Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 73 Mengobrol dengan Akihiro


__ADS_3

"Kefa..." Ujar Akihiro sambil mengambil korek dan merokok.


"Ya paman."


"Jangan suka berbohong." Ujar Akihiro yang tiba-tiba, suasana di sana benar-benar terlihat sangat serius.


"Berbohong maksud paman?"


"Tidak perlu berpura-pura seperti itu, paman sudah mengetahuinya, kau adalah Kefa Deluxe bukan, aku sudah pernah melihat mu beberapa kali, dan mana mungkin aku bisa salah dalam menilai." Ujar Akihiro.


"Hah? Maksud paman apa, aku adalah Hitori Kefa."


"Haah (Menghela nafas) Di Jepang tepatnya di prefektur Nagano tidak ada orang yang memiliki nama keluarga Hitori, kecuali kau membuatnya sendiri."


"Sudah mengakulah, walaupun kau memiliki kartu tanda pengenal atau yang lainnya, tetap saja kau tidak akan bisa menipuku, aku yakin kau adalah Kefa Deluxe."


"Santai saja aku tidak akan melakukan apapun padamu, kau adalah teman anakku." Ujar Akihiro.


"Jika aku memang Kefa Deluxe apa yang ingin paman lakukan?"


"Tidak ada, aku tidak akan melakukan apapun, kami adalah keluarga kecil jika di bandingkan dengan Deluxe, mana mungkin kami mencari masalah dengan keluarga kalian."


"Begitukah, iya paman aku memang Kefa Deluxe."


"Yap aku sudah menduganya, kapan kau datang ke Jepang?"


"Baru paman sekitar 4 harian."


"Begitukah apa alasan kedatangan mu ke Jepang?" Tanya Akihiro dengan serius.


"Tidak ada alasan spesial ayahku dan ibuku hanya ingin aku bersekolah di Jepang dengan mandiri."


"Hmm entah kenapa aku tidak mempercayai hal itu, kau pasti memiliki tujuan lainnya, tapi sudahlah aku juga tidak terlalu ingin membahasnya."


"Putriku sepertinya belum menyadari kau adalah Kefa Deluxe."


"Ya begitulah paman, aku harap paman juga tidak memberitahunya."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Entahlah tidak ada alasan sebenarnya, aku hanya ingin di anggap sebagai Hitori Kefa saja."


"Ya itu terserahmu, aku hanya ingin mengetahui alasan kenapa kau mendekati putriku, aku juga pernah mendengar ceritamu waktu kecil dari putriku, kau pernah mengobrol dengan putriku di balkon ketika kalian kecil bukan?"


"Iya itu benar paman kami pernah bertemu ketika kecil di balkon kenapa memangnya?"


"Tidak hanya saja putriku waktu itu terlihat sangat senang, ya kurang lebih sama seperti sekarang, alasannya aku juga tidak tau, putriku yang ketiga itu sangat rumit, sifatnya sama sekali tidak bisa di tebak mood dia sering berubah-rubah juga tapi ketika dia bersama dengan mu dia terlihat sangat senang."


"Aku jadi penasaran apa kau menyantet putriku atau bagaimana."


"Paman bukankah kau terlalu kejam menuduhku seperti itu."


"Hanya bercanda." Ujar Akihiro dengan santainya.


Kefa sama sekali tidak mengerti jokes bapak-bapak. Kefa hanya dapat menatap datar Akihiro sambil memasang wajah keheranan.


"Jadi apa ada tujuan tertentu kau mendekati putriku?"


"Tidak ada paman, aku hanya ingin berada di sampingnya." Ujar Kefa.


Melihat wajah Kefa membuat Akihiro tau bahwa yang di katakan Kefa adalah sebuah ketulusan, bagaimana pun juga Akihiro adalah seorang pebisnis, dan dia sangat pintar sekali dalam ilmu psikologi jadi dia tau Kefa tulus atau tidak Kefa berbohong atau tidak. Hanya dari gerakan wajahnya saja.


"Penawaran?"


"Iya ini sangat menguntungkan bagimu dan juga bagiku, jadi pekerjaan yang sangat mudah untukmu, aku ingin kau tetap berada di sisi Tsukia, membantu Tsukia, menjaga Tsukia, menjadi teman Tsukia, mungkin pekerjaan ini seperti pengawal lagi, dan yah tentunya bagian menguntungkan nya bagimu, aku akan membayarmu bagaimana?"


"Tidak perlu paman, aku dengan senang hati dengan tulus, akan membantu Tsukia, menjaga Tsukia, menjadi teman Tsukia, tanpa bayaran sama sekali, apa paman pikir aku tidak memiliki uang."


"Hhahahahahah begitukah hahahaha aku lupa kalau kau adalah salah satu penerus keluarga Deluxe, tentu saja uang mu sangat banyak hahaha. Dan Kefa terima kasih karena telah membuat anak ku bahagia, tersenyum dan tertawa dengan lepas, itu semua berkat mu."


"Iya paman sama-sama."


"Kefa aku tidak tau bagaimana Tsukia di sekolahan selama ini, tapi ketika ku bertanya tentang hal itu dia selalu berkata bahwa dia baik-baik saja, aku tau dia sedang berbohong, hanya dari raut wajah yang dia tunjukkan saja aku tau bahwa dia sedang tidak baik-baik saja."


"Aku ingin mencari tau kenapa, tapi putriku seperti tidak memperbolehkan nya, sebagai ayahnya aku tidak ingin mengecewakan putriku, jadi selama ini aku membiarkan dia, dan mental dia semakin hancur, kemarin saja dia sakit parah dan di rawat di rumah sakit,"


"Dia benar-benar terlihat hancur fisik dan mental, aku sangat geram akan hal itu dan ingin tau bagaimana dia sekolah, rencana nya besok aku ingin menyeledikinya, tapi aku rasa hal itu tidak perlu lagi karena ada kau di sisi Tsukia."


"Dengan adanya dirimu, Tsukia dia menjadi wanita yang periang kembali, aku benar-benar sangat terharu akan hal itu, Kefa seterusnya aku mohon jaga anakku itu."

__ADS_1


"Iya paman tenang saja aku akan menjaga dia dengan baik."


"Bagus dengan begini aku bisa tenang sekarang, masalah putri ketiga ku sudah teratasi, aku yakin jika dia seperti ini terus dia akan sembuh dari penyakitnya."


"Mmmm.....Paman maaf sebelumnya tapi apa aku boleh tau penyakit apa yang di derita oleh Tsukia."


"Kefa maaf aku tidak bisa memberitahumu, alangkah baiknya kau bertanya langsung pada putriku, karena ini adalah hak dari putriku."


"Begitu yah tidak masalah kalau begitu paman, aku nanti akan bertanya padanya."


"Iya maafkan paman."


"Tidak masalah paman santai saja aku mengerti kok."


"Kefa suatu saat kalau kau membutuhkan bantuan dari keluarga Tatsumoto, bilang saja padaku aku pasti akan membantumu sebisa mungkin."


"Iya paman terima kasih sebelumnya."


"Hhahaha sama-sama seharusnya akulah yang berterima kasih."


"Oh yah 1 lagi Kefa, aku hampir saja lupa tentang hal ini, 5 hari lagi akan ada acara sebuah pesta ulang tahun anaknya teman ku, dan keluarga Tatsumoto semuanya harus hadir termasuk Tsukia."


"Acara itu sangat penting untuk membangun kerja sama dalam bisnis skala besar, jadi aku membutuhkan bantuan mu Kefa, untuk menjaga Tsukia dan menemani Tsukia di pesta itu, karena nanti di pesta tersebut orang tua dan anak akan di pisahkan beda ruangan."


"Aku takut anak ku akan di buli oleh anak-anak orang kaya itu." Akihiro yang tersenyum menyakitkan.


"Iya paman tenang saja, aku akan ikut ke pesta itu dan menjaga Tsukia dengan baik, tidak akan ada satu orang pun yang berani menyentuh dan membulinya."


"Kefa sekali lagi aku ucapkan terima kasih."


"Iya paman sama-sama santai saja."


Setelah itu Kefa pun berpamitan dan pergi, mereka berdua mengobrol cukup lama. Tsukia terlihat sangat khawatir sekarang, ia takut ayahnya bertanya yang tidak-tidak pada Kefa.


Bagaimana pun juga Kefa adalah teman Tsukia yang paling berharga, Tsukia tidak ingin Kefa pergi darinya.


Tsukia yang melihat Kefa, Tsukia langsung menghampirinya dan bertanya banyak hal, Kefa membalas pertanyaan Tsukia dengan senyuman tulus, dan mengatakan semuanya.


Intinya Kefa tidak ingin Tsukia terlalu khawatir karna semuanya baik-baik saja, Tsukia pun bernafas dengan lega.

__ADS_1


__ADS_2