
Orang tersebut sekarang sangat ketakutan, ia terjatuh lemas ke tanah, dan setiap kali Kefa maju dia mundur kebelakang.
Kefa pun sekarang berada di hadapan orang tersebut, orang tersebut pun menelan ludah sendiri, aura yang berada dalam diri Kefa terlihat sangat mengerikan.
Darah terus berceceran dari lengan nya yang sekarang sedang terluka, tapi orang tersebut mengabaikan hal itu dan justru dia berfokusan pada Kefa. Rasa ketakutan dia lebih besar dari pada rasa sakit yang ia rasakan sekarang.
Kefa pun jongkok dan menatap orang tersebut. Orang tersebut tidak berani menatap Kefa.
"A-APA YANG KAU INGINKAN."
"Aku rasa kau cukup pintar, berikan informasi yang aku inginkan, setelah itu aku akan melepaskanmu, aku tidak akan membunuh mu."
"Cihhh mana mungkin aku percaya pada iblis seperti mu."
"Iblis? Bukan kah seharusnya aku yang berkata seperti itu dasar bodoh kau ingin membunuh anak di bawah umur apa itu bukan tindakan seekor iblis."
"KAU BUKAN ANAK KECIL!!"
"Kau seharusnya sudah mengetahui informasi tentangku, aku tidak berbohong tentang umurku terserah jika kau tidak percaya, aku juga tidak peduli."
"Aku hanya ingin memperingatkan mu kau tau sekarang posisi mu sangat tidak menguntungkan, jadi aku sarankan lebih baik berikan apa yang aku inginkan, aku akan melepaskan mu, tapi yah jika kau berbohong padaku, percayalah aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu yang mengerikan, oh yah bagaimana dengan keluarga mu apa mereka sehat?" Tanya Kefa yang terlihat sangat mengerikan.
Orang tersebut pun menelan ludah kembali dan dia berkeringat dingin sangat banyak.
"Ba-bagaimana dia bisa tau kalau aku punya keluarga, apa jangan-jangan dia- itu tidak mungkin sama sekali tidak masuk di akal."
"Dasar bodoh aku tidak memiliki keluarga."
"Begitukah syukurlah kalau begitu, tadinya aku ingin membunuh mereka semua" Kefa yang tersenyum bengis.
"Hhahaha maaf tapi aku tidak memiliki keluarga."
__ADS_1
"Ya karena sikap mu yang sangat sombong itu, aku rasa aku akan membunuh mu, aku akan mencari orang lain saja untuk di introgasi selamat tinggal." Kefa yang menarik rambut orang tersebut dan kemudian Kefa menaruh pistol nya tepat di dahi orang tersebut.
"SIALAN ORANG INI BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUH KU DIA TIDAK MAIN-MAIN, TATAPAN MATANYA MENGATAKAN SEMUANYA."
"BAIK BAIK BAIK AKU AKAN MEMBERIKAN SEMUA INFORMASI YANG KU TAU JADI KUMOHON JANGAN BUNUH AKU, KUMOHON AKU MEMANG BENAR MASIH MEMILIKI KELURGA, AKU MOHON TUAN MUDA KEFA."
"Yap baiklah kalau begitu informasi yang aku inginkan sangat sederhana, kuharap kau dapat menjawabnya dan aku juga berharap kau jujur, ingat garis bawahi kataku ini, jangan sampai kau menyesal." Ujar Kefa sambil berbisik.
Orang tersebut pun merinding ketakutan, ia pun hanya menganggukan kepalanya, singkatnya Kefa pun mendapatkan informasi yang dia inginkan.
Informasi yang Kefa inginkan sangat jelas singkat, jadi tidak perlu membutuhkan waktu yang lama.
Dan secara mengejutkan tiba-tiba saja Defa datang.
Defa sangat terkejut ketika melihat Kefa yang masih baik-baik saja tidak terluka, dan bahkan bajunya saja masih terlihat rapih.
Dan yang paling mengejutkan bagi Defa adalah mental Kefa yang sama sekali tidak terlihat ketakutan, ketika melawan 7 orang yang dimana mereka bukanlah orang biasa.
Kefa adalah seorang anak yang sama sekali tidak masuk akal.
"Kau telat Defa, semua nya sudah selesai." Ujar Kefa yang kemudian melemparkan pistolnya ke arah Defa.
Defa pun tersadar dan menangkap pistol Kefa dengan satu lengan nya dengan mudah.
Kefa pun kemudian berjalan mendekati Defa. "Jangan bunuh dia, biarkan dia hidup, lagi pula hidupnya sudah tidak berguna lagi, ayo kita pergi dari sini."
"Tapi tuan muda..." Defa yang ingin menentang perintah Kefa namun tidak jadi, karena ia mengetahui suasana Kefa hari ini sedang tidak baik, Defa pun mengikuti perintah Kefa dan membiarkan orang itu hidup.
Orang tersebut pun bernafas dengan lega dan ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia masih bisa hidup setelah apa yang dia lalui, ia tidak menyesali keputusan nya itu, baginya hidup dia lebih berharga dari pada sebuah informasi yang di sampaikan nya.
"Tuan muda apa tuan baik-baik saja tidak ada yang terluka kan tuan?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, oh yah Defa aku ingin kau di cap sebagai pahlawan ku."
"Maksud tuan?" Defa yang tidak mengerti.
"Aku ingin kau berpura-pura mengakui bahwa kau yang menyelamatkan ku, dan membunuh 7 orang yang mengejar ku itu."
"Ini adalah perintah dariku bukan permintaan, jika kau memang setia padaku, kau harus melakukan nya, dan ingat jangan sampai informasi ini bocor ke siapapun."
"Kau mungkin bisa membayangkan betapa hebohnya nanti, ketika anak umur 14 tahun bisa membunuh orang, sangat mengerikan bukan jika berita itu tersebar, jadi alangkah baiknya kau diam dan ikuti perintahku."
Defa pun menelan ludahnya sendiri dan dia membayangkan jika hal itu sampai terjadi.
"Baik tuan saya akan melakukan apa yang di perintahkan oleh tuan muda."
"Baguslah untung saja tadi yang datang hanya kau, jika banyak aku tidak tau harus apa lagi."
"Tuan saya ingin bertanya, saya benar-benar sangat penasaran akan hal ini, tentang kejadian sekarang tuan, kenapa bisa terjadi? Tuan pasti mengetahui sesuatu bukan."
"Aku hanya bisa menebak-nebak saja sebenarnya, tapi seharusnya kau sudah mengetahui jawaban nya bukan?"
"Iya tapi aku hanya ingin memastikan nya saja tuan."
"Baiklah kalau begitu, hmmm kejadian ini bisa terjadi karena banyak hal, kejadian ini sangatlah rumit dan tidak semudah itu, bahkan ada kemungkinan yang sangat banyak untuk menerka kenapa kejadian sekarang bisa terjadi."
"Pertama yang pasti aku sedang di incar oleh seseorang, seseorang ini adalah musuhnya ayahku, musuhnya ayahku ada banyak bisa jadi ada di dalam keluarga ataupun orang luar, masih tidak di ketahui, yang pasti orang ini sangat cerdik, dia juga sepertinya membenciku, makanya aku di incar dan ingin di bunuh olehnya, mungkin orang itu merasa terancam dengan keberadaanku di masa depan nanti."
"Kedua kejadian ini bisa terjadi juga mungkin karena informasi tentangku sudah bocor, ya mau bagaimana pun juga sekarang aku sudah menjadi pemimpin dari seluruh Bandung, informasi tentang ku pasti sudah tersebar luas, itu tidak bisa di pungkiri, ada kemungkinan juga nanti orang tua ku akan mengetahuinya, dan aku tidak tau nanti reaksi mereka seperti apa ketika mengetahui akulah yang sekarang sedang memegang seluruh Bandung."
"Apa yang di katakan tuan semuanya masuk akal, terima kasih tuan."
"Dan tuan muda aku rasa orang tua tuan akan bersikap biasa saja."
__ADS_1
"Semoga saja."