Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 40 Farhan yang menyerah


__ADS_3

Para bawahan nya pun ingin membuka mulutnya dan berbicara namun Farhan mengangkat tangan nya dan membuat mereka semua terdiam.


"Ya itulah yang aku inginkan, kita bertarung di sini saja bagaimana? Agar masalahnya selesai dengan cepat." Ujar Kefa.


"Tidak masalah aku juga tadi nya berpikiran seperti itu." Farhan pun membuka jaketnya. Dan memberikan jaketnya ke salah satu bawahan nya.


"Farhan apa kau yakin, jika kau kalah atau pun menang, tetap saja akan menjadi masalah yang sangat besar dan akan sangat sulit untuk di atasi,"


"Tenang kau santai saja aku tau apa yang kulakukan."


Farhan pun di sini secara tiba-tiba langsung berlari dengan cepat melompat dan ingin memukul Kefa.


Kefa dengan mudah nya dia menghindari serangan Farhan dengan bergerak ke samping.


Pergerakan Kefa sangatlah cepat, hal tersebut membuat Farhan sangat terkejut, padahal dari jarak segitu seharusnya serangan dia mengenai Kefa.


"Rumor tentang anak ini benar-benar bukan sembarang rumor rupanya, pantas saja Egi memperingatkan ku untuk menghindari pertarungan dengan orang ini. Egi sebelumnya aku minta maaf sepertinya aku tidak akan mendengarkan kata-kata mu kali ini. Aku tidak akan mengikuti orang lemah yang tidak ingin bertarung dengan seseorang." Batin Farhan.


Kefa pun di sini langsung memukul kearah pipi Farhan, Farhan pun bertahan menggunakan kedua lengan nya, tapi sayang nya walaupun Farhan dapat menahan serangan Kefa yang sangat cepat.


Farhan tetap terhempas cukup jauh dan terjatuh ke tanah.


"Arggg!" Farhan yang berteriak kesakitan, ia merasa seperti lengan nya di pukul oleh besi yang sangat kuat.


Lengan Farhan sekarang benar-benar kesakitan.


"Maaf sepertinya aku memukul terlalu kuat." Ujar Kefa sambil tersenyum pada Farhan.


Para bawahan Farhan yang melihat Farhan terjatuh ke tanah, membuat mereka sangat terkejut, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Kefa bisa sampai memukul Farhan sampai terjatuh.


Apalagi sampai membuat Farhan kesakitan, mereka tidak ingin percaya dengan apa yang mereka lihat, tapi sayangnya itu adalah kenyataan nya.


Mereka semua dari tadi terdiam tidak ada yang berani membuka mulut, tidak ada yang bersorak, itu semua karena mereka tegang.


Mereka tau bahwa pertarungan mereka berdua, akan menjadi pertarungan yang sangat penting, untuk masa depan dari sekolah mereka.

__ADS_1


"Hey kalian." Ujar salah seorang bawahan Farhan.


"Ya ada apa?" Tanya Revan.


"Apa kalian yakin dengan keputusan pemimpin kalian yaitu Kefa? Apa kalian yakin ingin merebut Sma ini, asal kalian tau saja, Sma ini sudah menjadi milik Egi dan ada kemungkinan jika kalian merebutnya, kalian akan mendapatkan amarah Egi, dan ada kemungkinan Egi akan menghancurkan kalian, aku tau pemimpin kalian juga berasal dari keluarga yang sama, tapi aku rasa Egi lebih berkuasa dari pada Kefa."


Defa pun tersenyum pada bawahan Farhan itu "Tidak perlu mengkhawatirkan kami, apalagi tuan Kefa, ya asal kau tau saja tuan kami tau apa yang akan terjadi nanti, tuan kami tau dengan apa yang dia lakukan sekarang, jadi jangan coba untuk membujuk kami, untuk menghentikan pertarungan sekarang, aku tau kau tidak percaya pada pemimpin mu, aku tau kau sudah yakin kan Farhan akan kalah dalam pertarungan ini," Ujar Defa.


"AKU TIDAK BERMAKSUD SEPERTI ITU!" Ujarnya sambil menatap tajam Defa, bawahan Farhan sangat kesal karena Defa telah menghina pemimpin nya.


Defa pun menatap balik bawahan Farhan dengan tatapan yang sangat mengerikan membuat bawahan Farhan itu ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin yang sangat banyak.


"KAU PIKIR AKU BODOH APA?" Tanya Defa yang kesal.


"KAU SENDIRILAH YANG TELAH MENGHINA PEMIMPIN MU, DENGAN CARA MEMBUJUK KAMI UNTUK MENGHENTIKAN PERTARUNGAN INI, DENGAN CARA MENJUAL NAMA EGI." Ujar Defa sambil menekan dahi bawahan Farhan dengan keras.


Karena dia sangat ketakutan, dia tidak bisa melakukan apapun dan hanya menjadi ejekan Defa.


"Dia benar-benar sangat bodoh, berani sekali dia menantang orang nomor 2 setelah Kefa, dan berani sekali dia secara halus menghina Kefa, apa orang itu ingin mati muda." Batin Revan.


"Dia benar-benar sudah gila berani menghina Kefa di depan Defa, sepertinya orang itu ingin mati muda." Batin Paskal.


Mereka semua mengetahui sifat dari Defa, Defa adalah orang yang paling setia di antara yang lainnya, jika Kefa memiliki masalah Defa lah yang akan berada paling depan, dan jika ada seseorang yang menghina Kefa, atau Kefa tidak suka pada orang itu, bisa-bisa orang itu akan mati.


Defa adalah orang yang bisa membunuh siapapun tanpa segan, hal itu wajar karena dia merupakan bawahan dari keluarga Deluxe.


Bagi seluruh keluarga Deluxe, membunuh adalah hal yang wajar.


Orang yang di hina oleh Defa, tidak bisa berbicara, dia hanya bisa terdiam dan memandangi bawah tanah.


"Dengarkan aku baik-baik." Defa pun mendekat kearah bawahan Farhan itu, dan berbisik "Jika nyawa mu ingin selamat lebih baik kau diam dan tutup mulut busuk mu itu, jangan sampai aku mendengar sepatah kata lagi tentang tuan muda Kefa, jika kau sampai melakukan nya, jangan salahkan aku jika aku membunuh mu." Defa pun menepuk pundak orang tersebut.


Orang tersebut hanya bisa menganggukan kepala dan ketakutan.


Para teman-teman nya orang tersebut ingin membantu dan mereka terlihat sangat kesal dan ingin menghajar Defa dan yang lainnya.

__ADS_1


"SUDAH CUKUP KALIAN SEMUA DIAMLAH!!!" Teriak bawahan nya Farhan itu.


Membuat teman-teman nya tersebut terdiam dan tidak jadi menyerang.


"Aku benci mengakuinya tapi mereka semua bukan lawan yang kita bisa lawan, mereka semua berada di level yang berbeda, jadi menyerahlah kita hari ini akan mengalami kekalahan." Ujar orang tersebut yang membuat para teman-teman nya itu terdiam dan tidak berbicara sama sekali.


"Akhirnya mereka menyadari tempat mereka dimana." Batin Defa sambil tersenyum kemenangan dan menatap mereka.


Pertarungan Kefa dan Farhan masih berlanjut, di sini terlihat Kefa yang sedang bermain-main dengan Farhan.


Tapi walaupun seperti itu Farhan tetap babak belur, di seluruh wajahnya terdapat memar bekas pukulan Kefa, tubuh nya di penuhi dengan luka lebam karena ulah Kefa.


Kefa dia masih sehat dia tidak terluka sama sekali, bahkan bajunya saja tidak tergores sama sekali. Kefa dapat menghindari semua serangan Farhan.


"Apa kau ingin menyerah?" Tanya Kefa.


"Menyerah? Maaf saja dalam kamus ku tidak ada yang namanya kata menyerah!!!!!" Jawab Farhan sambil melakukan pukulan yang keras.


Kefa pun seperti sengaja membiarkan Farhan memukul pipi dia.


Farhan pun terlihat senang karena akhirnya pukulan dia mengenai Kefa.


Namun sayangnya pukulan Farhan itu tidak berpengaruh pada Kefa.


Kefa pun tersenyum pada Farhan, dan Kefa pun menurunkan lengan Farhan dari pipinya.


"Pukulan mu cukup kuat, kau sangat hebat, aku menyukai mu." Ujar Kefa.


Farhan disini langsung merinding ketakutan, ia mengetahui bahwa pukulan nya itu sangatlah kuat, bahkan pukulan itu dapat membuat seseorang pingsan.


Namun hal mengejutkan terjadi, Kefa setelah mendapatkan pukulan Farhan, ia terlihat baik-baik saja, bahkan di wajah Kefa pun tidak terluka sama sekali.


Farhan pun sama sekali tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi, Farhan pun dapat menyimpulkan satu hal, orang yang dia lawan adalah monster bukan manusia.


Farhan juga disini menatap mata Kefa, dan Farhan pun menyadari bahwa Kefa bukanlah manusia, dia seperti seorang monster.

__ADS_1


"A-aku menyerah." Ujar Farhan yang terlihat merinding ketakutan.


"Sudah di putuskan akulah pemenangnya." Ujar Kefa sambil tersenyum.


__ADS_2