Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 31 Penguasa baru yang mengerikan


__ADS_3

Singkatnya pertarungan antara sekolah yang di wakilkan oleh satu orang akan segera di mulai, dan bagan sekarang sudah di bagikan melalui kertas dan juga melalui sebuah Tv disana.


Mereka semua pun melihat bagan nya, dan di sini Kefa akan melawan langsung peringkat ke 3 tahun lalu, yaitu Smp 1 Bandung yang sekarang masih di pimpin oleh Egra.


Orang tersebut sangatlah kuat bagi orang yang seumuran dengan Revan dan yang lainnya, tapi sayangnya Kefa bukanlah anak biasa pada umumnya.


Dia adalah seorang Raja yang sangat kuat di kehidupan lamanya.


Jadi bagi Kefa melawan anak kecil sangatlah mudah, dan tidak memerlukan persiapan apapun, Revan, Robert, Iso, Paskal, Defa.


Mereka berlima yang mengetahui bagaimana kengerian dari ilmu bela diri Kefa, mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan, Kefa akan melawan siapa.


Mereka berlima tau Siapapun lawan dari Kefa, mereka semua akan kalah dengan telak, dengan sangat mudah dan tidak berdaya sama sekali.


Itu semua karena Kefa memiliki kekuatan yang sama sekali tidak masuk akal, padahal dia masihlah seorang anak kecil yang berumur 13 tahun.


Tapi kekuatan dan kecerdasan nya benar-benar sudah di luar nalar.


Bima dan teman-teman Bima yang lainnya terus memperhatikan Kefa dan teman-teman nya.


Bima dan mereka terlihat keheranan karena Kefa dan teman-teman nya sama sekali tidak terlihat ketakutan atau merasa waspada, padahal orang yang akan Kefa lawan bukanlah orang biasa, dia merupakan orang dengan peringkat ke 3 paling kuat.


"Bima apa kau tidak ikut bertarung di awal-awal?" Tanya Kefa.


"Tidak Kefa, aku akan bertarung di akhir, ada sebuah peraturan disini, orang yang berada di peringkat pertama dan kedua tidak akan bertarung di awal, mereka akan bertarung di akhir."


"Jadi begitu yah."


"Iya jika peringkat pertama, dan kedua ikut bertarung di awal nanti akan terjadi yang namanya ketidakadilan."


"Aku tidak peduli juga pada hal seperti itu." Ujar Kefa.


Bima pun menghela nafas "Yap aku sudah menduga kau akan mengatakan hal seperti itu. Kefa apa kau tidak khawatir sedikit pun?"


"Tidak santai saja."


Bima pun mengehela nafas kembali "Kefa lawan mu kali ini tahun lalu dia berada di peringkat ketiga, dan dia sangat kuat, ada kemungkinan sekarang sudah berkembang jauh lebih kuat lagi, aku sarankan kau untuk berhati-hati."


"Iya terima kasih atas saran mu tenang saja Bima."


Tiba-tiba nama Kefa dan Egra pun di panggil, karena pertarungan mereka akan segera di laksanakan.

__ADS_1


"Aku pergi dulu." Ujar Kefa pada mereka semua sambil tersenyum, dan dia dengan santainya berjalan kearah Ring dan memasuki Ring.


"Apa kalian benar-benar temannya Kefa?"


"Iya Kenapa memangnya Bima?" Tanya Revan.


"Apa kalian tidak berniat menyoraki Kefa menyemangati Kefa, atau apa gitu?"


Defa dan yang lainnya pun menghela nafas "Itu tidak perlu, kau akan liat sendiri nanti." Ujar Defa.


"Bos Kefa sangat kuat Bima, dia dapat mengalahkan siapapun orang yang dia lawan, nanti juga kau akan melihatnya." Ujar Robert.


Kefa pun sekarang berada di Ring, begitu pula dengan Egra, Egra menatap Kefa dengan tatapan yang mengerikan, namun Kefa sama sekali tidak menanggapinya dan tersenyum.


Semua orang yang ada di sana yang sudah mengetahui siapa Egra, mereka semua memberikan dukungan pada Egra.


Mereka semua bersorak "Kalahkan dia Egra!!!!!!!!!!!!!!!"


Egra yang melihat dukungan nya yang sangat banyak tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka semua.


Wasit pun di sini bertanya pada Egra dan Kefa.


"Apa kalian berdua siap? Egra Kefa."


"Ya." Jawab mereka berdua.


"Ya." Jawab mereka berdua.


Egra menjawabnya dengan penuh semangat, sedangkan Kefa biasa saja.


Egra pun sangat kesal dengan tingkah laku Kefa seperti bocah yang sombong.


"APA KAU TIDAK MENGANGGAPKU SEBAGAI LAWAN MU?" Tanya Egra yang kesal.


"Tidak, wasit tolong cepat mulai." Ujar Kefa.


Egra pun terlihat sangat kesal dan ingin menghajar Kefa, namun wasit menahan nya karena pertarungan belum di mulai.


"Aku akan menghabisi mu pendatang baru! Jangan kau kira aku akan memberikan toleransi hanya karena kau adalah sudaranya Bima."


Kefa sama sekali tidak menjawab perkataan Egra dan hanya menghela nafas saja.

__ADS_1


"Wasit cepat mulai." Ujar Kefa karena dia ingin segera mengakhiri semua ini.


Wasit pun memberikan aba-aba Egra di sini bersiap dengan kuda-kuda ilmu boxing miliknya.


Sedangkan Kefa dia hanya berdiri polos dengan penuh celah.


Egra merasa di remehkan oleh Kefa, dia sangat kesal dan sangat marah, dia berjanji dalam hatinya akan menumbangkan Kefa dengan sekali serangan.


Wasit pun langsung memulai kan pertarungan tersebut.


Egra pun datang dengan sangat cepat dan ingin melakukan pukulan kedepan yang sangat kuat.


"Lambat." Ujar Kefa sambil menghindari serangan Egra dengan mudah, dia menundukan badan nya.


Kemudian setelah itu Kefa pun memukul perut Egra dengan sangat keras.


Sampai-sampai ia terhempas keluar Ring, dan Egra juga memuntahkan darah segar.


Egra pun di kalahkan dengan mudah oleh Kefa.


Kefa menyimpan kedua lengan nya di saku celananya, sambil menatap sekitaran dengan tatapan yang cukup dingin, sekarang di sana menjadi hening tidak bersuara, mereka semua tampak terkejut dengan kecepatan dan kekuatan yang di miliki oleh Kefa.


Mereka semua sama sekali tidak mengerti bagaimana Kefa bisa menyerang balik Egra, padahal serangan Egra sudah jelas-jelas sangat cepat dan sangat bertenaga, siapapun pasti akan sulit untuk menahan atau pun menghindari serangan Ezra.


"Wasit apa kau tidak ingin mengumumkan siapa pemenang nya?"


"Ma-maafkan saya." Wasit tersebut pun mengumumkan siapa pemenang dari pertandingan tadi.


Kefa pun keluar dari Ring, semua orang menyingkir di jalan Kefa, mereka semua sekarang ketakutan pada Kefa.


Mereka sekarang mengetahui seberapa mengerikan nya saudara Bima yaitu Kefa.


Semua orang yang tadi bersorak sangat meriah, tiba-tiba saja berhenti berbicara, ruangan tersebut benar-benar sangat hening dan hanya terdengar suara langkah kaki Kefa.


Yang terkejut bukan mereka saja, tapi Bima sekaligus para bawahan nya.


"Aku sudah bilang bukan Bima? Siapapun orang yang di lawan oleh Kefa mereka semua akan kalah." Ujar Revan.


"Hheeheh bos ku tidak akan pernah kalah dalam hal pertarungan." Robert dan yang lainnya pun memuji Kefa di depan Bima yang sedang terkejut.


Dan sedang berpikir secara mendalam.

__ADS_1


Kefa pun duduk di depan Bima yang masih terlihat terkejut dan tidak mempercayai dengan apa yang dia lihat tadi.


"Aku sudah bilang bukan santai saja tidak perlu mengkhawatirkan ku." Kefa sambil tersenyum pada Bima.


__ADS_2