
Tsukia dan Kefa sekarang tengah berada di apartemen Kefa.
Tsukia sendiri sudah menghubungi orang tuanya, Tsukia meminta izin untuk bersama dengan Kefa 1 apartemen.
Orang tuanya sendiri awalnya tidak setuju, namun karena Tsukia sangat cerdas ia membuat banyak alasan sehingga orang tuanya Tsukia mengizinkan Tsukia, untuk tinggal bersama dengan Kefa.
Kefa di hubungi langsung oleh orang tua Tsukia, mereka tentunya menitipkan anaknya itu.
Kefa kebingungan bagaimana caranya Tsukia bisa membujuk keluarganya.
"Haah Laura dan Tsukia sekarang sifatnya hampir sama, tapi aku rasa masih terdapat perbedaan di antara mereka, aku juga merasa nyaman ketika berada di dekat mereka berdua."
"Mereka berdua memiliki sifat yang keras kepala, apalagi kalau masalah masalah seperti sekarang, sepertinya aku tidak dapat membujuk Tsukia, aku memang harus tinggal bersama dengan nya, tapi aku rasa ini hal yang bagus, karena aku bisa memperlakukan mereka berdua dengan adil."
"Mereka berdua seperti cahaya bagiku, entah kenapa aku merasa seperti itu, jika berada di dekat mereka rasanya aku sangat senang, dan hariku seperti cerah, ini sama seperti yang aku rasakan di masa lalu ku ketika aku menjadi raja dan menyukai seseorang."
"Hanya melihat wajahnya saja aku bisa menjadi tenang dan merasa senang."
"Mungkin ini yang di namakan jatuh cinta, entahlah aku tidak tau juga......"
Kefa tersenyum dengan tulus dan ia kemudian mengelus rambut Tsukia yang panjang dan sangat lembut itu.
Tsukia terkejut karena Kefa tiba-tiba seperti itu, namun Tsukia merasa nyaman dan ia sedikit salting.
Mereka berdua tengah duduk di sofa dan tengah bermesraan.
"Apa sekarang kamu bisa menjelaskan semuanya? Dan tolong jangan ada yang di tutup-tutupi."
"Iya sesuai ucapan ku, aku akan menjelaskan semuanya."
"Tanpa ada yang di tutup-tutupi janji?"
"Tapi aku takut kamu akan marah."
"Tentu saja, itu semua karena aku mencintaimu, tapi aku akan berusaha untuk menahan emosiku."
"Baiklah jika seperti itu, aku rasa kamu marah pun tak masalah, aku mewajarkan hal itu." Kefa yang tersenyum.
Kefa pun mulai menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, dari mulai perginya Tsukia dan datang nya Laura.
Sampai ke pertemuan dengan Akazaya. Cerita Kefa sangat panjang dan memakan waktu yang banyak.
Tsukia tidak memotong sama sekali cerita Kefa, Tsukia menikmati cerita Kefa.
Walaupun ada beberapa hal yang membuat Tsukia sangat marah dan kesal karena cemburu terhadap Laura.
Tapi Tsukia juga di satu sisi mengerti Laura dan Kefa lebih tau satu sama lain ketimbang dirinya.
Laura bisa di bilang wanita yang sangat sempurna untuk Kefa.
Tapi jujur saja hati Tsukia tidak menerima hal itu, masalahnya ia juga mencintai Kefa, ia tidak menyerah ia tidak ingin menyerahkan Kefa pada Laura.
Dan itulah yang membuat Tsukia bertahan mendengar semua cerita Kefa.
Tsukia iri tentu saja, tapi dia juga berjanji akan membuat iri Laura suatu saat nanti.
Tsukia tidak ingin kalah dari Laura, ia juga akan membuktikan bahwa dirinya juga pantas untuk menjadi istri Kefa.
Tsukia juga ketika mendengar semua cerita Kefa, ia sedih karena beberapa hal seperti kehilangan teman dan yang lainnya, tapi untungnya ketika waktu itu ada Laura di samping Kefa.
Tsukia juga berterima kasih pada Laura, karena dia sudah berjasa sangat banyak untuk Kefa, dia ada ketika Kefa terpuruk.
Setelah menceritakan semuanya Tsukia langsung memeluk Kefa kembali dengan sangat erat.
Terlihat air mata jatuh di wajah Tsukia.
__ADS_1
"Maafkan aku, kamu pasti kesulitan, tapi untungnya ada Laura, walaupun aku membencinya, tapi untuk masalah ini sepertinya aku juga menyukai dia, dia wanita yang hebat, sepertinya saingan ku sangat berat." Ucap Tsukia.
"Apa kamu menangis?" Tanya Kefa.
"Sedikit, aku menangis hanya karena aku merasa tidak berguna untuk mu, dan aku tidak ada di saat kamu sedang kesulitan, maafkan aku."
"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku juga tidak ada di saat kamu kesulitan di cina, kita sama bukan?"
"Sudah jangan menangis, jangan merasa tidak berguna, aku bisa kuat seperti sekarang juga berkatmu." Kefa sambil mengelus rambut Tsukia.
Tsukia hanya menganggukan kepalanya dan memeluk Kefa lebih erat, seperti tidak ingin kehilangan Kefa.
"Kamu tau sejujurnya aku sangat iri kepada Laura."
"Tidak perlu seperti itu, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan."
"Iya aku tau maafkan aku, hey Kefa apa aku masih memiliki kesempatan?"
"Kesempatan selalu datang pada orang yang selalu berusaha." Jawab Kefa.
Mendengar itu Tsukia merasa sangat senang dan ia kemudian tersenyum.
"Aku akan melakukan yang terbaik."
"Ya aku yakin kamu bisa melakukan nya." Ucap Kefa.
"Maaf Laura tapi sampai sekarang rasanya aku tidak ingin menyerah, bahkan setelah mendengar semuanya dari Kefa, rasanya aku masih memiliki kesempatan dan aku akan berjuang mati-matian." Batin Tsukia yang sangat bersemangat.
Tsukia sekarang mengenal yang namanya kamus tidak akan pernah menyerah. Dan ia akan melakukan yang terbaik dengan versinya sendiri.
Walaupun ia tidak tau bagaimana nanti hasilnya.
"Sekarang giliranmu ceritakan semuanya selama kamu di cina."
"Hhahaha iya baiklah aku akan melakukan nya." Tsukia yang tertawa kecil dan tersenyum sangat manis.
"Iya maaf."
"Iya aku sudah memaafkan nya santai saja, oh yah nanti bawa aku ke makam teman mu itu, aku ingin mengucapkan beberapa kata untuk mereka."
"Iya tentu saja."
"Jadi sayang apa kamu sudah siap mendengarkan cerita keren ku?"
"Siap." Jawab Kefa dengan semangat.
"Baiklah kalau begitu kita tidur terlebih dahulu, sekarang sudah malam, ceritanya lanjut besok."
"HAH? A-APA? Bukannya kamu curang."
"Nyenyenye aku mengantuk hari ini aku sangat lelah, kupingku kepanasan mendengar Laura, Laura, Laura."
"Ya kan kata kamu jangan ada yang di tutup-tutupi."
"Nyenyenye aku ngantuk."
"Cih curang."
"Apa curang bukannya kamu yang curang yang selingkuh dengan Laura."
Kefa pun terdiam tidak bisa menjawab.
"Ya aku rasa lebih baik besok saja heheeh baiklah kita tidur." Kefa yang tidak ingin memperpanjang perdebatan.
"Nah begitu dong heheeh, ayo kita ke kamar." Tsukia yang menarik lengan Kefa.
__ADS_1
"Tsukia tunggu tunggu......"
Mereka pun sekarang berada di kamar.
"Apa kamu yakin kita akan tidur bersama?"
"Aku sangat yakin, tidak ada keraguan dalam diriku."
"Baiklah tap-"
"Apa kau tidak mau?"
"Bukannya begitu, kamu tau akan aku pria, bisa saja aku khilaf dan-"
"Tidak masalah bukannya itu bagus untukku."
"Tapi ah sudahlah." Kefa yang lansung tidur di kasur.
"Nah begitu dong." Tsukia yang langsung berbaring di kasur juga, mereka berdua pun saling tatapan satu sama lain.
"Apa kamu tidak tertarik pada tubuhku Kefa."
"Kamu bertanya hal yang sangat bodoh Tsukia, sudah jelas dan pasti aku sangat tertarik, tapi kamu tau aku tidak bisa melakukan nya."
"Kenapa apa karena Laura?"
"Bukan itu, Laura saja belum pernah aku sentuh."
"Lalu karena apa?"
"Sulit untuk aku katakan, tapi terdapat banyak alasan, yang pasti aku hanya ingin berfokusan pada tujuan ku terlebih dahulu."
"Begitu yah."
"Yah aku rasa tidak masalah, suatu saat juga nanti kamu minta sendiri." Tsukia yang tersenyum.
Sebenarnya dia sangat malu untuk mengatakan hal-hal seperti itu, tapi jika dia tidak melakukan nya, maka tidak ada kemajuan dalam dirinya.
Tsukia dan Laura memang seperti jual murah kepada Kefa, tapi itu hanya kepada Kefa, wanita jika sudah mencintai seseorang.
Maka wanita itu bisa melakukan apapun, meskipun orang-orang berkata bahwa apa yang di lakukan wanita itu sangat bodoh.
Tapi yang namanya cinta memang begitu.
Cinta bisa merubah seseorang.
Kefa tidak membalas perkataan Tsukia, ia tiba-tiba saja tidur lebih tepatnya berpura-pura tidur duluan.
Tsukia memegang pipi Kefa dengan lembut.
"Pangeranku sangat lucu, baru saja nempel di kasur sudah tertidur lagi, tapi tidak apa mungkin pangeran satu ku ini sedang kelelahan."
Tsukia tiba-tiba mencium kening Kefa.
"Terima kasih untuk hari ini, hari ini sangat menyenangkan, ketika bersama mu semuanya terasa berubah entah kenapa hidupku lebih terasa berwarna-warni."
"Terima kasih karena sudah datang kedalam hidupku, kamu mengajari ku banyak hal."
"Aku sangat mencintaimu dan aku sama sekali tidak ingin kehilangan mu, aku akan melakukan apapun."
"Selamat tidur pangeran ku." Laura pun ikut tertidur.
Kefa yang masih terbangun itu jantungnya berdetak dengan keras, Kefa tidak tau alasan kenapa jantungnya bisa berdebar.
"Selamat tidur juga Tsukia, dan aku juga berterima kasih atas semuanya."
__ADS_1
Kefa pun kemudian tertidur dengan pulas.
Kefa kuat iman ges kek authornya woawakkakwak Author ga mau cepet cepet bobolin anak orang, ingat pria itu sekalinya melakukan sesuatu, dia harus bertanggung jawab, jangan mentang-mentang enak di gas, eh ntarnya ngilang kan kasian ***, apa nanti ga kena karma, sekian terima kasih like vote ye bay bay.