Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 41 Bima


__ADS_3

Mendengar Farhan yang menyerah yang langsung dari mulut Farhan, membuat seluruh bawahan nya terdiam. Bukan itu saja yang membuat mereka terkejut, tapi serangan Farhan yang tidak berpengaruh kepada Kefa, mereka bingung dengan apa yang terjadi, kenapa serangan Farhan tidak berpengaruh pada Kefa, padahal serangan Farhan sangatlah kuat.


Mereka seakan-akan tidak percaya Farhan mengatakan dia menyerah, semua orang benar-benar di buat terkejut akan hal itu.


Mereka semua kebingungan kenapa seornag Farhan bisa mengatakan menyerah, padahal selama dia memimpin sekolah mereka, Farhan tidak pernah menyerah pada siapapun, bahkan pada Egi sekalipun, tapi kenapa dia menyerah kepada Kefa.


Padahal Kefa hanyalah anak Smp yang baru saja masuk, dan umur dia masihlah kecil, tapi kenapa bisa dia membuat Farhan menyerah.


Banyak pertanyaan di kepala mereka semua.


Saking terkejutnya mereka tidak tau harus berekspresi seperti apa.


"Maaf tadi aku mengatakan hal yang memalukan." Ujar Farhan yang malu karena dia sudah berteriak tidak akan menyerah, namun pada akhirnya dia menyerah juga.


"Santai saja, kau mengambil keputusan yang benar, sebagai pemimpin kau tidak terlalu egois aku menyukai hal itu." Ujar Kefa.


"Jadi sesuai kesepakatan bukan, sekarang akulah pemimpin dari Sma 10 Bandung ini."


"Iya aku mengakuimu, kau sepertinya akan menjadi pemimpin yang hebat Kefa."


"Hmm entahlah yang menilainya adalah kalian bukan diriku, jadi sebelumnya semuanya yang tidak setuju jika aku menjadi pemimpin kalian, majulah kedepan." Ujar Kefa.


Namun tidak ada satu orang pun yang ingin maju, mereka semua terlihat ketakutan, Farhan saja kalah apalagi mereka.


"Diamnya kalian aku anggap kalian setuju jika aku menjadi pemimpin kalian." Ujar Kefa.


"Kefa tapi jika kau mengambil alih sekolah ini, itu artinya kau mengajak perang Egi." Ujar Farhan.


"Ya memang itu yang aku ingin lakukan." Kefa sambil tersenyum penuh maksud, melihat senyuman Kefa membuat Farhan mengetahui bahwa Kefa sudah merencanakan semuanya.


Farhan pun menelan ludah sendiri karena melihat kengerian dari Kefa.


"Revan, Iso, Paskal, Robert, tolong jelaskan pada mereka semua peraturan yang aku buat, aku dan Defa memiliki urusan jadi kami berdua harus pergi terlebih dahulu." Ujar Kefa.


"Baik bos."


"Baik tuan." Ujar mereka semua.


"Kalau begitu kami berdua pergi dulu." Ujar Kefa yang pergi begitu saja bersama dengan Defa.


Ketika mereka berdua sudah pergi barulah semua orang dapat bernafas dengan lega, serasa oksigen mereka yang hilang telah kembali.


Aura tekanan yang di pancarkan oleh Kefa dan Defa sangatlah mengerikan bagi mereka.


"Apa aku harus menjelaskan nya di sini?" Tanya Revan sambil tersenyum penuh maksud.

__ADS_1


Farhan yang mengerti dia langsung menawarkan Revan dan yang lainnya untuk pergi ke ruangan nya.


***


"Tuan Kefa kita akan pergi kemana?" Tanya Defa.


"Ke tempat Bima." Ujar Kefa.


"Untuk apa tuan?" Tanya Defa.


"Aku ingin memastikan saja dia duri atau bukan kau paham bukan apa maksudku, kau tau bukan fakta bahwa Bima adalah adiknya Egi."


"Ahh begitu yah, aku mengerti tuan, jadi tuan ingin memastikan nya yah, bahwa Bima tidak akan berhianat pada kita."


"Iya aku ingin Bima tidak ikut campur dalam masalah ini, ya itu semua agar aku cepat-cepat bisa menguasai seluruh Sma di Bandung, dan menguasai Bandung."


"Begitu yah tuan, kalau begitu aku akan selalu mendukung tuan, jadi sekarang kita berdua akan pergi ke tempat Bima."


"Iya begitulah, tapi sebelum itu aku akan menelepon nya terlebih dahulu, sekarang dia berada di mana." Ujar Kefa.


"Tuan aku memiliki usulan, bagaimana jika masalah ini serahkan saja pada saya tuan, tuan kembali ke rumah saja, saya takut orang tua tuan khawatir jika tuan telat pulang ke rumah."


"Hmmm kau benar juga, baiklah aku serahkan padamu semuanya, aku mengandalkan mu Defa."


"Ya tuan tenang saja serahkan padaku, aku tidak akan mengecewakan tuan sama sekali."


Sedangkan Kefa sendiri di sini ia pulang ke rumah sendirian, tapi sebelum itu ia harus kembali ke sekolah terlebih dahulu dan mengambil sepedanya.


Karena waktu sudah sore dan hampir ke malam, Kefa pun berlari menuju sekolah dengan cepat, ia harus kembali sebelum tenggelamnya matahari.


***


Defa sekarang sedang duduk di sebuah Sofa, dan di depan nya ada Bima dan para bawahan nya, Defa datang ke sana sendirian.


"Apa kau datang ke sini sendirian?"


"Iya."


"Kemana Kefa?" Tanya Bima.


"Dia memiliki urusan lain." Jawab Defa.


"Begitukah, jadi kedatangan kau kemari ada apa? Kenapa harus sampai bertemu secara langsung seperti ini?" Tanya Bima yang mulai serius.


"Seharusnya kau sudah mendengarnya sendiri bukan, tidak perlu berpura-pura, kau pasti mengetahui beritanya." Jawab Defa sambil tersenyum penuh maksud.

__ADS_1


"Hhahah sudah aku duga bawahan Kefa memang sangat cerdas, iya aku sudah mengetahui semuanya, jadi Sma 10 Bandung sekarang sudah di tangan Kefa kan."


"Yap kau benar."


"Jadi apa hubungan nya dengan ku?" Tanya Bima.


"Sederhana, sebenarnya Kefa ingin kau mendukung penuh Kefa untuk menguasai seluruh Bandung. Dan salah satu langkahnya untuk mencapai itu, Kefa harus menguasai terlebih dahulu seluruh Sma, dan mengalahkan orang-orang yang menghalangi jalan nya."


"Tapi masalahnya orang yang menghalangi jalan Kefa adalah kakak mu sendiri, dan yah Kefa mungkin tau jika kau sama sekali tidak bisa melawan kakak mu, jadi Kefa hanya meminta kau untuk tetap diam dan tidak ikut campur dalam masalah nanti." Ujar Defa.


Bima pun di sini menggerak-gerakan gelas yang berisi minuman Es.


"Hmm jadi Kefa ingin aku tidak berhianat padanya, dan tidak ikut campur dalam masalah ini."


"Yap kurang lebih begitu, sebenarnya Kefa secara halus mengancamku jika kau pintar menanggapi apa maksud Kefa."


"Iya aku mengerti dia memang sangat menyeramkan, jadi keputusan ku mengikuti semua perintah Kefa saja, sampai sini aku mengerti semuanya, tolong sampaikan pada Kefa, aku akan mengikuti perintah dia apapun itu."


"Secara tidak langsung kau mendukung Kefa kah."


"Iya dia adalah orang yang sangat mengerikan, aku adalah orang yang cerdas, jadi aku tau aku tidak akan pernah bisa mengalahkan nya, jadi langkah terbaik untukku adalah mendukung dia." Ujar Bima.


"Sudah aku duga kau dan bawahan mu semuanya cerdas." Ujar Defa.


Mereka pun mengobrol sebentar dan Defa pun kemudian pamit untuk pergi.


"Tuan muda Bima, apa menurutmu ini adalah langkah yang terbaik, apa kita tidak akan membela Egi, bukannya Egi adalah kakak kandung tuan sendiri."


"Hmmm bagaimana yah aku menjawabnya." Defa sambil menatap ke atas langit dan duduk seperti seorang Raja dengan kaki menyilang.


"Oh yah mungkin dengan perkataan ini kau akan mengerti, bisnis adalah bisnis, keluarga adalah keluarga bedakan bisnis dengan keluarga paham?"


"Tidak tuan."


Bima pun mengehela nafasnya "Ya aku rasa perumpamaan ku sangat sulit untuk kau pahami."


"Maksudku ku, kakak ku dan Kefa adalah urusan bisnis, bukan urusan keluarga."


"Aku hanya memilih bisnis mana yang lebih untung apa dengan kakak ku atau dengan Kefa, dan aku memilih dengan Kefa tentunya, karena dia adalah orang yang hebat, sejak kecil aku selalu mengagumi cara dia berpikir." Ujar Bima.


"Ohh jadi begitu yah tuan, tapi bagaimana jika hal ini sampai membuat kakak mu marah."


"Hhahahaha inilah kenapa aku sangat mengagumi Kefa."


Bawahan Bima pun kebingungan dengan perkataan Bima.

__ADS_1


"Kau perlu menggaris bawahi perkataan ini, aku tidak perlu ikut campur dalam masalah ini, itulah yang di katakan Kefa, semoga kau paham maksudnya, berpikirlah sampai kepala kau botak, aku tidak ingin memberitahumu secara lebih jelas lagi." Ujar Bima.


__ADS_2