
Kefa, Tsukia, Egi, Bima, Kenta, Oyama, Defa, Robert. Mereka berdelapan baru turun dari mobil dan baru sampai di kediaman Akazaya.
Di kediaman Akazaya sendiri terlihat sangat ramai, banyak penjaga di depan gerbang masuk kediaman Akazaya.
Para penjaga itu terlihat sangat kuat teliti, dan mereka seperti orang yang tidak pernah membuat kesalahan, mereka sangat mengerikan.
Mungkin itu adalah pasukan penjaga khusus milik Akazaya.
Ketika mereka turun, mereka langsung di sambut hangat oleh para penjaga di sana, dan penjaga di sana menuntun mereka semua untuk masuk ke dalam ruang pertemuan.
Mereka pun masuk ke ruangan pertama, di sana terlihat beberapa orang yang tengah mengobrol dan berkumpul.
Mereka semua terlihat sangat kuat, dan mereka terlihat seperti bukan orang biasa.
Ketika Kefa dan yang lainnya datang, mereka semua langsung menatap dan terpusat kepada Kefa.
Mereka semua langsung menggosip tentang Kefa.
Ada yang merendahkan dan ada juga yang memuji Kefa.
Namun kebanyakan sepertinya tidak menyukai Kefa, alasan nya, karena Kefa terlihat seperti orang biasa.
Kefa masih berumur 17 tahun, mereka masih meragukan kekuatan Kefa, walaupun banyak rumor yang mengatakan bahwa Kefa sama kuatnya seperti Akazaya.
Defa, Tsukia dan yang lainnya yang mendengar ocehan mereka, rasanya mereka sangat kesal dan ingin langsung bertarung dengan orang yang membicarakan keburukan Kefa.
Namun di sini Kefa tiba-tiba saja mengeluarkan aura miliknya, aura miliknya itu menyebar dari penjuru ke penjuru lainnya.
Aura yang di keluarkan Kefa sangat pekat.
Semua orang yang melihat aura Kefa langsung terdiam seribu bahasa, tidak ada orang yang berbicara lagi mengenai Kefa.
Hanya dari aura nya saja mereka semua bisa mengetahui jika Kefa memanglah bukan bocah biasa.
Mereka yang telah mengatakan Kefa yang tidak-tidak langsung tertunduk lemas, mereka tidak pernah menyangka rumor yang beredar ternyata memang benar adanya.
Mereka tidak menyangka ada bocah yang berumur 17 tahun sekuat itu, rasanya mereka tidak percaya.
Tsukia dan yang lainnya hanya bisa tersenyum senang.
"Maafkan atas ketidaknyamanan yang telah di ciptakan oleh mereka tuan Kefa." Ucap salah seorang bawahan dari Akazaya, yang pernah melihat pertarungan Kefa melawan Akazaya.
Orang tersebut ketika bertemu Kefa langsung menunduk hormat, ia terlihat sangat ketakutan.
__ADS_1
"Itu tidak masalah, apa yang mereka katakan ada benar nya juga, tapi aku rasa sekarang mereka pasti sudah menarik kata-katanya." Ucap Kefa.
"Oh yah dimana Akazaya dan yang lainnya?" Tanya Kefa.
"Mereka semua berada di ruangan sebelah tuan, tapi tuan maaf sebelumnya."
"Kenapa?"
"Itu tuan yang bisa masuk ke dalam ruangan sana hanya 2 orang saja, tidak boleh lebih tuan."
"Hmm begitu yah tidak masalah, kalau begitu aku dan Tsukia yang akan masuk ke dalam sana, kalian semua tunggulah disini, carilah banyak teman jangan musuh." Ucap Kefa.
"Baik tuan." Jawab Defa dan yang lainnya.
Singkatnya Kefa, dan Tsukia pun pergi meninggalkan Defa dan yang lainnya.
Dan mereka berdua sekarang masuk ke ruangan, dimana di ruangan itu sudah ada pemimpin dari 3 keluarga besar, dan Yakuza.
Kesan pertama di dalam ruangan itu adalah sangat menegangkan sangat mengerikan.
Namun bagi Kefa hal ini sangatlah biasa, bagi Tsukia ini adalah pertama kalinya, namun melihat Kefa yang tenang, Tsukia juga ikut tenang.
Walaupun atmosfer di sana sangat mengerikan, karena tatapan dari 8 orang terkuat di Jepang langsung tertuju pada mereka berdua.
Mereka terlihat sangat mengerikan dan berwibawa.
"Maafkan aku semuanya, karena aku telah datang telat." Ucap Kefa.
"Hhaha itu tidak masalah saudaraku, silahkan duduk." Akazaya yang sangat ramah pada Kefa.
"Terima kasih Akazaya." Kefa pun duduk, begitu pula dengan Tsukia yang duduk di samping Kefa.
"Kenapa kau datang telat wahai adikku." Ucap Haruki yang ada di sana.
"Apa kau bertengkar dengan si imut Tsukia."
Kefa pun hanya menatap datar Haruki, begitu pula dengan Tsukia.
"Kalian kenapa?" Tanya Haruki.
"Tidak ada." Jawab Kefa dan Tsukia.
"Apa aku melakukan kesalahan pada mereka berdua?" Tanya Haruki.
__ADS_1
"Ehem ehem tidak masalah Kefa kami juga baru datang tadi." Ucap Hiroki yang mencoba untuk mencairkan suasana.
"Begitukah syukurlah kalau begitu." Ucap Kefa.
"Halo nak Kefa." Sapa Akasura.
"Halo paman, paman masih mengingat ku rupanya." Kefa yang menyapa hangat Akasura.
Akasura adalah orang yang pernah Kefa lawan di perang ketika melawan keluarga Hamada.
"Hhahaha paman tentu saja masih mengingat pertemuan kita waktu itu, paman tidak akan pernah melupakan kekalahan paman melawan mu hahaha, rasanya aku ingin bertanding ulang, ya awalnya aku sedikit malu karena kalah melawan mu, tapi setelah mendengar banyak rumor, paman jadi bangga hahahah." Akasura yang senang bertemu dengan Kefa.
"Tampaknya rata-rata dari kita sudah pernah bertemu dengan Kefa." Ucap Akazaya.
Mendengar ucapan Akazaya mereka semua hanya menganggukan kepala.
Mereka tidak percaya seakan-akan semuanya seperti sudah terhubung dan terjadi begitu saja.
"Walaupun kita sudah mengenal Kefa, tapi alangkah lebih baiknya jika kita semua memperkenalkan diri terlebih dahulu." Ucap Clarissa.
"Aku setuju dengan nya." Ucap Eden.
"Baiklah aku juga setuju, kalau begitu di mulai dari aku, aku adalah Akazaya pemimpin dari Yakuza."
"Aku adalah Raketsu, aku adalah tangan kanan dari tuan Akazaya."
"Aku adalah Kefa, pemimpin dari organisasi The King Of Glory."
"Aku adalah Tsukia, istri Kefa di masa depan, sekaligus orang terdekat Kefa." Ucap Tsukia dengan kepercayaan dirinya.
Dia sama sekali tidak malu untuk mengatakan nya.
Sedangkan Kefa di sini aga sedikit malu karena Tsukia terlalu berani, sedangkan Haruki dia hanya tersenyum dan di dalam hatinya dia sedang tertawa senang.
Sedangkan yang lainnya mereka hanya tertegun dan menggaruk rambut mereka.
Karena mereka baru pertama kali melihat ada seorang wanita yang lugu dan super berani seperti Tsukia.
Suasana pun sedikit canggung, Tsukia langsung duduk kembali sambil menahan malu.
Dan perkenalan pun terus di lanjutkan sampai terakhir di Clarissa.
Mereka semua pun telah mengenal satu sama lain, dan tampaknya sejauh ini tidak ada masalah sama sekali, mereka semua terlihat akur dan santai.
__ADS_1