
Kedatangan orang tersebut membuat Kenta, Laura, dan Kazuki terkejut. Mereka bertiga ketika melihat orang itu langsung termundur kebelakang.
Mereka merasakan aura yang sangat mengerikan keluar dari orang tersebut, walaupun orang tersebut tersenyum hangat pada mereka.
Tapi tetap saja orang tersebut terlihat seperti seorang monster yang sangat mengerikan.
Sedangkan Kefa ia sudah mengetahuinya, Kefa juga sudah mengetahui bahwa orang yang sekarang sedang berada di hadapan nya adalah orang yang sangat berbahaya.
Namun Kefa tidak tau siapa dia sebenarnya, bahkan Kefa sekarang sedang bertanya-tanya kenapa orang yang sangat kuat seperti dia bisa berada di keluarga bawah seperti keluarga Hamada.
Kefa sangat kebingungan, karena seharusnya orang sekuat dia tidak berada di keluarga bawah Hamada, seharusnya dengan kekuatan orang tersebut sekarang, dia harusnya berada di keluarga besar.
Kefa di sini mencurigai orang tersebut sebagai orang yang berasal dari keluarga besar di Jepang.
Orang tersebut pun sedikit maju kedepan, aura tekanan yang dia keluarkan semakin terasa, membuat Laura, Kenta, Kazuki merinding ketakutan, mereka bertiga mundur kebelakang sambil menggunakan kuda-kuda mereka yang terkuat.
Mereka bersiap jika orang berbahaya itu menyerang mereka.
Kazuki di sini menatap orang itu dari bawah sampai atas, dan Kazuki dia seperti mengenali orang itu.
Orang itu terlihat tidak asing baginya, rasanya ia pernah melihat orang yang ada di depannya sekarang.
Kazuki pun mencoba mengingat siapa orang tersebut, dan ia pun mengingat siapa orang yang ada di depan nya itu.
Kazuki pun seluruh tubuhnya bergemetar dengan hebat.
Kazuki terlihat sangat ketakutan.
"Tu-tuan Fu-fujitora Akasura." Ucap Kazuki.
Yang membuat Laura, Kenta, Kefa sangat terkejut.
"APA?"
"Hhhahahah Kazuki kau akhirnya mengenali ku juga, rupanya kau masih hidup yah, aku cukup terkejut, padahal rumor mengatakan kau sudah mati, tampaknya rumor itu salah." Ucap Akasura yang mengetahui Kazuki.
Kazuki pun tidak bisa berkata apa-apa itu semua karena dia ketakutan.
"Kalian bertiga mundurlah, dia bukan lawan kalian bertiga." Ucap Kefa.
"Tapi tuan-"
"Santai saja Kenta, aku akan baik-baik saja."
"Percaya saja pada Kefa Kenta." Ucap Laura.
Laura, Kazuki, Kenta mundur kebelakang Kefa, sedangkan Kefa maju kedepan sambil menatap mata Fujitora Akasura.
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, mereka berdua mengeluarkan aura yang sangat kuat.
Jika di lihat dari sisi Laura, Kenta, Kazuki, Aura tekanan Kefa dan Akasura sekarang terlihat seperti beradu.
Dua-duanya membentuk monster, yang satu Akasura membentuk monster ular hijau berwarna putih, sedangkan Kefa mengeluarkan wujud monster yang sangat mengerikan, yang mereka sama sekali tidak mengetahuinya monster apa itu.
Namun yang pasti monster itu lebih besar dari pada milik Akasura, dan terlihat lebih mengerikan.
Atmosfer di ruangan sana berubah menjadi mencengkam dan sangat mengerikan, bahkan bernafas saja cukup sulit.
Hanya saling bertatapan saja bisa seperti itu, apalagi jika mereka berdua bertarung, Laura, Kenta, Kazuki tidak tau lagi akan jadi seperti apa jika mereka berdua bertarung.
"Kau adalah Kefa." Ucap Akasura sambil tersenyum merinding.
__ADS_1
"Kau lebih mengerikan dari pada yang aku bayangkan." Ucap Akasura yang memuji Kefa.
"Rupanya aku terkenal juga di kalangan keluarga besar." Ucap Kefa.
"Tentu saja dengan prestasi mu yang mengagumkan dari kecil sampai berumur belasan tahun, kau pastinya terkenal di keluarga besar dunia, dan bisa dibilang kau juga merupakan ancaman."
"Begitukah, pantas saja aku menjadi incaran." Kefa yang tersenyum.
"Hhahah benar-benar bukan bocah biasa, tapi wajar karena orang tua mu juga bukan berasal dari orang biasa."
"Yap sepertinya kau mengetahui orang tuaku."
"Ya tentu saja, orang tua mu cukup terkenal di Jepang."
"Hmm begitu yah."
"Jadi orang sepenting dirimu sampai datang kemari ada apa?" Tanya Kefa.
"Aku ingin bertemu dengan mu, aku sangat pensaran dengan mu, aku sudah mendengar berita mu dari dulu, dan sekarang aku baru bisa bertemu denganmu, dan sesuai ekspetasiku kau begitu menakjubkan hahaha."
"Apa kau datang ke sini hanya ingin mengatakan hal itu, tidak mungkin bukan? Pasti kau memiliki tujuan lain."
"Hhahahaha seperti yang kau katakan, aku ke sini memang benar memiliki tujuan lain."
"Apa?" Tanya Kefa yang menyipitkan matanya mencurigai Akasura.
"TENTU SAJA AKU INGIN BERTARUNG DENGANMU, AKU SANGAT PENASARAN DENGAN KEKUATAN MU." Akasura yang tiba-tiba langsung menyerang Kefa menggunakan katana miliknya.
Akasura melakukan tebasan horizontal yang sangat cepat.
Kefa di sini hanya menggerakan sedikit tubuhnya ke samping dan berhasil menghindari serangan Akasura yang sangat cepat itu.
Serangan Akasura sangat mengerikan bisa terlihat dari tiba-tiba meja yang berada cukup dekat di sana tiba-tiba terbelah menjadi dua hanya karena serangan Akasura.
Badan mereka bergemetar hebat dan ketakutan.
Untungnya saja orang yang Akasura lawan sekarang adalah Kefa, jika mereka berada di posisi Kefa sudah pasti mereka akan mati dengan serangan secepat itu, berkedip sedikit saja mereka pasti sudah beda alam.
"Kekuatan dari para keluarga besar memang selalu menakjubkan berapa kali pun aku melihatnya." Ucap Laura yang takjub pada serangan Akasura.
"Tapi tuan Kefa juga hebat dia bisa menghindari serangan mengerikan itu." Ucap Kenta.
"Ya jelas bodoh, tuan Kefa juga berasal dari keluarga besar."
"Ah iya benar juga aku lupa."
"Hmm menarik seranganku biasanya tidak pernah meleset, tapi kali ini meleset jauh, sesuai dugaanku, Kefa kau menakjubkan."
"Terima kasih atas pujian nya." Kefa yang tiba-tiba saja bergerak dengan cepat dan mengeluarkan senjata miliknya, dan menembakkan sebuah peluru kearah Akasura dari jarak yang cukup dekat.
Akasura dengan cepat ingin membelah dua peluru Kefa, namun secara tiba-tiba peluru Kefa itu berubah haluan.
Akasura yang sangat terkejut itu, ia langsung menghindari serangan Kefa itu.
Namun sayangnya walaupun dia sudah berusaha untuk menghindarinya, Akasura tetap terkena serangan Kefa sedikit.
Pipi Akasura tergores oleh peluru Kefa, dan mengeluarkan sedikit darah.
Akasura pun menyentuh pipinya yang beradarah dan dia melihat darahnya sendiri.
"Serangan mu itu mengingatkan ku pada seseorang."
__ADS_1
"Aku murid dari Hyuro, kau pasti mengenal nya."
"Hhahahah pantas saja kalau begitu hahaha, kamu murid si bajingan itu yah ahahah, menarik."
Akasura pun di sini tanpa berbasa-basi lagi dia langsung maju dan menyerang Kefa, kali ini ia tidak langsung mengeluarkan katana nya.
Ia ingin beradu pukulan dengan Kefa.
Akasura dan Kefa saling menyerang dan saling bertahan, mereka menggunakan kaki tangan mereka untuk menyerang maupun bertahan.
Pergerakan mereka sangatlah cepat, sampai-sampai Laura, Kenta, Kazuki mereka hanya bisa melihat sedikit pergerakan dari mereka berdua.
Hanya dalam waktu sekejap saja mereka berdua dapat menghancurkan ruangan itu.
Salah satu dari mereka belum terkena serangan yang sangat telak.
Mereka berdua selalu bisa menghindari ataupun menahan serangan.
"Pertarungan ini lebih mengerikan dari pada waktu itu." Sahut Kazuki.
"Tapi memang benar apa yang di katakan Laura, pertarungan antara salah seorang keluarga besar pasti selalu mengerikan." Ucap Kazuki.
"Ya itulah kenyataan nya." Ucap Laura.
"Ini pertama kalinya aku melihat pertarungan di atas batas manusia." Ucap Kenta.
"Mulai dari sekarang kau akan terbiasa melihat hal seperti ini, karena kita hidup di dunia seperti ini." Ucap Laura.
Kazuki pun menganggukan kepalanya, mereka bertiga di sini mengambil jarak yang sangat jauh untuk menonton pertarungan Kefa melawan Akasura.
Karena jika mereka terlalu dekat, mereka takut kena imbasnya.
"KEFA KELUARKAN SELURUH KEMAMPUAN MU!!!" Teriak Akasura, karena ia merasa bahwa Kefa masih bermain-main dengan nya.
"Baiklah" Kefa yang menyeringai tersenyum pada Akasura.
Kefa langsung melakukan tendangan memutar tiga kali berturut-turut kearah leher dan kepala Akasura.
Akasura di sini menghindari 2 serangan Kefa dan menahan serangan Kefa yang ketiga kalinya.
Akasura kemudian mencoba menghempaskan Kefa, Kefa pun termundur beberapa langkah.
Akasura melompat dan ingin melakukan tendangan, Kefa bukannya menghindar, justru dia menangkap kaki Akasura.
Menggunakan kedua lengan nya, kemudian Kefa melemparkan Akasura.
Akasura pun terlempar cukup jauh.
Laura, Kazuki pun terkejut mereka tau Kefa kuat tapi mereka tidak pernah menyangka kekuatan Kefa di umur yang belasan bisa setara dengan salah satu anggota keluarga besar generasi kedua.
Apalagi Kefa di sini berhasil membuat Akasura terluka dan terhempas jauh.
Secara tidak sengaja pertahanan Kefa tadi, seperti memperlihatkan pada Akasura, seberapa kuat Kefa.
Jika Kefa lemah, maka seharusnya Kefa tidak bisa melakukan hal seperti tadi, hal tersebut sama sekali tidak di duga oleh Akasura, karena apa yang di lakukan Kefa tadi sangat beresiko tinggi.
Akasura yang terlempar kearah lemari kayu yang sekarang hancur berantakan itu, ia pun mulai bangkit.
"Aku tak pernah menyangka akan di permalukan seperti ini oleh bocah belasan tahun." Ucap Akasura yang langsung mengeluarkan katana nya.
Kefa pun tersenyum, karena akhirnya Akasura akan bertarung dengan serius.
__ADS_1
Ketika Akasura mengeluarkan katana nya, terdapat perbedaan dari aura tekanan dan hal yang lainnya, pada intinya Akasura sekarang terlihat lebih kuat dari sebelumnya.