Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 60 Kedatangan Despa dan Maria


__ADS_3

Kefa pun kembali ke rumah seperti biasa dia di sambut oleh banyak orang.


Dan ketika memasuki rumah Kefa di sambut langsung oleh orang tuanya, Edwart dan Rina tiba-tiba saja memeluk Kefa.


Mereka berdua matanya terlihat seperti sudah menangis, mereka memeluk Kefa dengan erat.


"Aku pulang ayah ibu." Ujar Kefa.


Kefa di sini mewajarkan jika mereka memeluk Kefa dengan erat seperti sekarang, mereka terlihat sangat khawatir mereka takut terjadi sesuatu pada Kefa.


Apalagi mendengar Kefa yang di kejar oleh 7 orang musuh, Kefa yakin bahwa orang tuanya sudah mengetahui semuanya, oleh karena itulah mereka sangat terharu ketika Kefa kembali dengan selamat tanpa luka sedikit pun.


"Iya nak selamat pulang, apa kamu baik-baik saja tidak terjadi masalah sedikit pun kan, apa ada sesuatu yang membuat mu terganggu atau ada yang aneh pada dirimu?"


"Tidak ibuku sayang, tidak perlu khawatir aku baik-baik saja seperti yang ibu lihat sendiri."


"Syukurlah." Ujar Rina.


"Kamu memang anak kebanggaan ayah, kamu memang hebat nak." Ujar Edwart yang memuji Kefa.


"Iya terima kasih ayah."


"Ibu ayah kalau begitu aku ingin mandi dan mengganti bajuku terlebih dahulu, baru nanti kita akan makan bersama oke."


"Iya cepat sana pergi, ayah dan ibu sudah lapar." Ujar Edwart.


Kefa pun pergi dari sana.


Edwart dan Rina pun menghela nafas lega.


"Mental anak kita benar-benar sangat kuat untung nya." Ujar Edwart.


"Iya benar jika anak biasa mungkin dia akan ketakutan atau apa, tapi untungnya Kefa tidak mengalami hal itu, untungnya dia masih normal dan tidak mengalami trauma sama sekali." Ujar Rina.


"Iya dan untungnya firasatku benar untuk mengirimkan pasukan ke sekolah Kefa."

__ADS_1


"Iya kalau tidak Defa mungkin akan kesulitan dalam melawan banyaknya musuh."


"Iya ada kemungkinan juga anak kita dan Defa akan celaka."


"Tapi untung semuanya teratasi aku bisa bernafas lega sekarang." Ujar Edwart.


"Iya sayang."


Mereka berdua sekarang sedang terduduk lemas.


"Sayang kapan kita akan mengusut masalah ini, dan mencari akar masalahnya, kita harus segera menyelesaikan nya, kita harus membunuh orang yang telah mengincar Kefa." Ujar Rina yang terlihat sangat kesal.


"Masalah ini akan segera di tangani dan orang yang telah mengincar Kefa sebentar lagi akan mati terbunuh, aku tidak akan pernah mengampuni orang itu."


"Beraninya dia menyentuh anak kesayanganku." Edwart yang sama kesalnya seperti Rina.


"Kita harus turun tangan dalam masalah ini, bagaimana pun juga masalah ini sangatlah rumit dan aku yakin masalah ini tidak akan begitu mudah untuk di pecahkan." Ujar Rina.


"Iya aku setuju denganmu, tapi yang penting untuk sekarang kita harus memperketat penjagaan pada Kefa, tapi jangan sampai kita juga melarang Kefa keluar dari rumah."


"Iya aku mengerti sayang, bagaimana pun juga Kefa masihlah anak biasa."


Edwart dan Rina akan mengusut tuntas masalah ini, yang pasti dalam waktu singkat mereka akan membunuh orang yang telah berani menyentuh anak mereka yang paling mereka sayangi.


Edwart dan Rina juga di sini membahas tentang kakek nenek nya Kefa, jika mereka mendengar hal ini mereka akan marah, dan ada kemungkinan seluruh keluarga Deluxe akan bertindak dalam hal ini.


Dan mereka juga sangat yakin bahwa kakek nenek Kefa sudah mendengar berita hal ini dan sebentar lagi mungkin mereka akan datang ke rumah Edwart dan Rina.


Mereka pastinya ingin mengetahui keadaan Kefa, karena Kefa adalah cucu emas alias cucu kesayangan mereka berdua, maka Edwart dan Rina yakin mereka berdua alias kakek nenek Kefa pasti akan datang ke rumah mereka.


Oleh karena itulah Rina dan Edwart menyuruh pembantu untuk menambah makanan dan akan menyambut kakek nenek Kefa dengan sangat baik.


Singkatnya prediksi dari Edwart dan Rina memang benar, kakek nenek Kefa datang ke rumah.


Dan mereka sekarang sedang makan bersama dengan Kefa, Kefa sangat akrab dengan kakek neneknya itu.

__ADS_1


Kakek neneknya selalu bertanya tentang Kefa, bahkan mereka selalu bertanya apa yang Kefa inginkan namun Kefa selalu bilang bahwa Kefa tidak menginginkan apapun untuk sekarang, mungkin suatu saat nanti.


Kakek dan nenek Kefa melihat Kefa seperti setengah anak kecil dan setengahnya lagi orang dewasa, kepribadian Kefa sangat membingungkan, namun satu hal yang pasti yang mereka ketahui, Kefa bukanlah anak biasa.


Singkatnya Kefa pun sekarang beristirahat di kamarnya dan sekarang hanya tersisa kakek nenek dan ayah ibu Kefa.


"Apa kalian berdua sudah menemukan siapa dalang penyerangan terhadap Kefa?" Tanya Despa yang seperti mengintrogasi Edwart dan Rina.


"Belum ayah."


"Haah (Menghela nafas) Kalian harus segera menemukan nya, kami tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kefa."


"Kalau perlu kalian kerahkan semua pasukan kalian untuk mencari tau dalang di balik penyerangan tadi jangan sampai kejadian tadi terjadi lagi." Ujar Maria


"Kami sangat khawatir dan sangat tegang ketika mendengar berita itu." Ujar Despa.


"Iya ayah ibu, kami juga sama, kami tidak akan membiarkan orang itu hidup." Ujar Rina.


"Iya bagus kalau bisa bunuh semuanya sampai ke akar-akarnya, jangan sisakan satupun hama." Ujar Maria.


"Iya baik ibu dengan senang hati kami akan melakukannya."


"Ingat jika kalian tidak bisa melakukan nya beritahu aku dan Maria saja, kami pasti akan membantu kalian." Ujar Despa dengan nada yang serius.


Yang membuat Edwart dan Rina terkejut, karena mereka tidak pernah menyangka bahwa Despa dan Maria akan turun tangan langsung untuk mengurusi masalah Kefa, itu artinya Kefa adalah orang yang sangat penting bagi mereka berdua.


"Intinya kami berdua ingin segera masalah ini terselesaikan, jika kalian berdua tidak bisa menyelesaikan nya, maka bilang pada kami, kami pasti bisa melakukan sesuatu."


"Iya baik ayah ibu kami tidak akan mengecewakan ayah dan ibu." Ujar Edwart dan Rina sambil menundukkan kepala mereka.


"Bagus kami tunggu kabarnya." Ujar Despa.


"Oh yah kalian berdua aku mendengar ada orang yang bernama Defa yang berhasil menyelamatkan Kefa, aku ingin kalian berdua menaikan jabatan dia dan memberikan dia hadiah yang spesial, karena telah menyelamatkan Kefa." Ujar Maria.


"Iya ibu kami sudah merencanakan hal itu, bukan Defa saja yang akan menerima hadiah tapi seluruh pasukan yang terlibat dalam penyelamatan Kefa akan kami berikan hadiah." Ujar Rina.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu." Maria dan Despa sambil menganggukan kepala mereka.


Mereka pun kemudian mengobrol tentang hal lain yang termasuk penting.


__ADS_2