Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 163 Menjadi pengawal 3


__ADS_3

"Tampaknya ada musuh lagi." Ucap Laura.


Hokatsu pun kebingungan, sedangkan Kefa juga mengetahuinya.


"Jam 3 seorang wanita bermain handphone." Ucap Laura.


Hokatsu pun mengerti.


"Apa kali ini aku boleh mengurusnya?"


"Tentu saja, tapi aku sarankan kau membawa beberapa bawahan lain nya, tadi saja aku berhasil di jebak oleh mereka dan alhasil aku melawan 10 orang bersenjata di tambah mereka memiliki kemampuan yang cukup ahli."


"Begitu yah terima kasih sarannya tuan Kefa, aku akan membawa beberapa orang." Ucap Hokatsu sambil menggerakan lengan nya.


Bawahan Hokatsu pun mengerti kode gerakan lengan dari Hokatsu, mereka langsung mendekat kearah Hokatsu. Lebih tepatnya mereka mengikuti Hokatsu dari belakang.


Mereka pun pergi ke arah wanita yang di tuju oleh Laura, wanita itu pun yang melihat di dekati oleh Hokatsu dia langsung pergi dan berlari.


"Sayang kamu harus berhati-hati, keluarga Kobayasi mereka benar-benar gila, untuk mengincar 1 orang wanita mereka terlalu banyak mengirimkan pasukan."


"Iya kamu benar, sepertinya Kiara benar-benar menjadi target utama keluarga Kobayasi, tampaknya perusahaan dan harta Kiara sangat di inginkan oleh keluarga Kobayasi."


"Kalau tidak seperti itu, pastinya mereka tidak akan sampai berani mengirim pasukan yang jumlahnya cukup banyak ke sarang musuh." Ucap Kefa.


"Aku setuju dengan mu."


"Kefa, Laura lihatlah apa sepatu ini cocok dengan ku." Kiara yang tiba-tiba datang dan memperlihatkan sepatu.


"Hmm aku rasa sepatu ini sangat cocok untukmu coba nah." Ucap Laura.


"Wahh bukan kah ini sangat bagus untukku?"


"Iya sangat bagus." Jawab Kefa agar cepat selesai berbelanja.


"Iya sangat bagus tapi ada pilihan lain selain itu gak?" Laura yang memancing berbelanja lama lagi.


Kefa pun pasrah dan hanya bisa menghela nafas.


Sekarang ia mengerti kenapa Cd wanita bermacam-macam sedangkan Cd pria hanya 1 macam.


Wanita mengutamakan keindahan ketimbang fungsi, sedangkan pria sebaliknya, yang penting nyaman.


Laura dan Kiara pun kembali berbelanja dan memilih mana yang cocok untuk mereka.


"Hokatsu apa di sana sudah selesai?" Tanya Kefa lewat aerphone.


"Sebentar lagi, kami sekarang sedang berperang, benar apa kata tuan Kefa mereka menggunakan trik curang, mereka sekarang sedang mengepung kami."

__ADS_1


"Apa kau memerlukan bantuan ku?"


"Tidak tuan Kefa, kami sebentar lagi juga akan selesai."


"Baiklah."


Di sini Hokatsu kagum terhadap Kefa, ia masih tidak bisa membayangkan bagaimana Kefa berada di posisi yang sama seperti Hokatsu dan bawahan nya sekarang.


Tapi Kefa dapat menyelesaikan nya dengan cepat di tambah Kefa hanya sendirian tidak di bantu oleh siapapun, sedangkan mereka saja membutuhkan waktu yang cukup lama.


Hokatsu sangat kagum dengan kemampuan yang di miliki oleh pemimpin organisasi The King itu, ia penasaran dengan kekuatan Kefa.


Hokatsu ingin mengetahui seberapa kuat Kefa, apa dia bisa setara dengan para pemimpin keluarga besar.


"Kita harus menyelesaikan nya dengan cepat." Ucap Hokatsu.


"Baik tuan." Ucap para bawahan nya.


Laura dan Kiara mereka masih berbelanja.


Dan Kefa di sini di telpon oleh Arata.


"Bagaimana Arata?"


Di luar markas musuh Arata dan para bawahan nya sedang diam sambil bersantai.


Kefa yang mendengar suara ledakan itu ia tersenyum.


"Kerja bagus."


"Oh yah tuan Kefa, tampaknya markas mereka bukan 1 saja, di wilayah lain juga ada."


"Hmm jadi mereka menyusup dan membuat markas secara diam-diam yah, mereka cukup hebat juga."


"Iya tuan, sekarang apa yang harus kami lakukan?"


"Sudah jelas bukan." Kefa yang tersenyum penuh maksud.


"Hhahaha baik tuan Kefa dengan senang hati aku akan melaksanakan nya, aku akan menghubungi yang lain nya, hari ini juga mereka semua para penyusup itu akan mati terbunuh."


"Iya aku menunggu kabar baik dari kalian semua."


"Iya tuan tenang saja kami semua akan melakukan yang terbaik."


"Terima kasih."


"Sama-sama tuan hehehe." Arata yang aga tersipu malu karena mendapatkan kata terima kasih dari Kefa.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka 1 kena semua jadi kena, sepertinya pekerjaan ku jadi pengawal akan berakhir besok, jika semuanya lancar, dan jika Arata dan yang lainnya benar-benar menghabisi semua markas musuh yang ada di prefektur Nagano."


"Tapi aku rasa keluarga Kobayasi pastinya tidak akan begitu saja melepaskan Kiara, mereka pasti akan melakukan cara yang lainnya agar bisa membunuh Kiara, aku harus lebih berhati-hati." Batin Kefa yang sedang memikirkan rencana selanjutnya.


"Tapi setidaknya untuk kali ini rencana awal mereka hancur berantakan." Kefa yang tersenyum karena merasa senang.


Arata sekarang sedang menghubungi semua anggota pemilik sepuluh kursi penguasa.


Arata juga memberitahu mereka tentang perihal ada penyusup berkeliaran di wilayah mereka.


Arata juga memberitahu mereka semua tentang tugas yang diberikan padanya oleh Kefa.


Kefa menyuruh mereka semua untuk menghancurkan markas-markas musuh yang berasal dari keluarga Kobayasi, di wilayah mereka semua.


Tidak ada penolakan, tidak ada pertanyaan, mereka semua langsung bergegas pergi melakasanakan perintah dari Kefa.


Mereka akan menghancurkan markas musuh dengan sangat cepat.


***


Kefa, Kiara, Laura, Hokatsu mereka berempat akhirnya selesai berbelanja, Hokatsu dan Kefa mereka menarik nafas lega, karena akhirnya mereka selesai berbelanja.


Belanjanya Kiara, dan Laura memakan waktu berjam-jam hingga sampai larut malam, dan sekalinya mereka belanja menghabiskan banyak uang, di tambah mereka membeli banyak barang.


Tapi yah itu semua karena uang mereka berdua sangat banyak, mungkin mereka berdua bingung mau menghabiskan uang itu kemana, selain belanja.


Dan mungkin juga bagi mereka itu adalah self redward mereka, karena mereka telah melewati banyak rintangan untuk mendapatkan uang yang sangat banyak.


Mereka berempat di mobil mengobrol bercanda dan melakukan beberapa hal.


Terlihat Kiara yang tertawa sangat lepas tulus dan bahagia.


Entah kenapa Laura dan Kefa saat melihat Kiara yang ceria, mereka juga ikut ceria.


Mereka mengetahui kisah dari Kiara, mereka juga mengerti kisah dari Kiara.


Mungkin Kefa dan Laura memang tidak merasakan apa yang di rasakan oleh Kiara, tapi mereka berdua mengerti bagaimana rasa sakitnya.


Ketika mereka mengobrol tiba-tiba saja jalan pulang mereka menjadi sepi, padahal seharusnya di sana area yang cukup ramai.


Tapi anehnya di sana sekarang sangat sepi.


Kefa dan Laura yang mengerti situasi sekarang menyuruh Hokatsu untuk berbalik arah.


Mereka sekarang dalam bahaya yang sangat besar.


Hokatsu pun menganggukan kepalanya, dengan cepat ia memutar balikkan mobilnya, tapi sayangnya sepertinya hal itu sudah telat.

__ADS_1


Mereka semua sekarang tiba-tiba saja di kepung oleh beberapa mobil dari depan maupun belakang.


__ADS_2