Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 52 Menantang Kefa


__ADS_3

Ruangan pun tiba-tiba hening sesaat, karena mereka sangat terkejut dengan Laura yang mencium pipi Kefa, Kefa juga ia sangat terkejut dengan perilaku yang di lakukan oleh Laura, Kefa hanya terdiam mematung seakan-akan tidak percaya bahwa untuk pertama kalinya ia di cium oleh wanita lain selain orang tua nya.


"Apa ini sudah cukup untuk membuktikkan Kefa adalah pacarku?" Tanya Laura sambil melipat kedua lengan nya di bawah dadanya.


Dia terlihat sangat keren, walaupun dalam hatinya rasanya ia ingin mati saja karena rasa malu.


"Kenapa aku tiba-tiba melakukan itu, ada apa dengan ku? Kefa kenapa santetan nya sangat kuat, kenapa aku yang biasanya sangat dingin ke orang, tiba-tiba berubah menjadi seperti ini, sebenarnya apa yang terjadi pada ku, sialaan kenapa aku malu-malu seperti ini, tenanglah Laura, tenanglah ini bukan waktunya untuk menunjukkan wajah memerah mu." Batin Laura.


Kefa di sini juga ia mencoba untuk tenang, karena ini bukan waktunya untuk terlihat malu-malu, ya walaupun dalam hati Kefa, sama seperti Laura.


Kefa pun di sini tersenyum pada Reza dan temannya yaitu Felix.


"Apa kalian masih tidak percaya dia adalah wanita ku?"


Mereka berdua pun terlihat sangat kesal. Bima, Marisa, Rico dan saudara Kefa yang lainnya, mereka diam saja karena mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah Kefa dan juga Reza.


Sedangkan Egi dia ingin memanfaatkan kejadian sekarang, untuk mengambil alih kembali kekuasaan nya yang telah di rebut oleh Kefa, Egi disini ingin memanfaatkan Reza dan juga Felix.


Egi ingin menjadikan mereka berdua sebagai bonekanya. Egi sama sekali tidak bisa merebut kekuasaan nya jika ia tidak memanfaatkan situasi sekarang.


Egi tau bahwa Kefa adalah orang yang sangat kuat dan sangat mengerikan, ia tidak bisa melawan nya jika sendirian, tapi jika bersama dengan Reza dan Felix ada kemungkinan Egi bisa menang melawan Kefa.


Dan jika Egi sampai berhasil dengan rencana yang ia buat mendadak itu, maka seluruh Bandung akan di kuasai oleh Egi dan Kefa akan tersingkirkan.


"Kefa jangan membuatku kesal." Ujar Felix.


"Siapa yang membuat mu kesal, tidak ada juga pikiran mu sendiri yang membuat mu kesal, aku tidak melakukan apapun." Kefa yang tersenyum mengejek.


"KAU!" Di sini Felix tiba-tiba saja mendekat kearah Kefa dan menarik kerah baju Kefa dan mengangkatnya.


"LEPASKAN KEFA!!!!" Teriak Laura namun tidak di dengar oleh Felix.

__ADS_1


"Kenapa? kau tau aku sekarang sedang bersabar, aku sudah bilang pada ibuku, aku tidak akan membuat keributan, jadi aku mohon padamu lepaskan aku." Kefa yang menatap Felix, Felix di sini sedikit terkejut dengan tatapan Kefa.


Felix pun melepaskan tangan nya dari kerah Kefa, karena insting dia mengatakan berbahaya jika melawan Kefa.


Laura pun disini mendekat kearah Kefa dan membenarkan baju Kefa, dan bertanya kepada Kefa "Apa kamu baik-baik saja?"


Kefa hanya menjawab nya dengan senyuman dan berkata "Aku baik-baik saja, kamu jangan khawatir."


Walaupun insting Felix mengatakan hal itu, namun ia tidak memperdulikan nya, ia yang melihat keromantisan Kefa dengan wanita yang dia suka, tiba-tiba menjadi lebih kesal lagi.


"Felix apa kau tidak ingin menyelesaikan masalah ini dengan bertarung." Sahut Egi yang tiba-tiba masuk dalam pembicaraan.


Kefa pun di sini menatap Egi dengan tatapan yang mengerikan, Egi dia mengalihkan pandangan nya, karena ia ketakutan kepada Kefa.


"Yah aku hanya memberikan saran saja, agar masalah ini cepat selesai, lagi pula di sini terdapat sebuah tempat untuk bertarung yaitu Ring, kalian tau mungkin saja kakek nenek kita sudah memperkirakan bahwa ada keributan di sini, jadi untuk mengurangi dampak keributan itu, kakek nenek kita yang sangat perhatian kepada kita, menyiapkan Ring pertarungan untuk kita."


"Yah aku rasa kalian tau bukan sifat kakek nenek, aku rasa dia sudah merencanakan hal ini, tidak mungkin adanya tidak kesengajaan." Ujar Egi yang memanas suasana.


Memang benar kakek nenek mereka sangat mengerikan dan sangat pengertian.


"Aku rasa ide Egi sangat bagus, jadi Kefa bagaimana jika kita bertarung, yah kalau kau pecundang dan tidak mau tidak masalah, tapi wanita mu akan aku rebut." Ujar Felix dengan tersenyum bengis.


"Sebelumnya aku harus minta maaf ibu, tapi pria berengsek ini telah menghina seorang wanita" Batin Kefa yang terlihat sangat kesal.


Ia pun melepaskan dasi yang ada di jasnya.


Dia pun mendekat kearah Felix dan menatap Felix dengan tatapan yang mengerikan "Jika itu yang kau mau aku bersedia melawanmu, tapi sebelumnya perlu kau ingat, wanitaku bukanlah barang." Ujar Kefa yang terlihat mengerikan.


Semua orang yang menatap Kefa tiba-tiba merinding ketakutan, begitu pula dengan saudara Kefa yang lainnya, hanya dalam sekilas saja mereka bisa mengatahui dari insting mereka, Kefa sangatlah berbahaya.


Saudara-saudara Kefa sangat terkejut, karena mereka baru pertama kali melihat Kefa yang sangat marah sampai seperti itu, mereka sedikit ketakutan, memang benar Kefa hanyalah anak Smp.

__ADS_1


Tapi di mata semua saudaranya Kefa adalah anak yang sangat mengerikan, dan mereka tidak pernah menganggap Kefa sebagai bocah, mereka menganggap Kefa sebagai orang dewasa.


Felix tiba-tiba saja mengalihkan pandangan nya ke arah lain, ia terlihat sangat ketakutan badan dia tiba-tiba bergemetar dan keringat dingin keluar dari tubuhnya.


Dan disini jugalah Egi menyadari bahwa rencana dia sudah gagal, Egi sekarang menyadari satu hal, semua orang yang ada di ruangan ini tidak akan ada yang pernah bisa mengalahkan Kefa.


Egi adalah orang yang sangat cerdas dalam hal menganalisa kekuatan seseorang dan yang lainnya intinya Egi cukup jenius dalam hal berpikir.


"Sepertinya aku harus menyerahkan seluruh Bandung pada Kefa." Batin Egi yang sudah menyerah. Ia sudah tidak memiliki cara lain untuk mempertahankan posisinya, ia sebenarnya sudah kalah sejak pertama kali Kefa menyerang Sma 10 Bandung dan merubah pikiran dari teman nya yaitu Farhan.


(Note : Farhan SMA sama Farhan SMP beda yah, aku tidak sengaja menamai mereka sama kwkwkww teledor ya ges ya)


"Aku rasa apa yang di katakan Reza benar, Kefa terlalu mengerikan." Batin Egi.


Egi pernah melawan Kefa dalam hal strategi, tapi tidak ada satu pun strategi darinya yang berhasil, malahan semua strateginya di patahankan dan di hancurkan oleh Kefa, padahal Egi sangat bangga dengan otaknya, namun sayang nya ia kalah pada Kefa.


Dan sekarang Egi mengakui kehebatan Kefa, dan ada kemungkinan ia akan seperti Bima yaitu mendukung Kefa.


"Ayo kita lakukan sekarang." Kefa yang langsung bergegas pergi menuju Ring.


Felix disini masih mengalihkan pandangan nya dari tatapan Kefa.


"Felix aku rasa ini bukan waktunya, jadi lebih baik kita menyerah dan mengakui kekalahan kita." Bisik Reza.


Namun membuat Felix kesal dan tidak ingin mendengarkan saran dari Reza.


"Diamlah aku bukan anak kecil lagi, aku sudah berubah jauh lebih kuat darinya, dia hanya menggertak saja tadi, serahkan padaku Reza."


"Yah terserah mu aku sudah mengatakan nya padamu jangan sampai menyesal." Reza yang mencoba menyadarkan Felix.


"Tidak tenang saja aku tau apa yang aku lakukan."

__ADS_1


"Keras kepala." Gumam Reza yang kesal.


__ADS_2