
Kefa pun bangkit dari duduknya dan dia berjalan keluar dari Ring. "Dia tidak mati dia masih hidup, aku hanya membiarkan dia sekarat saja, bawa dia segera ke ruang kesehatan." Ujar Kefa pada temannya Felix.
Beberapa temannya Felix yang sedang bertatapan dengan Kefa yang terlihat sangat dingin, mereka terlihat ketakutan, dan mereka tidak bisa menatap mata Kefa, mereka hanya menganggukan kepala dan menelan ludah sendiri.
Dengan segera mereka menggotong Felix ke ruang kesehatan.
Semua orang masih terdiam dengan pertandingan yang terjadi dan tidak percaya bahwa pertarungan tersebut berlangsung dengan cepat, dan kemenangan untuk Kefa.
Sekarang mereka semua mengerti seberapa mengerikan Kefa, Kefa tidak akan pernah pandang bulu pada siapapun, siapapun yang akan menjadi lawan dia, dia akan menghabisinya tanpa ampun.
Tapi apa yang di lakukan oleh Kefa sama halnya dengan sifat keluarganya.
Tidak ada yang berani membantah apa yang di lakukan Kefa salah, mereka semua mewajarkan hal itu, Felix pantas mendapatkan hal itu.
Justru mereka semua merasa, Felix masih di hukum ringan oleh Kefa.
***
"Yap inilah jika dia berani bermacam-macam dengan salah satu kandidat terkuat yang akan menjadi penerus keluarga Deluxe." Ujar Marisa.
"Aku sudah bilang bukan, Kefa akan baik-baik saja, dia adalah orang yang sangat kuat cerdas dan sangat hebat, walaupun umur dia baru menginjak 14 tahun, dan merupakan saudara termuda di antara yang lainnya, tapi dia adalah orang yang paling mengerikan, dan salah satu orang yang memiliki kedudukan tinggi di keluarga Deluxe."
"Dia dapat memerintahkan kakek nenek nya sendiri, sangat mengerikan bukan? Dia juga di takuti oleh sudara yang lainnya, dan juga di akui tentunya."
"Makanya aku bilang kau sangat beruntung di cintai oleh Kefa, percayalah pada kakak mu ini Kefa menyukai mu." Ujar Marisa sambil tersenyum.
Sedangkan Laura sendiri terdiam tidak dapat berkata-kata, ia masih syok dan terkejut, ia melihat Kefa seperti bukan Kefa biasanya, ia tidak pernah menyangka Kefa benar-benar sekuat itu.
"Iya kak aku rasa aku sangat beruntung, aku akan menjaga Kefa dengan baik." Laura sambil tersenyum.
***
"Bukan Felix yang lemah hanya saja Kefa yang terlalu kuat, itukah yang ingin kakak sampaikan padaku? Aku rasa tidak perlu di bilang pun aku mengerti, jangankan aku semua orang yang ada di sini juga pasti mengerti dengan apa yang ku katakan tadi" Ucap Angel.
"Iya benar kau lihat sendiri bukan dengan mata kepala mu sendiri."
"Iya kak dia sangat mengerikan, aku rasa kita tidak boleh menganggap remeh dia."
"Aku sudah bilang sejak awal, tapi perlu di ingat, kita harus membuat rencana jangka panjang, jangan melakukan seperti apa yang di lakukan oleh Felix, dan Reza mereka berdua terlalu ceroboh dan bodoh, mereka terlalu meremehkan Kefa karena mereka berpikir Kefa masihlah anak kecil."
__ADS_1
"Iya aku akan mendengarkan semua saran kakak."
"Ya baguslah, bagaimana pun juga keluarga Deluxe harus menjadi milik kita." Rico sambil memainkan gelas yang berisi minuman.
"Ya." Jawab Angel. Mereka berdua pun bersulang dan meminum, minuman mereka.
***
"Ya aku sudah menduganya Kefa yang akan menang." Ujar Bima.
"Aku juga sudah mengetahuinya, itu juga alasan kenapa aku akan memberikan kekuasaan ku pada Kefa, setelah acara ini aku akan bertemu dengan nya, dan mengobrol dengan nya, entah kenapa aku merinding dengan kekuatan yang dia tunjukkan."
"Hhhahaha aku pernah melawannya kak, dan rasanya benar-benar sangat mengerikan, tidak bisa bergerak beas dan merasakan benar-benar yang namanya ketakutan."
"Kau hebat berani melawan dia."
"Aku hanya penasaran saja, kau tau kan kak Kefa adalah orang yang selalu di utamakan oleh kakek nenek kita, jadi aku sangat penasaran apa dia sehebat itu sampai-sampai kakek nenek memperlakukan nya sangat spesial."
"Aku rasa Kefa memang layak mendapatkan perlakuan khusus." Ujar Egi.
"Kak apa menurutmu Felix akan di buang oleh Reza?"
"Seharusnya jika Reza pintar dia akan membuang Felix, lagi pula Felix sudah membangkan pada Reza, dia pasti akan di buang lihat saja."
"Ya mau bagaimana lagi, Reza sudah salah langkah dan salah memilih lawan sejak awal."
"Ya kakak benar juga, kalau sudah seperti ini, tidak akan ada orang yang berani sembarangan melawan Kefa, mereka pasti akan berpikir beratus-ratus kali."
"Aku setuju dengan mu."
***
Kefa pun berjalan menuju tempat Laura berada, semua orang menyingkir dari jalan Kefa, tidak ada yang berani menghentikan atau pun menghalangi jalan Kefa.
"Aku kembali, lihat tidak terjadi apa-apa padaku bukan?" Kefa yang tersenyum pada Laura.
"Bodoh, tetap saja aku khawatir, apa kamu baik-baik saja? Tidak ada yang terluka kan?" Laura yang tiba-tiba memeluk Kefa dengan tulus dan benar-benar merasa khawatir pada Kefa.
Kefa sempat bengong dan tidak dapat berbicara, ia kemudian membelas pelukan Laura.
__ADS_1
Kefa dapat dengan jelas mengetahui bahwa pelukan Laura benar-benar sangat tulus dan terasa hangat.
"Aku baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan."
***
"Reza" Ujar seseorang yang merupakan teman nya juga.
"Aku sudah menduganya tidak perlu terkejut seperti itu, kita akan membuang Felix, dia sudah bukan teman kita lagi."
"Tapi Re-"
"Apa kau juga ingin aku buang seperti dia, dia tidak mendengarkan apa yang aku katakan, aku sangat kesal padanya." Ujar Reza.
"Jadi tolong beritahu aku, apa dia tidak pantas untuk aku buang?"
Teman Reza pun tidak membalas perkataan Reza.
"Aku menganggap dia teman, tapi dia tidak menganggapku apa kau pikir hal itu tidak membuat ku sakit hati?"
Teman Reza pun terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Jika kau mengerti sekarang pergilah, dan jangan ganggu aku, aku sekarang sedang sangat kesal, lagi dan lagi aku dikalahkan oleh bocah itu." Reza sambil tersenyum yang membuat temannya itu ketakutan dan pergi dari sana.
"Sialan!!!!!!!!" Reza yang membantingkan minuman nya, sambil mengingat perkataan semua saudaranya.
"Kau tidak setara dengan Kefa, kau tidak bisa mengimbangi Kefa, Kefa jauh lebih hebat darimu, Kefa sama sekali tidak bisa kau lawan."
"SIALAN!!!!!! KEFA KEFA KEFA KEFA SELALU SAJA KEFA," Reza yang sangat kesal.
"Mereka semua hanya membicarakan tentang Kefa saja, cihhh aku jadi sangat kesal dan rasanya aku ingin membunuh anak itu"
***
Kejadian itu pun berlalu, dan sekarang Kefa dan saudara yang lainnya, melanjutkan pesta di ruangan sana tanpa ada masalah.
Banyak orang yang ingin berkenalan dengan Kefa, mereka ingin menjalin hubungan dengan Kefa, tapi Kefa sangat dingin dia seperti tidak menanggapi kebanyakan orang, dia hanya menanggapi beberapa orang saja.
Alasan nya tidak di ketahui sama sekali, tapi gara-gara sifatnya itu Kefa di benci banyak orang juga.
__ADS_1
Kefa sebenarnya mengetahui mana yang tulus mana yang tidak, itu ia dapatkan dari pengalaman di kehidupan masa lalunya, baginya pengalaman yang Kefa dapatkan di masa lalu, benar-benar sangat terpakai dan sangat berguna.
Sekarang ia dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah, tidak seperti dulu, ia menerima semuanya.