
Semua orang masih keheranan bagaimana caranya Kefa bisa mengalahkan Egra, semua orang seperti tidak bisa melihat pergerakan dari Kefa, Kefa seperti seorang petinju kelas internasional.
Semua orang yang melihat pertarungan tadi dapat mengerti alasan kenapa Bima sangat sopan kepada Kefa, bahkan sampai menyebut Kefa sebagai saudaranya.
Mereka sekarang tau bahwa Kefa sama berbahayanya dengan Bima, dan mereka sekarang harus lebih berhati-hati jika bertemu dengan Kefa, untung saja mereka semua tidak ada yang mencari masalah dengan Kefa.
Jika ada maka habislah sudah mereka.
Sebagian orang ternyata ada yang mengetahui bagaimana caranya Kefa mengalahkan Egra.
Sekarang di sana pembicaraan nya hanya tentang mengenai Kefa sang pendatang baru yang mengerikan.
"Aku tidak menduganya sama sekali, Kefa ternyata kau lebih kuat dari yang aku bayangkan, hahahahah."
"Kenapa kau tertawa apa ada yang aneh?" Tanya Kefa.
"Tidak hanya saja ini semakin menarik, dan aku tidak menyangka sama sekali ternyata waktu itu teman nya Reza sama sekali tidak berbohong hahahaha, Kefa kau sangat hebat, kau sangat mengagumkan." Bima yang memuji Kefa.
Namun Kefa merasa aneh. Kefa merasa aneh karena Kefa sama sekali tidak dekat dengan semua saudaranya, dan Kefa selalu berpikiran bahwa semua saudaranya adalah bajingan yang ingin menyingkirkan Kefa.
Ya pada intinya Kefa selalu berpikiran buruk tentang semua saudaranya. Dan tiba-tiba saja ada saudara dia yang bernama Bima yang sangat baik padanya. Kefa jadi merasa aneh dan sedikit kebingungan dengan maksud Bima.
Walaupun Bima terlihat sangat baik, namun Kefa tidak ingin mempercayainya sama sekali.
"Yah begitulah." Ujar Kefa.
Tiba-tiba saja ada Lima orang yang masuk ke ruangan Kefa dan juga Bima.
"Apa yang ingin kau lakukan kenapa kau datang kemari?" Tanya Bima pada seseorang yang baru saja datang itu.
"Aku ingin menantang saudaramu itu yang bernama Kefa, aku sangat tertarik padanya, aku ingin melawannya Bima."
"Begitu yah, kalau begitu coba kau tanyakan saja pada saudaraku. Kefa bagaimana? Dia adalah temanku dia bernama Oscar, dia adalah orang yang menduduki peringkat kedua setelah ku, apa kau ingin melawan nya?"
"Ya aku rasa boleh saja, apa kita akan bertarung sekarang?" Kefa pun berdiri, ketika Kefa berdiri semua orang menjadi berhati-hati dan mengambil kuda-kuda bertarung.
Oscar pun tersenyum senang karena mendengar perkataan Kefa.
"Ya itulah yang aku inginkan."
Mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lain, atmosfer disana menjadi mengerikan, namun bagi Revan, Robert, Defa, Iso, Paskal. Hal itu sudah sangat biasa bagi mereka.
Mereka tidak takut pada siapapun lagi kecuali Kefa, itu semua karena mereka sudah di latih oleh Kefa, dan mereka juga sering bertanding melawan Kefa, mereka berlima sudah menjadi orang yang lebih kuat dari pada siapapun.
__ADS_1
Kefa dan Oscar pun sekarang berada di Ring, semua orang pun membicarakan tentang Oscar.
Mereka semua sekarang sedang kebingungan, dengan orang yang akan mereka dukung, alhasil ada sebagian yang mendukung Kefa, dan sebagian lagi mendukung Oscar.
Sebagian orang yang mendukung Oscar adalah orang yang tidak mengetahui kehebatan dari Kefa, sedangkan orang yang mendukung Kefa, adalah orang yang mengetahui betapa hebatnya Kefa.
Ia bisa mengalahkan Egra hanya dengan satu pukulan saja.
Semua orang pun bersorak pada Kefa, dan juga Oscar.
"Kefa sebelum pertandingan di mulai aku ingin kau berjanji 1 hal padaku." Ujar Oscar.
"Apa?"
"Bertarung lah dengan serius." Oscar dengan tatapan serius.
***
"Revan kau tau bukan siapa Oscar?"
"Ya tentu saja, dia adalah petarung yang gila bukan, dia selalu menantang siapapun yang lebih kuat dari dia, orang itu memiliki kekuatan yang sama sekali tidak masuk akal." Ujar Revan.
"Ya kau benar, lalu kenapa kau sama sekali tidak khawatir pada Kefa? Apa kalian ini benar temannya Kefa?" Tanya Bima.
"Bagaimana yah aku mengatakan nya, kekuatan Oscar memang gila, tapi Kefa sangat sulit untuk di ungkapkan, nanti kau akan lihat sendiri." Ujar Revan.
"Hheeh Bos Kefa adalah orang yang sangat kuat yang sama sekali tidak bisa kau bayangkan Bima, kau saudaranya Kefa bukan? Kenapa kau tidak mengetahui hal itu?" Robert yang membalikan fakta.
"Ya itu semua karena Kefa adalah orang yang sangat tertutup, di antara yang lain informasi dialah yang sangat sulit untuk di gali." Ujar Bima.
"Hmm begitukah sekarang kami mengerti kenapa kau menganggap remeh Kefa." Sahut Paskal.
"Aku tidak meremehkan Kefa."
"Kalau begitu kau meragukan nya?" Tanya Iso.
"Tidak juga aku hanya bertanya saja, jika apa yang kalian katakan benar, maka Kefa akan menang mudah dalam pertarungan kali ini." Ujar Bima.
"Pastinya." Ujar Defa.
***
Kefa pun tersenyum pada Oscar "Apa kau yakin?"
__ADS_1
"Tentu saja apa kau meremehkan ku apa kekuatan ku tidak cukup untuk melawan mu."
"Kalau aku boleh jujur jawabanku adalah iya."
"Kau tampak sangat sombong."
"Aku tidak sombong aku berkata jujur." Kefa pun menatap Oscar dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Kefa juga di sini mengeluarkan aura yang membuat Oscar ketakutan.
Oscar yang melihat itu ia tiba-tiba saja merinding ketakutan, keringat dingin keluar dari tubuhnya, seluruh badan dia bergemetar hebat.
"APA-APAAN ITU APA YANG TADI KU LIHAT, KE-KEFA D-DIA SEPERTI RAKSASA YANG SANGAT MENGERIKAN." Batin Oscar yang sekarang sedang ketakutan.
Oscar pun terjatuh ke tanah dan dia pun duduk termerenung lemas.
Semua orang pun terkejut akan hal itu, mereka semua pun tidak mengerti alasan mengapa Oscar tiba-tiba saja terjatuh dan dia terlihat seperti orang yang sakit.
"Aku sudah bilang bukan, jadi bagaimana?" Tanya Kefa.
"Apa kau ingin melanjutkan pertarungan dengan ku atau tidak?"
"D-DIA ADALAH MONSTER SESUNGGUHNYA, AKU TIDAK INGIN MELAWAN NYA AKU TIDAK INGIN MELAWAN NYA......." Oscar yang jantung nya berdetak dengan kencang.
Oscar di sini menjauh dari Kefa dan dia menggelengkan kepalanya.
Semua orang pun bertanya-tanya apa yang terjadi kepada Oscar, kenapa dia berperilaku seperti ketakutan seperti itu, padahal di awal-awal dia terlihat sangat berani pada Kefa.
Tapi kenapa sekarang dia sangat ketakutan kepada Kefa, apa yang sebenarnya terjadi.
"WASIT, WASIT, WASIT WASIT WASIT AKU MENYERAH AKU MENYERAH." Ujar Oscar yang ketakutan.
Mendengar pernyataan dari Oscar membuat semua orang di sana kembali terkejut dan bertanya-tanya kenapa Oscar menyerah,
Keributan pun terjadi di sana.
"AH yah baiklah pemenang nya adalah Kefa."
"Aku sudah memperingati mu dan kau mendengarkan nya dengan baik, aku suka pada mu." Ujar Kefa pada Oscar sambil mengelurkan tangan nya.
Oscar pun menarik nafas dalam-dalam dan mencoba untuk tetap tenang, dia pun kemudian menggenggam tangan Kefa.
Oscar sebenarnya masih ketakutan, namun dia tidak ingin citranya bertambah lebih buruk.
__ADS_1
Semua orang pun masih terkejut dan sangat tidak percaya dengan fenomena yang terjadi di atas ring sekarang.