
"Kefa apa tidak masalah jika aku ikut dalam peperangan kali ini, aku ingin melawan bos terakhir nya yaitu Denjiro dan Hashiro."
"Aku rasa jika aku berdiam diri terus seperti ini rasanya aku jadi tidak berguna, aku juga ingin menunjukkan kemampuan ku yang sekarang."
"Tentu saja boleh, kamu bebas melakukan apapun, aku akan menemanimu."
"Hhhehe terima kasih sayang." Laura yang terlihat senang.
Kefa pun mencari informasi dimana keberadaan Hashiro dan Denjiro.
Dan singkatnya Kefa dan Laura pun tau keberadaan mereka dimana.
Mereka pun dengan segera pergi ke medan peperangan.
***
Di medan peperangan yang terjadi di segala arah penjuru, sekarang para musuh sedang kesulitan dalam menghadapi pasukan Kefa.
Hampir di seluruh penjuru pasukan musuh mengalami kekalahan, padahal lawan mereka tidak sebanyak pasukan yang mereka bawa.
Tapi kualitas dari pasukan di sini sangat menentukan, kualitas pasukan Kefa dan strategi dari pasukan Kefa lebih baik dari pada musuh, itulah alasan mengapa musuh sekarang mengalami kekalahan.
Para pemimpin pasukan yang bertugas terus melaporkan pada Hashiro dan Denjiro.
Hashiro dan Denjiro yang merasa kuping nya sangat panas dan sangat kesal, mereka pun membuang aerphone mereka.
Dan memutuskan koneksi dengan para pemimpin pasukan yang lain.
Merasa di tinggalkan oleh Hashiro dan Denjiro, para pasukan musuh pun semakin kepanikan, mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan, mereka hanya menunggu giliran untuk mati.
Tidak butuh waktu lama pasukan musuh semuanya hampir terbantai hanya karena mereka semua terkena jebakan yang telah di buat oleh pasukan Kefa.
"Sialaannnnn!!!!!!!!!!!! Bagaimana bisa semua pasukan kita sekarang sedang terpojokkan, seharusnya kita saat ini sangat di untungkan." Ucap Hashiro.
"Sepertinya kita telah melakukan kesalahan besar Hashiro, kita terlalu meremehkan Kefa, tampaknya para pasukan Kefa sudah menghabisi para pasukan dari keluarga Hamada."
"Tapi bagaimana bisa, perang baru saja terjadi, mana mungkin keluarga Hamada yang memiliki pasukan yang sangat banyak dan kuat, bisa di kalahkan dalam waktu yang singkat."
"Aku pun tidak tau." Ucap Hashiro
"Denjiro kenapa bisa jadi seperti ini!!!!!!!" Hashiro yang bertanya pada Denjiro karena setres dengan keadaan yang mereka alami.
Mereka berdua sekarang sedang kepanikan karena dalam waktu sekejap saja mereka sekarang jadi terpojokkan.
Mereka berdua bisa mengetahui lawan mereka adalah pasukan Kefa, itu semua karena mereka mengetahui pasukan keluarga Hamada.
Pasukan keluarga Hamada tidak ada yang hebat, seperti pasukan yang mereka lawan sekarang, pasukan keluarga Hamada jarang menggunakan otak seperti pasukan yang mereka hadapi sekarang.
__ADS_1
Jadi Denjiro dan Hashiro sangat yakin bahwa pasukan yang mereka lawan sekarang adalah pasukan Kefa.
"Jangan tanyakan padaku, aku saja tidak tau, ini semua gara-gara mu, aku sudah bilang dari awal apa kau yakin dengan semua ini, sekarang kau mengerti kan apa maksud ku."
"Ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, kita harus mencari cara untuk keluar dari sini bodoh!!!!!!!!"
"Aku tidak bisa memikirkan apapun, kita semua sudah mati langkah tidak bisa kemana pun, kita sengaja di jebak dan di giring kemari."
"Ini semua salahmu kau terlalu meremehkan pasukan musuh."
"Ini juga salahmu kau juga meremehkan lawan."
"Sialan dimana para pecundang itu bersembunyi, aku tidak dapat melihat mereka, aku hanya dapat mendengar suara tembakan nya."
"Pasukan yang kita lawan tampaknya pasukan yang sudah terlatih."
"Aku sudah tau itu bodoh."
"KALIAN PARA PECUNDANG!!!!!! KELUARLAH JANGAN BERMAIN SEMBUNYI TERUS DASAR PECUNDANG!!!!!!!!!!!" Teriak Hashiro.
Bom asap di sana pun mulai menghilang.
Tanpa di sadari oleh Hashiro dan Denjiro para pasukan miliknya yang berjumlah ratusan itu telah mati semua.
Dan hanya menyisakan mereka berdua saja.
Apalagi setelah mereka melihat sekitaran.
Sekarang di sekitaran mereka semua hanya ada pasukan Kefa saja yang memakai jas dan menatap mereka dengan tatapan santai.
Dan tak lama di depan mereka muncullah Kefa, Laura, Kenta, Kazuki, Isamu, Oyama, Jessi.
Mereka berenam datang dan ingin menghampiri Denjiro dan juga Hashiro dengan santai.
Hashiro dan Denjiro mereka berdua ketakutan saat melihat Kefa, Laura dan yang lainnya.
Aura yang di keluarkan Kefa, Laura dan yang lainnya sangatlah besar dan mengerikan.
Sampai membuat Hashiro dan Denjiro ketakutan.
Walaupun mereka berdua ketakutan, tapi mereka berdua mencoba untuk tenang, mereka mengingat dendam mereka pada Kefa.
Mereka berdua menghalalkan segala cara agar mereka bisa membunuh Kefa.
Mereka yang masih memegang senjata itu langsung mengarahkan senjata mereka kearah Kefa.
Namun sayangnya Kenta dan Laura mereka dengan sigap mengeluarkan senjata dan langsung menembakkan peluru mereka kearah senjata yang di pegang oleh Hashiro dan Denjiro.
__ADS_1
Senjata Hashiro dan Denjiro pun hancur berkeping-keping di tangan mereka.
Melihat itu mereka berdua pun merinding ketakutan, badan mereka langsung bergemetar hebat.
Mereka sekarang tidak tau harus apalagi.
Karena mereka sudah berpikiran bahwa ini adalah akhir dari mereka, dan tidak ada jalan untuk kembali lagi, mereka berdua pun langsung keluar dari persembunyikan dan langsung berlari kearah Kefa.
Sampai akhir pun mereka tetap ingin membunuh Kefa.
Laura dan Kenta di sini maju dan berlari kearah Hashiro dan Denjiro.
Mereka pun melakukan pertarungan.
Terlihat Laura dan Kenta terus menghindari serangan Hashiro dan Denjiro.
Hashiro dan Denjiro terus melakukan serangan mereka menyerang menggunakan kaki lengan.
Serangan mereka begitu cepat namun tidak berpengaruh, Laura dan Kenta seperti mempermainkan mereka.
Kefa dan yang lainnya mereka melingkar dan melihat pertarungan itu.
Mereka semua tertawa melihat pertarungan itu, karena di sini Hashiro dan Denjiro di permalukan oleh Laura dan Kenta.
Hashiro dan Denjiro sekarang mereka merasakan yang namanya keputusasaan.
"Hanya segini saja pemimpin dari keluarga Abe?" Tanya Laura.
"Aku pikir kalian sekuat dengan rumornya ternyata aku salah." Laura yang mencoba untuk membuat marah Hashiro dan Denjiro.
Namun sayang nya mereka berdua karena sudah pasrah mereka tidak marah melainkan terdiam.
Laura dan Kenta pun di sini mereka maju dan melakukan serangan kembali.
Kali ini serangan mereka masuk semua, Hashiro dan Denjiro di hajar habis-habisan sampai-sampai wajah dan seluruh tubuh mereka babak belur.
Hashiro dan Denjiro menyesal atas apa yang telah meraka lakukan, mereka tidak bisa membalas dendam terhadap Kefa.
Laura dan Kenta pun melakukan serangan terakhir dengan menggunakan tendangan mereka yang sangat kuat.
Hashiro dan Denjiro pun terhempas sangat jauh dan mereka pun mati secara mengenaskan.
Peperangan itu pun berakhir dengan cepat, dengan kemenangan di peroleh oleh pasukan Kefa.
Seluruh pasukan Kefa pun berteriak kemenangan penuh dengan meriah.
Mereka semua pun bernafas dengan lega karena kali ini mereka menang perang dengan telak, tidak ada satu orang dari mereka yang tumbang.
__ADS_1
Hanya ada sebagian orang saja yang terluka entah itu terkena luka tembak atau luka pukulan.