Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 151 Belum selesai


__ADS_3

Semua orang terdiam terkejut, tercengang itu semua karena kehebatan dari Laura.


Mereka tidak menyangka selain hebat dalam ilmu bela diri, rupanya Laura juga hebat dalam hal menggunakan senjata modern.


Buktinya dia dapat menembak dari jarak yang sangat jauh, ya walaupun menggunakan sniper, tapi tetap saja melakukan hal seperti yang di lakukan oleh Laura sangatlah sulit.


Apalagi mengarah pada tangki helikopter yang ukurannya sedang.


Di tambah helikopter itu tidak diam tapi bergerak.


Di tambah lagi Laura hanya melakukannya dengan sekali percobaan.


Nasib helikopter yang di tunggangi oleh Tatsuo dan beberapa orang itu meledak di langit, ledakan tersebut cukup besar.


Sekilas terlihat seperti tanda kemenangan Kefa dan yang lainnya.


Laura di sini terlihat sangat senang, ia tersenyum kemenangan pada Kefa.


"Jadi bagaimana tuan muda? Sesuai dengan taruhan, karena aku berhasil menghancurkan helikopter itu, maka kamu harus menuruti apapun permintaanku selama seminggu."


Kefa yang masih tercengang itu kembali sadar, Kefa telah melakukan kesalahan besar karena sedikit menggoda dan meragukan Laura.


Tapi sepertinya hal itu memang sudah di rencanakan oleh Laura.


"Tapi aku belum bilang aku setuju bertaruh."


"Seorang pria sejati tidak akan beralasan." Ucap Laura sambil tersenyum.


Kefa hanya bisa menatap Laura dengan tatapan datar.


"Iya iya baiklah, tapi jangan seminggu, itu terlalu lama."


"Aku tidak dengar, aku tidak dengar...." Laura sambil menutup telinganya.


Mereka semua hanya bisa melihat tingkah laku Kefa dan Laura, rasanya mereka ingin pergi ke mars.


"Iya iya baiklah iya seminggu."


"Nah gitu dong heheeh." Laura yang tersenyum senang.


"Entah kenapa senyum mu membuat ku merinding."


"Itu perasaan mu saja." Ucap Laura.


"Tuan Kefa apa aku harus menembaknya sekarang?"


"Ya tentu saja karena kita juga sudah menang."

__ADS_1


"Baiklah tuan." Ucap Kenta.


Kenta pun di sini ke tengah dan menembakkan sebuah kembang api ke atas, dan kemudian kembang api itu meledak, membuat sebuah mahkota berwarna kuning terang, dengan di sisi-sisinya terdapat batu permata warna-warni.


Para pasukan musuh yang melihat itu kebingungan, sedangkan para pasukan Kefa mengerti apa maksud dari kembang api yang meledak di atas itu.


Para pasukan Kefa pun terlihat sangat senang mereka semua berteriak atas kemenangan yang mereka peroleh.


Para pasukan musuh yang tersisa mereka semua pun kebingungan, namun mereka tetap percaya pada keluarga Hamada, bahwa keluarga Hamada belum kalah.


Mereka pun masih melakukan pertempuran, namun sayangnya mereka di sini terbantai habis oleh pasukan Kefa.


Karena pasukan Kefa memiliki kualitas lebih baik dari pada pasukan musuh, pasukan Kefa pun tidak ada satu orang pun yang tumbang, hanya ada beberapa saja yang terluka.


Kefa dan yang lainnya mereka masih di atas gedung itu.


"Sekarang kita hanya perlu membersihkan saja, dan setelah itu kemenangan berada di tangan kita, kita akan melakukan pembersihan wilayah ini selama 1 bulan kurang, lebih cepat lebih baik." Ucap Kefa.


"Baik tuan." Ucap mereka semua.


"Ini adalah pengalaman pertama ku melakukan perang besar seperti ini, ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan yah mungkin aku rasa ini semua karena ada tuan Kefa." Ucap Isamu.


"Aku setuju dengan Isamu." Ucap Oyama dan yang lainnya.


"Yah aku tidak heran sama sekali jika kita menang mudah, kualitas pasukan yang kita miliki hampir setara dengan keluarga besar yang ada di Jepang." Ucap Kazuki.


"Aku setuju dengan Kazuki, tapi tetap saja ini juga berkat tuan Kefa semuanya." Ucap Hachiro.


"Hhahahah terima kasih semuanya atas pujian kalian, tapi bagiku ini semua bukan karena ku saja, tapi karena kalian juga, kehebatan kegigihan kalian lah yang membuat semuanya menjadi mudah." Ujar Kefa.


"Oh yah aku lupa memberitahu pada kalian, ini terlalu cepat untuk merayakan kemenangan, kalian harus bersiap lagi, firasatku mengatakan ini semua belum berakhir, aku rasa para bantuan musuh akan segera tiba."


"Dan aku juga merasa kalau Hashiro dan Denjiro, orang yang selamat dari kejadian keluarga Abe, Mereka akan datang kemari dan membalaskan dendam nya."


"Mereka tidak akan melepaskan kesempatan kekacauan saat ini untuk menduduki puncak lagi." Ucap Kefa.


"BAIK TUAN!!!" Mereka semua yang langsung bubar pergi ke tempat masing-masing yang telah di atur.


Kali ini mereka akan mempertahankan tempat ini dari gempuran para musuh.


Sekarang yang berada di atas gedung hanya ada Laura dan Kefa.


Mereka berdua tengah bersantai sambil melettakan lengan mereka di pagar sana dan melihat kearah bawah.


Lebih tepatnya mereka sedang melihat situasi sekitaran sana.


"Apa kita tidak akan ikut bertarung Kefa?"

__ADS_1


"Tentu saja ikut, tapi kamu tau perumpamaan bos selalu datang terakhir."


"Iya aku tau, jadi kamu mau menunggu bos musuh keluar baru kamu keluar."


"Iya begitu, seharusnya sebentar lagi juga para musuh akan datang."


"Hmm aku rasa kamu benar, coba lihatlah menggunakan sniper, sepertinya mereka akan menyerang dari segala sisi, dan aku rasa jumlah pasukan mereka lebih banyak dari pada jumlah pasukan kita." Laura sambil membidik sekitaran menggunakan sniper.


Ia juga di sini mencoba untuk menggunakan snipernya dan berhasil membunuh beberapa orang.


"Hal itu sudah pasti jelas, tapi tenang saja, kalah jumlah bukan berarti kalah perang."


"Iya sayang aku tau."


"Setelah perang ini apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Laura.


"Aku akan memperkuat organisasiku dan orang-orang pilihanku." Jawab Kefa.


"Sepertinya kamu akan mulai sibuk lagi."


"Iya mau bagaimana lagi, ini adalah pilihan hidupku, aku sudah memulainya, aku tidak bisa kembali lagi, kau tau ibuku pernah berkata, selesaikanlah apa yang telah kau mulai."


"Aku pernah mendengar kata itu, kata itu memang sederhana tapi sangat dalam."


"Ya kamu benar."


"Mendengar perkataan kamu membuatku termotivasi untuk menyelesaikan semua pelatihan yang tersisa."


"Baguslah aku akan mendukung mu, tapi ingat kau harus melakukan nya atas dasar pilihan mu sendiri, karena jika tidak seperti itu, kemgunkinan kau tidak akan pernah bisa berjuang sampai akhir."


"Iya terima kasih saran nya, apa yang kamu katakan benar, tenang saja semuanya adalah pilihanku sendiri." Laura yang tersenyum pada Kefa.


"Termasuk berada di sisimu Kefa." Batin Laura.


"Aku akan menyelesaikan nya sampai akhir."


"Iya aku tau kamu pasti bisa melakukan nya Laura."


"Ngomong-ngomong rencana nya berapa lama kamu tinggal di sini."


"Entahlah bisa lama bisa jadi tidak, tergantung panggilan dari keluarga, tapi yang pasti tenang saja jika aku pergi aku pasti akan memberitahu mu, lagi pula keluargaku sekarang tidak melarangku untuk mengatakan nya padamu."


"Iya baguslah dengan begitu aku tidak terlalu terkejut, ngomong-ngomong Laura uhm......."


"Iya kenapa Kefa?"


"Aku hanya ingin berterima kasih padamu, terima kasih karena sudah memperdulikan ku, sampai-sampai kau datang dari jauh hanya untuk menemuiku, dan melihat kabarku bagaimana, terima kasih Laura." Ucap Kefa yang membuat Laura terdiam malu-malu.

__ADS_1


"Iya sama-sama."


Kefa pun di sini mengambil sniper dan mereka berdua pun menghabisi musuh dari atas sana.


__ADS_2