsukia, Kefa juga membawa kantung miliknya dan kantung milik Tsukia.
Kefa pun pergi dari ruangan kelas yang benar-benar sangat hening, itu semua karena mereka semua tercengang.
Setelah Kefa keluar barulah mereka ribut, sedangkan orang yang berada di luar yang sedang menonton ketika Kefa keluar mereka semua terdiam tidak berbicara.
Kefa tidak menatap mereka sama sekali, Kefa seperti tidak memperdulikan mereka semua.
"Dia terlihat sangat manis ketika tidur, aku kembali." Ucap Kefa pelan sambil tersenyum.
Kefa tau dan mengerti bahwa Tsukia sekarang sudah sedikit berdamai dengan dirinya sendiri, itulah alasan kenapa dia bisa tertidur dengan lelap sekarang.
Kefa juga tau bahwa Tsukia sangat kelelahan dari fisik dan mental dia.
"Tsukia aku akan menemanimu sampai kau sembuh, aku berjanji." Ujar Kefa.
Kefa pun di sini ingin ikut tidur juga, dia duduk di Sofa yang empuk dan aga besar yang ada di dekat sana, dan kemudian Kefa pun tertidur, rasanya Kefa saat ini sedang malas belajar.
Tsukia pun terbangun dari tidurnya "Hoahhh...." Tsukia yang menguap.
"Tadi aku tidur yah, sepertinya memang iya, sudah lama sekali aku tidak tidur selelap itu, apa itu mungkin gara-gara Kefa yah hatiku menjadi tenang dan aku terbebas dari sebuah pikiran yang sangat menganggu ku."
"Rasanya aku sedikit lebih baik bebanku seperti berkurang sedikit, ini jam berapa yah aku sudah tidur berapa lama." Tsukia sambil melihat jam yang tak jauh dari sana.
"Ini sudah jam 2 sudah lewat dari jam istirahat, dan bentar lagi pulang sekolah, sepertinya hari ini juga aku tidak bisa mengikuti jam pelajaran sekolah, tidak apa-apa aku akan berusaha lebih baik lagi besok." Tsukia yang mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
Tsukia pun di sini baru menyadari dan baru melihat Kefa yang sedang tertidur di sofa.
"Kefa? Hah? Kenapa dia ada di sini, kenapa dia tertidur apa jangan-jangan dia menungguku dan menjagaku di sini, Kefa apa dia gila."
__ADS_1
"Tapi dia terlihat sangat tampan ketika tertidur." Tsukia yang tersenyum.
"AAAAAAAAAAAAA apa yang kupikirkan tadi!!! Gila gila gila, Tsukia kenapa kau bisa suka pada seseorang, padahal orang itu baru pertama kali bertemu denganmu, sadarlah Tsukia dia teman mu."
Tiba-tiba Tsukia pun teringat sesuatu dan dia terlihat sedih kembali "Yap jika aku suka dia pun, dia belum tentu suka padaku, aku adalah wanita berpenyakitan, beban keluarga, mana mungkin orang sebaik dan sehebat Kefa bisa menyukai wanita yang bermodelan seperti ku ini haah (Menghela nafas)."
Tiba-tiba Kefa pun terbangun dari tidurnya, dan Tsukia pun tiba-tiba malu-malu wajahnya berubah menjadi merah.
"KE-KEFA A-APA KAU SUDAH TERBANGUN." Tsukia yang gagap dan salah tingkah, karena ia takut Kefa mendengar semua apa yang dia bicarakan.
"Iya aku baru saja terbangun, apa kamu juga?"
"I-iya. Ke-kefa."
"Apa?"
"Apa kamu tadi mendengar apa yang aku bicarakan?" Tanya Tsukia.
Kefa pun tiba-tiba tersenyum, membuat Tsukia terlihat malu-malu.
"KEFA!!!!" Tsukia yang melempar bantal di sana ke arah Kefa.
"Aku hanya bercanda hahahahah." Kefa yang tertawa karena melihat Tsukia yang terlihat sangat lucu. Tsukia sangat mudah untuk Kefa jahili.
"Bohong."
"Engga serius, aku baru saja bangun mana mungkin aku mendengar pembicaraan mu."
"Kamu kenapa emangnya apa yang kamu bicarakan, kenapa kamu terlihat seperti malu-malu seperti itu?"
"Tidak ada, untung saja kamu tidak dengar."
"Kalau dengar memangnya kenapa."
"Gpp juga sebenarnya."
"Hmm begitu yah, yasudah lupakan aku membawa roti kesukaanku, apa kau ingin mencobanya, kau belum makan dari pagi, sudah tidak usah menolak makan saja."
"Kamu nawarin tapi maksa."
"Habisnya kalau ga gitu kamu mana mau kan."
"Iya sih, karena kamu memaksa aku akan memakan nya, selamat makan Kefa."
"Iya." Mereka berdua pun mengobrol tersenyum bersama dan tertawa bersama.
__ADS_1