
"Kau tadi bertanya kan keadaan di keluarga Saito bagaimana?"
"Ya."
"Tentu saja semuanya baik-baik saja, bagaimana dengan keluarga Ito?"
"Hhahah kau bercanda atau bagaimana Eden, tentu saja keluarga Ito akan selalu baik-baik saja sekali pun kepala keluarganya terbunuh."
"Hmm begitu yah, jadi kalian belum melaksanakan rencana nya?"
"Belum."
"Yah aku tidak peduli dan tidak masalah akan hal itu, aku menyerahkan sepenuhnya hal itu pada kalian."
"Ngomong-ngomong Eden bagaimana dengan keputusan mu, kau belum memberikan jawaban pada kami bukan?"
"Aku setuju, aku akan mengikuti anaknya Edwart itu."
"Yah aku sudah menduganya, pada akhirnya kau juga akan berhianat pada keluarga Tanaka, bagaimana pun juga kakak mu Haruki adalah orang yang sangat membenci keluarga Tanaka."
"Iya dugaan mu benar Hiroki, aku melakukan ini juga sebenarnya karena kakak ku, selain itu alasan lainnya keuntungan keluarga, karena tampaknya era keluarga Tanaka akan berakhir di tangan Kefa."
"Kenapa kau tiba-tiba saja begitu yakin padanya?" Tanya Hiroki sambil tersenyum penuh maksud.
"Karena kakak ku yakin, dan insting ku juga berkata seperti itu, aku pernah bertemu sekali dengan nya, dan yah dia memang menakjubkan, kau tau hal yang paling tidak masuk akal."
"Apa?"
"Aku sama sekali tidak bisa melihat aura kekuatan nya."
"Yah kau benar aku juga tidak bisa melakukan nya, itu artinya dia lebih kuat dari kita, atau dia menyembunyikan kekuatan nya, hanya ada dua kemungkinan itu saja, tapi keduanya juga membuktikan bahwa dia layak menjadi pemimpin Jepang."
"Kau benar dia seperti Akazaya saja."
"Soal Akazaya, aku yakin dia akan mengundang Kefa, dan mengajak Kefa bertarung, orang itu sama seperti ayahnya."
"Kau benar aku juga yakin seperti itu."
"Aku masih tidak percaya, anaknya Edwart benar-benar seorang anak yang melebihi dari anak jenius, dia benar-benar anak yang berada di luar akal sehat."
"Umur dia belasan tapi dia sudah bisa mengalahkan salah satu kepala keluarga yang kekuatan nya cukup hebat, itu benar-benar terlalu gila, aku pikir dia akan mengalahkan nya dalam waktu beberapa tahun lagi."
"Aku tidak pernah menyangka dia Kefa memiliki rencana yang sangat menakjubkan."
"Aku selalu memperhatikan dia karena bawahan ku ada di organisasi nya, dan salah satunya juga ada di perusahaan nya."
"Perusahaan dan organisasi Kefa saling terhubung satu sama lain, jadi perusahaan Kefa membiayai organisasi milik Kefa, menakjubkan bukan, pantas saja dia memiliki uang yang banyak, pantas saja organisasinya semakin hari semakin kuat."
__ADS_1
"Dia bisa menyembunyikan fakta bahwa perusahaan itu membiayai organisasi Kefa, Kefa selama ini membodohi Jepang hahahaha." Eden yang tertawa karena merasa ikut di bodohi juga.
"Kenapa kau bisa mengetahuinya? Aku saja tidak tau tentang hal itu."
"Karena aku cerdas sedangkan kau tidak Hiroki."
"Yah terserah mu omongan mu dari dulu selalu saja pedas tidak pernah berubah."
"Ya mau bagaimana lagi aku hanya mengatakan fakta saja, oh yah aku mengetahuinya karena Kefa mengizinkan ku mengetahuinya, dia seperti secara sengaja memberitahuku hal ini, aku tidak mengerti sama sekali sama jalan pikirnya, padahal apa yang dia lakukan itu sangat berbahaya."
"Tapi dia seperti tidak peduli pada resikonya, dia seperti memiliki rencana lain jika sampai rencana yang dia miliki sekarang hancur."
"Benar-benar anak yang jenius." Jawab Hiroki sambil tersenyum merinding.
"Aku juga sampai merinding jika memikirkan nya, anak berumur belasan tahun memiliki pengalaman yang seperti bukan orang biasa, seperti orang yang sudah terbiasa dengan hal ini."
"Tidak masuk akal bukan?"
"Sama sekali tidak, apalagi jika fakta mengatakan dia jauh lebih kuat dari pada Akazaya, aku akan semakin terkejut." Ucap Hiroki.
"Jangan kan kau, Clarissa aku dan yang lainnya juga akan sangat terkejut."
"Yah tapi aku berharap Kefa menang, karena jika dia sampai menang maka sudah bisa di pastikan Jepang akan terbebas dari genggaman keluarga Tanaka."
"Aku setuju dengan mu Hiroki."
"Iya aku tau aku akan melakukan nya hari ini, kau tinggal tunggu kabar saja."
"Ya kalau begitu semoga beruntung."
"Terima kasih..." Telfon pun di tutup.
Hiroki pun di sini menelpon seseorang lagi.
"Kita bergerak sekarang."
"Baiklah aku akan menghubungi yang lainnya."
"Ya kuserahkan padamu."
Hiroki pun menutup telfon nya lagi.
"Norio tampaknya kekuasaan keluarga Tanaka yang kau bangga-banggakan akan segera berkahir di era kami semua." Hiroki yang tersenyum senang.
***
Hiroki dan ke enam saudaranya mereka menyusup ke kediaman Norio, mereka menyusup ketika hari sudah malam.
__ADS_1
Mereka semua masuk ke kediaman Noria dengan sangat mudah, mereka juga membunuh beberapa orang di sana.
Karena mereka bertujuh adalah orang yang sangat kuat, jadi mereka tentu saja sangat mudah untuk memasuki kediaman Norio.
Kediaman Norio merupakan Mansion Jepang yang sangat besar.
Karena Hiroki dan yang lainnya sudah menghafal mansion itu, jadi mereka tidak perlu khawatir mereka tidak akan kebingungan.
Mereka juga sudah tau dimana Norio sekarang berada.
Singkatnya mereka pun masuk ke dalam ruangan Norio.
Norio yang tengah bersantai itu tiba-tiba saja di kepung oleh Hiroki dan yang lainnya.
Hiroki menggunakan katana miliknya beserta 3 saudara nya yang lain, sedangkan sisanya menggunakan senjata berupa pistol.
Mereka bertujuh langsung menodongkan senjata mereka dengan cepat kearah Norio.
Norio sekarang terjebak dia tidak bisa melakukan apapun, namun dia terlihat sangat tenang, Norio mengangkat tangan nya ke atas.
"Begitu kah jadi begitu yah, sekarang aku paham, tapi walaupun seperti itu, aku ingin bertanya pada kalian, kenapa kalian semua melakukan hal seperti ini padaku?"
"Ini semua demi kebaikan Jepang."
"Hhahahaha Hiroki kau terlalu naif hahaha bicara mu terlalu tinggi hhahaha, apa kalian yakin kalian dapat melakukan nya?"
"Tentu saja kami sangat yakin."
"Hmm baguslah, kalian memang anak-anak yang hebat, aku bangga pada kalian, jadi ini yah pilihan kalian, aku menghargai pilihan kalian semua, tampaknya hari ini aku akan menyusul para saudara ku juga, aku juga sudah lelah hidup di dunia ini."
"Ingatlah pesan terakhir ku ini, kalian berhati-hatilah Minoru bisa melakukan apapun."
"Dan ingat juga tolong jaga keluarga ini baik-baik, banyak orang yang sudah berkorban demi keluarga ini, jangan kalian hancurkan keluarga ini."
"Aku bangga terhadap kalian, karena kalian telah memilih sebuah pilihan yang berat, aku menghargainya, dan sekarang silahkan bunuh aku, aku tidak menyesali apapun dalam hidupku, dan untuk kepada kalian anakku, maafkan aku dan terima kasih atas segalanya." Norio yang tersenyum pada mereka semua.
Senyuman itu entah kenapa membuat mereka semua sedikit goyah.
Tangan mereka semua bergemetar seperti ini menangis.
Memang benar ini adalah pilihan yang sangat sulit untuk mereka, tapi mereka harus melakukan nya.
Mereka pun langsung menembak dan langsung menebas leher Norio secara bersamaan, mereka bertujuh membunuh Norio secara bersamaan dengan perasaan yang sangat sulit.
Di satu sisi tekad mereka sudah sangat kuat dan di satu sisi lainnya hati mereka terasa sakit, walaupun mereka tidak tau kenapa.
Mereka bertujuh pun mengepalkan tangan mereka dan bersumpah akan membunuh Minoru.
__ADS_1
Mereka bertujuh pun pergi dari mansion itu misi mereka pun selesai, dan keluarga Ito selanjutnya akan di pimpin oleh Hiroki Ito.