
"Pero INI SEMUA SALAH MU!!!!!!!" Ujar teman nya Pero yang terlihat sangat kesal kepada Pero.
"Pero kami rasa kau lebih baik menyelesaikan semua masalah ini sendirian, jangan bawa-bawa kami lagi, kami tidak ingin terlibat lagi."
"Lihatlah gara-gara mu kami harus menjadi seperti ini, sialaan ini menyakitkan."
"Pero pergilah dari sini dan jangan pernah kembali sebelum kau menyelesaikan masalah mu dengan Kefa."
"Kami tidak ingin terlibat lagi, kami sekarang sudah mengetahui siapa Kefa sebenarnya, dan kami tidak ingin ikut campur lagi dalam masalah bodoh mu itu, jadi pergilah sekarang."
"Kalian kenapa?" Pero yang merasa tidak percaya jika teman-teman nya mengatakan hal seperti itu, padahal Pero sudah menganggap mereka sebagai teman dekat nya.
"Coba kau gunakan otak mu sedikit saja, kau punya otak kan?"
"Pero yang telah kau singgung adalah orang yang paling berbahaya, dia adalah penguasa seluruh Smp dan sebagian Sma di Bandung, dia juga berasal dari keluarga Deluxe, dia adalah orang yang sering di bicarakan oleh senior-senior ku di luaran sana, dia orang yang sangat mengerikan, tidak ada yang pernah berani melawan nya, senior-senior ku saja yang sangat hebat itu sampai tidak tau siapa nama orang itu, mereka hanya tau julukan nya saja, yaitu K."
"Dan aku rasa K itu adalah Kefa, Farhan dia tidak mungkin berbohong pada kita semua, dia adalah penguasa dari kelas 9 dan dari dulu dia adalah orang yang sangat kuat, dia orang yang sangat mengerikan, oleh karena itu aku yakin dia pasti mengetahui sesuatu."
"Jadi kesimpulan nya untuk masalah mu kali ini, kau harus menyelesaikan nya sendiri, kami tidak ingin ikut campur sama sekali, kami takut jika terjadi sesuatu pada kami ataupun keluarga kami, kau telah menyingung orang yang salah Pero pergilah." Pero yang kembali di usir.
Pero yang terlihat kecewa dia terdiam tidak berbicara, teman-teman yang ia dapat andalkan tiba-tiba saja berbicara seperti itu, Pero pun sekarang kebingungan.
"Baiklah aku akan pergi dari sini." Pero yang terlihat kecewa.
Pero dia menyadari bahwa ia membuat kesalahan yang sangat besar, dia sangat bingung harus apa, untung saja tadi Farhan menghentikan nya untuk melakukan tindakan lebih bodoh lagi.
Jika sampai tindakan bodoh itu terjadi, maka seratus persen kemungkinan Pero akan menyesal seumur hidupnya.
Pero sekarang berniat untuk pergi menemui Kefa dan meminta maafkan masalah yang telah ia perbuat, satu-satunya cara agar ia keluar dari masalah ini adalah meminta maaf kepada Kefa.
Pero sekarang sudah mengetahui siapa sebenarnya Kefa dari mulut orang yang dapat di percaya yaitu Farhan, dan informasi orang tersebut tidak mungkin salah.
Jadi Pero sekarang menyadari tempat dia dimana, walaupun ia sama sekali tidak menyangka Kefa adalah orang yang di beri julukan K, sebagai penguasa terkuat di Bandung.
Sebenarnya hari ini sekolah sudah bubaran, dan kemungkinan Kefa sudah pulang, tapi Pero penasaran ia berharap Kefa belum pulang dan masih ada di kelasnya.
Pero ingin menyelesaikan masalah itu dengan cepat-cepat Pero merasa ketakutan jika masalah ini belum selesai, ia tidak tenang.
__ADS_1
Walaupun tubuh dia sekarang penuh luka, dia sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Yang lebih penting adalah menyelesaikan masalah dengan Kefa.
Pero pun tiba di kelas Kefa, dan ia pun melihat Kefa yang masih di kelas, sambil bersantai memakan cemilan nya.
"Apa kau kembali? Jadi bagaimana apa kau ingin menyelesaikan masalah tadi dengan ku sekarang?" Tanya Kefa dengan tatapan yang mengerikan.
Pero pun menundukkan kepalanya, ia terlihat seperi orang yang culun ingin meminta maaf.
"Kenapa ada apa dengan mu? Bukan nya tadi kau terlihat sangat berani? Kenapa sekarang kau terlihat ketakutan seperti itu?" Tanya Kefa.
"Jawabalah apa kau sekarang tiba-tiba jadi bisu?"
"Ah iya maaf tuan Kefa."
"Tuan?" Kefa yang kebingungan karena perasaan tadi Pero orang nya terlihat sangat membenci nya, tapi kenapa sekarang tiba-tiba dia berubah secara drastis.
"Aku sudah mengetahui tentang mu."
"APA?" Kefa yang terkejut dan membuat Pero ketakutan.
"Farhan yang memeberitahuku, dan yang tau hanya teman-teman ku saja."
"Begitukah ternyata orang itu yah, oh yah Pero aku peringatkan padamu dan teman-teman mu itu, karena kalian sudah mengetahui rahasia ini, alangkah baiknya kalian menutup rapat mulut kalian itu, dan jangan pernah bocorkan sedikit pun informasi tentang ku, jika hal itu sampai terjadi kalian pasti mengerti apa yang akan terjadi pada kalian." Ujar Kefa sambil tersenyum biasa, namun terlihat sangat mengerikan bagi Pero.
Pero pun menganggukan kepalanya, "Ba-baik tu-tuan Kefa, kami berjanji tidak akan membocorkan sedikit pun informasi tentang tuan."
"Hmm baguslah, jadi kenapa kau datang kemari?" Kefa sudah mengetahui niat sebenarnya Pero tapi Kefa hanya berpura-pura tidak tau.
"AKU KEMARI INGIN MEMINTA MAAF SEBESAR-BESARNYA PADAMU TUAN KEFA" Ujarnya Sambil bersujud.
"Kau tidak membuat kesalahan padaku, tapi kau membuat kesalahan dengan Laura, dari pada meminta maaf padaku, aku lebih senang kau meminta maaf kepada Laura."
"Jika Laura memaafkan mu, aku juga akan memaafkan mu."
"Baik tuan jika itu yang di inginkan tuan, aku akan meminta maaf kepada Laura setulus-tulusnya, aku juga tidak akan menganggu dia lagi, aku bersumpah tuan."
"Ya baguslah, kau tunggu saja disini sebentar, dia pasti datang kemari, dia sering menganggu ku, ngomong-ngomong kau tidak perlu cemburu Laura hanya bermain-main dengan ku, coba kau pikir wanita seperti dia mana mungkin suka dengan orang yang terlihat culun seperti ku benar bukan?"
__ADS_1
"Iya tuan aku rasa benar, maafkan saya tuan atas kejadian sebelumnya." Pero yang mulai bernafas dengan lega.
"Aku tidak masalah santai saja, yang penting nanti lihat saja Laura, apa dia memaafkan mu atau tidak."
"Iya tuan."
"Jika ada Laura panggil saja aku dengan namaku, tidak usah terlalu formal juga."
"Baik tuan."
Tak lama benar saja perkiaraan Kefa, Laura datang ke kelas Kefa.
Pero seakan-akan tidak percaya bahwa prediksi Kefa bisa benar, Laura akan datang ke kelas Kefa, pada awalnya Pero sebenarnya tidak percaya akan hal itu.
Karena mana mungkin seorang Laura mau masuk ke kelas orang lain.
Tapi sekarang dia benar-benar sangat terkejut, begitu pula dengan Laura yang terkejut karena melihat Pero.
"Yo cewe gila, akhirnya kau datang juga, Pero dan aku sedang menunggu mu."
Laura pun terdiam dan melihat keadaan Pero dan juga Kefa.
"Apa yang terjadi?" Tanya Laura yang tiba-tiba terlihat khawatir.
"Tidak ada yang terjadi kau kenapa terlihat terkejut seperti itu?" Tanya Kefa.
"Kefa jujur padaku apa yang terjadi, kalian berdua pasti bertarung kan?"
"Tidak Laura." Ujar Kefa dan juga Pero.
"Jangan berbohong aku bisa melihat keadaan Pero yang penuh dengan luka, pasti kalian bertarung kan?"
"Tidak La-" Tiba-tiba Laura yang memeluk Kefa dan terlihat sangat khwatir kepada Kefa.
"Dasar bodoh aku sudah bilang jangan ikut campur, tetapi kenapa kau tetap ikut campur dan malah bertarung dengan Pero, Kefa kau baik-baik saja kan jangan hanya gara-gara ku kau sampai terluka?" Tanya Laura yang terlihat khawatir pada Kefa dan mengabaikan Pero.
Kefa dan Pero di sini langsung terdiam bengong. Mereka berdua sekarang terlihat sangat terkejut.
__ADS_1