
Kefa, Laura dan yang lainnya, masih berkumpul di sana.
"Tuan Kefa apa yang di katakan Oyama benar, lagi pula tuan Kefa pasti sudah memberitahu mereka bukan tentang resiko yang akan mereka alami jika mereka mengikuti tuan Kefa." Ujar Oktav.
"Iya aku sudah menyampaikan nya."
"Kalau begitu ini bukan salah tuan Kefa atau salah siapapun, ini karena sudah takdir saja tuan, memangnya jalan nya harus seperti ini, yang terpenting untuk sekarang, kita harus membantai keluarga Kobayasi." Ujar Defa.
Mereka semua pun menganggukan kepalanya.
"Aku juga berniat seperti itu, besok kita akan langsung menyerang keluarga Kobayasi." Ucap Kefa.
"Ya baik tuan." Ucap mereka semua dengan rasa kebencian, apapun yang terjadi mereka pasti akan membalas dendam.
Jika mereka tidak bisa melakukan itu, maka pastinya mereka akan terus merasa bersalah atas kematian mereka berlima.
Sebenarnya yang merasa bersalah bukan Kefa saja, tapi mereka para pemimpin 10 kursi penguasa juga merasa bersalah, atas kejadian kemarin, bagaimana pun juga karena mereka telat datang ke sana, nyawa dari Iwao, Saichi, dan Daichi harus terenggut.
Mereka semua pun di sini sedikit membahas rencana, tentang apa yang harus mereka lakukan.
Pada intinya di sini Kefa hanya meminta untuk urusan Satoshi, biarkan Kefa mengurusnya, Kefa ingin membunuh orang itu dengan tangan nya sendiri.
Mereka semua pun mengerti dengan permintaan Kefa itu, mereka juga mengobrol tentang hal lain.
Seperti bagaimana kabar mereka, apa yang terjadi di Indonesia, apa keluarga Kefa baik-baik saja atau tidak, banyak hal yang mereka obrolkan di tempat itu.
Namun satu yang pasti mereka sangat membenci keluarga Kobayasi.
***
"Edwart.."
"Ada apa Hiroki, aku sekarang sedang bersama istriku."
"Ah begitukah jadi kalian sedang bulan madu."
"Ya begitulah bisa di bilang."
"Hmm bagus kalau begitu, aku ingin memberikan informasi tentang Kefa."
"Sayang telpon dari siapa?"
"Hiroki."
"Apa dia ingin menyampaikan informasi tentang anak kita?" Tanya Rina yang terlihat sangat bersemangat.
"Giliran Kefa saja kau sangat bersemangat."
"Biarlah dia kan anak ku tersayang, kau speakerin telfon nya, aku ingin mendengar informasi tentang Kefa."
"Iya sebentar sabar."
"Edwart, Rina halo....."
__ADS_1
"Halo." Rina yang menyapa Hiroki.
"Waw suara wanita paling cantik memang sangat enak untuk di dengar."
"Ku laporkan kau pada istrimu." Ucap Edwart.
"Ah iya aku hanya bercanda saja, kenapa kau mudah sekali tersinggung Edwart."
"Sudahlah beritahu cepat informasinya."
"Kali ini informasinya sangat penting, ada kesedihan di dalamnya."
"Apa terjadi sesuatu pada anakku?"
"Iya anakmu berhasil membunuh 6 orang penting dari keluarga Kobayasi 5 orang dari generasi ketiga dan 1 orang dari generasi pertama yang mati adalah Kyuzuro, aku tidak pernah menyangka iblis itu bisa mati juga di tangan Kefa."
"Bukan nya itu berita bagus?" Tanya Rina.
"Yap ada berita bagus dan buruknya, bagusnya itu dan buruknya lima orang teman Kefa mati di bunuh oleh keluarga Kobayasi."
"A-apa bagaimana bisa itu terjadi?"
"Ceritanya sangat panjang........" Hiroki pun menceritakan tentang kejadian di lapangan.
Rina dan Edwart pun terlihat khawatir.
"Lalu bagaimana dengan Kefa apa dia baik-baik saja sekarang?"
"Aku sudah menelpon dia tadi sebelum pemakaman di mulai, aku turut berduka cita, dan ketika di telfon Kefa terlihat tidak baik-baik saja dia aga sedih bisa di bilang begitu."
"Tapi yah santai saja Kefa bukan dirimu Edwart, dia berhasil mengendalikan emosinya, dia tidak seperti mu yang langsung mengamuk dan mengajak bertarung semua kepala keluarga yang ada di Jepang."
"Kefa juga di keadaan dia yang terpuruk, dia dapat berpikir dengan hebat, aku juga sekarang mendengar kabar jika Eight Of Glory organisasi yang di buat oleh Kefa di Indonesia baru saja tiba di Jepang."
"Hah? Apa? Bagaimana bisa, aku adalah ayah dari Kefa, aku sangat yakin jika anak itu dalam keadaan terpuruk seperti itu, dia sama seperti ku, pastinya dan seharusnya dia akan pergi ke keluarga Kobayasi sendirian dan membalaskan dendam nya, tapi dia tidak melakukan nya itu adalah hal yang aneh."
"Kau memang ayah yang tidak berperikemanusiaan Edwart."
"Aku setuju dengan Hiroki."
"Sayang kenapa kau membela bajingan seperti dia."
"Ya mau bagaimana lagi apa yang dia katakan benar."
"Ups maaf." Hiroki yang mengejek Edwart.
"Jangan sampai aku datang ke Jepang dan membunuhmu Hiroki."
"Aku hanya bercanda kenapa kau selalu serius, ehem ehem ganti topik, tapi yang penting Kefa dapat mengendalikan emosinya, dia lebih hebat dari mu Edwart."
"Ya aku memang harus mengakuinya, anakku itu lebih hebat dariku, oh yah sepertinya yang memanggil Eight Of Glory, dan menghentikkan emosi Kefa adalah Laura."
"Hmm masuk akal juga."
__ADS_1
"Aku rasa kamu benar sayang, untung saja Laura ada di sana, kalau tidak kemungkinan Kefa akan bertindak gila." Ucap Rina.
"Iya kamu benar."
"Terima kasih atas informasinya, aku yakin anakku itu pasti akan baik-baik saja dia memiliki teman dan pacar yang baik." Ucap Edwart.
"Ya kau benar makanya aku tidak khawatir, oh yah Edwart tampaknya perang besar akan terjadi."
"Itu sudah pasti, perang ini merupakan perang balas dendam, tapi santai saja jika ada Eight Of Glory di sana maka sudah bisa di pastikan Kefa akan memenangkan perang balas dendam ini."
"Edwart kau sangat yakin pada mereka, memangnya mereka sekuat itu?"
"Ya mereka sangat kuat, mereka adalah generasi terburuk yang ada di Indonesia, maksud dari terburuk sendiri, mereka tidak patuh pada siapapun, mereka tidak menuruti perintah siapapun, mereka berjalan sendiri."
"Mereka tidak takut pada apapun, mereka adalah orang-orang yang mengerikan, pasukan ku saja bisa kalah, apalagi hanya keluarga Kobayasi saja, hal itu pasti sangat mudah bagi mereka."
Mendengar itu dari mulut Edwart Hiroki langsung terdiam terkejut dan menelan ludahnya.
"Aku tidak menyangka ternyata mereka semengerikan itu."
"Yah kau akan mengetahuinya setelah selesai perang, aku bertaruh 100 persen anakku itu akan menang melawan Kobayasi, sekalipun keluarga Kobayasi di bantu oleh keluarga besar lainnya."
"Oh yah untuk masalah keluarga besar lainnya, mereka tidak akan ikut campur dalam masalah ini, aku dapat menjamin nya."
"Masalah Kefa sudah di serahkan sepenuhnya pada Satoshi, dan kau tau sendiri bukan dia adalah pria yang sangat sombong, dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Kefa sendiri, dia tidak ingin keluarga besar lain nya ikut campur."
"Ya baguslah dengan begitu, mereka akan menang lebih mudah."
"Dan Edwart ada hal yang ingin aku katakan."
"Apa?"
"Jepang akan segera berubah."
Mendengar itu Rina dan Edwart pun tertawa dengan keras.
"Lakukanlah Hiroki."
"Tentu saja, kami semua akan melakukan nya." Telfon pun di tutup.
"Sayang anak kita memang sudah di takdirkan sebagai penguasa, dia tidak bisa menjadi orang biasa."
"Aku sudah mengatakan nya beberapa kali padamu, sekarang kau percaya kan."
"Iya." Jawab Edwart yang tersenyum senang.
"Sepertinya setelah perang Kobayasi dan Kefa, Jepang akan berubah drastis."
"Aku juga yakin seperti itu, Kefa sekarang sudah melangkah maju, jika terjadi sesuatu padanya apa kita harus turun tangan Edwart?"
"Ya tentu saja aku akan turun tangan langsung, jangankan aku ayah dan ibuku saja akan turun tangan langsung jika terjadi sesuatu pada cucu kesayangan mereka itu."
"Heem kamu benar."
__ADS_1