
Tsukia dia mengepal tangan nya dengan erat.
"Aku sudah melangkah sejauh ini, tidak ada jalan kembali, aku tidak akan menyerahkan Kefa pada siapapun, apa dia pikir aku akan menyerah begitu saja."
"Apa dia pikir rasa cintaku kepada Kefa hanya sebatas itu saja, liat saja nanti di akhir akulah yang pasti akan menang."
"Tsukia saingan mu sangat berat." Ucap Haruki.
"Kenapa kau berkata seperti itu, apa kau mendukung dia?" Tanya Tsukia yang sedang sensitif.
"Tidak tidak aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin kau tau saja, bahwa saingan mu bukan orang biasa, dia adalah Laura Riberia."
"Kemungkinan dia adalah orang yang cukup penting di keluarga Riberia, keluarga Riberia sendiri merupakan keluarga internasional yang cukup mengerikan."
"Kak Haruki, kakak perlu tau bahwa aku tidak peduli dia berasal dari mana, keluarga dia apa, atau apapun tentang dia, yang pasti aku tidak ingin kalah, apapun yang terjadi pada akhirnya aku yang akan menang." Ucap Tsukia yang kemudian pergi dari sana.
"Eh Tsukia tunggu aku......" Haruki yang di tinggalkan.
Tsukia, dan Laura mereka berdua sama sekali tidak ingin mengalah, mereka dari awal memang sudah memutuskan untuk mencintai Kefa, dan cinta mereka berdua terhadap Kefa sangat dalam.
Jadi apapun yang terjadi kedepan nya nanti, mereka pasti akan berusaha sangat keras untuk mendapatkan hati Kefa.
Tidak peduli jika suatu saat mereka sampai membunuh satu sama lain.
"Hey Kefa adikku, kau sekarang dalam masalah besar lohh.....Haah." Haruki yang menghela nafas panjang dalam hatinya.
"Kau benar-benar pria yang sangat mengerikan, kau di cintai oleh dua wanita yang sangat luar biasa, dan rasa cinta mereka tidaklah biasa, sepertinya Laura maupun Tsukia, akan melakukan apapun untuk mendapatkan hatimu, hey adikku, kenapa kau sangat beruntung." Batin Haruki sambil merengek.
Dia sedikit iri kepada Kefa karena, Kefa di perebutkan oleh dua wanita yang sangat cantik dan sangat hebat.
"Tapi yah mungkin Kefa adikku kedepan nya, kau akan dalam berada kesulitan, berada di dalam lingkaran wanita cantik sangatlah berbahaya, aku sangat tidak sabar melihat bagaimana kau mengatasi masalahnya." Batin Haruki.
Tsukia dan Haruki berpisah di bandara, Haruki sendiri memiliki urusan lain yang harus di urus, jadi ia tidak bisa mengantar Tsukia kembali ke rumahnya.
Urusan Haruki tidak lain dan tidak bukan adalah berkencan dengan wanita.
Tsukia tentu saja dia tidak mengetahui hal itu, karena Haruki adalah orang yang penuh dengan kemisteriusan.
Sebelum berpisah, tentu saja Tsukia mengucapkan kata terima kasih yang sangat banyak, karena berkat Haruki dia bisa berubah.
Bahkan Tsukia sendiri tidak pernah menyangka jika perubahan dia bisa sejauh seperti sekarang.
Haruki sendiri sangat tersentuh dengan kata terima kasih Tsukia, namun ia hanya berpesan bahwa semua ini karena Kefa.
__ADS_1
Tsukia sendiri hanya tersenyum dan mengerti apa maksud dari Haruki.
Dan mereka berdua pun berpisah.
***
"Sayang." Ucap Edwart pada istrinya Rina. Sambil duduk di sofa dan mendekat kearah Rina.
Sekarang mereka tengah berada di rumah kediaman mereka.
Dan di sini juga di tampilkan seorang anak perempuan yang masih bayi mungkin sudah berumur 1 tahun.
Bayi itu sekarang tengah bermain dengan Rina.
Bayi perempuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah anak dari Rina dan Edwart, dia merupakan adik dari Kefa.
Kelahiran dari bayi perempuan Edwart dan Rina sangat di rahasiakan, tidak ada orang yang mengetahuinya kecuali Despa dan Maria.
Bahkan Kefa sekali pun tidak mengetahui bahwa ibu dan ayahnya itu membuat anak lagi.
Adiknya Kefa atau bisa di bilang anaknya Edwart dan Rina itu terlihat sangat cantik imut dan menggemaskan.
Adiknya Kefa ketika bayi sangat normal berbeda dengan Kefa, yang tidak normal.
Adiknya Kefa terlihat seperti bayi pada umumnya, jadi Edwart dan Rina harus mengurus anak nya itu dengan sangat hati-hati, mereka harus menaruh banyak perhatian terhadap anak perempuan mereka itu.
"Apa aku sekarang sedang sibuk mengurus Keila." Ucap Rina.
"Ini masalah serius sayang."
"Masalah apa?"
"Kefa."
"Ada apa dengan anakku itu?"
"Dalam waktu dekat anak kita itu, dia akan segera menghancurkan keluarga Tanaka."
"Bukannya itu berita bagus?" Rina yang keheranan.
"Iya tapi apa kau lupa keluarga Tanaka, merupakan keluarga yang sangat kuat, kita harus memisahkan beberapa anggota keluarga mereka."
"Aku mengerti apa maksudmu, kalau begitu aku menitipkan Keila padamu, aku akan mengurus hal ini dengan cepat, aku akan menghubungi keluarga Tatsumoto dan yang lainnya, agar tidak ikut campur dalam masalah ini."
__ADS_1
Edwart pun tersenyum senang pada istrinya itu.
"AWAS HATI-HATI KEILA BAYI NORMAL TIDAK SEPERTI KEFA."
"Iya sayang iya kenapa kau sangat tidak percaya padaku."
"Terakhir kali kamu mengurus Keila, Keila kecelakaan." Rina yang cemberut.
"Hehheheeh." Edwart yang mengaku salah.
Singkatnya Rina pun menghubungi kepala keluarga Tatsumoto dan yang lainnya.
Rina di sini memerintahkan kepada mereka semua, agar mereka tidak usah ikut campur dalam masalah Kefa dengan keluarga Tanaka.
Rina di sini memerintahkan mereka semua agar mundur dari keluarga Tanaka, dan jika bisa mereka harus mendukung penuh Kefa.
Ada beberapa keluarga yang menolak hal itu, namun ada beberapa keluarga yang mengikuti perintah Rina, seperti tidak akan ikut campur, atau mendukung Kefa, contohnya keluarga Tatsumoto yang akan mendukung penuh Kefa.
Mereka akan memutuskan hubungan mereka dengan keluarga Tanaka dan bekerja sama dengan Kefa.
Rina pun cukup puas dengan hasil yang ia dapatkan, karena beberapa anak dari keluarga Tanaka yang sangat kuat yang hampir sama dengan keluarga besar, mereka lebih mendukung Kefa ketimbang keluarga Tanaka.
Mereka semua sudah sangat muak dengan pemerintahan dari keluarga Tanaka, mereka ingin merubah negara Jepang menjadi lebih baik lagi
"Apa kau sudah selesai?" Tanya Edwart yang sedang menggendong Keila dan bermain dengan Keila.
Keila tertawa dan terlihat sangat senang.
"Sudah, semuanya berjalan dengan lancar, sekarang hanya tergantung pada anak kita, tapi kau tidak perlu khawatir, Kefa adalah anakku dia pasti bisa menyelesaikan semuanya, dia pasti bisa menghancurkan keluarga Tanaka, anakku itu akan membalaskan dendam kita."
"Aku juga berpikiran sama seperti itu, jika ayahnya tidak bisa maka mungkin anaknya bisa ahhahaha." Edwart yang terlihat senang.
"Oh yah sayang, Kefa anak kita itu berhasil mengalahkan Akazaya."
Mendengar itu Rina pun terkejut.
"Aku mendapatkan informasi ini langsung dari Akazaya, kau tau sendiri bukan seberapa kuat dia."
Rina pun hanya menganggukan kepalanya.
"Anak kita memang benar-benar bukan manusia normal." Ucap Edwart.
"Kamu benar dia adalah anak yang sangat jenius, aku sangat penasaran di masa depan nanti dia akan menjadi apa yah." Ucap Rina.
__ADS_1
"Aku pun sama, oleh karena itulah kita harus menyingkirkan musuh-musuh kita, agar panjang umur hahaha." Ucap Edwart yang bercanda.
Rina dan Edwart pun mengobrol banyak hal.