
Kefa, Chiya, Kazuki, mereka bertiga sekarang sedang berada di apartemen baru milik Kefa, Kefa di sini sengaja membeli apartemen baru yang lebih besar lagi, untuk mereka bertiga tinggal.
Kefa menyewa apartemen itu untuk beberapa tahun kedepan, ya intinya Kefa menyewa cukup lama.
Dan untuk masalah apartemen Kefa yang lama, Kefa akan meninggalkan nya, dan mengambil semua barangnya, kemudian meminta refund pada pemilik apartemen.
Apartemen yang Kefa sewa dekat dengan sekolah Sma Tatsuno, jadi semuanya tidak masalah.
Di tambah apartemen yang Kefa sewa sudah menyediakan tiga kamar, 2 kamar mandi, dan beberapa fasilitas yang lain nya,
Mereka sekarang baru saja pulang dari rumah sakit. Mereka sekarang sedang bersantai di sebuah sofa.
Kefa di sini sudah mengetahui informasi lengkap tentang Chiya dan Kazuki.
Mereka berasal dari keluarga sederhana, kecuali istrinya Kazuki, dia berasal dari keluarga yang cukup terkenal.
Chiya dia memiliki umur 8 tahun, ayahnya Kazuki dia berumur 27 tahun, sedangkan ibunya Chiya berumur 25 tahun.
Mereka bertiga merupakan keluarga yang harmonis, namun keluarga harmonis itu di hancurkan oleh keadaan yang cukup mengenaskan.
sekarang sudah 4 tahun mereka berpisah, wajar saja bila Chiya merindukan ibunya itu.
Selama 4 tahun Chiya, dan Kazuki hidup seperti orang biasa di sebuah rumah sederhana yang bisa di bilang tidak layak.
Mereka bertahan hidup di sana, untungnya Chiya merupakan anak yang pengertian, dia tidak seperti anak yang lainnya.
Kazuki cukup beruntung akan hal itu, dia memiliki anak yang jarang mengeluh.
Dan Chiya juga beruntung karena memiliki ayah yang sangat pekerja keras, Kazuki dia tidak pernah menyerah untuk mengurus anaknya tersebut sampai tumbuh dewasa dan menjadi orang yang hebat.
"Tuan Kefa apa tidak masalah jika kami berdua tinggal di apartemen tuan?" Tanya Kazuki.
"Tentu saja tidak masalah, kau bisa lihat sendiri bukan apartemenku ruangan nya cukup besar,"
"Ah iya tuan itu benar tapi maksud saya bukan itu tuan, maksud saya...."
__ADS_1
"Jangan khawatir santai saja, aku tinggal di apartemen ku sendirian, orang tua ku tidak ada, keluargaku juga tidak ada, mereka sekarang tinggal di Indonesia, dan aku sendirian di Jepang, oleh karena itulah aku mengajak kalian untuk tinggal bersama ku, itung-itung menemani ku agar tidak sendirian." Ucap Kefa.
"Begitu yah tuan, maaf tuan kalau aku dan anakku sangat merepotkan tuan."
"Tidak santai saja, ingat ini juga adalah rumah kalian, jadi jangan sungkan, santai saja."
"Iya tuan sekali lagi aku ucapkan terima kasih banyak."
"Terima kasih banyak kak Kefa." Ucap mereka berdua sambil membungkuk hormat.
"Iya sama-sama." Ucap Kefa.
Singkatnya di ruangan tersebut sekarang hanya ada Kefa, dan juga Kazuki sedangkan Chiya dia sudah tertidur pulas di kamarnya.
Chiya terlihat sangat senang, karena rumah yang ia tinggali sekarang sangat bagus, Chiya sama sekali tidak pernah menyangka bisa tinggal di rumah sebagus ini.
Chiya terlihat sangat nyaman dengan kamarnya dan rumahnya yang sekarang Kefa cukup senang karena melihat Chiya senang.
Chiya merupakan seorang anak yang ceria, baik, cerdas, imut, lucu, suka tersenyum, dan pengertian.
Chiya seperti bidadari kecil saja, entah kenapa Kefa ingin menganggap Chiya sebagai adiknya sendiri.
"Kita akan membangun sebuah bisnis kuliner di sekitaran sini, dan aku ingin kau menjadi pengawas sekaligus orang yang mengurusnya."
"Aku telah membeli sebuah tempat yang cukup besar dan strategis, aku akan menjual beberapa menu yang cukup unik, yang cocok di lidah orang Jepang tentunya."
"Untuk masalah modal santai saja aku punya uang cukup banyak, dan untuk sekarang rencana nya seperti itu dulu."
"Kalau bisnis ini berkembang sangat cepat, maka rencana kita akan berhasil dengan cepat, kita akan memulai dari hal kecil dulu."
"Aku menyerahkan hal ini padamu, aku yakin kau dapat melakukan nya, aku juga akan memberikan beberapa intruksi padamu."
Kazuki hanya bisa menganggukan kepalanya, ia cukup tercengang dengan pemikiran Kefa.
Selain kuat, dia juga sangat cerdas dalam hal berbisnis, selain itu juga dia seperti pemimpin yang sangat hebat.
__ADS_1
Kazuki menggelengkan kepalanya dan hanya bisa berkata Kefa sangat mengerikan, dia pasti akan menjadi lawan yang sangat berat bagi keluarga besar di Jepang.
Walaupun keluarga besar di Jepang berkuasa di Jepang, tapi tetap saja selalu ada cara untuk mengalahkan kekuasan seseorang yang berada di puncak.
"Jepang berbeda dengan Indonesia bukan? Jika di Indonesia hanya cukup mengandalkan kekuatan saja, maka kau bisa menguasai suatu daerah, tapi di Jepang kau memerlukan beberapa hal untuk menguasai sepenuhnya." Kefa sambil tersenyum.
"Tuan sebelumnya saya minta maaf, tapi tuan saya sangat penasaran dengan identitas asli tuan, jika tuan tidak berkenan untuk mengungkapkan identitas asli tuan, saya tidak masalah tuan."
"Hmm begitu yah baiklah aku akan memberitahunya, karena kau sudah ku anggap sebagai keluarga sendiri, aku sebenarnya berasal dari keluarga Deluxe, namaku Kefa Deluxe umur ku 16 tahun."
"Ada beberapa masalah yang terjadi di Indonesia, sehingga membuatku tinggal di Jepang, dan yah beginilah kurang lebih."
Kazuki pun terdiam cukup lama, ia sama sekali tidak pernah menyangka orang yang menjadi penyelamat dia adalah seseorang yang berasal dari keluarga internasional.
Yang tidak lain adalah keluarga Deluxe, keluarga yang benar-benar sangat mengerikan.
Kazuki sama sekali tidak menyangka ia akan di selamatkan oleh seseorang yang sangat penting di Indonesia.
Sekarang semuanya masuk akal kenapa Kefa sangat kuat dan sangat mengerikan, ternyata dia berasal dari keluarga Deluxe, yang isinya keluarganya merupakan para monster yang terkenal di dunia.
"Kau kenapa Kazuki, apa kau baik-baik saja?" Kefa yang menyadarkan Kazuki, karena terdiam cukup lama.
"Ah yah tuan aku baik-baik saja tuan, aku hanya terkejut saja ternyata tuan berasal dari keluarga internasional yah."
"Iya begitulah."
"Kalau begitu aku sekarang termasuk orang yang sangat beruntung, di selamatkan oleh salah seorang yang berasal dari keluarga Deluxe, dan sekarang menjadi bawahan nya."
"Selama hidupku, aku tidak pernah membayangkan jika aku menjadi bawahan dari salah satu keluarga internasional, aku masih tidak mempercayainya, aku benar-benar sangat beruntung." Kazuki yang tidak tau harus berekspresi seperti apa lagi.
"Tuan Kefa aku adalah orang yang lemah masih jauh dari kata kuat, aku memang tidak pantas menjadi bawahan tuan, tapi tuan aku berjanji pada tuan aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi tuan, aku tidak akan mengecewakan tuan, aku bersumpah pada diri ku sendiri tuan." Kazuki sambil membungkuk hormat.
"Ya aku mengharapkan mu Kazuki." Ucap Kefa.
"Terima kasih tuan."
__ADS_1
"Sama-sama." Kefa pun di sini kemudian menjelaskan beberapa hal lagi tentang rencana nya yang membangun sebuah restaurant sederhana di dekat sana, dengan harga yang murah pas di kantung siswa di Jepang, dan memiliki kualitas terbaik.
Untungnya Kazuki dia orang yang cukup pintar dalam masalah kuliner, dia pria yang hebat, sesuai dugaan Kefa.