
"Aku ingin bertemu dengan Kefa, dan Laura!!!" Kiara yang terlihat badmood.
"Iya tapi nona ini sudah hampir malam, tidak enak bukan jika kita berkunjung sekarang." Ucap Hokatsu.
"Mereka tidak seperti itu, pikiran mu saja yang seperti itu, Laura dan Kefa pasti akan senang jika aku berkunjung ke rumah mereka."
"Iya nona tapi tetap saja."
"Tetap saja apa! Kita pergi sekarang aku tidak mau tau, kita harus pergi sekarang aku ingin berkunjung ke rumah mereka, aku ingin bermain dengan mereka dan mengobrolkan banyak hal, intinya ada hal penting."
Hokatsu pun menatap datar Kiara.
"Paling hal penting itu berbelanja, kalau tidak, dia akan mengobrol semalaman bersama dengan Laura." Batin Hokatsu.
"Baiklah kalau begitu kita akan pergi kesana."
"YEAHHH NAH BEGITU DONG COBA DARI TADI, KITA TIDAK PERLU BERDEBAT."
"Iya iya maafkan aku."
"Ayo cepat pergi."
"Sabar."
"Ayo cepat pergi."
"Ah sudahlah." Hokatsu yang pasrah.
"Nona Kiara, tuan Hokatsu kalian akan pergi kemana?" Tanya Daichi.
"Biasa tuan putri ingin pergi ke rumah tuan Kefa, dan nona Laura." Jawab Hokatsu.
Daichi, Iwao, Saichi pun menunjukkan ekspresi yang aneh.
"Kalian bertiga kenapa?" Tanya Kiara yang merasa aneh.
"Anu nona, kami lupa memberitahu nona, kalau sebenarnya sekarang tuan Kefa, Nona Laura, dan beberapa pasukan dari organisasi kami, sedang mengadakan pertemuan jamuan makan malam bersama dengan generasi ketiga dari keluarga Kobayasi." Ucap Daichi.
'"APA?" Kiara yang terlihat sangat terkejut dan sangat khawatir.
"Tapi nona Kiara tenang saja, tuan Kefa dan nona Laura pasti baik-baik saja, mereka adalah orang yang kuat, jadi santai saja nona."
Kiara pun terdiam tidak menjawab perkataan Daichi.
Hokatsu juga di sini terlihat sangat terkejut syok berat dan terdiam seribu bahasa.
Mereka bersikap seperti itu, karena mereka mengingat mimpi buruk mereka, kejadian waktu itu hampir mirip dengan kejadian sekarang.
Yaitu jamuan kematian.
Kiara dan Hokatsu mereka berdua menjadi De javu ketika mendengar Kefa dan yang lainnya sedang berada di jamuan makan malam bersama dengan keluarga Kobayasi.
Dulu pembantaian keluarga Kiara juga sama persis seperti kejadian sekarang, mereka di ajak ke jamuan makan malam bersama dengan keluarga Kobayasi.
Namun jamuan itu yang awalnya terlihat sangat senang, berakhir dengan kesedihan dan kematian.
Seluruh keluarga Kiara di racuni dan di bunuh di tempat, keluarga Kobayasi sangatlah licik dan sangatlah kejam.
Kiara dan Hokatsu mengetahui hal itu, mereka berdua sekarang sangat ketakutan, jika hal itu terjadi pada Kefa, Laura dan yang lainnya.
__ADS_1
Mereka tidak ingin kejadian itu terulang lagi, mereka sekarang sedang kepanikan.
Daichi, Iwao, Saichi mereka kebingungan kenapa eskpresi mereka berdua seperti itu.
"Kalian tidak bercanda kan?" Tanya Kiara.
"Tentu saja tidak nona ini serius nona."
"KENAPA KALIAN BARU MEMBERITAHU KU!!!!!!" Kiara yang tiba-tiba kesal.
"Maaf Nona Kiara kami juga baru mendapatkan informasinya tadi nona."
"Apa kalian tau dimana jamuan makan malam itu di adakan?" Kiara yang terlihat sangat panik.
"Iya nona kami mengetahuinya, jamuan itu di adakan di restaurant......" Iwao pun menjelaskan alamat dimana jamuan makan malam itu berada.
"HOKATSU AYO KITA PERGI SEKARANG KE SANA."
"EH APA?" Iwao, Daichi, Saichi yang terkejut karena mendengar perkataan Kiara.
"Iya nona kita pergi sekarang, kita harus memberitahu mereka, dan menyelamatkan mereka." Ucap Hokatsu yang menambah keterkejutan mereka bertiga.
"Kenapa kalian ingin pergi ke sana? Santai saja percayalah pada tuan Kefa, Laura dan yang lainnya, mereka tidak selemah itu." Ucap Daichi yang mencoba untuk menenangkan Kiara dan Hokatsu.
"Daichi dulu seseorang juga berkata seperti itu padaku, tapi pada akhirnya keluargaku tetap mati terbantai, kita harus membantu mereka, aku takut jika kejadian dulu terulang kembali, kita harus bergerak cepat, dengarkan aku Daichi, Iwao, Saichi jika kita tidak pergi sekarang kemungkinan kita akan menyesal selamanya." Kiara yang terlihat sangat serius.
Hokatsu dan Kiara pun langsung bergegas pergi menuju mobil yang paling cepat yang mereka punyai.
Daichi, Iwao, Saichi yang di tugaskan oleh Kefa untuk menjaga keamanan dari Kiara dan Hokatsu.
Mereka pun ikut dengan Hokatsu dan Kiara, tapi di sini mereka menggunakan motor harley yang sangat cepat.
Mereka berharap jika Kefa dan yang lainnya masih baik-baik saja.
Jika sampai terjadi sesuatu pada Kefa dan Laura maka Kiara dan Hokatsu akan mengutuk selamanya keluarga Kobayasi, bahkan mereka pastinya akan membalaskan dendam.
***
"Kyuguro berdasarkan informasi yang aku dapatkan, Kiara tinggal di perumahan......" Asusi yang memberikan semua informasi yang ia ketahui tentang Kiara.
Mereka bertiga pergi menggunakan sebuah mobil yang sangat cepat dan sangat kuat.
Mereka bertiga membawa mobil masing-masing, mereka mengobrol lewat aerphone yang terhubung langsung.
"Hmm tampaknya ini akan jadi sangat merepotkan, sepertinya kita harus tetap melawan para keroconya."
"Sepertinya seperti itu Kyuguro, tinggal di perumahan, itu adalah tempat yang sangat strategis untuk menjaga seseorang, aku yakin 1 perumahan itu terdapat banyak penjaga yang menyamar jadi warga biasa."
"Ya aku juga yakin seperti itu, tapi tidak masalah bukan, kita bisa menghabisi mereka semua dengan mudah." Ucap Asura.
"Hhahaha iya kau benar mungkin melawan keroco seperti mereka ada kesenangan tersendiri." Ucap Kyuguro.
"Kau benar hahaha." Ucap Asusi.
Mereka pun tak lama berpapasan dengan mobil dan 2 motor mobil dan dua motor itu di tumpangi oleh Kiara dan yang lainnya, mereka saling berlawanan arah.
Di sini untungnya Asusi dan yang lainnya tidak mengetahui siapa orang yang berada di mobil itu, itu semua karena keadaan di sana gelap di tambah kaca mobil Kiara benar-benar gelap tidak terlihat dari luar.
Jadi mereka bertiga tidak tau kalau orang yang ada di mobil itu adalah Kiara, tapi di sini Kyuguro seperti menaruh kecurigaan.
__ADS_1
"Kyuguro ada masalah apa?"
"Tidak aku merasa aneh saja dengan 2 motor dan 1 mobil tadi."
"Kenapa memangnya?"
"Tidak ini hanya perasaan ku saja, ayo kita pergi ke perumahan dan selesaikan misi kita dengan cepat."
"Baiklah." Jawab Asura dan Asusi.
Ketika mereka ingin masuk ke perumahan itu.
Tiba-tiba saja mereka di cegat oleh satpam disana.
Satpam itu mengetuk pintu kaca milik Asura.
"Maaf tuan menganggu perjalanan nya, tapi maaf sekali jika ingin masuk ke perumahan ini, kami harus mengetahui terlebih dahulu alasan nya."
"Kami ingin membunuh Kiara." Asura yang tanpa basa-basi dan kemudian ia membunuh satpam itu menggunakan pistol miliknya.
Suara tembakan pun terdengar.
Asura, Asusi, Kyuguro. Mereka bertiga langsung menabrak batas penghalang di sana.
Suara sirine yang sangat keras pun berbunyi, tapi mereka bertiga tidak peduli, mereka langsung ke arah tujuan mereka.
Mereka ingin langsung menuju rumah dimana Kiara berada, mereka ingin cepat menyelesaikan misi itu.
Tapi sayangnya tampaknya mereka di hadang oleh banyaknya musuh, mobil mereka di tembaki oleh musuh dari segala arah.
Karena mobil mereka sangat kuat, mereka tidak memperdulikan hal itu.
Namun di sini Asura, Kyuguro, Asusi sedikit bersenang-senang sambil jalan menggunakan mobil, mereka juga menembak para musuh yang ada.
Para musuh pun mati dengan sangat mudah.
Kehabatan dari tembakan Asura, Kyuguro, Asusi sama sekali tidak bisa di remehkan, mereka pastinya sudah sangat hebat akan hal itu, sekali tembakan mereka pasti mengenai musuh, tidak mungkin mereka miss tembakan, walaupun mereka menembak sambil menyetir mobil.
Singkatnya mereka pun sampai di rumah Kiara, rumah Kiara di jaga oleh banyak nya musuh.
Asura, Kyuguro, Asusi turun dari mobilĀ dengan santainya dan menembak musuh.
Tembakan para musuh sama sekali tidak mengenai Asura, Kyuguro ataupun Asusi.
Mereka semua merasa keanehan dan kebingungan, bagaimana bisa mereka bertiga tidak bisa terkena peluru yang sangat banyak yang menuju kearah mereka, apa seburuk itu tembakan mereka semua.
Sebenarnya yang terjadi adalah, Asura, Kyuguro, Asusi menghindari semua tembakan musuh dengan gerakan yang sederhana, mereka dapat melihat peluru yang sangat cepat itu.
Ya mau bagaimana pun juga mereka adalah generasi kedua dari keluarga Kobayasi, tentu saja bagi mereka menghindari peluru sangatlah mudah.
Hanya dalam waktu yang singkat, mereka bertiga pun membantai orang-orang yang ada di sana.
"Hhaha sangat mudah." Ucap Asura yang terlihat sangat senang.
"Ya kau benar ayo cepat pergi, misi kita belum selesai."
Mereka bertiga pun berada di depan rumah Kiara, dan mereka bertiga baru menyadari kalau di rumah itu tidak ada siapapun.
Mereka bertiga pun sangat syok dan terkejut.
__ADS_1