Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 119 Kedatangan bantuan


__ADS_3

Izanagi, Tatsuhaka, Daisuke, Arata, Oyama, Daichi, dan pasukan yang sangat banyak yang mereka bawa, mereka semua sekarang sudah sampai di tempat base camp Sma Kaizo.


Mereka tercengang, dari jalan sampai menuju pintu masuk base camp Sma Kaizo, mereka melihat orang-orang yang terbaring penuh luka, entah itu pingsan ataupun sedang merangkak kesakitan.


Izanagi dan yang lainnya bisa mengetahui bahwa jumlah korban yang mereka lihat saat ini berjumlah sekitar ratusan orang sangat banyak.


Mereka semua menggelengkan kepala mereka, mereka semua sangat terkejut, mereka sangat takjub pada Kefa dan Isamu.


"Apa ketua dan wakil ketua kita itu seekor monster?" Tanya Arata.


"Di lihat dari segala arah, aku pikir mereka berdua bisa di bilang memang benar monster." Sahut Izanagi yang merinding tak bisa membayangkan bagaimana kengerian Isamu dan Kefa ketika menghabisi ratusan pasukan di sana.


"Apa kalian percaya jika Kefa dan Isamu bisa menghancurkan Sma Kaizo hanya berdua saja?" Tanya Daisuke.


"Aku tidak tau mungkin 50-50 maksudku, setengah percaya dan setengah lagi tidak." Ucap Tatsuhaka.


"Hmm menurut ku 2 monster itu bisa menghancurkan Sma Kaizo." Ucap Daichi.


Rata-rata yang lainnya juga di sini setuju dengan Daichi.


Mereka berjalan melangkahi banyaknya orang yang pingsan, mereka masuk ke dalam base camp, dan mereka sangat terkejut lagi ketika di dalam basecamp sana terdapat ratusan lagi orang yang pingsan dan merangkak kesakitan.


"Aku tarik kata-kata ku tadi, aku sangat yakin jika dua monster itu dapat menghancurkan Sma Kaizo." Ucap Tatsuhaka.


Sepanjang jalan mereka semua merinding ketakutan, mereka tidak pernah menyangka Kefa dan Isamu dapat mengalahkan ratusan orang dari Sma Kaizo.


Mereka berdua memang sangat cocok mendapatkan julukan sebagai monster dari Sma Tatsuno.


Izanagi dan yang lainnya di sini mereka bergegas dengan cepat menuju lantai berikutnya.


Mereka ingin segera membantu Kefa dan Isamu.


Di sisi lain Sma Kaizo para pemimpinnya sekarang sedang panik, mereka benar-benar sama sekali tidak habis pikir dengan Kefa, dan Isamu, mereka berhasil menghabisi setengah pasukan mereka yang sudah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun.


Kefa dan Isamu sekarang sedang menuju lantai tiga, mereka telah menghabisi orang-orang kuat yang berada di lantai dua.


Mereka berdua menghabisi semuanya dengan mudah, tidak kesusahan sama sekali, sekarang para pemimpin Sma Kaizo sedang merinding ketakutan, mereka tidak tau harus bagaimana lagi mereka menyingkirkan Kefa dan Isamu.


Padahal Kefa dan Isamu sudah di hadang oleh beberapa orang yang sangat kuat dari Sma Kaizo, di tambah mereka juga menggunakan senjata, tapi mereka sama sekali tidak dapat melukai Kefa dan Isamu.


Mereka berdua benar-benar seekor monster.


Di sisi lain juga mereka sekarang melihat Izanagi dan yang lainnya telah datang ke base camp mereka.


Akira dan yang lainnya pun sekarang putus harapan, mereka tidak akan menang dalam peperangan kali ini.


Walaupun mereka sudah mengetahui hasil akhirnya, tapi mereka di sini tidak ingin menyerah, bagaimana pun juga mereka akan mempertahankan harga diri dari Sma Kaizo.

__ADS_1


Mereka akan bertahan sampai mereka kalah dari Sma Tatsuno, mimpi buruk Sma Kaizo sekarang menjadi kenyataan.


Akira sang pemimpin terbaik di Sma Kaizo sekarang tidak tau harus apalagi, dan dia sama sekali tidak bisa berkutik.


Akira dan yang lainnya hanya akan menunggu Kefa, Isamu, Izanagi, Arata, Daichi, Daisuke, dan Tatsuhaka. Di lantai paling atas, dan mereka akan melakukan peperangan penghabisan.


Mereka akan menentukan siapa yang lebih kuat Sma Tatsuno atau Sma Kaizo.


Kefa dan Isamu pun sekarang di hadang oleh puluhan pasukan dari Sma Kaizo yang lebih kuat dari pada lantai 2.


Dan mereka semua yang ada di sana hampir menggunakan senjata, senjata mereka macam-macam ada pedang, kemudian tongkat, kemudian masih banyak lagi.


"Aku tidak menyangka ternyata Sma Kaizo sepengecut ini, bertarung menggunakan senjata, sangat konyol." Ucap Isamu sambil menghindari semua serangan dari musuh.


Walaupun Isamu berbadan besar, tapi Isamu sangat hebat dalam menghindari serangan musuh yang cepat.


Para pasukan Sma Kaizo pun sangat marah ketika mendengar ejekan dari Isamu.


Tapi seberapa kali pun mereka mencoba untuk melukai Kefa, dan Isamu, mereka tetap tidak dapat bisa melukai Isamu apalagi Kefa.


Pedang dan senjata yang lainnya ketika ingin melukai Kefa, Kefa berhasil menghindari bahkan menghancurkan senjata mereka menggunakan pukulan ataupun tendangan.


Bahkan pedang musuh saja sampai terbelah menjadi dua ketika terkena tendangan Kefa yang cukup kuat.


Mereka semua terheran-heran kenapa senjata mereka yang tajam tidak berpengaruh pada Kefa, maupun Isamu.


Ketika Kefa dan Isamu menghabisi para musuh dengan sadis, Izanagi dan yang lain nya datang.


Kefa dan Isamu yang mengenali kalau suara itu adalah suara Izanagi dan yang lainnya.


Mereka berdua pun menengok kebelakang.


Saat mereka berdua menengok kebelakang, dan Izanagi yang lainnya dapat melihat Kefa Isamu.


Mereka merinding ketakutan, mereka dapat melihat dengan jelas Kefa dan Isamu yang sekujur tubuhnya terdapat banyak darah, mata mereka berdua sangat tajam, seperti seorang pembunuh profesional.


Isamu dan Kefa terlihat sangat mengerikan, Izanagi dan yang lainnya, seperti melihat siluet seekor monster yang sangat besar yang terdapat dalam diri Kefa dan Isamu.


"KAMI SEMUA KE SINI INGIN MEMBANTU TUAN HAHAHA."


"TAMPAKNYA TUAN TERLIHAT SANGAT BAIK-BAIK SAJA, SEMUANYA HARI INI KITA AKAN MENGHABISI PARA BAJINGAN SMA KAIZO!!!!!!!!" Teriak para raja dari Sma Tatsuno.


Mereka terlihat sangat bersemangat.


"YA!!!!!!" Teriakan para pasukan Sma Tatsuno.


"SEMUANYA SERANG!!!!!!!!!!!!! HANCURKAN SEMUANYA!!!!"

__ADS_1


"AAAAAAAAAAA" Teriakan para pasukan Sma Tatsuno yang berlarian sambil membawa beberapa senjata yang mereka ambil di lantai 2.


"Maaf kami telat tuan Kefa, Tuan Isamu, sisanya serahkan saja pada kami, kalian berdua beristirahatlah." Ucap para Raja yang kemudian maju lagi dan menghabisi para musuh.


Kefa dan Isamu pun terdiam mereka berdua tersenyum. Mereka bardua di sini menghargai permintaan dari para Raja.


Mereka pun diam dan beristirahat.


"Tuan Kefa apa kau mau merokok." Isamu yang mengeluarkan korek dan langsung merokok di sana.


"Tidak terima kasih aku harus menjaga kondisiku, mungkin setelah umurku 18 tahun baru aku bisa merokok."


"Begitukah, tuan sangat hebat, bahkan tuan mengetahui tentang pelajaran anatomi tubuh manusia, dan salutnya aku pada tuan, tuan tidak tergoda dengan hal-hal seperti itu, seperti mabuk ataupun merokok"


"Ya mau bagaimana lagi, tujuanku menjadi orang yang terkuat di dunia, jadi hal itu bukan masalah."


"Begitukah, hahahaha aku yakin tuan dapat melakukan nya."


"Terima kasih atas dukungan nya Isamu."


"Sama-sama tuan, aku bersumpah akan terus mengikuti tuan dalam keadaan apapun, ngomong-ngomong tuan penyerangan kali ini lebih menarik dari yang aku bayangkan."


"Hhahah pemikiran mu sama denganku Isamu, aku juga berpikiran seperti itu."


Oyama tiba-tiba saja datang dan terengah-engah sambil membawa kantong sekolah.


Oyama pun di sini mendekat kearah Kefa dan Isamu.


Kefa dan Isamu pun cukup terkejut karena kedatangan Oyama, orang seperti dia biasanya tidak akan berani ikut hal seperti ini.


Itulah kenapa Kefa dan Isamu cukup terkejut, mereka juga di sini sangat yakin bahwa Oyamalah yang membuat semua ini bisa terjadi.


"Kerja bagus Oyama, terima kasih." Ucap Isamu.


Oyama yang mendapatkan terima kasih dia langsung tertegun, karena ini baru pertama kalinya ia mendapatkan ucapan seperti itu, Oyama terlihat sangat senang, karena akhirnya dia bisa berguna untuk seseorang.


"Oyama apa kau membawa minum?"


"Tentu saja Tuan Kefa." Ucap Oyama.


"Apa aku boleh meminta nya?"


"Tentu saja tuan ini." Oyama yang langsung memberikan minuman pada Kefa dan Isamu.


Kefa dan Isamu pun minum dan bersantai disana bersama Oyama.


Mereka juga sedikit mengobrol di dekat keributan yang sangat hebat.

__ADS_1


Walaupun seperti mereka terlihat tetap santai, karena para musuh tidak ada yang berani menghampiri mereka.


Mereka ketakutan pada Kefa dan Isamu.


__ADS_2