Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 138 Laura membuat keributan


__ADS_3

Laura pun masuk ke kelas, dan semua orang di sana kebanyakan pria mereka langsung berdiri dan langsung berteriak-berteriak.


Itu semua karena mereka menyambut seorang wanita cantik yang datang ke kelas mereka.


Semua pria di sana pun ribut tentang Laura, Laura terlihat sangat menakjubkan.


Laura mengabaikan mereka semua dan ia hanya terfokuskan pada seseorang yang tidak lain adalah Kefa.


Kerinduan Laura pun seketika terbalaskan walaupun Laura di sini melihat Kefa yang sedang tertidur.


"Anak bodoh itu dia masih saja sama seperti dulu, selalu tidur di kelas." Laura yang tersenyum tanpa sadar.


Senyuman Laura membuat kelas ribut.


Oyama di sini dia terlihat biasa saja, ia tidak tertarik sama sekali walaupun Laura terlihat sangat cantik, tapi bagi Oyama Laura bukan tipenya.


Kefa di sini tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


"Ada apa yah kenapa di sini ramai sekali padahal biasanya semuanya diam tidak berbicara tidak berisik, tapi kenapa sekarang berisik, apa mungkin karena murid baru itu yah, adehhh apa secantik itu murid baru sampai-sampai mereka harus ber-te-riak.........." Kefa yang terbangun dan melihat murid baru yang tidak lain adalah Laura.


Laura pun di sini tersenyum pada Kefa yang terbangun dan melambaikan tangannya pada Kefa.


Kefa yang merasa tidak percaya dengan penglihatannya itu ia kemudian mengusap kedua matanya.


"HAH!!!!!!! APA!!!!!!!! LAURA, TUNGGU TUNGGU AKU BARU BANGUN TIDUR JADI INI PASTI HAYALAN ATAU MUNGKIN SEMACAMNYA." Kefa pun menatap lagi cukup lama.


Kefa pun berkeringat dingin.


"DIA BENAR-BENAR LAURA!!!!!!!!!"


"BAGAIMANA MUNGKIN DAN BAGAIMANA BISA LAURA DATANG KEMARI INI TIDAK MUNGKIN, TAPI LAURA SEKARANG ADA DI HADAPANKU."


Laura pun di sini tersenyum penuh maksud pada Kefa.


Kefa yang mengetahui senyuman itu ia pun pasrah "Ah sudah habislah aku." Batin Kefa.


Oyama terlihat sangat khawatir pada Kefa, bahkan ia bertanya keadaan Kefa.


Tapi Kefa hanya menjawab baik-baik saja.


"Ehem ehem jadi semuanya perkenalkan saya adalah Laura, saya berasal dari Indonesia, umur saya 17 tahun, dan ada poin penting yang harus kalian garis bawahi..." Laura yang tersenyum pada Kefa.


Kefa pun terdiam tidak bisa apa-apa dan hanya meratapi nasibnya, Kefa mengetahui bahwa Laura merencanakan sesuatu.


"CATAT DAN INGAT YAH, AKU ADALAH ISTRI KEFA." Laura sambil menunjuk kearah Kefa.

__ADS_1


"HAH!!!!!!!!!!!! APA!!!!!!!!!!!" Semua orang yang terlihat sangat terkejut dan tatapan mereka semua langsung tertuju pada Kefa.


Kefa pun di sini menghela nafasnya "Haah sudah aku duga akan jadi seperti ini pada akhirnya."


Laura pun kemudian dia mendekat kearah Kefa, dan dia langsung duduk di pangkuan Kefa dan merangkul Kefa dan memeluk Kefa.


Satu kelas pun menjadi heboh, gurunya sendiri hanya terdiam terkejut tidak bisa melakukan apapun.


Begitu pula dengan Oyama dan semua orang yang ada di sana.


Kelas Kefa pun menjadi sangat ribut.


Kefa pun disini tersenyum "Kau pergi kemana saja bodoh, aku merindukan mu." Ucap Kefa yang terdengar oleh Oyama.


Oyama di sini sangat terkejut, karena Kefa di sini terlihat senang sekaligus terharu, dan mendengar ucapan Kefa membuat Oyama semakin yakin bahwa Laura adalah istri Kefa.


"Aku juga merindukan mu." Laura yang memeluk erat Kefa.


"Uhm Laura pelukannya lebih baik cukup sampai sini, aku rasa kita berdua menciptakan suasana yang sangat tidak mengenakan di sini."


"Gak mau aku gak peduli tentang mereka, aku hanya ingin memeluk mu sampai tulang mu remuk semua."


"Kau terlalu sadis seperti biasanya."


"Biarlah."


"Ngomong-ngomong kenapa kau bilang kau adalah istriku."


"Biarinlah suka-suka aku, kenapa kamu ga suka, oh jangan-jangan."


"Jangan-jangan apa? Kau jangan menuduh yang aneh-aneh."


"Siapa yang menuduhmu, aku tidak menuduhmu, sangat aneh, apa jangan-jangan dugaanku benar."


"Dugaan apa Laura, ngomong-ngomong apa pelukannya sudah selesai?"


"Ga belum aku masih pengen meluk kamu."


"Iya baiklah." Kefa pun mengelus kepala Laura dengan lembut.


Semua orang di sana hanya bisa terkejut kebingungan dan ribut sana sini.


Mereka semua mengetahui bahwa Kefa kemarin-kemarin dekat dengan Tsukia, bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


Dan sekarang secara mengejutkan Kefa ternyata sudah menikah dengan seorang wanita yang sangat cantik bagaikan bidadari.

__ADS_1


Mereka sama sekali tidak mengerti.


Mereka pun di sini juga bergosip.


Namun mereka semua tidak berani sampai menghina Kefa atau mengatakan Kefa yang buruk-buruk, karena mereka semua takut pada Kefa.


Di Sma Tatsuno para siswanya sudah mengetahui siapa pemimpin mereka yang tidak lain adalah Kefa.


Kefa berada di kasta yang paling tinggi di Sma Tatsuno, jika ingin melawan dia mereka harus melewati terlebih dahulu para bawahan Kefa yang sangat kuat.


Jika mereka menghina Kefa sedikit saja, maka mereka pasti akan di incar.


"Laura yang sangat cantik, baik, dan tidak sombong pelukannya sampai sini dulu yah, nanti di lanjut yah nona cantik." Ucap Kefa yang menggoda Laura agar Laura berhenti memeluk Kefa.


Di sini kelas tidak akan pernah bisa tenang jika Kefa dan Laura terus berpelukan.


Oyama di sini hanya terdiam tidak berkata apapun.


Mendengar Kefa yang memuji Laura, Laura pun terlihat malu-malu dan langsung berhenti memeluk Kefa.


"Permisi apa saya boleh duduk di sini, saya adalah istrinya Kefa jadi saya tidak bisa jauh-jauh dari dia." Ucap Laura sambil tersenyum pada seorang pria di sana.


"Ah tentu saja silahkan." Pria tersebut tersipu malu dan langsung pergi dari sana.


"Terima kasih." Laura yang di sini langsung mendekatkan tempat duduknya ke dekat Kefa.


"Dengan begini aku siap belajar." Ucap Laura penuh dengan semangat.


Kefa pun hanya menatap datar Laura.


"Kenapa kau melihatku seperti itu hah?"


"Tidak sayang tidak apa-apa, aku hanya kagum pada kecantikanmu saja begitu."


"Elleh so soan menggoda." Laura yang tersipu malu.


Kefa pun tersenyum melihat kelakuan Laura, sudah lama Kefa merindukan kelakuan Laura yang gila seperti sekarang.


"Laura aku sangat senang karena kamu jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menemui ku." Ucap Kefa dengan tulus.


Laura pun langsung tersipu malu, dia tidak bisa mengatakan apapun.


"Ya itu semua karena aku merindukan mu." Ucap Laura pelan.


"Begitu yah kau tau aku juga sangat merindukan mu." Balas Kefa.

__ADS_1


"Aku masih tidak percaya tuan Kefa bisa bucin." Batin Oyama yang mendengar percakapan romantis mereka.


__ADS_2