
"Rina dengarkan ibu, jangan terlalu marah pada suami mu Edwart, dulu aku juga pernah mengalami seperti ini, mungkin bisa di bilang ada miss komunikasi."
"Tapi ibu Edwart dia sudah keterlalun sekarang aku kehilangan orang yang paling aku cintai ibu."
"Ibu tau, tapi percayalah pada Kefa, dia pergi juga karena keputusan dia sendiri, jika dia tidak memutuskan hal itu dia pasti sekarang sudah kembali, hargailah keputusan Kefa Rina."
"Edwart juga melakukan seperti ini pasti ada alasannya, kamu tenanglah terlebih dahulu dan tanyakan semuanya pada Edwart, dia itu suamimu memang benar ego dia sangat besar tapi tetap saja dia suami mu, kamu yang paling mengerti tentang dia."
"Aku tau ini sangat berat untuk mu, tapi aku yakin Edwart melakukan semua ini pasti ada alasannya, hanya saja dia tidak memberitahumu, kamu tau sendiri bukan anak itu selalu menanggung beban nya sendirian."
"Iya ibu, tapi untuk sekarang aku masih kesal padanya ibu, dia sama sekali tidak memberitahuku."
"Ibu mengerti, ibu juga sangat kesal padanya rasanya ibu ingin menghajarnya sampai babak belur, tapi ibu tidak melakukan nya sebelum ibu mengetahui alasan dia mengusir Kefa."
"Kefa adalah anak kesayangan sekaligus kebanggan Edwart kamu tau sendiri bukan, jadi perasaan dia sekarang mungkin lebih hancur darimu."
Rina yang mendengar nasehat dari Maria, membuat hati Rina luluh dan berpikir jernih kembali, apa yang dikatakan oleh Maria semuanya adalah benar.
"Apa sekarang kamu merasa baikan anakku?" Maria sambil memeluk Rina, Rina walaupun dia adalah menantu tapi Maria sudah menganggap Rina sebagai anaknya sendiri.
"Iya ibu terima kasih saran nya."
***
Sekarang Kefa sudah sampai di Jepang dia sekarang berada di dekat Prefektur Nagano, di bandara Shinshu-matsumoto
Kefa bernafas dengan lega karena penerbangan nya lancar, dan Jepang memang tempat yang sangat menakjubkan, hati Kefa berdebar-debar karena tidak sabar ingin menjelajahi tempat baru yang belum pernah ia injaki sama sekali.
Kefa sekarang benar-benar sangat bersemangat, apalagi sekarang dia terbebas dari kekangan siapapun, dan inilah hidup yang di inginkan oleh Kefa kebebasan.
"Sepertinya kau sangat senang bukannya sedih."
"Aku akan memulai hidup baru kak Haruki, jadi aku harus bersemangat."
"Hhahaha bagus bagus semangat masa muda mu patut di acungi jempol."
"Terima kasih."
"Oh yah ini mungkin saatnya berpisah." Ujar Haruki yang membuat Kefa terkejut dan keheranan.
__ADS_1
"HAH? KENAPA?"
"Aku di tugaskan mengantar dan menjemputmu saja, setelah itu misi ku selesai, dan oh yah aku akan menyampaikan beberapa informasi dan juga beberapa hal yang penting lainnya."
"Dengarkan aku dulu dengan baik, ini adalah kontakku kalau ada apa hubungi aku, dan ini adalah kartu atm isinya tentu saja uang yang banyak, ini hadiah perpisahan dariku."
"Bilang saja itu dari orangtuaku."
"Ehem ehem kalau kau tidak mau tidak apa"
"Aku hanya bercanda kakak ku yang baik."
"Iya aku tau tenang saja, lagi pula yang kau katakan benar."
"Entah kenapa aku ingin menghajar orang ini, tapi sabar Kefa."
"Dengarkan aku dengan baik lagi, kau akan bersekolah di Sma Tatsuno, kau harus hidup mandiri."
"Iya baiklah aku tau kau ingin lari dari tanggung jawab."
"Apa kau ingin atm ini di ambil olehku."
"Tidak kakak ku yang baik." Kefa sambil tersenyum tidak iklas.
"Iya aku mengerti."
"Baguslah kalau begitu, ngomong-ngmong selamat ulang tahun."
"Terima kasih atas ucapan nya, aku sangat menghargainya."
"Hhaha kalau begitu aku pergi dulu."
"Ya."
Haruki pun pergi dari depan mata Kefa. Orang tersebut seperti seorang ninja dia tiba-tiba saja menghilang begitu saja dengan cepat.
"Baiklah sekarang aku hanya tinggal menukarkan mata uang ku, yang aku hasilkan sendiri dari bisnis ku selama di Smp, untung saja aku rajin menabung."
"Jika tidak maka habislah sudah aku sekarang, harus hidup hemat."
__ADS_1
"Uangku di smpku sudah mencapai berapa miliyar yah aku lupa, tapi ya sudahlah aku rasa itu cukup untuk beberapa tahun, jika di tambah dengan uang yang ada di dalam kartu atm ini."
"Semoga saja kakek Haruki yang berengsek itu tidak mengambil semua uang yang ada di kartu atm ini."
"Setelah menukarkan uang aku akan mencari apartement murah dan menyewanya cukup lama."
"Hmm setelah itu mungkin uang sisanya akan aku gunakan untuk bisnis, tapi aku akan melihat situasi terlebih dahulu, kedepan nya bagaimana."
"Sekarang setelah semua itu yang harus kupikirkan masalah sekolah, aku rasa aku ingin bermain menyamar-nyamar lagi, aku harus menjadi orang biasa untuk beberapa waktu."
"Aku rasa aku juga harus mengubah namaku menjadi apa yah, hmm nanti saja aku pikirkan, yang pasti untuk sementara waktu aku tidak ingin tampil mencolok lagi, berpura-pura menjadi orang culun seru juga." Batin kefa yang penuh dengan rencana.
"Tapi sebelum itu aku ingin berkeliling kota ini hahhhahaha, aku ingin bermain sepuasnya, akhirnya bisa bebas juga, yah entah kenapa hatiku justru terasa senang bukannya sedih, ya itu mungkin aku sudah menduga hal ini akan terjadi dan menyiapkan semuanya dengan matang."
"Aku akan membeli baju dulu, bajuku yang sekarang sudah mulai bau padahal aku pake parfume terbaik."
"Baiklah kemana aku harus pergi."
"Saatnya google maps."
Singkatnya Kefa pun hari itu bersenang-senang sampai malam, sampai dia menemukan apartement yang minimalis namun tidak jelek, dan di sana sudah mendapatkan fasilitas full.
Kefa pun sudah selesai mandi dan mengganti bajunya.
Dia pun lansung tidur-tiduran di kasur sederhana nya.
"Ya walaupun tidak seenak kasur rumah, kasur ini cukup baik juga."
"Aku baru saja pergi beberapa hari dan sekarang aku sudah merindukan orang-orang yang ada di rumah, haah (Menghela nafas lemas) Keputusanku ini ada baik ada buruknya juga."
"Tapi yah aku tidak akan memakan waktu puluhan taun juga di sini, aku pasti akan kembali nanti, tapi sebelum itu aku ingin menguasai satu Jepang."
"Aku harus bertambah kuat, dan aku juga harus melakukan sesuatu karena dalam beberapa tahun lagi ada kemungkinan orang tua ku akan dalam bahaya, tapi untuk sekarang aku bisa tenang, karena kakek dan nenek masih menjabat sebagai pemimpin keluarga, tapi jika mereka berdua sudah turun maka habislah sudah keluarga Deluxe."
"Yap yang terpenting aku hanya akan menyelamatkan orang tua ku, walaupun mereka berdua sangat egois mereka tetap orang tuaku yang merawatku sampai sebesar ini, lagi pula kasih sayang mereka lebih besar dari apapun, di tambah aku yakin ayahku mengirimku kesini ada alasan tertentu."
"Dan ada kemungkinan ayahku juga tau siapa musuh yang mengincarku, maka dari itu dia mengirimku ke Jepang ke luar negeri."
"Ayahku memang cerdas, walaupun dia sangat egois, tapi rata-rata orang cerdas memang selalu egois, sudah bawaan dari sana nya, baiklah saatnya beristirahat dengan tenang, besok aku harus masuk sekolah."
__ADS_1
Kefa saat ini merasa kesepian, pikiran nya terus berputar, dia biasanya tidak merasa kesepian seperti itu, tapi sekarang.
Ia merasa sangat kesepian, Kefa hanya bisa berlindung di balik tidak apa-apa nanti juga kebiasaan.