Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 147 Hal yang tak terduga


__ADS_3

Kefa, Laura, Kenta, Isamu, dan pasukan yang lainnya, mereka sudah tiba di markas besar milik keluarga Hamada, mereka semua memberantas pasukan keluarga Hamada yang sangat banyak.


Di sini para pasukan Kefa masih belum ada yang tumbang, hanya ada beberapa orang saja yang menerima luka dikit.


Mereka semua mengingat perkataan dari Kefa tadi, perang asli sama dengan latihan mereka, dan ternyata apa yang di katakan Kefa memanglah benar.


Selagi mereka menerapkan apa yang telah mereka latih selama ini, mereka dapat dengan mudah membunuh para musuh yang ada.


Pasukan Kefa bukannya takut mereka justru merasa senang dan bersemangat.


Mereka semua sudah menghabisi ratusan pasukan dari keluarga Hamada.


Pasukan keluarga Hamada menang di jumlah, dari tadi pasukan keluarga Hamada terus berhamburan dan menyerbu mereka selama perjalanan, tapi menang jumlah bukan berarti menang perang.


Singkatnya Kefa, Kenta, Laura, Kazuki. Mereka sampai di halaman depan markas milik keluarga Hamada.


Mobil mereka di jaga oleh banyak pasukan, termasuk para petinggi di organisasi Kefa.


Kefa, Kenta, Laura, Kazuki. Mereka berempat pun keluar dari mobil dengan santai, padahal di sekitaran mereka perang senjata api sedang terjadi.


Kenta dan Kazuki mereka langsung maju kedepan begitupula dengan yang lainnya, mereka semua membunuh para pasukan keluarga Hamada yang ada.


Kefa dan Laura mereka tidak perlu melakukan apapun, mereka berdua hanya berjalan seperti orang biasa saja.


Mereka berdua di lindungi oleh para petinggi organisasi Kefa.


Para petinggi organisasi Kefa memiliki kekuatan dan keterampilan yang sangat mengerikan.


Mereka hanya menggunakan pistol saja dapat membunuh orang yang berjarak sangat jauh.


Mereka bisa melakukan itu karena proses latihan mereka yang tidak biasa, di tambah mereka juga mendapatkan beberapa trik dari Kefa secara langsung.


Jadi wajar saja jika mereka bisa melakukan apa yang tidak bisa di lakukan oleh orang biasa pada umumnya.


Mereka pun masuk ke dalam markas musuh dengan mudahnya, dan dengan mudahnya juga mereka semua menghabisi musuh yang ada di dalam markas.


Kefa dan Laura masih belum turun tangan mereka masih santai, setiap musuh yang ingin mengarah mereka.


Pastinya dengan sigap para pemilik 10 kursi, mereka langsung menghabisi musuh itu, entah di tembak ataupun di bunuh menggunakan ilmu bela diri mereka.


Mereka di sini di hadang dengan sebuah pilihan terdapat tiga jalan yang membuat mereka semua bingung harus kemana.


"Kita semua akan berpencar, kita harus bergerak cepat sebelum bantuan datang, jika bantuan mereka telah tiba, maka nanti akan jadi tambah merepotkan."


"Aku Laura, Kenta, Kazuki akan masuk ke jalan tengah itu." Ucap Kefa yang langsung pergi ke jalan sana.


Sedangkan yang lainnya mereka juga langsung berpencar.


Mereka semua tau tujuan mereka, tujuan mereka hanyalah satu yaitu membunuh Tatsuo pemimpin keluarga Hamada.


***


"Tuan izin melaporkan, keadaan sekarang semakin kacau tuan, sekarang para pasukan musuh sudah masuk ke markas kita, mereka telah menembus pertahanan kita semua dengan mudah tuan."


"SIALAN!!!!!!!" Tatsuo yang sangat dan membantingkan pot kaca hias di mejanya.


Sedangkan dua orang kepercayaan nya, mereka langsung termerenung despresi.


Mereka sudah tidak tau harus apalagi, pergerakan musuh sama sekali tidak dapat di hentikan, mereka dengan sangat cepat langsung menguasai bagian depan pertahanan mereka.


Mereka padahal berniat untuk memperlambat pergerakan musuh namun sayangnya hal itu tidak bisa di lakukan.


Tatsuo dan kedua orang itu sangat kesal terhadap pasukan nya yang tidak dapat bertahan lama di medan perang.


Padahal mereka rasa pasukan yang mereka miliki sudah di latih secara keras oleh mereka, tapi hasilnya mereka tetap kalah oleh pasukan Kefa yang isi nya para bocah Sma.


"BAGAIMANA KALIAN SEMUA BISA KALAH DENGAN MUDAH OLEH BOCAH-BOCAH SMA ITU!!!!!!!!!!!!"

__ADS_1


"T-tuan me-mereka semua bukan bocah biasa tuan, keterampilan mereka semua lebih hebat dari ka-kami semua tuan."


"BAGAIMANA BISA HAH?"


"Sa-saya juga tidak tau tuan."


Tatsuo pun sangat kesal dengan bawahan nya itu, ia langsung mengambil pistol dan membunuh bawahan nya itu.


"DASAR BAWAHAN TIDAK TAU DIRI!!!!!!"


"Tatsuo!!!!!!!!! Hentikan kepanikan mu itu, kepanikan mu tidak akan bisa menyelesaikan masalah!!"


Mendengar itu Tatsuo pun kembali duduk dan dia kembali menaruh lengannya di dahinya.


Tatsuo terlihat sangat pusing dan setres, hal itu wajar saja karena pada awalnya mereka sangat percaya diri dengan kekuatan tempur dari keluarga mereka yang sudah cukup hebat.


Mereka sangat percaya diri akan menang, apalagi ketika mereka mendengar jumlah pasukan yang menyerang mereka hanya berjumlah ratusan saja.


Sudah jelas mereka tambah percaya diri akan menang dalam perang kali ini, mereka merasa di atas angin.


Tapi sayangnya sekarang mereka terjatuh ke bawah karena sebuah kenyataan yang mengatakan bahwa pertahanan mereka telah di tembus.


Tatsuo dan kedua orang dan bahkan semua orang yang mendengar berita itu, mereka semua sangat terkejut.


Mereka keheranan dan kebingungan bagaimana bisa pertahanan kuat mereka di tembus begitu saja hanya dalam waktu yang singkat.


Mereka semua pun mengambil kesimpulan bahwa SEMUA ORANG YANG BERADA DI BAWAH PASUKAN KEFA, MEREKA SEMUA BUKANLAH MANUSIA.


Pasukan yang di miliki Kefa terlalu mengerikan.


Mereka semua sekarang sedang pusing memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya dan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


Ketika mereka bertiga kebingungan tiba-tiba saja datang seseorang ke ruangan mereka orang tersebut menyapa Tatuso dan mereka berdua.


Mereka bertiga pun terkejut dan mereka sama sekali tidak menyadari kedatangan orang tersebut.


"Siapa kau?" Tanya Tatsuo."


"Aku? Hmm entahlah coba kau tebak sendiri, yang pasti aku datang kemari ingin membantu mu sedikit." Ucap orang tersebut dengan suara yang berat.


Orang tersebut memiliki badan berukuran sedang dengan tinggi 175 cm. Dengan rambut yang panjang dan di kuncir.


Orang tersebut terlihat cukup tua mungkin umurnya sekitar 35 tahunan.


Dan orang tersebut membawa senjata berupa katana di pinggan nya.


Tatsuo dan dua orang bawahannya pun terdiam kebingungan, mereka juga tidak bisa melakukan apapun di hadapan orang tersebut.


Tatsuo dan mereka berdua bisa merasakan aura yang sangat berbahaya yang di pancarkan oleh orang tersebut bahkan sampai membuat Tatsuo dan bawahannya merinding ketakutan.


Tatsuo dan dua bawahan nya itu, mereka mencoba menebak-nebak siapa orang yang berada di hadapan mereka itu, mereka seperti pernah melihat orang tersebut di suatu tempat.


Mereka merasa tidak asing dengan orang yang ada di hadapan mereka.


Tatsuo yang mencoba mengingatnya dengan keras itu pun, akhirnya ia mengingat siapa orang yang berada di depan nya itu.


Tatsuo pun lansung berdiri dan bersujud pada orang itu, dua bawahan nya yang lain yang melihat Tatsuo seperti itu dengan segera mereka juga melakukan hal yang sama seperti Tatsuo.


Dua bawahannya itu kebingungan namun mereka tidak bertanya sama sekali.


"MAAFKAN ATAS KELANCANGAN YANG TELAH SAYA LAKUKAN TUAN FUJITORA AKASURA."


Mendengar nama itu dua bawahan Tatsuo pun mengerti alasan nya kenapa Tatsuo sampai bersujud pada orang itu.


Siapa yang tidak kenal dengan Fujitora Akasura.


Semua orang yang berada di keluarga besar, dan semua orang yang memiliki peran penting di Jepang, pasti mengetahui siapa itu Fujitora Akasura.

__ADS_1


Akasura merupakan generasi kedua dari keturunan keluarga besar Fujitora, Akasura merupakan orang yang sangat kuat, bahkan bisa di bilang Akasura termasuk ke dalam 25 orang terkuat yang ada di Jepang.


Tatsuo dan dua bawahan nya sama sekali tidak mengerti kenapa orang sepenting dia dan orang sekuat dia tiba-tiba ada di markasnya.


Hal tersebut sangat tidak masuk akal sama sekali.


Mereka ingin sekali bertanya, tapi mereka sama sekali tidak dapat melakukan nya, itu semua karena mereka bertiga takut di bunuh di tempat oleh Akasura.


"Hhahahaha kalian rupanya mengetahuiku juga bagus bagus hahaha."


"Kalian tidak perlu terkejut kenapa aku bisa berada di sini, kalian seharusnya sudah tau rumor tentangku bukan, dimana ada sesuatu yang menarik, di situ kalian akan menemukan keberadaanku."


"I-iya tuan."


"Hmm langsung saja pada intinya aku ke sini ingin sedikit membantu kalian untuk melawan Kefa."


"Aku sedikit tertarik dengan anak yang bernama Kefa itu, dia benar-benar orang yang sangat hebat, aku sudah mendengar semuanya tentang dia, kira-kira sekarang dia berada di belah mana, apa kau bisa memberitahu ku, aku ingin langsung kesana dan menghadapinya." Ucap Akasura.


Tatsuo dan dua bawahannya itu, ketika mendengar bahwa Akasura ingin membantu mereka, melawan Kefa.


Mereka merasa sangat senang, dan pikiran mereka langsung tertuju pada satu hal yaitu kemenangan berada di tangan mereka.


Namun di balik kesenangan mereka juga timbul sebuah pertanyaan di benak mereka, "SIAPA SEBENARNYA KEFA?"


Kenapa Kefa sampai di cari oleh orang yang sangat penting di Jepang, hal tersebut sangatlah aneh.


Namun mereka tidak ingin memikirkan itu lebih panjang lagi, dengan segera mereka pun memberikan informasi keberadaan Kefa berada di mana melalui cctv yang ada.


Fujitora Akasura pun lansung pergi ke tempat Kefa.


Tatsuo dan dua bawahan nya pun langsung terduduk lemas, mereka lansung bernafas dengan lega. Itu semua di sebabkan karena mereka ketika berdekatan dengan Akasura.


Mereka merasa sesak nafas, leher mereka seperti di cekik oleh sesuatu, mereka tidak dapat bernafas dengan tenang.


Aura yang di keluarkan oleh Akasura terlalu mengerikan.


Mereka masih tetap tidak percaya dan tidak pernah menyangka keburuntungan berada di tangan mereka. Keberuntungan mereka sama sekali tidak masuk akal.


Walaupun mereka sedang kebingungan, mereka bertiga merasa begitu senang dan sangat yakin akan kemenangan mereka, mereka sekarang masih berada di cctv ingin melihat pertarungan Kefa melawan Akasura.


Lebih tepatnya bisa di bilang mereka ingin melihat kekalahan dari KEFA.


Mereka bertiga sangat tidak sabar menyambut kemenangan mereka.


***


Kefa, Laura, Kenta, Kazuki. Mereka memasuki sebuah ruangan, seperti tempat kerja lagi dan di sana terdapat banyak hiasan, meja, kursi dan yang lainnya.


Ketika mereka maju kedepan sedikit, tiba-tiba saja 2 orang musuh dari depan yang sedang sembunyi di sebuah meja muncul, dan tiba-tiba juga muncul dua orang di sisi kanan-kiri.


Empat musuh itu mereka menggunakan senjata berupa pistol dan langsung menembak Kefa, Laura, Kenta, Kazuki.


Kenta, Kazuki. Mereka menghindari serangan dari dua musuh di depan mereka, dan langsung menembak mati dua musuh itu.


Sedangkan Kefa dan Laura mereka langsung mengeluarkan senjata mereka dan langsung menembak kearah peluru musuh.


Peluru musuh dan peluru Kefa Laura pun bertabrakan.


Kejadian tersebut membuat orang yang ada di sana terkejut termasuk musuh.


Kefa, dan Laura pun kemudian mereka dengan cepat juga menembak dua musuh itu kembali.


Dan dua musuh itu pun mati.


"Sayang sekali, jika kemampuan kalian hanya segini saja, kalian tidak akan pernah bisa membunuh kami." Ucap Laura.


"Apa itu benar?" Tanya seseorang yang tiba-tiba saja datang yang kedatangan nya sama sekali tidak di sadari oleh mereka semua kecauli Kefa.

__ADS_1


__ADS_2