
Defa dan yang lainnya mereka sekarang sudah bertarung serius dan hanya dalam waktu sekajap saja mereka berenam telah berhasil membunuh Kyuzuro dan yang lainnya.
Izanagi dan yang lain nya yang menonton mereka hanya bisa merinding ketakutan, karena kekuatan dari Eight Of Glory terlalu mengerikan.
Mereka sekarang sedang melihat monster yang sangat kuat yang tidak lain adalah Defa dan yang lainnya.
Mereka memang mengakui kekuatan dari Eight Of Glory, tapi mereka tidak akan pernah menyerah untuk menjadi lebih kuat lagi.
Kenta, Izanagi dan yang lainnya bertekad untun menjadi orang yang lebih kuat lagi, mereka ingin menjadi bawahan Kefa yang terbaik.
Mereka juga di sini terlihat sangat senang, karena akhirnya balas dendam mereka telah terpenuhi.
Mereka pun sekarang pergi ke lantai bawah, mereka mencari Kefa dan Satoshi yang sedang bertarung.
Mereka setelah turun dari beberapa lantai mereka sama sekali tidak melihat Kefa dan Satoshi.
Mereka yang tadi sempat mendengar suara kaca pecah pun, baru menyadari kalau Kefa dan Satoshinya sepertinya terjatuh dari lantai 7 sampai ke bawah.
Mereka yang sangat khawatir pada Kefa pun langsung berlarian ke lantai paling bawah dan berharap Kefa baik-baik saja.
Dan alhasil mereka pun melihat kerumunan orang.
***
Seluruh pasukan Kefa, termasuk Iso mereka semua terdiam tidak dapat berbicara, mereka semua hanya bisa menelan ludah sendiri.
Kefa sekarang terlihat sangat mengerikan, mereka semua ingin berteriak kemenangan namun mereka seperti tidak kepikiran hal itu, padahal pemimpin dari keluarga Kobayasi yaitu Satoshi.
Telah di bunuh oleh Kefa.
Tidak ada satu orang pun di sana yang berani mengangkat bicara.
Namun tiba-tiba saja salah satu pasukan Kefa yang sedang mengontrol daerah pertahanan di depan.
Dia berteriak kalau para bantuan musuh telah tiba, dan jumlah mereka sangatlah banyak.
Kefa yang mendengar itu ia pun kemudian dengan tangan kanan nya, menjenguk rambut milik Satoshi.
"Terima kasih Iso." Kefa sambil menepuk pundak Iso menggunakan tangan kanan nya.
__ADS_1
"Sama-sama tuan Kefa." Iso yang sangat menghormati Kefa.
"KEFA!!!!!!!!" Teriak seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Laura.
Dia berteriak di luar kerumunan dia belum melihat Kefa.
Kefa tidak membalas teriakan Laura, ia dengan segera keluar dari kerumunan itu, para pasukan Kefa yang menyadari mereka telah menghalangi jalan, mereka langsung bubar dan pergi ke post mereka masing-masing.
Laura di sini melihat Kefa yang di penuhi dengan darah, ia sedikit kepanikan dan langsung menghampiri Kefa.
Begitu pula dengan yang lainnya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Laura.
"Aku baik-baik saja, aku berhasil membunuh Satoshi, aku ingin membawa mayatnya kedepan, para bantuan musuh sudah datang, aku ingin mereka melihat mayat dari pemimpin mereka sendiri." Ucap Kefa.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja."
Laura Kefa dan yang lainnya, mereka juga di penuhi dengan darah segar dari musuh, karena mereka juga menyiksa musuh mereka dengan cara yang sadis, itu semua karena mereka sangat membenci keluarga Kobayasi.
Mereka semua pun berjalan kedepan, dan Kefa dia berada di posisi paling depan sambil menggusur mayat Satoshi yang terlihat sangat mengerikan.
Para musuh saat melihat Kefa dan yang lainnya, mereka bersiap untuk melakukan tembakan, tapi mereka semua tidak dapat melakukan nya.
Di sini para musuh yang sangat banyak itu juga, sudah terkepung oleh para pasukan Kefa yang berada di dimana-mana.
Mereka pun seperti mati gerakan tidak bisa melakukan apapun.
Mereka semua pun bertanya-tanya apa keluarga Kobayasi telah kalah, apa Satoshi telah kalah.
Mereka semua bertanya, namun mereka tidak percaya jika sampai keluarga Kobayasi di kalahkan dan Satoshi terbunuh.
Mereka sendiri mengetahui seberapa kuat pemimpin keluarga Kobayasi itu.
Mereka yang tidak percaya akan hal itu mencoba untuk tenang di posisi mereka yang sudah di kepung.
Kefa di sini tanpa basa-basi lagi di melemparkan mayat Satoshi dari jauh.
Mayat Satoshi pun sekarang berada di hadapan mereka semua para musuh.
__ADS_1
Dan para musuh pun menyipitkan matanya, karena mereka semua sedang kebingungan dengan mayat yang di penuhi dengan darah itu yang ada di hadapan mereka semua.
Mereka semua pun mencoba untuk melihat lebih jelas lagi, mereka kebingungan kenapa para musuh melempar sebuah mayat.
"I-ITU A-ADALAH TUAN SATOSHI!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak salah seorang mereka yang terlihat sangat ketakutan.
"APA ITU TIDAK MUNGKIN KA-" Orang itu pun melihat dengan lebih jelas lagi dan dia pun menyadari kalau mayat yang ada di hadapan mereka itu Satoshi tuan mereka.
"TU-TUAN SA-SATOSHI TEE-TELAH MATI!!!!!!!! INI TIDAK MUNGKIN INI BERCANDA KAN!!!!" Mereka semua yang masih tidak ingin percaya jika tuan mereka telah mati.
Mereka semua berteriak dan merasa tidak percaya akan hal itu, mereka semua terlihat sangat terkejut.
Dan mereka semua karena telah melihat tuan mereka yang sudah mati, mental mereka jadi hancur dan mereka semua ketakutan, ketika menatap Kefa dan yang lainnya.
Mereka seperti merasa ingin kabur dari sana.
"Bunuh mereka semua jangan sampai ada yang tersisa." Ucap Kefa yang kemudian ia pergi dari sana.
"Dengan senang hati tuan." Ucap Defa dan yang lainnya yang langsung memberikan aba-aba pada pasukan mereka untuk menyerang.
Defa dan yang lainnya juga ikut menyerang kecuali Laura, seperti biasa dia selalu mengikuti Kefa kemana pun Kefa pergi.
Pembantaian pun terjadi di sana, suara teriakan suara pistol dan semua suara keluar di sana.
Para pasukan musuh sudah tidak berdaya, karena mereka sangat syok ketika mengetahui kalau tuan mereka yaitu Satoshi telah mati di tangan musuh.
Hanya dalam waktu singkat pun mereka semua telah membantai musuh dengan sangat keji.
Defa dan yang lainnya pun langsung menghadap kearah Kefa yang sekarang tengah duduk bersama dengan Laura.
Defa dan yang lainnya langsung menundukkan kepala mereka dengan hormat.
"Tuan kami telah menyelesaikan semuanya!"
"Kali ini kita memenangkan peperangan lagi tuan!" Ucap mereka semua dengan sangat semangat.
"Kerja bagus kalian semua adalah orang yang sangat hebat, aku bangga pada kalian semua, tembakkan kembang api kemenangan!" Ucap Kefa.
Oyama pun di sini menembakkan kembang api dan kemudian di atas terlihat dengan sangat jelas lambang dari organisasi The King yaitu sebuah mahkota yang sangat indah.
__ADS_1
Mereka semua pun berteriak dengan sangat meriah, karena mereka telah menyelesaikan peperangan yang cukup panjang dan melelahkan itu.
Mereka semua terlihat sangat senang, karena mereka telah berhasil membalaskan dendam atas kematian teman mereka.