
"Tuan Kefa apa anda akan ikut dalam perang kali ini?" Tanya Kazuki.
"Tentu saja aku akan ikut, ini adalah perang besar pertama kita, dan di tambah aku adalah pemimpin kalian semua, jadi bagaimana mungkin aku tidak ikut dalam perang kali ini."
"Iya tuan Kefa baiklah, kami semua akan melakukan yang terbaik."
"Iya Kazuki terima kasih."
"Sayang apa aku bisa ikut juga?" Tanya Laura yang membuat semua orang di sana terkejut.
"Apa kamu yakin ingin ikut?"
"Ya tentu sayang, tenang saja aku bukanlah Laura yang dulu."
"Iya aku mengetahuinya, baiklah jika itu mau mu, aku akan mengizinkan mu untuk ikut tapi dengan satu syarat."
"Apa?"
"Kau tidak boleh jauh dariku."
"Hhahahaha aku pikir syaratnya apa, tentu saja aku akan selalu berada di dekat mu." Ucap Laura yang terlihat sangat senang dan bersemangat, sambil malu karena mendengar persyaratan yang diberikan oleh Kefa.
Semua orang yang ada di sana tidak bertanya, ataupun tidak meragukan jika Laura ikut perang tersebut.
Karena mereka bisa melihat dengan sangat jelas, bahwa Laura lebih berpengalaman dari mereka, Laura bisa di bilang lebih kuat dari pada mereka.
Singkatnya Kefa dan yang lainnya pun sudah mempersiapkan semuanya, mereka semua sekarang sudah lengkap dan tinggal berperang saja.
Mereka semua juga mendapatkan persenjataan yang bagus, kualitas persenjataan mereka bisa setara dengan kualitas negara.
Senjata mereka sangatlah bagus, mereka semua terlihat sangat senang, begitu pula dengan Kefa.
Mereka semua tidak bisa membayangkan berapa harga senjata mereka, pastinya senjata yang mereka gunakan sekarang cukup mahal.
Sebenarnya yang paling mengejutkan bagi mereka adalah, dari mana Kefa bisa mendapatkan semua senjata yang berkualitas itu, dalam waktu yang sesingkat-singkat mungkin.
Semua orang sangat penasaran akan hal itu, namun tidak ada yang berani bertanya pada Kefa.
Yang pasti mereka sangat yakin, Kefa dia sudah merencanakan semua ini.
Dari mulai perang yang akan tiba, dan masih banyak lagi, kalau tidak mana mungkin Kefa menyiapkan semuanya.
Mereka sedikit merinding ketakutan karena Kefa seperti bisa melihat masa depan.
Kefa pun berada di paling depan pasukan nya.
Kefa ia menatap para pasukan nya.
"Semuanya dengarkan aku, ini mungkin pertama kalinya kalian masuk ke dalam medang perang tapi selalu ingat medan perang tidak jauh berbeda dengan latihan yang selama ini kalian jalani, dan mungkin juga bagi kalian semua ini pertama kalinya kalian akan membunuh seseorang."
"Jangan takut dan jangan naif selalu ingat, ini adalah dunia dimana di bunuh atau membunuh, ingat juga kenapa kalian masuk ke organisasi ini, jika kalian mengingat itu, maka kalian akan tidak akan pernah takut pada apapun."
"Dan mungkin juga ini adalah pertama kalinya bagi kalian merasakan dunia yang jauh berbeda, tapi hal itu tidak masalah, karena suatu saat kalian juga akan terbiasa."
__ADS_1
"Ingat pesanku, kalian adalah pasukan yang paling terbaik di antara yang terbaik, kalian adalah orang-orang yang telah terpilih dari sekian banyak orang, kalian adalah orang yang telah menjalani latihan yang sangat keras."
"Jadi perang kali ini bagi kalian akan terasa mudah, aku menjamin hal itu jadi jangan takut santai saja karena kita semua sudah pasti menang." Ujar Kefa yang terlihat senang.
"YAA!!!!!!!" Teriak pasukan Kefa yang bersemangat.
"Tuan Kefa semuanya sudah siap kita tinggal berangkat saja." Kenta yang menghampiri Kefa sambil menunduk hormat.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi."
Mereka semua pun pergi menggunakan mobil.
Kefa sekarang berada di mobil bersama dengan, Laura, Kazuki, Kenta.
Mobil mereka berada di paling belakang, sedangkan yang lainnya berada di depan, tugas dari orang yang berada di depan adalah menyingkirkan semuanya, sehingga Kefa, Laura, Kazuki, Kenta.
Bisa masuk ke markas besar keluarga Hamada dengan mudah tanpa ada hambatan sama sekali.
Di sini ketika mereka mendekati markas besar keluarga Hamada.
Mereka sempat di tembaki para musuh, namun sayangnya para pasukan Kefa yang sangat sigap mereka dapat membunuh mereka semua dengan mudah.
Baru saja mereka ingin masuk ke markas besar keluarga Hamada, mereka semua sudah menghabisi banyak pasukan dari musuh.
"Mereka semua sekarang pasti sedang terkejut." Ucap Laura yang tersenyum.
"Kamu benar, aku bisa membayangkan bagaimana keterkejutan mereka, mereka pastinya tidak akan pernah menyangka jika mereka akan di serang."
"Mereka pikir kita adalah orang bodoh yang bisa masuk ke dalam jebakan mereka." Kefa yang tersenyum.
"Aku setuju." Ucap Kefa.
***
Sekarang para petinggi dari keluarga Hamada sedang berkumpul di dalam ruangan, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang terus mengetuk pintu.
Tatsuo dan para petinggi yang lainnya pun sangat kesal dan menyuruh orang tidak sopan itu untuk masuk.
"Maafkan atas kelancangan saya tuan, tapi saya memiliki laporan yang sangat penting untuk saya laporkan pada tuan-tuan semuanya."
"Apa? Langsung saja beritahu kami tidak perlu bertele-tele." Ucap salah seorang petinggi.
"Itu tuan markas kita sedang di serang oleh segorombolan orang yang menggunakan mobil, sebentar lagi mereka akan sampai ke sini."
"APA!!!!!!!!!!!" Tatsuo dan semua petinggi di sana yang sangat terkejut karena mendengar berita tersebut.
Mereka semua panik, karena mereka semua belum mempersiapkan apapun, mereka tidak pernah menyangka mereka akan tiba-tiba di serang begini.
Tatsuo pun di sini langsung berdiri dari duduknya.
"Kalian semua bersiaplah, kita akan melakukan perang untuk mempertahankan markas besar kita, siapkan pasukan dalam jumlah yang banyak secepat mungkin."
"Kita harus membunuh mereka semua yang telah berani masuk ke markas besar kita. Kita harus memberikan pelajaran pada mereka!!!!"
__ADS_1
"Baik tuan." Ucap mereka semua yang ikut berdiri juga.
Tanpa ada pertanyaan lagi, mereka semua yang ada di sana langsung bubar dan mereka semua menyiapkan pasukan dan yang lainnya.
Sekarang di ruangan tersebut hanya tersisa tiga orang lagi saja.
Mereka bertiga adalah orang yang paling penting yang ada di keluarga Hamada.
"Kira-kira siapa yang menyerang kita?" Tanya salah seorang.
"Kemungkinan yang menyerang kita adalah Kefa."
"Itu tidak mungkin!!!!!!!!" Ucap Tatsuo sambil duduk kembali dan terlihat cukup panik.
"Itu mungkin saja Tatsuo, karena dalam masalah hal ini, kita tidak memiliki musuh lagi selain Kefa."
"Coba kau pikir saja sendiri Tatsuo."
Tatsuo pun menghela nafas dan mencoba untuk tenang, apa yang di katakan oleh kedua orang dekatnya itu memang benar.
"Jadi rencana ku telah gagal."
"Bisa di bilang begitu."
"Tapi bagaimana mungkin rencana ku bisa gagal?"
"Itu semua karena kita terlalu meremehkan mereka, tampaknya orang yang bernama Kefa ini memang bukanlah orang biasa."
"Tapi walaupun dia bukan orang biasa, dia tetaplah bocah berumur 16 tahun."
"Umur bukanlah patokan untuk kehebatan seseorang."
"Ya aku setuju dengan mu."
"Memang benar, tapi tetap saja umur juga berpengaruh pada pengalaman bukan." Ujar Tatsuo yang langsung membuat mereka berdua terbungkam.
Mereka bertiga tidak habis pikir dengan orang yang bernama Kefa ini, mereka telah menulusuri semua tentang Kefa.
Yang mereka temukan hanya beberapa informasi saja tentang Kefa, informasi tentang Kefa sulit untuk di cari tau semuanya.
Kefa seperti sebuah dokumen rahasia negara, sangat sulit untuk membongkarnya.
Yang mereka hanya ketahui Kefa hanyalah orang baru dari negara lain yang tinggal di Jepang.
Yang mereka tau hanya informasi dasar saja, dan itu sama sekali tidak berguna bagi mereka.
Kefa selalu membuat terkejut keluarga Hamada, dari mulai kemunculan dia, semuanya menjadi hancur berantakan, dari mulai peristiwa hancurnya keluarga Abe, hanya karena hal sepele yang jika di hubungkan lagi, hal ini berhubungan dengan Kefa.
Kemudian ada beberapa hal kejadian lainnya lagi yang membuat keluarga Hamada merinding.
Mereka tidak pernah menyangka orang yang bernama Kefa ini akan menjadi orang yang sangat penting, dan akan menjadi orang yang sangat berbahaya bagi mereka.
Awalnya mereka menyangka Kefa hanyalah bocah biasa, namun pada akhirnya mereka semua sekarang mengerti, orang yang bernama Kefa hampir sama mengerikan nya dengan orang-orang yang berada di keluarga besar.
__ADS_1
Sekarang keluarga Hamada, dengan pasukan seada dan persenjataan seadanya, mereka harus bertahan dari gempuran serangan pasukan Kefa.
INGAT INI FANTASI HAYALAN DARI AUTHOR OKE, JADI KALAU TIDAK REALISTIS YA MAAF