Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 45 Penganggu


__ADS_3

Laura diam tidak banyak berbicara ia terlihat sangat terkejut, karena melihat Kefa yang tiba-tiba menjadi tampan dan berubah secara drastis.


"Hahahahah dia Kefa hahahahaha kalian jangan bercanda, jangan menipuku, dia Kefa hahahaha bagaimana orang setampan dia merupakan Kefa hahhah aku tidak percaya ini dia pasti murid baru kan, dia bukan Kefa kan?"


"Iya aku bukan Kefa, aku adalah murid baru Kefa siapa aku tidak kenal, sepertinya dia tidak masuk ke sekolah, jadi aku rasa lebih baik kau pergi dari sini." Ujar Kefa sambil tersenyum tidak iklas pada Laura.


Laura yang mendengar suara itu, dia seperti mengenali suara tersebut, dan ia juga merasa bahwa sifat murid baru itu sama seperti Kefa, yang selalu mengusir dia.


"KAU ADALAH KEFA? Hey hey apa dia benar-benar Kefa?"


Orang-orang di sana pun hanya menganggukan kepalanya, Laura pun menatap kembali Kefa yang sedang menatap dia dengan tatapan datarnya.


"APA!!!!!!!!!!!" Laura yang berteriak sangat keras.


"Oyyy Cewe gila apa yang kau teriaki, kenapa kau terlihat terkejut seperti itu."


"Apa kau benar Kefa?"


"Bukan aku murid baru."


"Kau bohong ya, aku yakin kau adalah Kefa."


"Kalau kau sudah tau itu aku kenapa kau bertanya dasar cewe gila."


"Wahhh kau benar Kefa."


Kefa pun menatap Laura dengan tatapan kesal "Kan sudah kubilang aku Kefa."


"Jadi kau datang kemari ingin apa, kenapa kau ingin menemuiku?" Tanya Kefa.


Namun Laura di sini terdiam dan hanya memandangi Kefa.


Untuk sesaat Laura terlihat seperti terpanah melihat ke good lookingan Kefa.


"Halo cewe gila."


"Tunggu sebentar napa sik, aku sedang melihat ketampanan mu, kau berubah secara drastis hanya gara-gara potongan rambut mu berubah, bagaimana ini bisa terjadi hmmmmm sudah aku duga kau adalah pria tampan, hmmm aku tidak pernah salah menilai sejak awal aku sudah mengetahuinya, pasti ada yang kau sembunyikan."


Kefa pun hanya menatap datar Laura, ia terlihat seperti kesal kepada Laura.


"Dasar cewe gila, kenapa coba dia kesini hadeh, aku harusnya pergi ke kantin tadi, aku menyesal menolak tawaran Robert dan Defa." Batin Kefa.


"Jika tidak ada lagi yang ingin kau lakukan disini aku sarankan kau untuk pergi, sebentar lagi kelas akan masuk." Kefa sambil tersenyum tidak iklas.


Namun senyuman Kefa di balas oleh senyuman Laura, Kefa pun berfirasat buruk tentang hal itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu dingin sekali sayanggg, aku ke sini kan ingin makan siang bersama dengan mu hehehe." Laura yang tiba-tiba merubah sifatnya jadi sok imut.


Kefa pun hanya menatap datar Laura, Kefa pun tau niat busuk dari Laura, dia ingin menyebar luaskan berita tentang Kefa yang pacaran dengan Laura.


Tiba-tiba saja seorang pria yang tampan yang berasal dari kelas 9 D datang ke kelas Kefa.


Wanita di kelas Kefa hanya bisa terpanah melihat orang tersebut, karena orang tersebut sangat tampan.


Pria tampan tersebut pun menarik lengan Laura.


"Ayo kita pergi dari sini." Ujar pria tampan tersebut.


"APA YANG KAU LAKUKAN PERO, AKU TIDAK INGIN IKUT DENGAN MU LEPASKAN TANGAN KU!!!!!!!!" Laura yang mencoba untuk melepaskan genggaman nya dari Pero yang merupakan pria tampan itu.


Kefa yang melihat sifat pria tampan itu, Kefa sangat kesal dan sangat muak.


"BERHENTI." Ujar Kefa yang kemudian bangun dari tempat duduk nya.


Pero pun menghentikan langkahnya.


"Sebaiknya kau lepaskan tangan mu dari Laura." Ujar Kefa.


Pero pun menatap Kefa dengan tatapan kebencian.


Kefa pun disini tersenyum dan terlihat sangat kesal, dia pun tiba-tiba saja menendang lengan Pero yang memegang lengan Laura, setelah tangan nya terlepas dari tangan Laura, Kefa pun kemudian memukul perut Pero dengan sangat keras sampai dia terhempas cukup jauh.


Kefa pun disini memegang Laura. "Apa kau baik-baik saja cewe gila?" Tanya Kefa yang membuat Laura tersipu malu.


"Uhm ya...ak-aku baik-baik saja." Ujar Laura pelan.


Kefa pun tersenyum pada Luara yang membuat hati Laura semakin membeludak.


"HAH! APA YANG KAU LAKUKAN CEPAT LEPASKAN AKU!!" Laura yang mencoba untuk menolak perasaan nya itu dia tiba-tiba menjauh dari sisi Kefa.


"Dasar cewe gila apa yang kau lakukan, aku sudah menolong mu, kenapa kau mendorongku, harusnya kau berterima kasih padaku."


"HUH! Tidak mau."


"Menyebalkan." Batin Kefa sambil menatap Laura.


"Apa yang kau lihat hah? Aku cantik kan?"


"Iya iya." Tiba-tiba Laura kembali tersipu malu mendengar itu, dan dia pun pergi dari sana.


"Lah cewe gila itu kenapa? Kenapa dia tiba-tiba pergi dari kelas, ahhh aku tau apa mungkin jika aku memujinya cantik dia bisa pergi ahhh sekarang aku tau kelemahan cewe gila itu hhahaha." Batin Kefa yang terlihat senang.

__ADS_1


Pero yang sekarang sedang memegang perutnya yang sedang kesakitan itu, ia terdiam dan tidak banyak berbicara.


"SIALAAN BOCAH TIDAK TAU DIRI INI, BERANI SEKALI DIA MEMUKUL KU!!!!!!!! SIALAAN INI SAKIT SEKALI." Batin Pero sambil menatap Kefa penuh dengan kebencian.


Kefa pun disini mendekat ke arah Pero, dan Kefa jongkok di hadapan Pero, Kefa pun kemudian menarik rambut Pero dengan lengan nya.


Pero yang tidak berdaya ia merasa kesakitan karena rambutnya di tarik Kefa.


Kefa pun tersenyum bengis pada Pero "Dengarkan aku jangan pernah menganggu lagi Laura, atau mungkin nyawamu akan berada dalam bahaya, terserah kau mau mendengarkan peringatan ku, atau tidak tapi jangan sampai menyesal, sekarang pergilah kembali kekelasmu, dasar cowo berengsek." Ujar Kefa yang kemudian membanting kepala Pero ke lantai.


Sampai-sampai Pero di jidatnya mengeluarkan darah. Pero pun terlihat sangat kesakitan dia merintih kesakitan, suara rintihan dia terdengar oleh semua orang di sana.


Membuat semua orang di sana ketakutan, mereka merasa dejavu dengan kejadian yang sekarang.


Mereka semakin ketakutan kepada Kefa.


Kefa pun duduk kembali di bangku nya dan memakan makanan yang telah di buat oleh Laura.


"Makanan dia ternyata cukup enak, apa dia jago memasak yah, cewe gila itu ternyata ada gunanya." Batin Kefa.


Tidak ada yang berani menolong Pero, Pero hanya menjadi bahan tontonan orang-orang.


Pero pun disini mencoba untuk bangkit.


"KAU AKAN MENYESAL KEFA, LIHAT SAJA NANTI!!!!!!" Pero yang pergi dari kelas Kefa.


"Yap semoga beruntung." Kefa sambil melambaikan tangan pada Pero.


Kemudian tak lama Defa dan Robert pun kembali ke kelas.


"Bos apa yang telah terjadi?" Tanya Robert karena merasa aneh.


"Tuan apa yang terjadi?" Tanya Defa.


"Tidak ada tadi hanya ada semut yang menganggu acara makan ku saja, ngomong-ngomong pesanan ku mana? Aku sudah menunggu kalian lama sekali, dan jangan bilang kalian melupakan pesananku." Kefa sambil tersenyum mengerikan kepada mereka berdua.


"Bos ini makanan nya, mana mungkin kami lupa dengan pesanan bos iyakan Defa."


"Hhahaha iya." Tatapan mereka berdua yang terlihat mencurigakan, Kefa pun disini mengetahui bahwa mereka berdua telah melupakan pesanan Kefa, tapi untungnya mereka ingat dan mereka balik lagi ke kantin dan membeli makanan yang Kefa inginkan.


Kefa pun disini menghela nafasnya. "Terima kasih." Ujar Kefa sambil tersenyum.


"Sama-sama bos."


"Sama-sama tuan."

__ADS_1


__ADS_2