
Di perang itu di kubu Kefa juga terdapat ratusan orang yang mati.
Dan semua orang berduka cita atas kematian mereka, bagi Kefa dan yang lainnya, mereka adalah orang yang hebat, mereka juga termasuk teman Kefa dan yang lainnya, karena mereka telah berani masuk ke peperangan dan mengorbankan nyawa mereka.
Kefa dan yang lainnya beserta dengan ribuan pasukan yang mereka miliki, mereka sekarang sedang memakamkan orang-orang yang telah mati di peperangan itu.
Mereka akan di makam kan di pemakaman The Last, pemakaman yang memang khusus untuk anggota dari organisasi Kefa.
Ribuan orang mengantarkan pemakaman untuk orang-orang yang mati di peperangan itu.
Total ada 330 orang yang mati karena peperangan itu dari kubu Kefa.
Kali ini terdapat korban jiwa karena perang itu merupakan perang yang besar di tambah yang mereka lawan adalah keluarga besar.
Tangisan terdengar cukup keras di sana, keluarga teman dan yang lainnya menangis karena kepergian mereka, namun satu hal yang pasti tidak ada orang yang menyalahkan atas keputusan yang telah mereka perbuat.
Pemakaman itu terjadi cukup lama, namun kali ini cuacana di sana cukup bagus cerah namun tidak panas.
Kefa pun di pemakaman itu memberikan pidato penghormatan pada mereka semua yang telah gugur.
Singkatnya pemakaman para orang yang telah gugur pun selesai, dan sekarang hanya tersisa orang-orang penting yang ada di organisasi Kefa.
Seperti Defa, Oyama, Isamu dan yang lainnya.
__ADS_1
Mereka semua pergi ke pemakaman Kiara, Hokatsu, Iwao, Saichi, dan Daichi.
Kefa di sini memberikan bunga putih yang sangat indah ke pemakaman mereka berlima.
"Kiara, Hokatsu, Iwao, Saichi, Daichi. Kalian tau kami semua sekarang sudah berhasil membalaskan dendam, semoga kalian bisa tenang di alam sana."
"Aku sangat berterima kasih banyak pada kalian, kalian merupakan teman ku yang terbaik, kalian mengajarkan ku banyak hal, aku hanya bisa berterima kasih dan meminta maaf."
Kefa yang bersedih, dan dia pun melihat siluet teman-teman yang sedang tersenyum padanya.
Melihat siluet itu Kefa membalas senyuman mereka.
"Aku pergi dulu." Ucap Kefa.
"Aku berharap kalian berlima sekarang bisa tenang, karena keluarga Kobayasi sekarang sudah hancur. Aku harap kalian di sana menemukan kebahagiaan kalian."
"Kiara terima kasih, kau adalah teman ku yang terbaik, kau mengajarkan ku banyak hal, dan satu yang pasti sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah untuk menjadi istri Kefa heheh, kau liat saja dari sana suatu saat aku akan menikah dengan Kefa."
Yang lainnya pun menyampaikan pesan yang mereka ingin sampaikan pada mereka berlima.
Hingga terakhir giliran Arata, seperti yang di ketahui sendiri Arata sangatlah dekat dengan Iwao, Saichi terutama Daichi.
Semua orang mengetahui bagaimana pertemanan mereka terutama dengan Daichi, mungkin Daichi sudah seperti saudara bagi Arata.
__ADS_1
Mereka berdua sangatlah dekat, bahkan mereka selalu bersama dimana pun kapan pun, tapi pada akhirnya, sekarang mereka harus berpisah.
Mereka dipisahkan oleh takdir dan maut yang menjemput Daichi terlebih dahulu, Arata ketika melihat pemakaman mereka berlima, ia berkaca-kaca dan terlihat sangat sedih.
Arata di sini mengingat kebersamaan dan janji mereka.
"Dasar bodoh, heheh itulah yang selalu kau katakan padaku Daichi, dulu aku sangat kesal dengan kata-kata mu itu, tapi kenapa sekarang aku sangat merindukan nya yah, hahaha lucu sekali hidup ini."
"Hey Daichi kini kalian berlima sudah bisa tenang, bajingan keluarga Kobayasi telah kami bunuh semua, termasuk pemimpin mereka yaitu Satoshi, mungkin kau sudah mendengar ini dari yang lainnya juga."
"Daichi, terima kasih atas semuanya kau adalah teman terbaik tidak tidak kau bukan teman tapi melainkan saudara ku yang terbaik."
"Terima kasih berkat kau aku bisa menjadi seperti sekarang, banyak hal yang kita lalui kita sudah kenal bertahun-tahun lamanya, aku masih tidak percaya takdir begitu kejam, padahal baru saja kita membuat rencana untuk masa depan."
"Tapi yah tenang saja Daichi, aku akan menepati janji kita, ini rokok untukmu kau menyukainya bukan." Arata sambil menaruh satu bungkus rokok dan korek di atas makam Daichi.
Arata di sini melihat siluet Daichi yang tersenyum padanya, Arata hampir saja menangis tapi ia tiba-tiba di panggi oleh teman yang lainnya.
"Arata ayo kita pergi." Ucap Kefa dan yang lainnya.
"Tampaknya mereka sudah memanggilku Daichi, aku pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi hehehe."
"Iya sebentar tunggu aku semuanya."
__ADS_1
Mereka semua pun pergi dari sana sambil terukir senyuman yang menyakitkan.