Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 203 Pertemuan Laura dan Tsukia


__ADS_3

Haruki dan Tsukia sedang menghirup udara segar di Jepang, mereka sangat merindukan Jepang.


Haruki dan Tsukia masih mengobrol beberapa hal, mereka sangat akrab karena mereka sekarang sudah seperti kakak dan adik.


Tsukia memiliki hutang yang sangat banyak kepada Haruki, jika tidak ada Haruki Tsukia tidak akan pernah bisa menjadi seperti sekarang.


Tsukia sangat senang dan bahagia karena dia bisa berubah, ia tidak pernah menyangka penyakit yang ia derita dari kecil bisa di sembuhkan.


Di tambah Tsukia juga tidak pernah menyangka setelah ia sembuh dari penyakit itu, Tsukia menjadi sangat kuat, dan sangat cerdas.


Ia seperti berubah sangat drastis, hal itu memang sangat aneh, dan tidak di mengerti sama sekali, namun yang pasti menurut orang yang menyembuhkan Tsukia.


Penyakit Tsukia itu merupakan penyakit yang timbul karena bakat Tsukia sendiri atau bisa di bilang penyakit itu timbul, karena Tsukia terlalu pintar dan terlalu kuat, tubuh Tsukia tidak bisa menerima hal itu, oleh karena itulah penyakit itu ada.


Dan sekarang setelah penyakit itu hilang, apa yang di katakan oleh orang yang menyembuhkan Tsukia benar, bahwa Tsukia merupakan orang yang sangat berbakat.


Tsukia sekarang memiliki kekuatan yang sangat hebat dan sangat cerdas.


Dia hanya dalam waktu satu tahun menjadi orang yang sangat mengerikan.


Ketika Tsukia dan Haruki mengobrol sambil berjalan.


Tsukia merasakan ada bahaya di belakang nya, ia merasakan ada seseorang yang seperti ingin menikam dirinya.


Tsukia pun mengambil pistol dan berbalik arah, kemudian ia menodongkan pistol itu kepada seorang wanita yang sama sekali ia tidak ketahui.


"Siapa?" Tanya Tsukia dengan tatapan yang tajam dan sangat dingin.


Selain Tsukia, Haruki juga menyadari akan hal itu, tapi Haruki terlihat tenang, karena ia yakin Tsukia pasti bisa mengatasinya.


"Kau wanita yang cukup menarik." Ucap Laura dengan senyuman yang penuh maksud, Laura sama sekali tidak takut ketika Tsukia sedang mefokuskan senjatanya ke arah dirinya.


Laura sendiri sudah bisa melihat dan mengetahui jika Tsukia memang benar-benar wanita sangat kuat dan sangat cantik.


Sedangkan Tsukia dalam hatinya juga berpikiran sama, bahwa wanita yang ada di depan dia, terlihat bukan orang biasa dan terlihat sangat cantik seksi modis, dan masih memiliki banyak kelebihan lainnya.


Tsukia sedikit iri pada wanita yang ada di depan nya itu.


Haruki dan bawahan Laura saling bertatapan juga, mereka berdua juga saling mengetahui satu sama lain, jika orang yang sedang di depan mereka, bukanlah orang biasa.


Suasana di sana terlihat sangat mencengkam dan mengerikan.


"Kau siapa?" Tanya Tsukia.


"Santai saja aku bukan orang jahat, sebelum kau bertanya lebih baik kau menurunkan dulu pistolnya, takutnya nanti kita akan menjadi pusat perhatian." Ucap Laura sambil tersenyum.


Tsukia pun menatap Haruki, Haruki pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Tsukia pun memasukkan kembali pistolnya.


"Begitu kan lebih baik, perkenalkan aku adalah istrinya Kefa Deluxe, namaku adalah Laura Riberia." Laura dengan senyuman kemenangan Sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.


Tapi di sini Tsukia mengabaikan nya karena ia sangat terkejut dengan ucapan Laura.


Begitu pula dengan Haruki, apalagi ketika ia mendengar nama keluarga Riberia, tentu saja Haruki sangat terkejut, sekarang ia mengerti kenapa orang yang ada di depan nya saat ini, sangat kuat.


Karena ternyata orang yang berada di depan mereka sekarang, adalah salah seorang dari keluarga besar di Inggris yaitu Riberia.


Tapi pertanyaan mulai timbul di kepala Haruki, kenapa orang bernama Laura mengaku sebagai istri Kefa.


Dan kenapa orang sepenting dia berada di Jepang.


Haruki sangat keanehan akan hal itu, namun jawaban yang sudah pasti adalah ini semua pasti ulah Kefa.


Haruki sangat yakin akan hal itu.


Haruki dan Tsukia juga di sini sangat terkejut, bedanya Haruki sedikit percaya jika Laura adalah istrinya Kefa.


Sedangkan Tsukia sama sekali tidak percaya akan hal itu.


Haruki percaya karena Laura bukanlah dari keluarga biasa.


Laura berasal dari keluarga yang sangat terkenal jadi wajar saja jika dia adalah istri Kefa di masa depan nanti.


"APA?" Tsukia yang sangat syok dan terkejut.


Sekarang di pikirannya sedang kacau, bagaimana dia bisa mengetahui Kefa? Kenapa dia mengaku-ngaku sebagai istri Kefa, kenapa dia mengetahui nama asli Kefa? Apa wanita yang ada di depan nya sekarang benar-benar istrinya Kefa.


Tapi hal itu tidak mungkin karena setau dirinya Kefa masih muda belum cukup umur untuk menikah.


Pikiran Tsukia benar-benar sangat kacau, tangan dia bergemetar sedikit takut.


Melihat tangan Tsukia yang sedikit bergemetaran itu, membuat Laura tersenyum.


"Ternyata aku salah menilai mu, kau tidak sehebat yang aku kira." Ucap Laura yang semakin membuat Tsukia dan Haruki kebingungan.


"Dengan mental mu yang seperti ini, kau tidak akan pernah bisa bersaing untuk mendapatkan hati Kefa, hatimu terlalu lemah, hanya karena mendengar omong kosong saja kau sudah seperti ini, kau tidak cocok untuk Kefa." Ucap Laura.


"APA KAU BILANG?" Tsukia yang terlihat sangat kesal.


"Aku bilang kau tidak cocok untuk Kefa, apa aku harus mengulangi nya lagi?"


Mendengar itu Tsukia berhenti bergemetar dan dia sekarang terlihat sangat kesal pada Laura.


"Seharusnya akulah yang berkata seperti itu, wanita sepertimulah yang tidak pantas untuk Kefa."

__ADS_1


Mereka berdua saling bertatapan, mereka mengeluarkan aura mereka, mereka terlihat sangat mengerikan, keduanya terlihat sangat kuat, suasana di sana mencengkam.


Bawahan Laura dan Haruki mereka terdiam dan tidak bergerak, mereka sedang menunggu pergerakan dari masing-masing.


Jika salah satu dari mereka bergerak, maka sudah bisa di pastikan mereka akan bertarung di sana.


"Apa kau yakin dengan yang kau katakan itu Tsukia?"


"Tentu saja Laura aku sangat yakin, apa kau berpikir aku adalah wanita lemah, yang ingin menyerahkan Kefa begitu saja pada wanita seperti mu."


"Hmm....." Laura yang menatap lebih tajam dari sebelumnya.


Tsukia juga melakukan hal yang sama.


Laura pun tiba-tiba tersenyum yang membuat mereka semua kebingungan.


"Baiklah....." Laura yang tiba-tiba saja berbalik arah dan seperti ingin pergi dari sana.


"Aku titipkan padamu Kefa, temani dia, dan jaga dia dengan baik sampai aku kembali..." Laura yang pergi sambil melambaikan tangan, tanpa melihat Tsukia.


"TANPA KAU SURUH PUN AKU AKAN MELAKUKAN NYA, PADA AKHIRNYA AKULAH YANG AKAN MENANG." Teriak Tsukia.


Laura tidak menanggapi hal itu, ia hanya tersenyum dan perlahan meninggalkan tempat itu.


"Nona Laura kenapa kau terlihat senang?"


"Tidak aku hanya berpikiran dengan begini aku bisa meninggalkan Kefa dengan tenang."


"Nona bukan nya seharusnya nona Khawatir jika Kefa di ambil olehnya?"


"Aku sangat percaya pada Kefa, Kefa tidak mungkin melakukan hal itu, jika dia melakukan nya, aku akan membunuhnya." Laura yang tersenyum senang.


"Nona, tuan Kefa dan mereka aku sama sekali tidak mengerti pikiran kalian."


"Kau tidak perlu mengerti hal itu, hal itu hanya bisa di mengerti oleh wanita, ada beberapa hal yang tidak di ketahui oleh pria."


"Aku rasa nona benar."


"Aku juga merasa senang, karena saingan ku juga merupakan orang yang kuat, bagiku ini sedikit menantang, dari awal aku sudah tau bahwa mendapatkan Kefa sangatlah sulit, jadi aku sudah menerima apapun yang terjadi kedepan nantinya, tapi yang pasti aku akan menjadi istri Kefa."


"Nona aku tau kau sangat bersemangat dan berharap, tapi apa nona tidak takut jika jatuh dari langit."


"Tentu saja tidak, jikalaupun dunia menentangku, aku pasti akan menghancurkan dunia itu, jangan remehkan tekadku, aku sudah berjalan sejauh ini, tidak ada jalan kembali."


"Hhahahah aku sangat senang mendengar hal itu, nona, nona adalah orang yang sangat mengerikan." Ucap bawahan nya yang terlihat sangat senang, karena tuan nya itu terlihat seperti pantang menyerah.


"Ayo kita pergi ke inggris dan selesaikan semuanya." Laura yang tersenyum senang.

__ADS_1


"Baik nona." Bawahan nya Laura yang bersemangat.


__ADS_2