
Sekarang Kefa dan yang lainnya sedang berada di rumah sakit, mereka di sini mendengar berita jika Kiara telah tiada.
Mereka semua seakan-akan tidak percaya akan hal itu, mereka sempat memarahi dan meminta tolong pada dokter di sana.
Mereka akan memberikan apapun asal Kiara selamat, tapi sayangnya Kiara tidak bisa di selamatkan, karena jantung dia sudah hancur.
Kefa dan Laura, mereka berdua langsung terdiam lemas sambil menatap kosong semuanya.
Laura di sini langsung menangis dan memeluk mayat Kiara.
Laura berbicara dengan Kiara sambil menangis.
Sedangkan Kefa ia hanya bisa terdiam, entah kenapa rasanya hati dia sangat sakit, ini adalah kali pertamanya Kefa merasakan rasa sakitnya kehilangan seseorang.
Ketika Kefa bersedih Kefa mengingat Hokatsu.
Dan tiba-tiba saja telpon Kefa berdering kembali.
"Ada apa Oyama?"
"Tuan Kefa aku mempunyai kabar yang tidak mengenakkan." Ucap Oyama yang tampak bersedih.
"Kabar apa Oyama." Tanya Kefa dengan suara yang lemas.
"Tuan apa tuan baik-baik saja?" Oyama yang menyadari kalau Kefa terlihat sangat sedih.
"Tidak aku tidak baik-baik saja, tampaknya kau juga sama Oyama, memangnya ada apa?"
"Tuan......."
"Ya Oyama? Tidak apa santai saja Oyama."
"Baiklah kalau begitu tuan, Daichi, Saichi, Iwao, Hokatsu mereka berempat telah mati tuan......" Ucap Oyama yang terlihat sangat sedih dan menyakitkan.
"Mereka semua di bunuh dengan keji oleh keluarga Kobayasi tuan...." Oyama yang sebenarnya dia tidak sanggup untuk memberitahukan hal itu pada Kefa.
Tapi Kefa berhak tau hal itu karena dia adalah pemimpin mereka semua.
"Tuan.........?" Tanya Oyama karena Kefa tidak menjawab telfon nya lagi.
__ADS_1
Oyama pun mengerti kenapa Kefa seperti itu, tampaknya Kefa sangat terpukul dengan berita kematian itu.
Oyama pun tiba-tiba teringat dengan Kiara, ia pun merasa melakukan kesalahan yang sangat besar, karena memberitahukan sebuah informasi yang sangat menyakitkan bagi Kefa di waktu yang tidak tepat.
Tapi di bandingkan dengan memikirkan itu, Oyama sekarang lebih memikirkan kenangan dia bersama dengan mereka berempat.
Oyama terlihat sangat sedih dan rasanya ia ingin menangis.
Tatushaka dan yang lainnya mereka juga ingin menangis, tapi karena mereka seorang pria mereka menahan tangisan itu.
Mereka semua menunjukkan tatapan yang kosong.
Kefa menjatuhkan telpon nya dan dia benar-benar sangat syok ketika mendengar salah satu teman baiknya juga telah di bunuh oleh keluarga Kobayasi.
Pikiran Kefa kali ini benar-benar sangat kacau, Kefa terlihat sangat sakit hati, karena ia memiliki banyak kenangan dengan teman-teman nya itu.
Kefa ingin marah namun tidak bisa, Kefa terlihat sangat lemas.
Melihat keadaan yang terpuruk Kazuki dan yang lainnya pun menyapa Kefa dan bertanya apa yang terjadi dengan tuan nya itu.
"Arata salah satu teman terbaik mu dia telah mati." Kefa yang harus memberitahukan kebenaran.
"A-APA?"
Mendengar itu Arata dan yang lainnya langsung terjatuh lemas, terutama Arata karena teman yang terbaik miliknya telah mati, ia sama sekali tidak pernah menyangka teman terbaiknya itu mati di bunuh.
Arata mengeluarkan air mata tanpa ia sadari sendiri.
Hal itu wajar saja karena Arata sangat dekat dengan Daichi, bahkan mereka terlihat seperti adik kaka."
Di masing-masing rumah sakit hari ini semua anggota Kefa sedang bersedih karena kehilangan sosok-sosok orang yang hebat, yang telah membantu mendirikan organisasi dan perusahaan yang sekarang sudah go internasional.
Hari ini adalah hari yang terburuk yang pernah di alami oleh Kefa maupun yang lainnya.
Mereka semua merasa sangat kehilangan dan mereka sangat bersedih.
***
"Asusi apa yang terjadi pada Kyuguro dan anak kita yang lainnya, kenapa mereka semua tidak dapat di telpon?" Asura yang terlihat mulai khawatir.
__ADS_1
"Entahlah, apa mereka sekarang sedang merayakan kemenangan mereka tanpa kita?"
"Hhahahah sepertinya seperti itu."
"Kau tau Asusi aku sangat puas tadi melawan mereka, mereka ternyata cukup menarik, aku jadi penasaran dengan kekuatan para pemilik 10 kursi penguasa, rasanya aku ingin melawan mereka."
"Ya aku pun sama Asura, ini semakin menarik saja, aku tidak sabar ingin melawan orang yang bernama Kefa itu."
"Ya kau benar, kau apa kau telah menyelidiki lebih dalam tentang siapa itu Kefa?"
"Itu belum aku belum melakukannya, santai saja hari ini kita hanya akan fokus berpesta lagi pula aku yakin belum tentu juga Kefa dan yang lainnya sekarang masih hidup, siapa tau mereka semua sudah mati karena di racuni oleh Hotaka dan yang lainnya."
"Hhahah kau benar juga."
Asusi dan Asura yang terlihat sangat senang, namun mereka juga sangat khawatir karena Kyuguro dan yang lainnya tidak dapat di hubungi.
Padahal biasanya jika mereka menghubungi Kyuguro atau anak mereka, mereka akan langsung di jawab tidak perlu menunggu lama seperti sekarang.
Hal itulah yang membuat mereka khawatir tidak karuan, namun mereka mencoba untuk berpikiran postif thingking.
Mereka pun di sini memutuskan untuk pergi ke tempat pertemuan antara Kefa dan para generasi ketiga.
Mereka semua berharap Generasi ketiga alias anak-anak mereka dan Kyuguro sedang berpesta di sana.
Namun ekspetasi tidak sesuai dengan kenyataan mereka berdua sekarang melihat mayat yang bergeletak yang tidak lain itu terlihat seperti mayat Kyuguro.
Mereka pun mengecek dan ternyata itu benar-benar Kyuguro, Asusi dan Asura pun terlihat sangat syok berat, mereka tidak ingin mempercayai bahwa Kyuguro mati, tapi kenyataan nya di hadapan mereka sendiri, Kyuguro sekarang sudah tidak bernafas lagi.
Mereka pun terduduk lemas di sana, karena salah satu saudara mereka telah mati.
Mereka berdua pun mengecek ke dalam lagi dan mereka semua melihat mayat yang bergeletakan di depan restaurant itu.
Setelah mereka cek lebih dalam, ternyata mayat itu adalah anak-anak mereka dan pasukan dari keluarga Kobayasi.
Mereka berdua pun sangat syok terkejut berat.
Mereka berdua tidak tau harus apa lagi, mereka terlihat sangat kesedihan, karena anak mereka dan Kyuguro telah mati.
Mereka tidak pernah menyangka jika Kyuguro dan anak mereka telah mati di bunuh.
__ADS_1
Mereka sempat menangis karena mereka sama sekali tidak iklas jika keluarga mereka di bunuh seperti itu.
Mereka di bunuh dengan sangat keji, bahkan Asura, dan Asusi sampai tidak bisa mengenali Kyuguro dan yang lainnya.