
Kefa sekarang sudah mulai merubah penampilan nya jadi lebih tampan dari sebelumnya, bisa di katakan Kefa sekarang berpenampilan seperti orang biasa sedang tidak terlalu culun.
Kefa datang ke sekolah tidak terlalu pagi jadi ada banyak orang yang sekarang sedang melihat kearah Kefa, Kefa sama sekali tidak mengerti kenapa ada banyak orang yang menatapnya.
Kefa pun dengan segera pergi cepat ke kelas, ia takut ada yang aneh dengan dirinya, karena hampir semua mata tertuju padanya, sesampainya ia di kelas semua orang terdiam dan menatap dia, begitu pula dengan Kefa.
Tiba-tiba di kelas menjadi ramai dengan bisikan-bisikan, Kefa pun duduk di tempat duduk dia yang biasa.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi, kenapa semua orang melihatku dengan tatapan seperti itu, apa ada yang salah denganku, apa aku memakai seragam yang salah, tau ada yang salah dengan diriku." Batin Kefa yang sedang kebingungan, karena semua mata tertuju padanya.
"Hey apa yang kau lakukan di situ, itu adalah tempat bos Kefa apa kau tidak tau dasar murid baru cepat pergi dari sana, sebelum bos Kefa datang ke sekolah." Ujar Robert pada Kefa.
Kefa pun kebingungan dan keheranan, dan ia baru saja menyadari bahwa penampilan dia sekarang sudah berubah secara drastis dan ada kemungkinan mereka tidak mengetahui Kefa yang sekarang.
Mereka mungkin beranggapan bahwa Kefa yang sekarang adalah murid baru. Padahal bukan pantas saja dari tadi banyak orang yang melihat kearah Kefa, Kefa pun menganggukan kepalanya dan paham sekarang.
"Dasar bodoh, Robert apa kau tidak tau orang yang kau suruh pergi dari tempat duduk tuan Kefa adalah tuan Kefa sendiri." Ujar Defa yang membuat semua orang di sana terkejut.
"HAH? AAPA!!!" Semua orang yang terkejut dan suasana di kelas pun langsung terdiam untuk sesaat.
"Kenapa kalian semua terlihat sangat terkejut, apa yang di katakan Defa adalah benar, aku adalah Kefa memangnya ada yang salah denganku."
"TIDAK BOS HANYA SAJA, HANYA SAJA BOS KENAPA BISA MENJADI SANGAT TAMPAN SEPERTI INI." Ujar Robert yang syok.
Semua orang di kelas pun berkata sama seperti Robert. Mereka heran kenapa Kefa bisa tiba-tiba menjadi sangat tampan.
"Bos sekarang terlihat sangat berbeda, apa bos belum ngaca bos sekarang sangat tampan."
"Iyakah? Perasaan aku berpenampilan biasa saja."
"Hadeh bos bos biasa kata bos, bos harus mengaca nanti dan lihat sendiri bos sekarang sangat tampan, aku sangat tidak percaya ternyata bos sangat tampan, dan bisa berubah menjadi cowo idaman."
"Kau tidak perlu memujiku secara berlebihan seperti itu."
"Tuan Kefa aku rasa Robert tidak berlebihan, tuan memang sangat tampan dan memang benar-benar cowo idaman."
"Entah kenapa jika kau yang mengatakan hal itu aku ingin memukul mu Defa."
__ADS_1
"Maafkan saya tuan, saya hanya berkata jujur."
"Begitukah."
"Iya." Jawab Robert dan Defa secara bersamaan.
"Aneh perasaan aku tadi sudah ngaca dan aku rasa aku berpenampilan seperti orang biasa, dan aku rasa aku tidak terlalu tampan, lagi pula aku hanya merubah gaya rambut ku saja, aku tidak menyangka rambut menjadi pengaruh yang sangat besar." Batin Kefa.
"Tapi tuan aku rasa berubahnya penampilan tuan tidak terlalu mencolok, aku rasa tuan masih tampanan di rumah dari pada di sekolah." Ujar Defa.
Kefa pun menatap datar Defa, Defa pun langsung menutup mulutnya, dia melupakan bahwa Kefa sekarang sedang menyamar menjadi orang biasa.
"Hheheheh maaf tuan."
"Bos memang benar-benar idaman, aku sangat mengagumi bos." Ujar Robert.
"Jangan terlalu berlebihan, sebentar lagi kelas akan masuk." Ujar Kefa yang sudah mengeluarkan bukunya untuk bersiap-siap belajar.
"Ah iya baik." Ujar Robert dan juga Defa.
Ketika Kefa melihat kearah seorang wanita, wanita itu lansung tersipu malu.
"Haah apa ini adalah kekuatan dari good looking," Batin Kefa, yang menghela nafas.
Singkatnya pelajaran pun telah selesai dan sekarang waktunya istirahat, dan akhirnya semua nya menjadi normal kembali.
Walaupun Kefa masih sering di lihat dan menjadi pusat perhatian, dan menjadi pusat pergosipan juga di kelasnya.
"Bos apa bos ingin ke kantin, aku dan Defa ingin ke kantin membeli makanan apa bos ingin ikut?" Tanya Robert.
"Sepertinya aku tidak ikut Robert, jika aku ke kantin aku takut menjadi pusat perhatian lagi, rasanya tidak enak jika menjadi pusat perhatian, aku hanya ingin menitip makanan saja, yang seperti biasa, beli yang banyak."
"Oh begitu yah bos, baik bos laksanakan, ayo Defa kita pergi."
Mereka berdua pun pergi ke kantin dan menyisakan Kefa yang sekarang sedang istirahat menyondongkan badan nya kearah meja, dan seperti mengambil posisi tidur dengan muka menghadap ke meja yang di tandahi oleh tangan.
Kefa walaupun terlihat seperti tertidur sebenarnya ia tidak tidur, ia hanya mendengarkan orang-orang sekitaran yang sekarang sedang bergosip tentang nya.
__ADS_1
Mereka tampak sangat terkejut dengan perubahan penampilan Kefa, mereka sama sekali tidak menyangka Kefa sangat tampan.
Mereka terus memuji Kefa, padahal sebelum-sebelumnya tidaklah seperti itu.
Tapi yang Kefa herankan sekarang adalah kenapa dia tidak menjadi kerumunan orang seperti terjadi pada Laura.
Karena ia good looking dia selalu di kerumuni para pria, atau seperti Leo yang merupakan seorang pria yang paling tampan di sekolah yang berada di kelas 9 A sekarang.
Kefa benar-benar keheranan, namun tiba-tiba saja ia terpikirkan sesuatu yaitu tentang rumor dirinya yang berpacaran dengan Laura.
Kefa pun langsung bangun dan memasang wajah datar, dan merasakan perasaan yang tidak enak.
Dan benar saja tiba-tiba Laura datang ke kelas sambil membawa makanan, Kefa di sini sudah yakin pastinya Laura ingin bertemu dengan nya, dan seperti biasa dia ingin menggoda Kefa.
Kefa sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikirannya Laura, dia selalu saja ada cara untuk mengganggu Kefa, dia seperti ingin membalas dendam kepada Kefa.
Tapi Kefa selalu mengagalkan rencana nya dan membuat Laura malu.
"KEFA!!!!!!! DIMANA KAMU KEFAAA, JANGAN COBA UNTUK BERSEMBUNYI." Teriak Laura yang seperti tidak ada malunya
"Entah kenapa aku sekarang merasa menyesal tidak ikut ke kantin." Batin Kefa yang menatap datar Laura.
Kefa hanya diam di bangkunya dan tidak bergerak sama sekali, semua orang kebingungan karena bagaimana bisa Laura pacarnya Kefa sendiri, tidak tau bahwa Kefa sedang duduk.
"Ini cewe kenapa ga ada kapoknya yah." Batin Kefa.
"Sudahlah biarkan saja dia mencari ku, anggap saja aku batu di sini, semoga saja dia tidak menyadari aku disini." Batin Kefa.
"Kefaaaa? Dimana kau? Kemarilah puss puss puss keluarlah."
"Sialan cewek ini, dia mencari ku seperti mencari kucing, sabar Kefa wanita ini memang gila sabar." Batin Kefa yang masih diam.
"Apa kalian tau Kefa dimana?" Tanya Laura pada orang-orang yang ada di sana.
Mereka pun menunjuk kearah Kefa yang sedang duduk, dan Kefa pun menatap Laura dengan wajah malas.
Sedangkan Laura sendiri dia tampak terkejut
__ADS_1