
Sekarang Tatsuo dan dua bawahan nya, mereka bertiga sedang melihat pertarungan Kefa dengan Akasura.
Pertarungan mereka berdua dari awal mulai sangatlah menegangkan.
Bahkan mereka bertiga sampai terdiam tidak berkata-kata hanya menggigit kuku mereka, karena saking tegang nya.
Mereka pada awalnya sangat yakin jika Akasura akan memenangkan pertarungan itu, namun ketika mereka melihat jalan nya pertarungan, mereka jadi meragukan nya.
Karena di sini terlihat Kefa seperti unggul ketimbang Akasura.
Hal ini jelas sangat mengejutkan Tatsuo dan mereka berdua, mereka tidak ingin percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang.
Karena tidak mungkin orang yang masuk ke dalam orang terkuat di Jepang bisa kalah oleh bocah belasan tahun yang tidak tau asal usulnya.
"Tatsuo lebih baik kita pergi sekarang, lebih baik kita mundur dari peperangan kali ini, ini sudah jelas kekalahan sudah di mata kita, kita harus kabur dan menyelamatkan diri kita Tatsuo."
"Itu benar Tatsuo, aku tau kau masih memiliki harapan pada Akasura tapi Tatsuo perasaan ku mengatakan dia akan kalah oleh Kefa, Kefa dia bukan manusia normal Tatsuo."
"Apa kalian berdua meragukan kekuatan dari generasi kedua Fujitora?" Tanya Tatsuo yang langsung membuat mereka berdua terdiam dan tidak bicara lagi.
"Tenang saja dan lihatlah hasil akhir nantinya, Akasura baru saja serius dalam pertarungan, dia baru saja mengeluarkan katana nya."
"Kalian tau bukan jika Akasura sudah menggunakan katananya bagaimana."
"Akasura tidak mungkin kalah percayalah padaku, orang sekuat dia tidak mungkin kalah oleh bocah berumur belasan taun seperti Kefa."
"Kalian terlalu berlebihan saja." Ucap Tatsuo yang sebenarnya dia juga sedang meyakinkan diri sendiri.
Tatsuo mencoba untuk tenang walaupun hati sedang kacau.
Tatsuo dan mereka berdua juga sebenarnya sangat penasaran dengan background Kefa.
Mereka sangat penasaran Kefa siapa dia.
Kenapa dia sangat kuat dan kekuatan nya bisa menyamai salah seorang dari orang terkuat yang ada di Jepang.
***
Kefa pun langsung mengeluarkan senjata pistolnya, namun secara tiba-tiba Akasura sudah berada di depan Kefa.
Dan di sini Akasura langsung menebas pistol Kefa.
Sedangkan Kefa dia langsung mundur kebelakang beberapa langkah dengan sangat cepat.
Dan secara tiba-tiba juga Akasura sudah berada di depan Kefa dan ingin melakukan tebasan kearah badan Kefa.
__ADS_1
Kefa pun melompat jauh kebelakang menghindari serangan Akasura.
Serangan Akasura sangat mematikan.
Akasura pun kemudian terus menyerang Kefa menggunakan katana nya itu, serangan katana nya itu tidak terhentikan oleh apapaun, bahkan sampai-sampai tembok tebal di sana ikut terbelah menjadi dua, karena serangan dari Akasura.
Laura, Kenta, Kazuki tidak berhenti takjub dengan pertarungan Kefa dan Akasura yang sangat hebat.
Mereka tidak pernah menyangka Kefa bisa lebih kuat dari pada Akasura.
Di sini terlihat walaupun Kefa tertekan oleh Akasura, tapi Kefa selalu bisa lolos dan menghindari berbagai macam serangan cepat kuat yang di lancarkan oleh Akasura.
Akasura menyerang Kefa hampir kesuluruh tubuh Kefa, bahkan Akasura menyerang belakang Kefa, namun Kefa dia seperti tidak memiliki titik lemah ataupun titik buta, ia selalu dapat menghindari serangan Akasura.
Pertarungan Kefa dan Akasura sudah berlangsung cukup lama. Namun salah satu dari mereka sama sekali belum sampai terluka sangat parah.
Padahal mereka telah bertukar serangan yang sangat hebat, namun hal itu masih saja tidak mempan.
Akasura karena dia menyerang terus menerus, dia pun terlihat kelelahan dan dia mundur kebelakang dan mengambil nafas.
Kefa di sini sama sekali belum kelelahan ia tersenyum pada Akasura. Dan ketika mereka berdua istirahat, Kefa seperti menatap Laura, dan Laura ia menganggukan kepalanya.
Akasura pun tau kalau Kefa sedang membuat rencana, tapi Akasura tidak tau rencana apa yang akan ia gunakan.
Akasura sedikit kesal karena ia di permalukan oleh bocah belasan tahun.
Akasura melakukan tebasan vertikal yang sangat kuat dan sangat cepat.
Kefa sangat terkejut, namun ia dengan sigap langsung melompat jauh kebelakang sambil memutarkan dirinya di atas dan berteriak "LAURA!"
Laura dengan sigap langsung melempar senjata miliknya ke arah Kefa.
Akasura pun mengerti apa yang ingin di lakukan Kefa.
Akasura pun dengan sigap langsung maju kedepan.
Kefa pun turun kebawah dan langsung menodongkan senjatanya kearah Akasura.
Sedangkan Akasura juga berhasil mendekat kearah Kefa dan menodongkan katana nya kearah leher Kefa.
Pergerakan mereka berdua berakhir dengan saling menodongkan senjata.
Laura, Kenta, Kazuki mereka bertiga melihat kejadian yang sangat epic itu mereka bertiga terdiam dan tidak bisa berbicara sama sekali, mereka bertiga sangat terkejut.
"Aku mengaku kalah hahahahhaaha, Kefa kau sangat menakjubkan hahahaha, aku tidak pernah menyangka aku akan kalah oleh bocah belasan tahun sepertimu." Akasura yang langsung memasukan senjatanya.
__ADS_1
Begitu pula dengan Kefa.
"Tidak kau juga cukup menakjubkan tadi aku melakukan sedikit kesalahan, aku menang hanya karena di bantu oleh Laura."
"Tidak tidak tidak, menang tetaplah menang, sekalipun itu keberuntungan, kau sangat hebat, di umur belasan sudah bisa menyetarai kekuatan ku hahaha, aku tidak akan pernah bisa membayangkan kau di masa depan akan menjadi seperti apa."
"Sepertinya kau akan menjadi puncak para monster Kefa, kau sangat mengerikan."
"Terima kasih pujian nya."
"Itu bukan pujian tapi kenyataan, aku yakin kedepan nya kau akan jauh lebih kuat dari sekarang, aku tidak pernah menyangka rumor di Indonesia tentang dirimu ternyata benar."
"Kau memiliki kekuatan yang setara dengan Hyuro, di umur mu yang masih muda, awalnya aku tidak percaya, tapi setelah bertarung dengan mu aku mengerti dan aku percaya pada semua rumor itu, kau memang hebat Kefa, aku menaruh banyak harapan padamu, dan aku titipkan padamu Isamu."
"Ya tenang saja aku akan menjaga dia dengan baik."
"Hhahah terima kasih kau pria yang menarik sekaligus baik, aku akan menunggu mu di puncak Kefa."
"Ya semoga kita bisa bertemu lagi, kau pria yang menarik."
"Santai saja kita pasti bertemu lagi, aku berada di pihak mu, bagaimana pun juga yang kalah harus mengikuti peraturan yang menang."
"Terima kasih." Ucap Kefa sambil tersenyum.
Orang tersebut pun tersenyum dan ia pun berjalan pergi menuju arah yang berlawanan dari Kefa dan yang lainnya.
"Oh yah aku lupa memberitahumu Tatsuo dia berada di lantai dua tepatnya berada di ruangan B..."
"Terima kasih infonya aku akan segera ke sana dan membunuh dia."
"Hhahaha cepatlah kalau tidak dia akan pergi, sepertinya dia sudah tau kalau harapan dia telah hancur, dan sekarang dia pasti sedang ketakutan."
"Hahahah pria yang malang, dia salah memilih lawan hahaha." Akasura yang menuju pintu dan setelah masuk ke pintu itu, tiba-tiba saja aura hawa keberadaan Akasura menghilang seperti di telan bumi.
Benar-benar pria yang misterius dan sangat mengerikan.
"Ayo kita cepat pergi." Ucap Kefa.
Laura, Kenta, Kazuki pun tersadar dan dengan segera mereka pergi dari sana.
"Sayang kenapa tadi kalian tidak saling membunuh?" Tanya Laura.
"Karena dari awal kedatangan juga dia tidak berniat membunuh kita semua, jika dia berniat seperti itu seharusnya dia sudah melakukan nya dari awal, sepertinya dia hanya ingin menguji ku saja."
"Menguji?" Laura yang kebingungan begitu pula dengan Kazuki dan Kenta.
__ADS_1
"Akan kuberitahu nanti, tapi ini hanya dugaan ku saja, alasan sebenarnya aku tidak tau." Ucap Kefa.
Mereka pun hanya menganggukan kepala mereka.