Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 79 Mencari Hideki, Amaya, dan Isao


__ADS_3

Kefa pun menatap sekitaran, mereka semua sekarang terlihat ketakutan pada Kefa.


Mereka semua menggosipkan betapa kejam nya Kefa.


"Hal yang aku lakukan ini tidak seberapa dengan yang mereka lakukan pada Tsukia." Ujar Kefa.


Semua orang yang mendengar itu mereka tidak mengerti apa maksud Kefa, mereka juga tidak tau siapa itu Tsukia, mungkin hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya.


Kefa berjalan menuju tempat makanan dan minuman, semua orang di sana menyingkir dari jalan Kefa, itu semua karena mereka ketakutan.


Kefa ia membeli sejumlah makanan dan minuman untuk Tsukia.


Kefa sekarang masih sangat marah karena sebagian orang yang membuli Tsukia belum Kefa beri pelajaran.


Kefa berencana untuk kembali dulu ke tempat Tsukia, baru setelah itu Kefa akan mencari Hideki, Amaya, dan Isao. Kefa akan memberikan pelajaran yang setimpal pada mereka.


Kefa tidak akan melepaskan mereka.


Kefa pun sekarang sudah sampai di tempat Tsukia, seperti biasa Kefa memberikan makanan dan minuman kepada Tsukia.


"Kefa kamu selalu membelikanku banyak makanan dan minuman."


"Iya itu semua biar kamu cepat sembuh."


"Begitu yah jadi makanan juga berpengaruh pada kesehatan."


"Iya makanya makan yang banyak."


"Iya siap aku akan makan yang banyak, tapi ngomong-ngomong Kefa, aku harus mengganti rugi berapa untuk semua makanan ini."


"Dari kemarin-kemarin kamu selalu mentraktirtu, aku jadi merasa tidak enak padamu Kefa, rasanya aku selalu merepotkan mu dalam segala hal."


"Berapa kali aku harus bilang padamu, kamu tidak merepotkan ku sama sekali, kamu tidak perlu memikirkan ganti rugi atau apalah itu, yang terpenting sekarang kamu sehat dah begitu saja oke."


"Iya iya Kefa baiklah aku mengerti heheeh." Tsukia yang tersenyum tulus, entah kenapa Kefa sekarang merasa bahwa Tsukia lebih bahagia dari biasanya.


Dia terlihat seperti mendapatkan semangat baru, Kefa merasa senang karena sekarang Tsukia lebih terlihat bahagia.


"Kamu terlihat sangat bahagia, apa yang terjadi padamu?" Tanya Kefa.


"Biasanya aku juga bahagia, jika bersama mu." Gumam Tsukia pelan.


"Jadi begitu yah, baiklah aku akan tetap bersama mu." Ucap Kefa yang mendengar gumaman dari Tsukia.


Tsukia yang mendengar itu dari mulut Kefa, muka Tsukia langsung berubah menjadi sangat merah dan dia benar-benar sangat malu, Tsukia menutupi wajahnya menggunakan kedua lengan nya.

__ADS_1


Kefa yang melihat Tsukia seperti demam Kefa langsung memegang dahinya Tsukia.


"Kamu kenapa apa kamu baik-baik saja, tubuhmu kenapa panas apa kamu demam?" Tanya Kefa.


"Bukan begitu." Tsukia yang sangat malu yang kemudian tidur-tiduran dan menghadap kearah berlawanan.


"Kamu kenapa Tsukia?" Tanya Kefa yang kebingungan.


"Aku tidak apa-apa."


"Lain kali aku harus berhati-hati dalam berucap." Batin Tsukia


"Kefa pendengaran dia kenapa tajam sekali yah, aaaaaa aku jadi malu-malu seperti ini, tenang Tsukia tenanglah kenapa hatiku tidak mau tenang woy." Batin Tsukia.


"Uhm baiklah jika tidak apa-apa, Tsukia sepertinya aku harus pergi lagi, aku melupakan sesuatu."


"Iyaa Kefa berhati-hatilah."


"Ada apa dengan nya kenapa dia tidak menatapku, apa ada yang salah denganku? Hmm entahlah sekarang lebih baik aku pergi dan menghabisi Hideki, Amaya, dan Isao." Batin Kefa.


"Iya kalau begitu aku pergi dulu, beristirahatlah dengan baik."


"Iya terima kasih Kefa."


***


Mereka merpukan bawahan Izanagi, Kefa sendiri tidak tau siapa Izanagi itu, tapi Kefa bisa menebak bahwa orang itu sangat kuat, bahkan mungkin dia setara dengan Tatsuhaka dan juga Daisuke, atau bisa jadi dia lebih kuat.


Karena ada kemungkinan bahwa Izanagi adalah pemimpin dari kelas 12, dia adalah orang yang paling kuat di kelas 12, atau bisa jadi juga dia adalah orang yang memegang sekolah Tatsuno.


Banyak kemungkinan tentang Izanagi tapi Kefa tidak memperdulikan nya, baginya yang terpenting adalah memberikan hukuman pada Hideki, Amaya, dan Isao.


Jika Izanagi menghalangi jalan Kefa, Kefa akan menghajarnya tanpa pandang bulu dan tidak peduli pada apapun.


Kefa sekarang berada di belakang sekolah, namun tidak menemukan Hideki, Amaya, dan Isao. Kefa pun bertanya pada orang yang berada di sana, dimana Hideki, Amaya, dan Isao.


"Kenapa kau mencari mereka bertiga?" Tanya orang tersebut yang keheranan.


"Aku sedikit memiliki urusan dengan mereka."


"Hmm mungkin mereka sekarang ada di balkon sekolah di atas."


"Begitu yah terima kasih kalau begitu."


"Sama-sama oh yah berhati-hatilah culun, di atas sana ada kemungkinan ada banyak bawahan Izanagi."

__ADS_1


"Jika kau bermacam-macam disana kau bisa saja mati."


"Iya terima kasih peringatan nya, tenang saja kau tidak perlu khawatir."


"Aku sudah memperingatkan mu, sisanya terserah kau mau percaya atau tidak."


"Ya."


Kefa pun pergi dari sana dan menuju tempat yang di bilang oleh orang tersebut.


"Hey orang culun itu terlihat sangat aneh." Ucap teman sebelahnya


"Apanya yang aneh?"


"Ya aneh saja kenapa dia mencari 3 orang mengerikan itu."


"Kau benar juga ya, aku rasa culun itu mempunyai masalah dengan mereka bertiga."


"Iya aku rasa begitu, kalau begitu ayo kita ikuti si culun."


"Untuk apa?"


"Aku takut dia kenapa-napa setidaknya kita bisa membantu dia nanti, jika dia sampai di habisi oleh bawahan Izanagi."


"Haah (Menghela nafas) Apa tidak masalah jika kita ikut campur nantinya, apa kita juga tidak akan terkena imbas nya, aku lebih baik diam di sini saja, dari pada harus ikut campur, aku takut nanti di hajar juga oleh mereka."


"Kenapa kau berkata seperti itu Arata, ini seperti bukan dirimu saja, apa karena kau kalah sekali dengan Izanagi kau jadi ketakutan seperti ini."


"Bukan seperti itu hanya saja........Cih sialaannn haah (Menghela nafas) Kau benar kenapa aku jadi seperti ini yah, kenapa aku jadi takut begini, sialaan Daichi ayo kita pergi kita bantu si culun itu."


Daichi teman nya itu pun tersenyum.


"Nah ini Arata yang ku kenal hahaha ayo kita pergi hahahah kita habisi mereka semua, jika mereka tidak mendengarkan kita."


"Yap kita berdua saja sudah cukup untuk menghabisi mereka." Ujar Arata.


Mereka berdua pun pergi menyusul Kefa.


Kefa sekarang berada di depan pintu menuju balkon atau bisa di bilang atap sekolah, tempat dimana Hideki, Amaya, dan Isao berada.


Semoga saja apa yang di katakan orang tersebut benar, Kefa di sini tidak takut sama sekali jika ia sampai di hajar oleh banyak orang.


Kefa tidak memperdulikan hal itu, yang ia pedulikan hanya ada atau tidaknya Hideki, Amaya, dan Isao.


Bagi Kefa jika ia sampai di hajar oleh banyak orang, mudah bagi dia untuk mengalahkan mereka semua.

__ADS_1


Karena bagi Kefa menghadapi mereka sama seperti menghadapi semut.


Kefa sudah mengalami hal yang lebih mengerikan dari pada melawan semut seperti mereka.


__ADS_2