
"Ini pedang mu." Tsukia sambil memberikan pedang.
"Terima kasih." Kefa yang mengambil pedang dari Tsukia sambil mengelus kepala Tsukia.
"Sayang aku yakin kamu pasti akan menang, tapi ingat jangan terlalu mengambil resiko besar, aku hanya ingin kamu baik-baik saja." Tsukia yang terlihat sangat khawatir.
"Iya tenang saja serahkan semuanya padaku, kamu jangan khawatir."
"Iya semoga berhasil, aku akan terus mendukung mu." Tsukia yang memeluk erat Kefa.
"Terima kasih."
***
Sekarang Akazaya dan beberapa istri dan anaknya sedang berkumpul.
"Suamiku sebenarnya apa yang kamu rencanakan, kenapa kamu perlu bertarung dengan Kefa?" Tanya salah seorang istri Akazaya.
"Rencana ku sangat sederhana, aku hanya ingin Kefa di akui oleh semua orang,"
"Jadi itu yah alasan kenapa kamu melakukan sampai sejauh ini."
"Ya kalian benar."
"Apa nanti di pertarungan kamu akan mengalah?"
"Tidak aku tidak akan mengalah, aku tetap ingin mempertahankan gelar tidak terkalahkan."
"Aku sama sekali tidak memiliki niat untuk mengalah pada Kefa." Akazaya yang terlihat sangat bersemangat.
"Apa anak itu sehebat itu, sampai-sampai kamu sangat bersemangat."
"Ya dia adalah orang yang sangat hebat, bahkan bertarung dengan nya saja, sudah bisa di bilang beruntung, aku berkata seperti itu, karena aku tau di masa depan nanti, Kefa dia akan menjadi orang yang sangat penting bagi dunia ini."
"Aku tidak menyangka ternyata Kefa sehebat itu yah di matamu, sekarang kami semua mengerti kenapa kamu sangat bersemangat."
"Kami sebagai istrimu akan selalu mendukung mu, semoga berhasil sayang."
"Terima kasih untuk kalian semua."
Mereka semua pun saling berpelukkan satu sama lain dan saling mensupport satu sama lain.
***
Setelah menunggu akhirnya Kefa dan Akazaya pun muncul dan mereka berdua sekarang berada di tengah lapangan.
Akazaya di sini terlihat seperti seorang Yakuza, dia membawa katana di pinggang nya.
Sedangkan Kefa dia terlihat seperti seorang mafia sambil membawa pedang di pinggang nya.
Kefa menggunakan sebuah kameja, dengan celana panjang yang biasa ia kenakan.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat sangat berwibawa dan mengerikan.
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, mereka sama sekali tidak mengalihkan tatapan mereka.
Di sini mereka semua bisa merasakan aura yang mengecam dari Kefa maupun Akazaya.
Mereka berdua benar-benar terlihat sangat mengerikan, bahkan semua orang sampai lupa bahwa Kefa adalah seorang bocah berumur 17 tahun.
Termasuk Defa dan yang lainnya, mereka juga bisa merasakan aura perubahan dari Kefa, Kefa sekarang terlihat lebih serius dari biasanya.
Bahkan sampai membuat mereka merinding.
Semua orang pun langsung membicarakan mereka berdua, karena belum saja pertarungan di mulai, mereka berdua sudah membuat orang-orang yang ada di sana merinding.
"Haruki aku mengerti apa maksud mu." Ucap Clarissa.
"Tampaknya, Haruki kau benar." Ucap Eden.
"Sama mengerikan nya seperti Edwart, aku jadi teringat sebuah pepatah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, aku rasa pepatah ini cocok untuk sekarang." Ucap Hiroki.
Mereka semua terkejut karena Kefa bisa mengimbangi aura tekanan yang di keluarkan oleh Akazaya.
Padahal mereka sendiri tau bahwa Akazaya sekarang sedang serius, dia sama sekali tidak bercanda, mereka semua bisa merasakan nya.
Itulah mengapa mereka semua sangat takjub.
Semua orang yang ada di sana pun jadi lebih bersemangat untuk melihat pertarungan Kefa melawan Akazaya.
Karena melihat Kefa yang sama kuatnya dengan Akazaya, sekarang mereka kebingungan harus memilih siapa.
Dan Akazaya dalam sejarah sama sekali tidak pernah kalah dalam pertarungan senjata.
Akazaya adalah orang yang sangat kuat, bahkan kekuatan nya hampir setara dengan Minoru, orang yang menduduki kasta orang terkuat nomer 1 di Jepang.
Jadi kekuatan Akazaya sama sekali tidak bisa di ragukan lagi.
Sedangkan Kefa, hanya rumor-rumornya saja yang baru beredar. Jadi wajar bila kebanyakan orang mendukung Akazaya.
Sebelum bertarung Akazaya dan Kefa membuat beberapa perjanjian, di antara nya siapapun yang kalah harus menerimanya dengan lapang dada, dan tidak ada boleh yang namanya dendam.
Dan di pertarungan tidak boleh saling membunuh.
Akazaya dan Kefa pun mereka sekarang saling menunduk hormat dan kemudian mengambil posisi.
Di sini juga terdapat 1 orang wasit yang merupakan tangan kanan Akazaya yaitu Raketsu.
"Kefa lakukan yang terbaik, aku akan bertarung dengan serius." Ucap Akazaya yang menatap tajam Kefa.
"Ya kau juga Akazaya."
Mereka berdua pun saling tersenyum dan langsung mengambil kuda-kuda.
__ADS_1
Mereka berdua langsung mengeluarkan pedang dan katana legendaris milik mereka masing-masing.
Ketika pedang Kefa, dan katana milik Akazaya lepas dari sarung nya, semua orang takjub dan terpukau.
Itu semua karena aura yang di pancarkan oleh kedua senjata itu sangat mengerikan.
Di sini bisa terlihat Hiroki, Haruki, Akasura dan yang lainnya sangat terkejut. Bukan mereka saja tapi hampir seluruh orang yang ada di sana terkejut.
Itu semua karena Akazaya yang menggunakan sebuah katana yang tidak asing bagi mereka.
Mereka sendiri mengetahui katana apa yang di gunakan oleh Akazaya.
"Katana Ame no ohabari." Ucap Haruki.
"A-apa Akazaya sudah gila, apa dia yakin menggunakan katana legendaris itu hanya untuk bertarung dengan Kefa, bukan kah ini sudah keterlaluan?" Clarissa yang sangat terkejut.
Eden dan yang lainnya langsung memegang jidat mereka, karena di sini Akazaya sudah terlalu gila menganggap pertarungan itu sangat serius, bahkan sampai mengeluarkan senjata legendaris Ame no ohabari.
Sebuah katana yang sangat terkenal di Jepang, katana yang bisa menebas apapun, bahkan katana itu memiliki julukan sebagai katana iblis.
Katana yang tidak pernah berkarat, katana yang sangat ringan, sangat tajam, dan sangat mengerikan.
"Sudah bisa di pastikan pemenang nya adalah Akazaya jika sudah seperti ini." Ucap Hiroki.
"Tidak belum coba kau lihat baik-baik senjata yang di gunakan oleh Kefa." Ucap Eden.
Mereka semua yang tadinya berfokus pada katana Akazaya, sekarang jadi terfokus pada pedang milik Kefa.
Hanya sekilas saja mereka bisa mengetahui jika pedang Kefa juga bukan pedang biasa.
Mereka semua pun semakin terkejut dan terheran-heran.
Bukan hanya para petinggi keluarga saja yang terkejut, tapi hampir semua orang yang mengetahui seberapa bagus sebuah senjata.
Mereka pasti terkejut.
Karena di sebuah pertarungan biasa ada dua senjata legendaris.
"Ini terlalu gila hanya untuk pertarungan biasa." Ucap Eden yang memegang kepalanya seperti sedang kepusingan.
"Eden kau benar." Ucap Haruki.
"Hanya ada satu pertanyaan di kepala ku Kefa mendapatkan pedang itu dari mana, itu pastinya bukan pedang biasa kan, aku bisa merasakan nya." Ucap Clarissa.
"Aku juga sama dengan nona sangat penasaran, Kefa anak ini selalu mengejutkan hahaha." Ucap Akasura.
Haruki yang sudah mengetahui dari siapa pedang itu, dia hanya bisa terdiam.
"Ini pasti ulah si bajingan Koji, dia pasti menggoda orang itu untuk memberikan salah satu koleksi pedang miliknya, dasar gila Koji."
"Relasi dia memang benar sangat mengerikan, aku tidak sebanding dengan nya, tapi apa yang ada di pikiran dia sampai-sampai dia melakukan ini semua hanya untuk Kefa." Batin Haruki.
__ADS_1
Di sini di tampilkan Koji yang tengah bersantai sambil merokok dan meminum kopi dengan santai.
"Aku yakin sekarang sedang terjadi kericuhan hanya karena sebuah senjata hahahaha." Koji yang tertawa.