
"Kefa bangun ini sudah sore, saatnya pulang sekolah." Ucap Tsukia.
Kefa pun terbangun, ia kemudian menguap "Apa kamu membangunkan ku dari tadi?"
"Iya tapi kamu tertidur pulas."
"Begitu yah aku memang suka tidur, dan aga sulit untuk di bangunkan."
"Tidak masalah kok."
"Kalau begitu ayo kita pulang, orang tua mu mungkin sudah menjemputmu."
"Iya."
Mereka berdua pun kemudian bergegas pergi dari ruang kesehatan menuju belakang sekolah, tempat biasa Tsukia di jemput orang tuanya.
Saat berada di lorong kelas, Kefa dan Tsukia di tatap oleh banyak orang, mereka menggosipkan Kefa, mereka juga seperti ketakutan kepada Kefa.
Tsukia di sini benar-benar kebingungan dan tidak mengerti kenapa mereka membicarakan Kefa.
"Kefa...."
"Sudah biarkan saja mereka jangan di dengar,"
"Ah iya baiklah."
Tsukia di sini merasa aneh dan dia ingin mengetahui kenapa semua orang di sana membicarakan Kefa. Tapi Kefa melarangnya, jadi Tsukia tidak akan mencari tau lebih dalam lagi. Karena mungkin saja hal tersebut sangat sensitif bagi Kefa.
Orang tua Tsukia pun melambaikan tangan pada Tsukia dengan perasaan senang.
Ibunya Tsukia bernama Lala, dia berasal dari Indonesia, dia merupakan ibu yang sangat cantik dan periang.
Mungkin Tsukia memang lebih mirip dengan ibunya itu ketimbang dengan ayahnya, yang terlihat dingin dan menakutkan.
"AYAH IBU!!!" Tsukia yang terlihat senang.
Seperti biasa saat melihat senyuman anak nya tersebut, mereka berdua juga ikut tersenyum dan merasa senang.
Mereka tidak pernah menyangka senyuman tulus dari anaknya tersebut akan kembali, Lala dan Akihiro mengetahui bahwa anaknya tersebut sedang jatuh cinta.
Itulah alasan kenapa Akihiro dan Lala selalu menggoda Kefa dan juga Tsukia. Bagi mereka menggoda mereka berdua seperti hiburan.
Saat Tsukia sudah berada di depan mereka berdua, mereka berdua tiba-tiba saja terdiam, mereka berdua terlihat sangat syok, mereka melihat badan Tsukia yang penuh dengan luka lebam.
"Tsukia......" Akihiro dan Lala yang terkejut.
__ADS_1
Tsukia pun menyadari hal tersebut.
"Ayah ibu aku baik-baik saja kok." Tsukia sambil tersenyum.
"APANYA YANG BAIK-BAIK TSUKIA KAMU KENAPA, KEFA JELASKAN SEMUANYA KENAPA TSUKIA BISA TERLUKA PARAH SEPERTI INI."
"Tsukia apa yang terjadi padamu nak? Ayo kita cepat pergi, kita kerumah sakit sekarang yah." Akihiro yang kepanikan karena merasa sangat khawatir.
"Tsukia sayang apa yang terjadi padamu, kenapa kamu bisa terluka parah seperti ini?" Tanya Lala yang sama kepanikan nya.
"Ayah ibu aku sudah bilang aku tidak apa-apa."
"Kefa apa yang terjadi pada Tsukia jelaskan." Ujar Akihiro yang menaikan nada suaranya.
"AYAH SUDAH AKU BILANG AKU TIDAK APA-APA. APA AYAH TIDAK MENDENGARKAN PERKATAAN KU!" Ucap Tsukia dengan nada yang tinggi, karena ayahnya tersebut seperti memarahi Kefa.
Lala dan Akihiro pun terkejut, karena baru pertama kali dalam hidup mereka, Tsukia marah seperti itu.
Mereka berdua pun tidak membahas lagi hal tersebut.
"Ayah kalau sampai ayah menyalahkan Kefa atas semua ini, maka aku tidak akan pernah memaafkan ayah, aku akan membenci ayah selamanya, jangan pernah menyalahkan Kefa." Tsukia yang marah pada ayahnya.
"I-iya ma-maafkan ayah, ayah berjanji tidak akan menyalahkan Kefa, maafkan ayah." Akihiro yang meminta maaf.
"Kefa maafkan paman, paman tadi terlalu khawatir pada Tsukia, jadi paman-"
"Uhmm bagaimana kalau kamu main lagi ke rumah Tsukia Kefa. Itung-itung ini sebagai permintaan maaf kami terhadap mu, karena tadi kami sudah aga memarahimu." Ucap Lala.
"Boleh bibi." Ucap Kefa.
Tsukia pun terlihat senang saat Kefa menyetujui hal tersebut.
Mereka pun sekarang berada di dalam mobil, suasana di sana sangat hening karena kejadian tadi, masing-masing dari mereka memikirkan masalah mereka.
Tsukia dia memikirkan tentang bagaimana nanti dia harus menyambut Kefa di rumahnya, dia ingin memperlakukan Kefa dengan sangat baik.
Lala, dan Akihiro mereka berdua memikirkan apa yang terjadi pada Tsukia, tapi setelah mereka melihat ekspresi Tsukia yang terlihat sangat senang dan malu-malu kucing.
Mereka tidak memikirkan nya lagi, karena sepertinya Tsukia memang baik-baik saja, tapi tetap saja di benak mereka berdua, mereka masih penasaran.
Lala, dan Akihiro nanti mereka berniat untuk bertanya pada Kefa.
Sedangkan Kefa dia sedang memikirkan rencana nya nanti jika terjadi sesuatu hal yang buruk, Kefa juga akan mengobrol dengan Lala, dan Akihiro membahas tentang Jepang.
***
__ADS_1
"Kefa setelah makan ini apa kamu bisa datang ke ruangan paman seperti biasa?"
"Tentu saja paman."
"Ayah aku peringatkan sekali lagi, jika ayah berani bermacam-macam dengan Kefa, ayah harus menghadapiku terlebih dahulu." Ucap Tsukia.
"Hhahhahaha tenang saja putriku yang cantik, aku tidak akan melakukan apapun pada Kefa."
"Baguslah."
"Putriku ternyata sangat menyayangi Kefa." Sahut Lala.
Mendengar itu Tsukia pun menahan malu.
"Ibu aaaaaaa......" Tsukia yang cemberut.
"Hhhahahahaha." Lala dan Akihiro yang tertawa karena melihat kelakukan putrinya.
***
Akihiro dan Kefa sekarang berada di ruang kerja Akihiro, seperti biasa di sana sangat tenang nyaman, adem dan di sana juga di sediakan minuman hangat dan cemilan, cocok untuk mengobrol panjang lebar.
"Langsung saja pada intinya Kefa, apa yang terjadi pada Tsukia."
"Sebelumnya aku harus minta maaf terlebih dahulu paman."
"Itu tidak perlu, apa kau ingin putriku denganku bertengkar hanya gara-gara dirimu merasa bersalah."
"Tentu saja tidak paman, baiklah kalau begitu aku akan menjelaskan nya langsung."
Kefa pun di sini menjelaskan semuanya, apa yang terjadi pada Tsukia, Kefa menjelaskan nya dari awal dari Tsukia yang sering terbuli oleh teman nya.
Akihiro pun yang mendengar hal tersebut sangat kesal dan sangat marah, namun ia mengatur emosinya, ia mendengarkan semua penjelasan Kefa yang cukup panjang.
Akihiro di sini mengepalkan lengannya, Kefa sendiri bisa tau bahwa Akihiro sekarang sangat kesal dan rasanya ia ingin menghukum para pembuli itu.
Kefa juga di sini menjelaskan bahwa dia sudah menghukum para pembuli itu dengan hukuman yang setimpal, Kefa menjelaskan apa yang dia lakukan pada pembuli itu.
Akihiro yang mendengarnya cukup merinding, karena ia tidak menyangka sama sekali Kefa akan melakukan itu, Akihiro tidak pernah berpikir bahwa Kefa ternyata bisa sangat sadis seperti itu.
Padahal dia masihlah remaja, dan melakukan hal tersebut bagi remaja biasa pastinya sangat sulit, tapi Kefa dia berbeda, Akihiro coba mewajarkan hal itu karena dia keturunan Deluxe.
Akihiro sendiri mengetahui bagaimana mengerikan nya keluarga Deluxe.
Karena keluarga Tatsumoto bekerja sama dengan keluarga Deluxe dalam masalah pekerjaan kotor maupun bersih.
__ADS_1
Akihiro sendiri sangat ketakutan terhadap keluarga Deluxe, ya mau bagaimana pun juga mereka termasuk keluarga internasional.
Istilahnya mereka keluarga Deluxe adalah keluarga yang dapat mengendalikan 1 negara, secara ekonomi kekuasaan atau apapun itu.