Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 162 Menjadi pengawal 2


__ADS_3

"Kefa berapa lama kita akan menjadi pengawal nya?" Tanya Laura.


"Hmm entahlah aku rasa tidak akan lama, karena bagaimana pun juga keluarga Kobayasi pasti akan kumusnahkan dalam waktu yang dekat."


"Tapi yah aku harus menunggu kesempatan terlebih dahulu, aku tidak bisa asal bergerak, anggap saja aku sekarang sedang bermain catur dengan para pemimpin keluarga besar."


"Aku mengerti, keluarga Kobayasi memang benar-benar harus di singkirkan, mereka sudah bertindak terlalu semena-mena."


"Kamu benar, aku tidak bisa membiarkan para biadab itu hidup dengan tenang."


"Iya sayang."


Tak lama Kiara pun datang bersama dengan Hokatsu.


"Ayo kita pergi." Kiara yang terlihat bersemangat.


"Hey wanita menyebalkan kita akan pergi kemana?"


"Kau ini pengawal ku atau bukan, kenapa kau bicara tidak sopan seperti itu pada atasan mu sendiri."


"Apa kau melupakan sesuatu, aku bukan pengawal mu, tapi aku adalah pengawal Kefa."


Kiara pun terdiam dan sangat kesal pada Laura.


"Dari sejak awal aku melihatnya aku memang benar-benar tidak suka pada wanita ini huh!" Batin Kiara yang mendengus kesal.


"Iya iya, sekarang kita akan pergi ke berbelanja."


"Ohh begitu yah."


"Tuan Kefa aku mohon kerja samanya."


"Iya, ngomong-ngomong Hokatsu apa selain kita ada yang lain?"


Hokatsu yang mengerti apa maksud Kefa ia pun menganggukan kepalanya.


"Hmm kalau begitu seharusnya kita akan aman." Ucap Kefa.


"Seharusnya tapi tuan ingat selalu keluarga Kobayasi adalah keluarga yang sangat terkenal dengan pembunuhan nya, mereka sangat hebat dalam membunuh."


"Baiklah aku mengerti."


Mereka pun tak lama pergi dari sana menuju tempat pusat perbelanjaan di prefektur Nagano.


Terlihat sepanjang jalan Laura dan Kiara mereka sangat akur, bahkan mereka terlihat sangat cocok.


Sampai-sampai mereka terlihat seperti teman yang sudah lama.


"Hokatsu apa kau mengerti pemikiran wanita."


"Tidak tuan, saya juga terkadang bingung sendiri, wanita adalah seseorang manusia yang sangat sulit untuk di mengerti."


"Kau benar aku setuju dengan mu."


Mereka berdua yang mengehela nafas, Laura dan Kiara mereka terkadang akur tapi terkadang bertengkar juga.


Ketika Laura dan Kiara sibuk berbelanja, Kefa dan juga Hokatsu mereka melirik kesana kemari, mereka ingin memastikan tempat itu aman.


Tiba-tiba saja Laura dengan raut wajah yang terlihat senang, menghampiri Kefa.


"Pria, jam 2." Laura yang berkata pada Kefa sambil tersenyum.


Hokatsu, dan Kefa yang memahami apa yang di maksud Laura, mereka menganggukan kepala.


"Biarkan aku saja yang pergi, kalian berdua tetap bersama Kiara."

__ADS_1


"Iya sayang siap heheeh." Laura yang terlihat senang.


"Apa tidak masalah tuan Kefa menyerahkan semuanya padamu."


"Santai saja sudah biasa bagiku." Kefa pun pergi dari sana.


Mendekati pria yang mencurigakan menurut Laura, pria tersebut pun ketika melihat Kefa, ia jalan dengan cepat menjauh dari sana.


Kefa pun semakin curiga bahwa dia adalah orang yang diam-diam sedang mengincar Kiara.


Kefa pun mengejar orang tersebut.


Orang tersebut pun tiba-tiba lari menjauh dari keramaian dan menuju tempat yang sangat sepi.


Kefa pun sekarang sedang terjebak, Kefa mengetahui bahwa dirinya sedang di jebak oleh musuh.


Musuh sepertinya ingin membunuh Kefa.


Kefa mengetahui bahwa dirinya sekarang sedang di kepung oleh 10 orang.


"Keluarga Kobayasi benar-benar sangat niat untuk membunuh Kiara." Batin Kefa yang tersenyum senang.


Beberapa musuh pun muncul dari persembunyian nya dan menembak Kefa.


4 peluru sekaligus melesat kearah Kefa, Kefa hanya bergerak sedikit saja untuk menghindari semua peluru itu.


Para musuh pun terkejut, karena Kefa dengan mudahnya bisa menghindari peluru yang melesat kearahnya.


Para musuh pun menyadari bahwa orang yang mereka kepung sekarang adalah orang yang sangat berbahaya.


"Akan aku ajari kalian cara menembak." Kefa pun mengeluarkan senjata pistolnya dan berhasil membunuh 1 orang yang muncul dan ingin melakukan tembakan pada Kefa.


"1...2...3.....4......5." Kefa yang menumbangkan setengah dari mereka dengan mudah tanpa bergerak sama sekali.


Musuh pun langsung kepanikan dan ketakutan, lima sisanya lagi mereka tidak ingin menunjukkan diri mereka, karena sekalinya mereka menunjukkan diri, mereka akan langsung di tembak mati dengan cepat.


"Apa kalian akan terus bermain petak umpet seperti ini?"


"Haah (Menghela nafas lelah) Sepertinya aku harus mencari kalian, dimanakah kalian sembunyi, hati-hati aku akan datang." Kefa yang mengejek mereka seperti seorang anak kecil.


Kefa pun disini berjalan menuju persembunyian salah seorang dari musuh.


Musuh itu pun langsung saja kepanikan, nafas dia tidak tertatur dan ketakutan.


Kefa seperti seorang malaikat maut.


Musuh itu pun meminta bantuan teman nya yang lain.


Para temannya pun memutuskan mereka akan muncul bersama dan langsung menembak mati Kefa.


Mereka pun setuju akan hal itu.


"Halo orang yang ada di sana, kau sudah ketahuan muncullah tidak usah bersembunyi lagi." Kefa yang mengejek orang itu.


Orang itu dan keempat teman nya yang lain langsung muncul dan langsung melakukan tembakan kearah Kefa.


Kefa pun di sini menembak kearah orang yang berada di dekatnya itu, Kefa mengarahkan tembakan nya ke arah pistol yang di miliki orang tersebut.


Pistol dari orang tersebut pun terlempar jauh ke atas.


Kefa pun di sini berlari di atas tembok samping yang tak jauh darinya. Sambil menghindari serangan para musuh.


Kefa pun yang berlari di tembok kemudian melompat kearah musuh yang ada di depan nya itu.


Kefa melompat sangat jauh dan mengambil pistol yang terbang keatas tadi.

__ADS_1


Dan di saat Kefa terbang di atas, Kefa melakukan empat tembakan sekaligus menggunakan 2 pistol.


Al hasil orang yang berada di dekat Kefa itu mati, dan 3 teman nya yang aga jauh juga mati, menyisakan satu orang lagi.


Satu orang lagi yang melihat kengerian dari kemampuan Kefa, ia langsung mengompol di celana sambil terjatuh ke tanah dan menjatuhkan juga senjatanya.


"Monster monster..........." Teriak orang itu yang ketakutan.


Kefa hanya tersenyum pada orang itu.


Orang itu saat melihat senyuman Kefa, ia seperti melihat malaikat maut ia sangat ketakutan.


"Ampuni aku tuan, maafkan aku tuan....." Ucap orang tersebut yang tidak bisa melakukan apapun lagi hanya bisa terdiam di tempat sambil memohon ampunan.


Dia ingin mencoba kabur, namun ia sangat yakin ia tidak bisa melakukan nya, karena orang yang ia lawan bukanlah manusia biasa.


Sehebat apapun dia kabur dia pasti tidak akan bisa kabur.


Oleh karena itulah satu-satunya cara meminta ampunan pada Kefa.


Kefa pun di sini langsung jongkok di dekat orang itu sambil menodongkan pistolnya kearah kepala samping orang tersebut.


"Jawab pertanyaan ku kau bisa hidup, tidak perlu banyak bicara." Ucap Kefa dengan tatapan yang mengerikan.


Orang tersebut menelan ludahnya sendiri dan menganggukan kepalanya.


"Markas kalian ada dimana?" Tanya Kefa.


"Daerah Ikeda....." Orang tersebut pun memberikan alamat yang lengkap.


"Yang memimpin siapa?"


"Tidak tau."


"Begitu yah, selamat tinggal."


"Tuan tuan a.." orang tersebut pun di tembak mati oleh Kefa.


Kefa pun disini kemudian menelopon Arata.


"Arata di dekat daerahmu di Ikeda........" Kefa yang tanpa basa-basi langsung memberitahu semua informasi yang di ketahuinya kepada Arata.


"Baik tuan saya mengerti saya akan langsung menuju tempat itu dan memeriksa apakah benar atau tidak."


"Iya aku mengandalkanmu Arata."


"Tenang saja tuan aku tidak akan mengecewakan tuan."


"Iya terima kasih."


"Baiklah mungkin ini saatnya kembali, aku menghabiskan waktu cukup lama di sini semoga saja Laura, Kiara belum selesai belanjanya."


Kefa pun kembali ke tempat semula dan menatap datar Laura, dan juga Kiara.


"Sepertinya aku terlalu cepat dalam menghabisi mereka, buktinya Laura dan Kiara mereka berdua masih bingung dengan baju yang mereka pilih tadi."


"Dasar wanita kalau masalah belanja pasti lama." Batin Kefa yang kelelahan.


"Hokatsu apa aku pergi lama tadi."


"Iya tuan cukup lama."


"Kalau begitu kenapa mereka masih bingung dengan baju yang sama?"


"Tuan tau sendiri bukan bagaimana wanita."

__ADS_1


Mereka berdua pun menghela nafas panjang.


__ADS_2