
Kefa sama sekali tidak menyangka jika ada wanita yang akan memeluknya sama seperti ibunya.
Kefa benar-benar sangat terkejut, di tambah Kefa dapat melihat dengan jelas wajah Laura yang terlihat sangat khawatir padanya, Laura memeluk Kefa dengan pelukan tulus, Kefa dapat mengetahui hal itu, itulah yang membuat Kefa terkejut.
Sedangkan Pero dia terkejut karena ia tidak percaya seorang Laura memeluk seseorang, dan terlihat sangat khawatir pada seseorang.
Pero disini merasakan yang namanya kekalahan, benar-benar kekalahan dalam masalah cinta. Hati Pero terasa seperti di sobek-sobek, Pero di sini ternyata masih menyimpan perasaan terhadap Laura.
Dia pun tiba-tiba tersenyum, ia merasakan sakit benar-benar sakit.
"Aku tak pernah menyangka rasa sakit hati, lebih sakit dari pada luka-luka di tubuhku." Batin Pero.
"Aku tidak apa-apa Laura, aku sudah bilang bukan, kami di sini tidak bertarung, kami hanya mengobrol saja, Laura Pero ingin mengatakan sesuatu pada mu."
Laura pun tiba-tiba melepas pelukan nya "Syukurlah kalau begitu." Laura yang tiba-tiba tersenyum kepada Kefa, yang membuat Kefa sedikit tersipu malu.
Kefa tidak menyangka Laura bisa seimut itu, Kefa pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Laura pun di sini tersenyum dan ingin menggoda Kefa, karena di sini Laura tau bahwa Kefa sedang malu-malu kucing.
"Ehem ehem sebelumnya aku ingin meminta maaf karena telah menganggu kalian berdua yang sedang romantis-romantisnya, aku di sini ingin menyampaikan hal penting pada mu Laura."
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada mu, atas kejadian tadi siang waktu istirahat, itu semua karena aku di kuasai oleh emosi ku, maafkan aku Laura, aku sangat menyesal."
"Aku......Sejujurnya tadi siang aku.........Merasa cemburu karena kau begitu dekat dengan Kefa." Ujar Pero sambil tersenyum kepada Laura dan juga Kefa.
Laura dan Kefa tidak bisa mengatakan apapun.
"Dan yah Laura itu artinya kamu mengerti bukan, gimana yah aku mengatakan nya heheh....." Pero sambil memainkan rambutnya.
"Baiklah aku memang harus mengatakan nya, aku mencintai mu Laura, kamu tidak perlu menjawab nya sekarang, tidak di jawab pun tidak jadi masalah, tapi untuk pertama-tama aku ingin memastikan apa kamu memaafkan ku atau tidak?" Tanya Pero yang terlihat sangat sedih namun dia mencoba untuk tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja.
Laura pun membalas senyuman Pero "Aku memaafkan mu." Ujar Laura.
"Terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu." Pero yang pergi dari sana dengan cepat-cepat.
Laura sama sekali tidak menahan kepergian Pero.
__ADS_1
"Yap memang inilah yang pantas aku dapatkan yaitu penolakan, sialaannnn ini sangat sakit, hanya gara-gara 1 wanita saja kenapa rasa sakitnya seperti ini ya, sialan dasar jalan*"
"Haah (Menghela nafas lemas) Ada apa dengan hati ini, kenapa dia begitu lemah yah, woy bangsa* sudahlah terima saja kau sudah kalah sekarang."
"Wanita yang sangat kau sukai sekarang sudah berpindah hati, jadi iklaskan lah bangsa*"
"Sekarang wanita itu berada di genggaman orang yang tepat, dia tampan kuat hebat dan masih banyak lagi."
"Jika di bandingkan dengan ku yang hanya seorang bajingan aku tidak ada apa-apanya." Pero yang terlihat sangat sedih.
***
"Cewe gila apa kau yakin tidak ingin menjawab perasaan Pero?" Tanya Kefa.
"Tidak lagi pula aku tidak mencintainya, jangan kan mencintainya menyukainya pun tidak." Jawab Laura.
"Hmmm sayang sekali padahal dia terlihat tampan."
"Ya itu menurutmu, kalau menurutku dia biasa saja, masih tampanan kamu tau."
"Cewe gila, godaan mu tidak akan mempan sekarang aku sedang sadar, jadi berhentilah menggoda ku."
"Stop."
"Gak mau hehehe."
"Kamu pasti sekarang sedang tersipu malu kan, bagaimana mungkin kau tidak tersipu malu, kau sedang di goda oleh wanita yang super cantik seperti ku." Laura yang terlihat sangat percaya diri.
"Sepertinya kepercayaan dirimu dari dulu tidak pernah berubah."
"Iyalah tentu saja hehehe."
"Tapi kamu memang benar-benar cantik kok." Ujar Kefa sambil tersenyum.
Melihat senyuman Kefa dan mendengar perkataan Kefa, membuat Laura tersipu malu, wajah dia sekarang berubah menjadi merah muda.
Laura jadi terdiam dan terlihat seperti malu-malu kucing.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu, kenapa kau diam saja, dan wajah mu kenapa memerah, apa kau sakit?" Tanya Kefa sambil memegang dahi Laura.
"HAH! APA AKU BAIK-BAIK SAJA TIDAK USAH MENYENTUHKU, AKU PERGI DULU ADA HAL YANG HARUS AKU KERJAKAN BYE." Laura yang tidak kuat menahan rasa malunya, dan mencoba pergi dari sana.
"Ada apa dengan nya? Kenapa setiap kali aku memuji dia, dia pasti seperti itu, apa dia tersipu malu oleh ku........? Hah itu tidak mungkin terjadi." Batin Kefa.
"Baiklah sepertinya sekarang waktunya pulang, sekolah memang sangat melelahkan." Kefa pun pergi dan pulang ke rumah.
"Apa-apaan cowo berengsek itu, kenapa dia tiba-tiba memuji ku seperti itu, sialaannn ada apa dengan ku sebenarnya, kenapa aku menjadi lemah seperti ini."
"Kenapa kenapa kenapa, bisa-bisanya aku tersipu malu di hadapan cowo berengsek yang sama sekali tidak menyukai ku sialan."
"Dia padahal tidak sekeren cowo lain tapi kenapa, aku aaaaaaaaaaaa" Laura yang tidak ingin mengungkapkan hati nya.
"Tenang Laura mungkin Kefa menyantetku akhir-akhir ini, mungkin santetan dia nanti akan hilang perlahan seiring dengan waktu, dan sepertinya aku tidak akan menemuinya untuk beberapa hari."
***
Keesokan harinya, Kefa tidak masuk sekolah, karena dia harus pergi ke acara penting yang di adakan oleh kakek neneknya.
Kefa pergi bersama dengan keluarganya, dan tidak membawa teman nya, termasuk Defa sendiri, alasan Defa masih tetap sekolah itu semua karena perintah dari Edwart dan juga Rina.
Defa dan Robert sekarang sedang mengobrol.
"Defa bos Kefa apa benar dia tidak akan masuk kelas hari ini?" Tanya Robert.
"Iya itu benar, dia tidak hadir karena ada acara keluarga."
"Apa acara itu sangat penting?"
"Sepertinya iya, kalaupun tidak tuan Kefa tidak akan mau pergi ke acara itu, aku tidak tau acara apa yang di adakan oleh keluarga Deluxe, tapi yang pasti acara itu sangat penting, saking penting nya acara itu, yang datang ke acara itu seluruh keluarga Deluxe, dan orang-orang penting lainnya."
"Begitu yah."
"Iya sayangnya aku tidak bisa ikut kesana padahal aku sangat penasaran dengan apa yang ingin di lakukan oleh tuan Kefa di sana."
"Aku juga penasaran jika saudara Kefa semuanya berkumpul di satu tempat apa yang akan terjadi, aku rasa pertemuan di acara itu akan sangat mengerikan."
__ADS_1
"Semua orang hebat dari keluarga Deluxe, akan berkumpul di satu tempat, aku sama sekali tidak bisa membayangkan nya." Ujar Defa.