
Defa sekarang telah menghabisi banyak musuh, yang totalnya bisa sampai puluhan, dia menghabisi semua musuh menggunakan dua pistol yang dia ambil dari musuhnya.
Defa juga di sini di bantu oleh bawahan Edwart yang lainnya, Bawahan Edwart lebih dulu menghabisi para musuh ketimbang Defa yang baru datang.
Defa cukup terkejut karena Defa sama sekali tidak menyangka bahwa ada bawahan Edwart yang lainnya, yang sedang memantau Kefa.
Sebenarnya Defa sendiri sekarang sedang kebingungan dengan dua hal, yang pertama apa bawahan Edwart baru saja ada atau sudah sejak awal mereka sudah ada dan mengawasi Kefa.
Defa pun teringat sesuatu, dengan berkas-berkas yang ia baca, bahwa di hari ini ada banyak guru dan banyak murid baru yang masuk ke sekolahan Kefa.
Defa pun di situ mengambil kesimpulan bahwa mereka bawahan Edwart yang lainnya, mereka merupakan anggota baru yang mengawasi Kefa.
Tapi pertanyaan lain muncul di kepala Defa kenapa para musuh yang sangat kuat mengincar Kefa, apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa Kefa di incar apa alasan nya, sebelum-sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi pada Kefa.
Semuanya aman-aman saja, tapi kenapa sekarang Kefa di incar oleh para musuh yang masih belum di ketahui, tapi Defa sangat yakin bahwa musuh kali ini merupakan musuhnya Edwart.
Karena tidak mungkin jika orang biasa berani mencari masalah dengan keluarga Deluxe, dan ada kemungkinan musuh Edwart kali ini berasal dari mafia kelas internasional.
Karena di indonesia sendiri tidak ada yang berani mengusik keluarga Deluxe, itu semua karena keluarga Deluxe merupakan salah satu keluarga terkuat yang sangat di hormati, dan banyak keluarga yang tidak ingin mencari masalah dengan mereka, justru mereka ingin bekerja sama.
Tapi satu hal yang Defa tidak mengerti, alasan kenapa musuh Edwart tidak bertindak dari dulu, dan justru bertindak sekarang.
Padahal jika memakai otak dan akal, seharusnya mereka sudah mengincar Kefa dari awal, Defa pun berpikir dengan keras dan menemukan jawaban nya.
Jawabannya sangat simpel itu semua karena identitas Kefa yang sekarang sudah terbongkar.
Dan selain itu mungkin ada alasan yang lainnya, yang Defa tidak ketahui, dan yang hanya mengetahuinya hanyalah 3 orang yaitu Kefa, Rina, Edwart.
Defa benar-benar sangat penasaran dengan apa yang terjadi saat ini. Begitu banyak pertanyaan di kepala Defa.
Defa dan yang lainnya pun sudah selesai menghabisi semua musuh yang ada di sana, mereka bertarung di tempat yang sepi, jadi pertempuran mereka tidak membuat keributan di masyarakat.
"Defa dimana tuan muda Kefa?" Tanya salah seorang bawahan Edwart.
__ADS_1
"Tuan muda Kefa sudah pulang ke rumah." Jawab Defa dengan polos.
"Apa kau bodoh!!!!!!" Bawahan Edwart yang kesal pada Defa, Defa pun kebingungan dan ia baru menyadari kesalahan nya.
"Tapi bukannya seharusnya tuan muda Kefa di jaga oleh pasukan Edwart yang lain nya?" Defa yang sudah mengetahui bahwa Kefa sejak dari sekolahan bubar dia selalu di ikuti oleh beberapa orang yang sangat kuat.
Bukan Defa saja yang mengetahuinya tapi Kefa juga mengetahuinya, dan mereka bisa menebak bahwa orang-orang kuat itu merupakan pasukan dari ayahnya Kefa.
Oleh karena itulah Defa berpamitan kepada Kefa untuk menghabisi musuh di depan, Defa dan Kefa bisa mengetahui ada musuh di depan lewat insting mereka.
Dan di tambah mereka berdua mendengar suara tembakan di arah perumahan yang sepi.
Dari situ saja sudah jelas bahwa di arah perumahan sepi itu terdapat pertempuran. Tapi pertempuran itu sama sekali tidak di ketahui alasan nya, oleh karena itulah Defa ingin mengcek nya, sedangkan Kefa tidak ikut dia ingin pulang ke rumah saja.
Dan alhasil benar saja Defa bertemu dengan musuh yang banyak sekaligus pasukan Edwart, dan dari situ Defa sudah tau bahwa musuh sedang mengincar Kefa.
Dan untung saja pasukan Edwart dengan sigap menghalau itu semua.
"Kau benar juga, aku terlalu khawatir, tapi tetap saja mereka hanya penjaga jarak jauh sedangkan yang berada di dekat tuan muda Kefa tidak ada, alangkah baiknya kita pergi dan menyusul tuan muda Kefa, aku takut terjadi sesuatu pada tuan muda, walaupun tuan muda sangat kuat, tapi lawan kali ini juga bukan orang biasa, di tambah tuan muda masih berumur 14 tahun, dia belum beranjak dewasa dan belum mengetahui gelapnya dunia."
"Aku yakin semua hal ini sudah di rencanakan oleh tuan Edwart dan Rina, mereka berdua pasti mengetahui bahwa Kefa hari ini akan di incar oleh seseorang."
"Insting strategi dan kecerdasan dari mereka berdua sangat menakjubkan sama halnya seperti Kefa, mereka bertiga seperti sudah membaca masa depan, mereka seperti sudah tau apa yang akan terjadi di depan nanti, sangat mengerikan." Batin Defa.
Mereka pun melihat Kefa yang terdiam di tempat yang ada cukup banyak orang, dan tiba-tiba saja Kefa berlari ke sebuah gang yang lumayan besar menuju tempat di mana rumah kosong Defa mengetahui hal itu.
Defa dan yang lainnya juga mengetahui di dekat Kefa ada belasan orang yang mencurigakan.
Dengan sigap mereka pun berlari dengan sangat cepat dan mereka berhasil membunuh beberapa orang, namun sayangnya beberapa orang lagi berhasil kabur dan tidak terkejar.
Di tambah sekarang di belakang mereka juga terdapat belasan musuh yang datang.
Defa dan pasukan Edwart yang lainnya pun sangat kesal.
__ADS_1
"DEFA PERGI SUSUL TUAN MUDA KEFA, SERAHKAN MASALAH DI SINI PADA KAMI, KAMI AKAN MENGCOVER MU JADI CEPATLAH PERGI."
Defa pun menganggukan kepalanya dan langsung berlari, tembakan musuh pun melesat kearah Defa namun tidak ada yang mengenai Defa, di sini pasukan Edwart juga membantu mengcover Defa.
Mereka berhasil membunuh sebagian para musuh itu.
"Kita harus cepat menyelesaikannya sebelum polisi datang kemari." Ujar salah seorang pasukan Edwart.
"Aku rasa polisi tidak akan datang kemari, di lihat dari lawannya, aku yakin mereka sudah merencanakan ini semua."
"Dan kenapa kau malah khawatir dengan instansi lemah seperti mereka."
"Ah iya benar juga. Mungkin aku trauma dengan mereka karena aku pernah terkena tilang."
"Sudahlah kita sedang melawan musuh fokuslah bodoh."
"Iya maaf."
Mereka pun terus berperang menggunakan senjata.
Di sini korban jiwa sudah berjatuhan sangat banyak dari pihak musuh, sedangkan pihak Edwart hanya beberapa orang saja yang terluka dan tidak ada yang mati.
Mereka adalah pasukan khusus milik Edwart jadi wajar saja bila mereka sangat kuat, dan tidak ada yang mati padahal pertempuran terus terjadi.
Dan walaupun mereka kalah jumlah, tapi mereka sama sekali tidak ketakutan, karena mereka semua memiliki mental yang sangat kuat, bagaimana pun juga mereka adalah pasukan khusus milik Edwart dan Rina.
Defa di sini terus berlari dan akhirnya ia sampai di sebuah tempat yang sepi dan di sana terdapat sebuah rumah kosong.
Defa melihat ke kanan dan ke kiri ia kebingungan ia sekarang sedang mencari keberadaan Kefa dan musuh.
Dan Defa pun tiba-tiba mendengar suara tembakan dari rumah kosong itu, Defa pun dengan cepat langsung masuk ke rumah kosong itu.
"SIALAANN TUAN MUDA AKU MOHON BERTAHANLAH TUNGGU AKU TUAN MUDA, SEBENTAR LAGI AKU AKAN KESANA."
__ADS_1
"SIALAAN BISA-BISANYA 7 ORANG ITU LOLOS DAN BERHASIL MENGEJAR TUAN MUDA."
Defa pun membuka pintu rumah kosong itu, dan Defa pun sekarang sangat terkejut terdiam dan tidak bisa berkata-kata.