
"Oh yah Tsukia 1 hal lagi, kau akan pergi kesana bersama ku hanya berdua saja, tidak bisa di dampingi oleh keluargamu, dengan syarat yang begitu apa kau akan tetap pergi kesana?"
"Iya aku akan tetap pergi kesana." Tsukia dengan raut wajah yang serius.
Tsukia demi bisa berada di samping Kefa ia bisa melakukan apapun.
Mendengar perbincangan Tsukia dan Haruki membuat Lala, dan Akihiro sangat terkejut.
Pertama mereka terkejut dengan Syarat yang diberikan, yang kedua mereka sangat terkejut dengan jawaban dari Tsukia.
"Tuan Haruki apa memang syaratnya harus seperti itu? Kenapa kami tidak bisa menemani putri kami?"
"Itu semua karena Tsukia sudah besar dia harus mandiri dan dia harus menghadapi semuanya sendiri, tuan Akihiro apa anda ingin selamanya putri anda menjadi burung dalam sangkar yang tidak tau dunia luar?"
Akihiro dan Lala pun terdiam karena mendengar perkataan dari Haruki.
"Tenang saja lagi pula aku ada di sana untuk menjaga Tsukia, aku ini kakaknya Kefa, jika kalian tidak percaya ini adalah kartu nama ku ini nomerku, dan aku juga mempunyai nomor Kefa, aku bisa menelopon dia sekarang agar kalian percaya padaku."
"Itu tidak perlu tuan Haruki, kami sangat percaya pada tuan Haruki. Hanya saja kami sangat khawatir pada Tsukia, bagaimana pun juga dia anak kami." Ucap Lala.
"Ayah ibu tenang saja jangan khawatir aku pasti baik-baik saja di sana, nanti aku juga bisa mengabari kalian, jadi aku mohon izinkan aku pergi ayah ibu." Ucap Tsukia dengan raut wajah yang serius.
"Jika itu keputusan mu, kami berdua tidak bisa melarang nya." Ucap Lala.
"Jadi ayah dan ibu mengizinkan ku untuk pergi?"
"Iya tentu saja." Ucap Akihiro.
Tsukia pun terlihat sangat senang, ia langsung memeluk orang tuanya itu dan berterima kasih banyak.
"Oh iya dan satu hal lagi, kita akan pergi besok, lebih cepat lebih baik."
"Apa!! Tapi bukan nya itu terlalu mendadak?" Lala yang terkejut.
"Tidak masalah aku setuju dengan tuan Haruki, lebih cepat lebih baik." Ucap Tsukia dengan raut wajah yang benar-benar sangat serius, yang membuat orang tua nya tidak bisa berkata-kata lagi.
"Bagus aku sangat menyukai sifat semangatmu Tsukia."
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa besok."
"Iya tuan Haruki."
"Panggil saja aku kak Haruki."
Mendengar itu membuat Tsukia sangat senang, secara tidak sengaja Haruki seperti memberikan kode bahwa Tsukia sudah di akui oleh Haruki.
"Iya kak Haruki, dan terima kasih atas semuanya kak Haruki, aku berhutang banyak pada kak Haruki."
"Santai saja tidak usah di pikirkan." Haruki sambil tersenyum, dan ia pun pergi.
"Tenang saja Kefa, aku akan menjadi kuat, aku akan membuktikan aku lebih layak dari wanita mana pun, akan aku pastikan aku akan menjadi orang yang lebih baik lagi, sehingga nanti aku layak berada di sampingmu." Tsukia dengan semangat yang membara.
__ADS_1
"Ayah ibu tolong sampaikan semuanya pada Kefa nanti, aku ingin dia mengetahui alasan kenapa aku pergi."
"Iya kami berdua pasti akan menyampaikan nya dengan baik." Ucap Lala, melihat anak nya yang terlihat sangat serius membuat mereka tidak bisa berbicara apapun lagi.
Mereka berdua hanya bisa mendukung keputusan yang telah di buat oleh Tsukia.
***
Kefa sekarang berada di sebuah kedai minum yang cukup sederhana, kemudian seorang pegawai di sana menghampiri Kefa.
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Tupai beracun." Ucap Kefa.
"Entah kenapa kau tidak suka dengan pasword nya, kesannya seperti berlebihan." Batin Kefa.
l
Mendengar itu pegawai tersebut hanya tersenyum.
"Silahkan ikuti saya." Ucap nya.
Pegawai tersebut pun membawa Kefa masuk ke dalam dapur, kemudian pegawai tersebut membawa Kefa ke ujung tembok, yang dimana di sana jalan buntu.
Dan di sisi-sisi nya terdapat sebuah rak besar yang berisikan piring gelas dan yang lainnya.
Pegawai tersebut pun kemudian menekan sebuah piso di sana yang berada di rak, dan tiba-tiba saja tembok tersebut terbuka.
"Tuan ikuti saja jalan ini nanti tuan akan menemukan tujuan tuan." Ucap pegawai tersebut sambil tersenyum.
"Baiklah terima kasih."
Kefa pun masuk ke dalam sana, dan pegawai tersebut dia di luar dan menutup tembok itu lagi.
Kefa pun kemudian menuruni tangga itu dan dia pun tiba di sebuah tempat rahasia dimana tempat tersebut terlihat sangat luas, dan di depan Kefa langsung terdapat sebuah toko senjata.
Senjata di sana benar-benar sangat lengkap jika Kefa lihat-lihat.
"Sepertinya kau pendatang baru." Ucap seseorang yang berada di sana.
Orang tersebut terlihat masih muda, namun memiliki wajah yang biasa saja dan di tambah di wajahnya juga terdapat luka sayatan pedang yang cukup besar.
"Iya aku pendatang baru."
"Kau tau tempat ini dari siapa?" Tanya orang tersebut.
"Aku tau dari Haruki, dia kakak ku."
"Haruki kah,"
"Apa kau mengenal dia?"
__ADS_1
"Iya dia pelanggan setia ku dia adalah orang yang sangat bodoh, kenapa dia memberikan alamat kepada anak kecil seperti mu."
"Aku sudah besar paman, usiaku sudah 16 tahun bentar lagi menginjak 17 tahun."
"Tetap saja kau masih bocah, tapi ya sudahlah dia pasti memiliki alasan tersendiri, entah kenapa aku sangat kesal jika membayangkan wajah dia sekarang."
"Aku juga sama."
Mereka berdua yang tersenyum kesal.
"Jadi kau datang kemari membutuhkan apa?"
"Aku membutuhkan beberapa hal......." Kefa pun menyebutkan semua yang dia butukan.
"Semuanya ada tapi harganya cukup mahal."
"Harga tidak jadi masalah selagi apa yang aku inginkan ada."
"Baiklah kalau begitu."
"Tapi sebelum aku memberikan semuanya padamu ada hal yang ingin aku tanyakan, apa yang ingin kau lakukan dengan bom tempel ini? Untuk masalah senjata pistol yang kau inginkan aku tidak akan bertanya."
"Hmm itu yah hmm untuk membuat sebuah pesta kecil mungkin, tidak perlu kuberitahu juga kau akan mengetahuinya nanti."
"Haah (Menghela nafas lemas) kau sama menyebalkan nya seperti Haruki."
"Tapi aku masih tidak percaya bahwa kau adik nya dia, kau jauh berbeda dengan Haruki."
"Aku adik angkatnya bisa di bilang begitu."
"Begitukah, oh yah apa aku boleh melihat kemampuan mu?"
"Aku akan memberikan diskon kalau kau sampai membuatku tertarik dengan kemampuan mu."
"Tawaran yang menarik, baiklah akan aku lakukan, jadi apa yang harus aku lakukan."
Orang tersebut pun menunjuk kearah tempat dimana latihan tembak berada.
"Aku akan mengaturnya ke level tertinggi, kau harus bisa mengenai semua boneka bergerak itu, sebagai orang yang di akui oleh Haruki, seharusnya kau bisa melakukan nya, walaupun aga sedikit mustahil. umur mu masih 16 kan."
"Iya aku tidak berbohong umurku masih 16."
"Hmm tapi aura yang kau keluarkan benar-benar terlihat sangat mengerikan, kau sepertinya bukan bocah biasa."
"Lupakan apa yang aku katakan tadi, kita mulai saja ayo cepat."
"Ya tentu, aku tidak akan mengecewakan mu."
"Semoga saja kau mengecewakan ku, aku tidak ingin rugi."
"Hahhaha maaf tapi sepertinya kau harus rugi."
__ADS_1
"Mulailah." Ujar Kefa.