
1 tahun lebih sudah berlalu, selama setahun tidak ada perubahan yang terlalu significant semuanya masih seperti biasa, tapi dalam bidang bisnis Kefa dan teman-teman nya makin kemari makin banyak keuntungan yang di dapatnya.
Mereka selama setahun mungkin sudah mengantongi ratusan juta dan itu hanya laba bersihnya saja.
Selama setahun lebih juga dalang di balik penyerangan Kefa tidak di temukan, alias menemui kebuntuan, tapi tampaknya Edwart dan Rina mengetahui tentang sesuatu yang tidak mengenakan.
Mereka akhir-akhir ini seperti kurang dekat dengan Kefa, dan mereka seperti sibuk kerja. Kefa sangat merasa aneh tentang ini, dan dia menyimpulkan bahwa mungkin orang tuanya sudah mengetahui siapa sebenarnya dia sekarang.
Kefa sekarang hanya tinggal menunggu bagaimana reaksi mereka, Kefa hanya berharap reaksi mereka tidak terlalu berlebihan dan mengerti akan keinginan dirinya.
Kefa sekarang berada di taman, Kefa sekarang sedang bersantai dan memikirkan banyak hal, entah kenapa akhir-akhir ini beban pikiran dia sangat berat.
Banyak hal yang ingin di ungkapkan namun tidak bisa dan hanya bisa berlindung di balik kata aku baik-baik saja.
Dari jaman kerajaan sampai sekarang, Kefa masih tidak bisa mengungkapkan perasaan nya, bagi Kefa perasaan adalah hal yang rumit.
Kefa menghela nafas panjang dan memejamkan matanya, udara di sana sangatlah segar karena banyak pohon, di tambah dengan suara kicauan burung yang merdu, yang membuat tempat tersebut bagus untuk healing.
Ketika Kefa bersantai Hyuro tiba-tiba saja datang.
"Kefa...." Ujar Hyuro yang terlihat seperti khawatir. Dia seperti mengetahui apa yang akan terjadi pada Kefa sekarang.
"Besok adalah hari kelulusan ku, dan secara kebetulan umurku juga bertambah jadi 16 tahun bukan."
"Iya itu benar Kefa, tapi aku kemari bukan untuk hal itu aku kemar-"
"Ayahku memanggilku kan, dia ingin mengatakan sesuatu padaku bukan?"
"Iya kau benar tapi dengarkan aku Kefa, ayahmu -"
"Sudah tidak apa aku mengerti maksudmu kakek, jangan khawatir aku sekarang sudah besar aku mengetahui apa yang benar dan apa yang salah." Kefa sambil tersenyum.
"Kefa maafkan kakek."
__ADS_1
"Untuk apa minta maaf kakek tidak salah sama sekali, terima kasih kakek karena sudah berada di sampingku sampai sekarang."
"Tenang saja jangan khawatir aku sudah besar kakek, aku bisa melakukan apapun sendirian."
"Aku pergi dulu, aku akan bertemu dengan ayah, aku akan menghadapi masalah ini, aku tidak ingin lari itulah yang kakek ajarkan padaku bukan?" Ujar Kefa yang meninggalkan Hyuro.
Hyuro tidak dapat berbicara dan hanya bisa mengepalkan lengannya.
Entah kenapa Hyuro merasa bahwa kepergian Kefa sekarang akan menjadi sangat lama dan dia tidak akan kembali untuk waktu yang lama.
Mereka berdua mengobrol seperti mengucapkan salam perpisahan yang panjang.
Kefa pun sekarang masuk ke dalam ruangan ayahnya tersebut, ketika masuk Kefa merasakan aura yang tidak mengenakan yang di keluarkan oleh ayahnya tersebut.
Ayahnya tersebut terlihat sangat kesal dan sangat marah. Dia terus menatap Kefa dengan tatapan yang mengerikan, namun Kefa tidak takut sama sekali dia tidak mengalihkan pandangan nya.
Kefa pun di suruh duduk oleh ayahnya.
"Ya baik ayah apapun yang di tanyakan ayah akan aku jawab dengan jujur."
Edwart pun bertanya tentang sekolah Kefa, tentang kebenaran Defa, tentang bagaimana Kefa di sekolah, apa Kefa hidup sebagai orang biasa atau tidak, apa Kefa menuruti perkataan orang tuanya atau tidak.
Dan Kefa menjelaskan semuanya secara rinci dan jujur, dia mengungkapkan semua kebohongan nya selama ini.
"Kefa jadi selama ini kau bohong pada ayah dan ibumu?" Tanya Edwart yang terlihat sangat kesal.
"Iya maafkan aku ayah tap-"
"Tapi kau telah berbohong lama Kefa, kau telah membohongi orang tua mu selama 3 tahun lamanya, dan hebat kau anak yang sangat hebat kami benar-benar sama sekali tidak tau, jika kami tidak mengusut tuntas alasan kenapa orang itu bisa mengetahui tentang mu, kau tau Kefa kami sudah menyembunyikan identitas mu dan yang lainnya secara baik dan sulit."
"Tapi kau, apa kau tidak menghargainya sama sekali keinginan kami?"
"Bukan begitu ayah ta-"
__ADS_1
"Wow Kefa apa sekarang sikap sopan mu sudah hilang? Berani sekali memotong pembicaraan ayah mu wow Kefa."
"Ayah-"
"Kefa kenapa kau tidak bilang dari awal kenapa? Apa sesulit itu untuk memberitahu kami? Kenapa Kefa kami sangat kecewa padamu."
"Ayah aku minta maaf untuk hal itu tapi ayah dengarka-"
"Dengarkan penjelasan mu?, bukankah semuanya sudah jelas bukan Kefa, kami sangat kecewa padamu kenapa Kefa kenapa, kau adalah anak yang kami banggakan tapi kenapa."
"Ayah-"
"Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan mu, ayah sudah memutuskan nya, kau akan pergi ke jepang dan hidup sendirian di sana, ini adalah keputusan bulat ayah, jadi sekarang kau pergilah, akan ada seseorang yang menjemput mu di bandara nanti."
"Baiklah jika itu keinginan ayah, aku tidak akan memberikan penjelasan apapun, karena semua sudah jelas bukan, tapi yang perlu ayah ketahui aku hanyalah anak kecil berumur 15 tahun, ayah terlalu berharap lebih terhadapku, selamat tinggal." Kefa pun pergi dari sana keluar dari ruangan ayahnya.
Kefa terlihat sangat kecewa pada ayahnya tersebut karena tidak ingin mendengarkan penjelasan nya sama sekali, entah kenapa hati Kefa sekarang sangat hancur.
Ibunya Kefa yang menguping di balik pintu, melihat Kefa keluar ia langsung memanggil Kefa.
"Kefa.." Kefa pun menengok kebelakang dan tiba-tiba saja ibunya memeluk Kefa.
"Ibu maafkan aku, tapi aku harus pergi, ayah sudah mengusirku, ibu jangan menangis, aku tidak ingin wanita yang paling cantik di dunia ini menangis seperti ini." Kefa sambil mengelap tangisan ibunya.
"Ibu dengarkan aku, aku hanya pergi sebentar saja, setelah itu aku akan kembali ibu, ibu juga nanti bisa menjenguk ku kan, jadi tidak masalah ibu, sudah ibu jangan menangis, aku pergi dulu ibu selamat tinggal ibuku tersayang aku sangat mencintai ibu."
"KEFAAAA...." Rina yang menangis secara histeris namun tidak bisa mengatakan apapun, dan membiarkan Kefa pergi begitu saja.
"Sialaannn kenapa aku seperti ingin menangis yah, ibu maafkan anak mu ini, aku yakin ini adalah hal yang terbaik untukku, suatu saat aku akan kembali dengan versi terbaikku ibu, dan semoga di saat itu tiba nanti ibu masih ada dan masih sehat."
"Aku yakin ibu sekarang adalah orang yang paling tersakiti, ibu pasti kebingungan sekarang dan tidak bisa melakukan apapun, maafkan aku ibu ini semua salahku, tapi ini juga merupakan pilihan ku."
Kefa pun pergi dengan cepat dari rumahnya.
__ADS_1