
"Sudah aku bilang bukan Kefa akan menang dengan mudah melawan Oscar, bahkan Kefa sama sekali tidak perlu mengeluarkan sedikit pun kekuatan." Ujar Defa dengan bangga.
Bima sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ia juga keheranan dan kebingugan sama seperti dengan mereka semua.
Yang hanya mengerti tentang apa yang terjadi di ring, hanya teman-teman Kefa saja, yaitu Robert, Defa, Iso, Revan, Paskal.
"Yap siapapun akan ketakutan jika menatap tuan Kefa dengan seperti itu." Batin Revan.
"Sudah aku duga pastinya bagi tuan Kefa pertemuan ini hanya mainan saja." Batin Paskal.
"Bos Kefa memang hebat, dia tidak perlu bergerak dari tempatnya dan dia dapat memenangkan pertarungan itu, aku harus lebih banyak belajar lagi, agar bisa sama seperti bos Kefa." Batin Robert yang takjub dengan kekuatan Kefa.
Bima pun tiba-tiba menghela nafas panjang "Kalau sudah jadi begini, tidak akan ada yang bisa lagi menghadapi Kefa, selain diriku pada akhirnya pertemuan ini akan berkahir dengan cepat." Ujar Bima.
Bima pun berdiri dari tempat duduknya, dan ia seperti ingin pergi ke ring untuk melawan Kefa, namun ia sangat terkejut ketika melihat ring itu tiba-tiba saja di penuhi oleh banyak orang.
"APA YANG TERJADI DISANA?" Tanya Bima yang terlihat sangat terkejut.
Robert dan yang lainnya pun juga baru menyadari hal itu, dan mereka semua pun segera berlari kearah Ring.
Semua orang pun tampak terkejut ketika Bima datang ke sana, mereka semua pun memberikan jalan kepada Bima dan yang lainnya
Robert, Bima dan yang lainnya pun memasuki Ring.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Tanya Bima kepada mereka semua yang sekarang sedang mengepung Kefa dan juga Oscar.
25 Orang yang sedang mengepung Kefa dan Oscar pun terkejut karena mendengar suara Bima.
Mereka juga terkejut karena Bima langsung turun tangan.
Mereka semua pun menyingkir dari jalan Bima, Bima dan yang lainnya di sini mendekat kearah Kefa.
"Kefa saudara ku apa yang terjadi di sini? Mereka sama sekali tidak menjawab pertanyaan ku sebenarnya ada apa? Aku sangat penasaran." Bima sambil menatap orang-orang di sana, dengan tatapan kebencian.
"Ohh ini hanya masalah sepele saja Bima, mereka hanya tidak menginginkan jika Oscar menyerah tanpa bertarung, mereka ingin protes dengan kemenangan yang kudapatkan." Ujar Kefa.
"Ohhh jadi begitu, jadi orang-orang ini tidak menerima jika saudara ku Kefa menang." Bima sambil menatap mereka dengan tatapan yang mengerikan.
Orang-orang di sana hanya bisa menundukan kepalanya, mereka semua tidak berani menatap Bima.
"Tapi tuan Bima, ini semua bukanlah salah kami semua Kefa lah yang salah, Kefa lah yang menantang kami semua."
"Ya itu semua karena kalian sangat berisik, jadi agar kalian mengetahui alasan kenapa Oscar menyerah, aku menantang kalian semua melawan ku."
"Jadi Bima dan yang lainnya, kalian turun lah terlebih dahulu, aku akan melawan mereka dan menyelesaikan semuanya dengan cepat." Ujar Kefa.
__ADS_1
"Tapi Kefa-"
"Santai saja Bima tidak ada yang perlu di khawatirkan aku akan menyelesaikan ini dengan cepat."
Bima pun menghela nafas "Baiklah itu terserahmu aku percaya padamu" Ujar Bima.
Bima dan yang lainnya pun keluar dari Ring, menyisakan Kefa melawan 25 orang.
"Cihhh dasar para bajingan tengik, kalian semua terlalu meremehkan Kefa, kalian semua tidak mengerti betapa menakutkan nya Kefa, kalian rasakan lah sendiri, aku jika di beri uang sangat banyak pun, aku tidak ingin bertarung dengan Kefa." Batin Oscar.
"Oscar kenapa kau menyerah? Ketika melawan ku kau sama sekali tidak takut dan tidak menyerah, tapi kenapa ketika melawan Kefa kau menyerah." Tanya Bima.
"Kalau boleh jujur Bima, dia lebih kuat dari mu, dia adalah orang yang paling menakutkan bagiku, dia adalah orang yang lebih menakutkan dari pada siapapun, aku tidak pernah bertemu dengan orang yang sangat mengerikan seperti Kefa." Ujar Oscar yang merinding ketakutan.
"Begitukah, yah hal itu wajar saja karena dia adalah putra dari Edwart dan Rina, dan dia adalah anak yang paling jenius di antara keluarga Deluxe." Ujar Bima yang membuat Oscar terkejut.
"APA? Tu-tunggu dulu, jangan bilang dia juga berasal dari keluarga Deluxe."
"Lahh emang dia berasal dari keluarga Deluxe, dia adalah saudaraku, dia sangat hebat dia pernah mempermalukan Reza, kau mungkin tau bukan siapa Reza."
"Iya aku mengetahuinya, pantas saja Kefa sangat kuat ternyata dia berasal dari keluarga mu, kenapa kau tidak bilang dari awal, kalau begitu ceritanya, mungkin aku akan berpikir ratusan kali untuk melawan Kefa."
"Kau tidak bertanya Oscar."
"Oh iya Oscar apa Kefa semengerikan itu?"
"Iya kalau kau tidak percaya, liat pertarungan kali ini, aku bertaruh penuh pada kemenangan Kefa."
"Kefa pasti akan menang dengan mudah, dan jika kau masih tidak mempercayainya, coba saja kau sendiri yang melawan Kefa,"
"Ya aku rasa karena aku sangat penasaran dengan Kefa, aku ingin bertarung dengan nya." Ujar Bima.
"Ya kau juga akan kalah telak." Ujar Oscar.
"Kita lihat saja nanti."
"Oh yah Bima, apa dia benar-benar pernah mempermalukan monster itu?"
"Iya ketika pesta pertemuan yang sangat besar, sampai sekarang monster itu tidak melupakan kejadian itu, dan dia sangat benci kepada Kefa." Ujar Bima.
"Hhahaha gila." Ujar Oscar.
"Ya begitulah menurutmu jika di bandingkan dengan monster itu siapa yang lebih kuat?"
"Kefa." Jawab Oscar dengan lantang.
__ADS_1
Bima pun sangat terkejut dengan pernyataan yang diberikan Oscar, bahkan sampai membuat Bima terdiam sesaat.
Pertarungan antara Kefa dan 25 orang itu pun telah di mulai, di sini 25 orang itu mengambil kuda-kuda bertarung.
Sedangkan Kefa secara mengejutkan dia langsung berlari dengan cepat, melompat dan memukul salah seorang dari mereka menggunakan lutut Kefa.
Pergerakan Kefa sangat cepat dan tidak terduga sehingga orang-orang di sana tidak dapat menghindari serangan Kefa.
1 orang pun tumbang dengan mudah, dan orang yang tumbang sekarang terluka cukup parah.
Kefa pun tersenyum senang, dan secara tiba-tiba mereka semua pun ketakutan.
Mereka semua pun sekarang mundur jauh dari Kefa, mereka semua sangat ketakutan, tubuh mereka tidak berhenti bergemetar dan mengeluarkan banyak keringat dingin.
"Kenapa kalian mundur kenapa kalian tidak menyerang? Kenapa kalian tidak sesombong di awal?" Tanya Kefa.
Namun tidak ada yang menjawab pertanyaan Kefa.
"Dasar orang-orang bodoh, berani sekali mereka menantang tuan Kefa." Ujar Revan.
"Sepertinya otak mereka tidak berfungsi." Sahut Iso.
"Yah sebentar lagi juga pertarungan nya akan selesai." Ujar Defa.
"Hhehe bos Kefa memang hebat, setelah ini dia pasti akan menjadi pemimpin seluruh Smp." Ujar Robert.
Orang-orang mendengar percakapan dari Robert dan yang lainnya,
Mereka yang mendengar pembicaraan Robert dan yang lainnya, mereka hanya bisa tertawa, mereka meremehkan Kefa, karena mana mungkin ada orang yang bisa mengalahkan 25 orang sekaligus.
Hal tersebut sangatlah mustahil, di tambah orang yang berada di Ring bukanlah orang biasa, melainkan orang-orang terkuat di Smp.
"OYYY SEMANGAT KEFA JANGAN SAMPE KALAH HAHAHAHA KONYOL HAHA."
"KEFA SEMANGAT HABISI MEREKA KEFA, HAHAHA MANA ADA ORANG MENANG MELAWAN 25 ORANG."
"Kefa nanti jangan nangis yah kalau kalah hahaha."
Robert, Defa, Iso, Paskal, Revan. Yang mendengar Kefa tuan mereka di hina, mereka terlihat sangat marah.
Mereka mengepalkan tangan mereka, mereka pun menatap orang-orang yang menghina Kefa.
Bima yang juga mendengar hal itu ia juga ikut kesal.
"Tarik kembali kata-kata kalian, atau kalian akan menyesal!" Ujar Defa yang sangat marah.
__ADS_1